NovelToon NovelToon
Not My Baby

Not My Baby

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Romansa
Popularitas:95.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mikim17

Persahabatan antara Viona dan Aruna sangatlah kuat di tengah keras nya kehidupan yang mereka jalani mereka masih bisa saling menguatkan.

Hingga suatu tragedi membuat Viona harus menerima kenyataan jika sahabat nya Telah pergi dari dunia untuk selamanya, dan meninggalkan seorang bayi laki-laki yang harus Viona rawat.

Rencana pernikahan yang Viona siapkan harus berakhir karena kedatangan bayi milik sahabat nya.

Pernikahan nya hancur bahkan keluarga nya mengusir Viona dari rumah karena dia bersikeras Merawat bayi peninggalan sahabat nya.

Viona harus bisa menghidupi dirinya sendiri dan bayi yang ia asuh di usia 19 tahun.

Hingga suatu hari seseorang yang mengaku sebagai ayah kandung bayi Aruna datang kepadanya meminta hak nya sebagai seorang ayah.

Apa yang harus Viona lakukan?

Membiarkan sang ayah mengambil bayi nya? atau tetap mempertahankan Bayinya dalam kondisi ekonomi yang sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mikim17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Deep Talk

Malam itu Susana Bar sangat ramai, orang-orang dengan kesenangan masing-masing memenuhi penjuru Bar Blues yang memang sudah terkenal di kota. Termasuk dengan Davendra, pewaris tunggal dari perusahaan raksasa Darmawangsa group.

Pria berusia 28 tahun itu kabur dari sang ibu yang terus merecokinya dengan perjodohan yang wanita itu buat, bagaimana tidak? Winata sang ibu menjodohkan nya dengan anak teman nya. Alasannya karena beliau khawatir jika Davendra memiliki penyakit menyimpang karena tidak pernah terlihat bersama dengan seorang gadis.

"Kau tidak memiliki hubungan dengan James kan?"

"Uhuk!"

Davendra menatap horor wajah awet muda ibunya, bagaimana bisa wanita paruh baya itu memikirkan hal yang bahkan Davendra sendiri tidak pernah memikirkannya?

"Jika aku menyukai laki-laki, aku tetap tidak akan memilih James Bu!"

Winata mendengus, "ibu hanya khawatir Dave! karena itulah ibu ingin menjodohkan mu dengan putri teman ibu!"

Davendra meletakkan gelas birnya di atas meja dengan kasar, ingatan tentang pembicaraan dengan sang ibu beberapa waktu lalu kembali terbayang di otaknya.

"Bos anda baik-baik saja?"

Plak!

James meringis merasakan panas akibat tamparan yang Dave berikan di tangannya. Padahal kan dia belum menyentuh pria itu.

Dengan kondisi setengah sadar Dave menepis tangan dari asisten pribadinya itu, mungkin dirinya tidak melenceng secara seksual. Tapi tidak ada yang tau bagaimana dengan James kan? Sama seperti dirinya James juga tidak pernah terlibat dengan wanita manapun.

"Menjauh dasar gay!"

Jleb! Pria berkacamata itu tersenyum pedih, bisa-bisanya tanpa basa-basi bosnya itu mengklaim jika dirinya ini gay.

"Saya normal Tuan," jawab James ramah, tidak ingin mencari ribut dengan orang yang tengah mabuk.

"Kau pikir aku percaya? Jika kau normal kenapa kau tidak punya kekasih huh?"

'bagaimana dengan anda sendiri? Anda bahkan jijik bersentuhan dengan wanita!'

Sayangnya James tidak berani menjawab seperti itu pada Dave, "saya masih ingin fokus dengan pekerjaan tuan."

Dave menyipitkan kedua matanya, "kau benar, lalu kenapa ibu khawatir sekali jika aku tidak dekat dengan seorang wanita?"

James menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bingung harus bersikap seperti apa dengan pria mabuk.

"Permisi tuan, minuman anda."

Melihat pelayan yang baru saja mengantar minuman membuat James terpikir sebuah ide.

"Mau saya carikan seorang gadis tuan?"

Dave tidak mendengar dengan jelas apa yang James ucapkan, tapi pria itu hanya mengangguk sebagai jawaban.

.

"Wanita itu Aruna?" Viona mendongak untuk menatap wajah suaminya yang tengah bercerita.

"Iya, dan karena itulah aku kesusahan mencarinya. Karena saat itu aku dalam kondisi tidak sadar." Jelas Davendra.

