NovelToon NovelToon
Talak Dimalam Pertama Pernikahan

Talak Dimalam Pertama Pernikahan

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: rafizqi

Tepat dimalam pertama pernikahan, dimana malam yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Aluna, namun harus berakhir duka sebab Bagas yang telah sah menjadi suaminya kepergok berselingkuh bersama Sania, adik tiri Aluna. Aluna pun terpaksa di talak demi menikahi Bagas dan Sania.

Malam itu pun menjadi malam kehancuran bagi Aluna. Namun, sesuatu terjadi ketika dia diam-diam pergi dari rumah dan menawarkan diri kepada pria asing di sebuah Club hingga dia melakukan hubungan semalam yang menyebabkan dirinya mengandung anak pria asing tersebut.

Bagaimanakah nasib Aluna selanjutnya?

EKSLUSIF HANYA DI NOVELTOON. JIKA ADA DITEMPAT LAIN SUDAH PASTI PLAGIAT.

IG author: @rafizqi0202
fb: Rafizqi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Semua orang yang melewati Aluna selalu saja memberikan tatapan jijik, seolah mereka tidak sudi melihatnya berada di kantor tersebut. Aluna yang menyaksikan itu pun mulai merasa risih atas tatapan kebencian semua orang hingga sindiran yang sengaja di lontarkan untuknya. Hal itupun membuatnya menganggap bahwa semua ini adalah kesalahan Anderson dan dia mulai salah paham.

"Gak nyangka banget ya kalau Aluna seperti itu. Apa dia tidak punya rasa malu dan harga diri ya, bisa-bisanya dia memberikan tubuhnya untuk memikat Tuan Anderson. Beneran gak nyangka" Ujar seorang wanita di ujung ruangan yang sedang bicara kepada rekan satu kantornya.

"Iya. Aku juga berpikiran sama. Dia memang wanita penggoda. Pantas saja suaminya meninggalkannya dulu, itu semua karena dia memang wanita kecentilan"

Sementara, tak jauh dari mereka, Anderson nampak berdiri mendengarkan dengan wajah yang merah padam.

Siapa yang menyebarkan gosip seperti itu?

Kedua tangannya mengepel geram mendengar banyak cibiran yang telah dilontarkan semua orang untuk wanitanya.

Disaat semua orang tengah bergosip. Anderson berjalan melewati semua orang, membuat semuanya terdiam menyaksikan tatapan tajam dari Bos nya tersebut.

"Kalian semua, pergi dan ikuti saya!" Titahnya tanpa menoleh. Tatapannya lurus dengan raut wajah yang menakutkan.

Beberapa orang yang sedang bergosip itu saling memandang takut. Berjalan mengikuti langkah Anderson menuju lobi kantor.

"Matilah kita" Gumam salah satunya gelisah.

Aluna yang melihat banyak orang dipanggil ke keluar oleh Anderson sontak menoleh heran.

Anderson sudah memerintahkan sekertaris pribadinya untuk mengecek cctv untuk memeriksa siapa saja yang berani memfitnah kekasihnya. Selain itu juga, dia sudah mengumpulkan semua orang kecuali Siska, sahabat Aluna. Karena hanya Siska lah yang tidak membicarakan Aluna selama gosip itu beredar di kantor.

"Nona. Tuan menyuruh anda ke Lobi Kantor" Ucap Sekertaris Han usai sampai di meja kerja Aluna.

Aluna sedikit heran, "Memang ada apa? Aku juga melihat semua orang dipanggil kesana. Apa ada masalah?" Tanya Aluna penasaran.

"Saya hanya menjalankan perintah untuk memanggil anda nona. Untuk masalah itu, biar nona tanyakan sendiri kepada tuan saja."

Aluna sedikit mendengus, tidak bisakah menjelaskan disaat ditanya tanpa harus menunggu perintah sang tuan. Aluna benar-benar merasa tak habis pikir kepada sekertaris pribadi dari Bos nya itu.

Aluna pergi mengikuti langkah Han menuju lobi. Sesampainya di sana, Aluna mengerutkan kening ketika melihat semua orang terlihat menunduk dan Anderson berdiri tepat didepan semua orang dengan tatapan serius. Aluna sedikit khawatir, dia merasa sesuatu telah membuat Anderson marah, pasalnya Aluna dapat melihat dengan jelas bagaimana tatapan dingin yang menakutkan tergambar di wajah lelaki itu.

