Irma Sukma Ayu adalah penari termashur di desanya. Dia gadis cantik dengan sejuta pesona, penampilannya di atas panggung selalu ditunggu dan dinanti para penggemarnya.
Irma adalah gadis cantik yang anggun, tutur bahasanya lemah lembut dan sangat ayu. Sehingga ia menjadi kesayangan seorang Juragan Muda bernama Tama Sutha Jaya, sang pemimpin group ronggeng tempat Irma menari.
Namun, kisah cinta mereka tidaklah berjalan mulus. Irma yang ayu ternyata dicintai oleh makhluk tak kasatmata juga. Laki-laki itu harus bersaing secara sengit demi membebaskan Irma dari pengaruh sang Raja Jin penguasa hutan larangan yang memang sudah lama mengincar Irma sejak dia masih bayi merah.
Lantas bagaimana kisah mereka, dan ada Misteri apa yang tersimpan dari seorang penari ronggeng dari Desa Renggong ini? Yuk, Cekidot!
***
Don't forget, Gais!
Like, komen, love and givenya, ya
Thank you😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niti Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Tiga hari berlalu setelah hari itu, Danu Aji tengah termenung di atas tempat tidurnya, terduduk dengan keringat bercucuran karena ia bermimpi hal yang menakutkan. Setelah dirinya mendapat jawaban dari orang tuanya dengan apa yang terjadi, hanya keberadaan Irma saja yang tidak bisa ditembus oleh penglihatan Ki Agung Kusumo, seperti ada tabir hitam yang menghalangi, sehingga orang tua itu tidak tahu di mana Irma berada sesungguhnya.
MIMPI DANU AJI
"Kang, kau baru datang?" Irma menyentuh wajah tampan sang suami yang begitu gagah dan terlihat begitu muda, tapi berbanding terbalik dengan sosok wanita yang tengah duduk di atas ranjang, wanita tua itu berada di dalam dekapan sang pria yang begitu muda dan tampan itu.
"Aku sangat banyak urusan istriku, maafkan aku," jawab laki-laki itu seraya membelai dan mengecup kening wanita tua tersebut.
"Apa kau mulai bosan denganku, Kang? Sekarang wajahku sudah menua, tubuhku sudah renta, rambutku memutih, aku tak semolek dan secantik dulu," ucap wanita tua itu seraya menatap sayu pada lelaki tampan di hadapannya. "Sedang kau--" Dia membelai wajah lelakinya dan lelaki itu tersenyum begitu memesona. "Sedang kau masih sangat muda, tubuhmu gagah dan begitu tampan," lanjutnya seraya menatap lekat lelakinya.
"Aku akan tetap mencintaimu istriku Irma, meski kau sudah tak muda lagi aku tetap selalu mencintaimu. Aku ini jin, istriku. Aku akan tetap muda meski umurku sudah ratusan tahun, sedang kau. Kau manusia biasa, manusia akan semakin menua dengan berjalannya waktu. Nmaun, cintaku akan tetap kepadamu, hingga waktu ajal menjemputmu, kau akan hidup kekal bersamaku kelak. Kau akan sama seperi aku, kau akan kembali cantik dan kita akan bahagia bersama anak-anak kita," jelas Jin Saba, seraya membelai wajah keriput Irma di dada bidangnya.
"Anak-anak? Aku tidak pernah mengandung mereka. Tapi mereka ada? Di mana mereka, Kang?" tanya Irma Heran.
"Kau tidak perlu mengandung anak-anak layaknya manusia, ketika aku datang dan mengaulimu, satu tetes benihku yang membuahi rahimmu, sebanyak itulah anak-anak kita. Mereka akan menjadi sumber kekuatanku, mereka juga akan melestarikan bangsa kami seperti jejakku ini. Mereka ada di mana-mana Irma, kau tak usah mempersalahkan mereka," jawab Jin Saba seraya mengenggam jari jemari Irma yang renta.