Viona menipiskan bibirnya, berarti yang salah bukan Aruna ataupun Davendra. Tapi James lah yang membuat keadaan menjadi runyam seperti ini.

"Apalagi yang ingin kau tau?"

"Saat di pesta tadi, Bianca bilang kalian bertemu saat kau berkunjung. Apa maksudnya?" Sebenarnya sejak tadi dia sudah menahan rasa penasarannya, tidak di sangka Dave memberikan kesempatan untuk saling berkomunikasi seperti ini.

Davendra menatap Viona teduh, gadis itu pasti tidak sadar jika saat ini mereka berbicara dengan santai tanpa terkesan formal sedikitpun.

"Aku berkunjung karena dirimu," jawab Davendra

"Karena ku?" Tanya gadis itu heran.

"Untuk menikahi mu tentu saja aku perlu ijin ayah mu dulu kan?"

Ah! Viona mengerti bagaimana bisa dia lupa jika hari itu ibu mertuanya mengatakan jika Davendra pergi ke rumah ayahnya?

Viona menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga Davendra.

"Padahal kau tidak perlu melakukannya." Hubungan dengan sang ayah sudah terputus sejak pria itu mengusirnya saat itu, seharusnya pria tua itu tidak berhak atas dirinya lagi.

"Aku tau, hanya saja itu sudah tradisi kan? Mau tak mau kau memerlukan seseorang sebagai walimu."

Keduanya merebahkan diri di atas kasur, mata Viona sebenarnya sudah sangat berat tapi ia enggan menyudahi pembicaraan ini. Entah mengapa rasanya menyenangkan berbicara seperti ini dengan Davendra.

"Tidurlah."

Gadis itu menggeleng, "kita belum selesai."

Davendra menyampirkan helaian rambut Viona yang menutupi pipi gadis itu ke belakang telinga.

"Masih banyak waktu, untuk malam ini sampai disini hm?"

Tidak ada pilihan lain selain menurut dengan suaminya, lagipula matanya sudah sangat berat saat ini untuk terbuka.

Tidak sampai beberapa menit Davendra bisa merasakan nafas teratur keluar dari hidung istrinya, gadis itu tertidur pulas hanya kurang dari satu menit.

"Kau pasti lelah kan?" Kesempatan untuknya bisa menatap wajah Viona semalaman suntuk saat gadis itu tertidur.

"Selamat malam, mimpi yang indah Honey."

.

.

Pagi harinya semua orang tengah sibuk dengan kegiatan di dapur, acara masak-masak pagi ini di pimpin langsung oleh Winata dan sang menantu yang membantunya menyiapkan sarapan untuk semua orang.

Mereka memasak cukup banyak makanan untuk menyambut kedatangan Maria, ibu panti yang selama ini membantu Viona bertahan hidup mengahadapi dunia yang keras. Dan juga beberapa kerabat yang masih berhubungan dengan keluarga Darmawangsa.

"Nak, kapan ibu mu datang?"

"Ibu panti masih di jalan Bu, mungkin sebentar lagi."

Winata mengangguk, kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.

Saat pernikahan memang Maria tidak bisa datang karena kesibukannya mengurus anak-anak di panti, selain tidak memiliki cukup orang untuk membantunya mengurus anak-anak mereka juga kesulitan jika harus pergi tanpa membawa yang lain.

Karena itulah ibu panti merasa begitu bersalah karena tidak bisa hadir langsung di acara pernikahan salah satu putrinya.

Lain hal dengan sepasang mertua dan menantu itu yang sibuk di dapur, maka Davendra baru saja turun dari kamarnya setelah membersihkan diri dan tidak melihat keberadaan istrinya sejak pagi.

Davendra mendengus, seharusnya masa pengantin baru seperti ini yang dia lihat saat bangun pertama kali adalah wajah bantal istrinya bukannya malah bantal sungguhan.

Saat menuruni tangga pria itu menyipitkan matanya ketika melihat keberadaan putra kecilnya sedang duduk di anak tangga paling bawah.

"Astaga, kenapa Arka ada di sana?" Gumam Dave mempercepat langkahnya agar cepat sampai ke bawah.

Dia langsung menggendong putranya dan membawanya mencari ibu anak itu.

"Kenapa bisa ada di sini hm? Dimana Mama?"

"Macak!" Jeritnya riang

Dave mengusap debu yang menempel di baju putih Arka.

Viona yang baru saja ingin menengok Arka di kejutkan oleh keberadaan suami dan putranya itu di dapur.