"Siapa yang menyebarkan berita bohong itu?" Sentak Anderson menggema disana.

Tidak ada yang menjawab, semuanya nampak diam dengan wajah ketakutan.

"Kalian bilang apa tadi. Aluna berusaha menggodaku dengan menjual harga diri untuk mendapatkan uang? Begitu?"

"Apa kalian memiliki bukti kalau Aluna melakukan itu, hah?" Sentak Anderson kembali geram.

Aluna sedikit tertegun. Jadi ini yang membuat Anderson marah dan mengumpulkan semua orang di aula lobi?

"Maaf tuan. Kami tidak memiliki bukti apapun. Kami hanya mendengar beberapa gosip tentang Aluna dan kami merasa yakin kalau itu benar, sebab dia juga menjadi janda karena ditinggalkan suaminya" Jawab salah satu wanita.

Anderson geram sekali mendengar itu. Rahangnya mengeras bersamaan dengan tangannya yang semakin mengepal geram.

"Apa kamu tahu kenapa dia sampai bercerai?" Teriak Anderson. Wanita itu menggelengkan kepalanya.

"Cih. Kamu tidak tahu apapun, lalu berani menghina seseorang hanya karena dia seorang janda?"

Wanita itu hanya diam, tak berani menjawab.

"Aluna wanita yang mulia. Tidak sedikitpun dia inginkan hidupnya yang seperti sekarang. Jika kalian ada di posisinya, kalian tidak akan sanggup untuk hidup lagi. Dikhianati suami dan adik, apa kalian pernah membayangkan itu... Tapi dia tidak egois. Dia memilih untuk berpisah bersama suaminya agar adiknya mendapatkan keadilan dan menikah bersama suaminya. Apa kalian sanggup memberikan suami kalian kepada orang lain, hah."

"Hanya dia yang sanggup melakukan itu. Tapi kalian malah menuduhnya dan menghinanya. Seharusnya sebagai teman, kalianlah orang yang harus mendukungnya"

Semua orang hanya menunduk, sementara Aluna merasa tersentuh atas pembelaan yang dilakukan oleh Anderson untuknya.

"Jika kalian ingin tahu kebenarannya dan apa hubungan kami. Dia...adalah wanita yang aku cintai. Dia wanita yang ingin aku nikahi dan akan melahirkan keturunan keluarga Wijanata. Tidak ada yang menggoda siapapun, karena akulah yang sudah jatuh cinta kepadanya. Siapapun yang berani menghina calon istriku, maka dia harus siap berhadapan denganku. Siapapun yang menghinanya, maka dia juga menghinaku dan harus siap menerima konsekuensi yang akan aku berikan" Ucap Anderson setengah berteriak agar semuanya dapat mendengar dengan jelas ucapannya.

Semua orang terlihat terkejut, namun tak berani bersuara.

"Han. Bawa wanita yang sudah menyebarkan semua kebohongan itu!" Titah Anderson.

Han melangkah menuju Anderson dengan menarik paksa Nadia berdiri di hadapan Anderson. Wanita itu terlihat ketakutan dengan wajah tertunduk. Aluna sampai mengernyitkan keningnya, sejak kapan Han pergi dari sisinya.

"Katakan. Siapa yang menyuruhmu menyebarkan berita bohong itu?" Tanya Anderson dingin.

Hanya dengan sekejap mata, Sekertarisnya sudah bisa menemukan dalang dari masalah ini, dan membawanya ke hadapan Anderson untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Katakan siapa yang menyuruhmu?" Teriak Anderson kembali yang sudah semakin geram. Nadia sampai terperanjat karena takut.

"Ma-maafkan sa-saya tuan. Saya hanya mendapatkan perintah dari tuan Muh. Dia yang menyuruh saya melakukan itu" Jawab Nadia terbata-bata.

"Han. Dimana laki-laki tua itu? Bawa dia kehadapan ku!". titah Anderson dengan wajah merah padam.

"Baik tuan" Jawab Han. Lalu pergi, setelah sesaat dia kembali dengan membawa Manager Muh kehadapan Anderson. Sekertaris melempar tubuh tua itu kehadapan Anderson.

