Misi Lomba #SweetMarriage #BersatuKarenaAnak
Akibat kesalahannya, akhirnya dia hamil dan ayah gadis ciliknya baru tahu setelah melihat putrinya berusia lima tahun.
Keira Wyatt adalah seorang pianis yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Savero Victor, pengusaha perhiasan Victoria and Co. Keduanya terlibat cinta semalam dan setelahnya mereka tidak bertemu lagi. Beberapa tahun kemudian, Savero melihat Keira bersama dengan seorang gadis cilik berusia lima tahun dan mirip dengannya. Kali ini Savero bertekad mendapatkan Keira dan Vevina putrinya, meskipun dirinya tidak percaya lembaga pernikahan tapi demi keduanya, Savero bersedia melangkah ke altar. Demi Veve. Tapi apakah Savero dan Keira bisa saling mencintai atau hanya demi putri mereka?
Follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Deportasi Ala Omar Zidane
Christmas Island
Pesawat milik Giandra Otomotif Co mendarat di bandara internasional Christmas Island dan pihak keamanan mereka datang menjemput para agen FBI itu.
"Agen Zidane, Agen Maggie dan Agen Peterson... Saya kapten polisi Anwar dan tentang buronan yang anda cari sudah kami awasi" ucap kapten yang berdarah Melayu itu.
"Bagus. Kita tangkap mereka !" ucap Omar Zidane.
***
Kediaman Savero dan Keira di New York
Keira terbangun karena merasa perutnya tidak nyaman. Usai acara kencan candle light dinner, keduanya pulang dan memadu kasih. Sekarang Keira merasa perutnya seperti diaduk-aduk. Mual yang teramat sangat membuat dirinya berjalan perlahan ke kamar mandi.
Savero yang merasakan gerakan istrinya, langsung terbangun dan melihat Keira berjalan sambil memegang perut dan mulutnya.
"Kei ? Ada apa sayang?" tanya Savero yang ikut bangun dan segera menyambar boxernya lalu memakainya.
Keira tidak menjawab dan langsung berjalan ke kloset. Setibanya di kloset, Keira memuntahkan semua isi perutnya. Savero segera mengambilkan kimono karena Keira dalam keadaan polos dan memakaikannya.
"Kok aku ... Masih muntah-muntah ya... " gumam Keira sedikit lemas setelah memencet tombol flush di toilet.
Savero mengambilkan segelas air putih dan memberikan pada Keira. "Kan masih tri semester pertama, sayang ..." ucap Savero sambil mengelus punggung Keira.
"Habis deh makan malam ku..." keluh Keira sambil minum air putihnya.
Savero tertawa kecil. "Kamu mau makan? Aku buatkan sandwich?"
"Mau ..." jawab Keira semangat.
"Masih mau muntah lagi?" tanya Savero. "Atau mau tiduran?"
"Mau tiduran ... Tapi gendong..." rengek Keira manja.
"Sini aku gendong."
***
Christmas Island
Luigi Silvio dan Emilia Silvio tidak menyangka jika rumah peristirahatan mereka diserbu oleh polisi dan agen FBI.
Omar Zidane tersenyum smirk saat melihat wajah pucat Luigi Silvio.
"Jadi kamu yang merencanakan penculikan pada Vevina Victor dan membuat Savero Victor kecelakaan?" ucap Omar Zidane dingin.
"Savero yang memulai ! Harusnya dia menikah dengan putriku ! Bukan dengan wanita j4l4ng itu !" hardik Luigi Silvio.
"Dan tujuan kamu menculik Vevina adalah ..." Scott Peterson menatap Emilia Silvio.
"Agar Savero berpisah dengan wanita itu ! Tapi ada j4l4ng yang menghalangi ! Jadi culik saja sekalian... Anggap saja colateral damage..." Emilia meludah ke lantai.
Wajah Omar Zidane tampak mengeras. "J4l4ng yang kamu maksud itu adalah putriku, B1tch !" desis Omar dingin.
Wajah Emilia tampak terkejut. "Apa?"
DOR !
Emilia pun ambruk setelah sebuah peluru mengenai lengannya. Luigi terkejut melihat putrinya ditembak.
"Kamu ... "
DOR !
Tak lama Luigi juga ambruk saat peluru menembus lengan kanannya. Omar lalu menyimpan Glock hadiah pernikahan dari Nelson Blair itu.
"Agen Zidane !" seru Kapten Anwar panik.
"Tenang saja kapten Anwar. Itu hanya peluru bius. Kami akan segera membawa keduanya keluar dari Christmas Island dan kembali ke Jakarta sesegera mungkin. Kami juga harus membawa keduanya ke New York karena jaksa penuntut umum sudah menunggu keduanya untuk dibacakan tuntutan berlapis" jawab Omar Zidane dingin.
"Bisa dipanggil para tim ambulans untuk membawa keduanya dan diobati sebelum kita terbang landas?" pinta Scott Peterson.
Kapten Anwar hanya mengangguk. Ya ampun ! Keduanya menculik putri chief FBI? Pantas agen Zidane niat menangkap mereka.