"Loh? Kenapa Arka di bawa kemari?" Gadis itu mengambil alih Arka dari ayahnya.

"Aku menemukannya di dekat tangga tadi," jelas Dave sambil mengikuti Viona membawa Arka ke dalam box-nya yang ada di ruang tamu.

"Bagaimana bisa? Aku sudah menaruhnya di dalam box-nya,"

Dave mengangkat bahunya, dia saja baru turun bagaimana bisa tau cara Arka sampai ke sana?

"Anda ingin pergi?" Tanya Viona melihat suaminya itu sudah rapi dengan setelan kantornya.

Lagi-lagi kata Anda keluar dari mulut istrinya sendiri, Dave merasa seperti seorang pimpinan daripada seorang suami.

"Ada pekerjaan yang belum selesai, kau tenang saja aku tidak akan lama."

Sebelumnya pria ini sudah menyelesaikan pekerjaan kantornya kan? Tapi sepertinya pekerjaan itu masih belum selesai juga. Viona tersenyum tipis toh tidak ada yang Dave lakukan jika di rumah saja.

Viona mengantar Davendra sampai keluar, Arka juga ikut menemani kepergian ayahnya itu dengan tenang dalam gendongan ibunya.

"Jagoan, Papa pergi dulu ya?"

Wajah balita itu menjadi suram mendengar jika ayahnya akan pergi meninggalkan dirinya.

"Ppa pelgi?"

Davendra terkekeh gemas, dia mencium seluruh wajah Arka sampai balita itu risih dan bersembunyi di leher sang ibu."

"Akal!"

Kedua orang dewasa itu tertawa melihat tingkah Arka yang menggemaskan. Namun saat mata mereka saling bertabrakan tawa itu mereda dengan sendirinya.

Dave tersenyum ia maju selangkah lebih dekat dengan istrinya.

"A-apa?"

Serangan yang begitu cepat sampai Viona tidak sempat menghindar saat Dave mencuri kecupan di bibirnya.

"Aku pergi dulu, Honey."

Viona mengigit bibirnya bawahnya menahan rasa malu akibat perbuatan Dave barusan. Pria ini tidak berfikir jika perbuatannya bisa saja dilihat orang lain kan.

"Apa yang kau lakukan di pagi hari yang cerah ini Dave!" Dari dalam Winata datang sambil melotot pada putra semata wayangnya itu.

"Dasar tidak tau malu!" Dave segera menghindar sebelum tangan panas sang ibu mendarat di tubuhnya.

Viona menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat tingkah laku ibu dan anak di depannya ini.

TBC....

1
Ica Warnita
up thor
Ica Warnita
up up up up up
Ica Warnita
tolong tolong ini sdih bnget
Ernita Anwar
Luar biasa
Yenni Lestari
next
Ade Syafira Suhardin
kok udah nggak up lagi sih Thor 🙏
Lulus Siti
kak kpn kelanjutannya AQ sduh GK sabar
Lisa
koq blum up lg ya
👩 [ nia ]
sok baracaaaa pokona mh recomend rame
👩 [ nia ]
kakakkkkkk knpa gag up lagihhh
Ghuenta Cimin
Bukan nya Bugatti Chiron cuman 2 seats ya
Linda Indriani
knp gk up kk
Daud Kanaya
heem ..,mulai panas ...
👩 [ nia ]
ayooo dounx thorre up lgihh aqu nggu
👩 [ nia ]
knapa blm up
Desmawati
hahah rasain kmu Dave, kira2 puasa brapa lma ya buat kmu Dave habis kecewakan istri canti kmu
Mylla
bagus viona..jangan jadi wanita lemah..
Umisah Asther
mengerti perasaan orang lain. tapi di peka dengan istri mu sendiri Dave membiarkan istri di hina karyawan hany karena nama baik... padahal tau masalah yang sebenarnya antar viona dan Bianca begitu miris km vio punya suami bodoh dan idiot
👩 [ nia ]: nikmati sajjah alurnya
total 2 replies
Fahriza Iyasa
ceritanya sangat bagus thorr, tapi tolong jangan biarin viona mnderita lagi ya thor, buat viona kuat dan berani trus melawan bianca.. tunjukkan kesemua orang betapa liciknya bianca..biar semangat bacanya. lanjut thorr
Mikim17🥀🥀: Tenang aja kak hehe
total 1 replies
Siti Aisyah Aisyah
up lg thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!