"Tuan. Saya bisa jelaskan. Tolong jangan salah paham" ujar Manager Muh yang seketika di potong oleh Anderson.

"Hentikan omong kosong mu!" Sentak Anderson. Pria tua itu terperanjat takut.

"Han, Bereskan dia. Keluarkan surat pemecatan dan cabut semua ijin kerja untuknya. Pastikan dia tidak mendapatkan pekerjaannya lagi setelah ini. Sita semua asetnya karena dia sudah ketahuan melakukan korupsi. Dan sebar semua berita itu agar semua perusahaan tidak akan menerima seorang koruptor sepertinya. Pastikan dia mendapatkan hukumannya" Perintah Anderson dingin.

Muh terkejut, dia terlihat ketakutan, lalu bersimpuh di kaki Anderson meminta ampunan.

"Tuan. Tolong jangan lakukan itu. Bagaimana nasib keluarga saya. Jangan sita semua aset saya. Tolong maafkan saya tuan" Mohon manager Muh.

Anderson tak menghiraukan, dia menepiskan tubuh manager Muh dari kakinya.

"Tidak akan ada pengampunan untuk orang yang sudah menghina calon istriku."

"Dan... " Anderson menatap tajam ke arah Nadia. Membuat wanita itu semakin menundukkan kepalanya karena takut.

"Pastikan wanita ini membayar perbuatannya. Tidak akan ada agensi apapun yang akan menerimanya lagi. Dan... Pastikan dia dihukum karena sudah mencemarkan nama baik calon istriku. Biarkan dia mendekam di penjara bersama Manager Muh selamanya" Lanjutnya dengan sorot yang tajam. Nadia terlihat hanya menangis menyesali, sementara Manager Muh masih bersimpuh di kaki Anderson.

"Baik tuan. Ayo... ". Han menarik kasar tubuh Nadia dan beberapa pengawal membawa tubuh manager Muh pergi meninggalkan Aula dengan paksa.

"Tuan. Tolong maafkan saya. Jangan lakukan ini tuan. Maafkan saya" Teriak manager Muh meronta, memohon pengampunan dari Anderson. Namun semua teriakan itu tak sedikitpun mengubah keputusan yang sudah dibuat oleh Anderson.

Sementara Anderson berjalan mendekati Aluna, menggenggam tangannya, membawanya berdiri di hadapan semua orang. Aluna mengikuti langkah Anderson dengan tatapan haru yang tak beralih dari wajah Anderson.

"Kali ini aku memaafkan kalian semua. Tapi ingat, sekali lagi aku mendengar bahwa kalian menghina calon istriku lagi, maka kalian akan bernasib sama seperti kedua orang tadi" Kecam Anderson tegas.

"Aku secara resmi menyatakan bahwa Aluna adalah calon istriku, tidak akan aku biarkan siapapun menyakitinya. Jika tidak, mereka akan menjadi urusan ku" Tegas Anderson lagi.

.

.

.

Bersambung

1
Endang Hidayanti
bersambung tapi gak tuntas
Nabila Bilqis
kok altar thor
ini beda agama apa gimana thor 🙏
Yusmaniar
👍👍👍💞💞
D Mamie...
keren ceritanya 👍
Sri Letna Marasabessy
heran banyak cerita di novel toon ktnya tamat akhirnya ceritanya nggantung nggak jelas
ayu cantik
suka
Betty
kok cerita'y ngambang gx ada lanjutan'y..?!
Siti Maulidah
ceritanya sllu menarik
Rika Kamiko
woi tor, manalanjutan ektra part nya,, jgnbikin penasaran dong..
sri damayanti
lanjuttttt
Nur Hafidah
siapa sih yang telp kok sampai kaget gitu
sri angga
kl masih dibuku knp org lain bisa narik??
Wartini
mana sambung annya
Wartini
bagus ceritanya
Alby Raziq
Kecewa
Alby Raziq
Buruk
Kasmawati S. Smaroni
rasakan lu aluna
Sri Susilowati
dicari judulnya blm muncul y
Diana Qinoy
cepet banget habisnya ..kurang greget
Diana Qinoy
sania sok kecakepan 😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!