***
Kediaman Savero dan Keira
"Good molning Daddy... " sapa Vevina sambil mencium pipi Savero yang duduk di sofa dan tampak santai di rumah. "Hali ini kita mau ngapain?"
"Daddy masih belum bisa jalan jauh-jauh, Ve. Kamu ada usul mau kemana?" tanya Savero sambil membaca laporan perusahaan perhiasannya dari iPadnya.
"Gimana kalau ajak Tante Diana main kemali ? Kan pasti libulnya..." Mata Vevina tampak mengerjap-ngerjap merayu ayahnya.
"Sayang, mau kopi ?" tawar Keira yang baru keluar dari kamar. Savero sengaja tidak membangunkan Keira pagi karena tahu semalam dia muntah-muntah lagi usai makan sandwich buatannya. Keira baru bisa tidur menjelang jam tiga subuh.
Si jabang bayi memang bikin Mommynya tidak bisa tidur!
"Coba kamu telepon Tante Diana. Ada acara atau nggak" senyum Savero.
"Yaaayyy... Mommy, pinjam teleponnya..." seru Vevina bahagianya membayangkan bisa bersama Tante badassnya.
Keira mengambil ponselnya di meja Konsul dan langsung menghubungi Diana.
"Ya mbak?" sapa Diana.
"Ada yang mau bicara..." senyum Keira yang langsung memberikan pada Vevina yang sudah menunggu bisa berbicara dengan Diana.
"Halo Tante Diana? Veve ..." Vevina langsung membawa ponsel Keira ke kursi piano dan mengobrol disana.
Keira datang membawakan secangkir kopi untuk suaminya.
"Thanks Sayang..." senyum Savero dan Keira membalasnya dengan mencium bibir suaminya.
"Mommy ! Daddy ! No kiss kiss !" jerit Vevina kesal.
Savero dan Keira hanya tertawa mendengar putri mereka protes.
***
Menjelang jam makan siang, Diana datang bersama dengan Indiana Blair sambil membawakan kantong kertas dan dua kotak pizza ukuran besar.
Savero melongo melihat bagaimana Blair bersaudara itu sangat memanjakan Vevina sedemikian rupa. Bahkan Indiana dan Vevina langsung sibuk memasang Lego diatas karpet tebal ruang tengah.
"Lego lagi?" kekeh Keira yang melihat Indiana dan Vevina sibuk membuat rumah Hello Kitty.
"Keepeley punya Sanrio ini. Kan Veve suka Sanrio..." jawab Indiana cuek.
"Mbak, ada kabar dari pak Omar ..." lapor Diana.
"Ya ampun Diana, pak Omar itu Daddy kamu..." gelak Keira yang sudah hapal betapa kacaunya keluarga Blair.
"Daddy berhasil menangkap Luigi dan Emilia Silvio di Christmas Island" ucap Diana semangat.
"Serius?" tanya Savero tidak percaya.
"Serius. Sekarang perjalanan menuju New York ... Daddy menembak mereka dengan peluru bius biar nggak ngereog saat dibawa kemari..."
Savero memandang wajah Keira yang tampak lega. "Thanks God ... Akhirnya mereka tertangkap..." ucap Keira penuh syukur dan langsung berpelukan dengan suaminya.
"Kalian bisa lega sekarang..." senyum Diana yang ikut lega otak dari penculikan Vevina sudah ditangkap dan sudah pasti, Tantenya Marisol Braga tidak akan tinggal diam, mengingat keponakannya juga jadi korban penculikan.
"Absolutely..." jawab Savero. "Oh bagaimana dengan mommymu?"
"Mommy? Cuek aja tuh..." cengir Diana santai.
***
Ruang Rawat Inap Geraldine Victor
Joe dengan telaten membantu Geraldine makan karena bengkak di bibirnya mengakibatkan sakit saat menyentuh sendok.
"Sakit ya Dina? Maaf..." ucap Joe pelan.
"Dah biasa. Ini nggak sesakit kemarin awal kena pukul Joe..." jawab Geraldine.
"Maaf aku tidak ada di sana untuk melindungi kamu..." sesal Joe yang merasa dirinya adalah pecundang yang tidak dapat menjaga wanita yang sangat dicintainya.
"Bukan salahmu, Joe. Setidaknya, nonna sudah memberikan restu buat kita..." senyum Geraldine.
"Tunggu sampai hakim memberikan putusan cerai kamu, Dina. Aku tidak mau jadi pebinor ..."
"Hei ! Si b@ngs@t itu punya selingkuhan, kenapa aku tidak boleh ! Harus fair dong !" hardik Geraldine kesal. "Aduuuhhh sakit ..."
"Makanya jangan teriak-teriak, Dina..." tegur Joe yang gemas melihat wanita cantik di hadapannya.
"Emosi aku !"
"Iya iya... Aku paham ..." senyum Joe.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
bayikknya aja yg sering loncat bacanya ...maaf kan ya kk🤭🤭🤭
bayikknya aja yg sering loncat bacanya ...maaf kan ya kk🤭🤭🤭
Excuse me.... I am a lawyer by the way 😂😂😂😂