Irma terdiam dengan senyum getir di bibirnya, sebenarnya ada kesedihan di hatinya, semua orang seakan memandang rendah dirinya, karena sampai tua renta seperti ini Irma tak kunjung menikah juga, padahal apa lagi yang wanita itu tunggu. Kaya raya sudah pasti, Irma yang dulunya seorang penari yang begitu terkenal dan kini di masa tuanya wanita itu cukup mapan dengan berbagai bisnis usaha seperti tempat pembuatan batik tulis, memiliki group tari dengan dirinya sendiri yang menjadi pelatih, memiliki sawah, kebun dan berbagai ternak.
Namun, apalah guna semua kekayaan yang dirinya dapat, karena hanya bisa dinikmati sendiri, bahkan anak sebagai pewaris kekayaannya pun tak ada, karena Irma tak kunjung menikah dan memiliki keturunan. Padahal semua itu hanya anggapan mereka yang tidak tahu, Irma justru sudah memiliki suami yang selamanya muda juga tampan, harta kekayaannya ia dapat dari suami gaibnya itu, kalau soal anak, Irma tak sanggup menghitung berapa jumlah anaknya, karena wanita itu tak pernah mengandung dan melahirkan layaknya manusia lainnya.
"Kau melamun istriku?" pertanyaan Saba membuyarkan lamunan Irma. Irma hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Apa kau tak mau melayani suamimu ini, hmm?" tanya Saba dengan nada lembut. Irma hanya tersenyum tipis, dikecupnya kening Irma lantas Saba mencium bibir istrinya dengan penuh gairah.
Saba melepas kebaya pengantin dari tubuh renta Irma dan melemparnya sembarang. Mereka menikmati malam layaknya pengantin baru, ******* dan erangan memenuhi ruangan kamar, hingga masing-masing mendapatkan puncaknya.
Sekejap setelah percintaan dua makhluk berbeda alam itu, bermunculanlah banyak sekali anak-anak kecil di dalam ruangan itu, mereka tertawa dan berlarian ke mana-mana. Ya mereka anak-anak hasil percintaan Saba dan manusia bernama Irma, anak-anak kisaran usia 3-4 tahun itu lalu berlarian menembus tembok dan menghilang di gelapnya malam.
Tubuh gagah Saba berdiri tanpa sehelai benang pun, ia menatap tubuh lelah Irma yang tertidur pulas.
Peeezzzzz!
Sosok Saba menghilang begitu saja.
Esok hari Irma terbangun dari tidurnya, ia turun dari atas ranjang dan menghampiri cermin riasnya. Irma menyentuh wajah di hadapan cermin. "Wajahku semakin tua saja, apa aku akan cepat mati? Hhh, mungkin itu lebih baik, aku lelah dengan hidup ini, hiks!" Irma menghapus air matanya yang mengalir deras.
BANGUN DARI MIMPI
Danu Aji menyeka keringatnya, sungguh mimpi yang membuat hatinya miris, semua adegan dia bisa melihatnya.
"Ya Allah apa ini? Apa maksud semua ini? Mengapa KAU perlihatkan semua ini? Apakah kekuatan jin itu semakin kuat karena anak keturunannya semakin banyak maka kekuatan jin itu akan terus bertambah dan aku akan semakin sulit memusnahkannya. Irma, mengapa ia terlihat begitu tua? Apa yang terjadi?" gumam Danu Aji yang bingung dengan mimpi yang baru ia alami.
"Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak tahu di mana Irma berada, bagaimana aku harus menyelesaikan masalah ini?" keluh Danu Aji resah, ia lalu turun dari ranjang dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri lalu berwudhu dan melaksanakan sholat malam.
Setelah selesai sholat malam Danu Aji lanjut berdoa dan wirid hingga waktu Subuh tiba lantas ia lanjut menunaikan sholat Dhuhabsetelah itu ia lanjut kembali berdoa.
Matahari malu-malu menampakkan sinarnya, laki-laki itu berjalan keluar dari dalam kamarnya, ia mencari sosok Ki Agung Kusumo--bapaknya. Dia harus menceritakan mimpi anehnya itu pada orang tua itu agar tahu apakah ada petunjuk dari segala permasalahan yang sedang dia hadapi.
"Ada apa, Nak? Tampaknya kau sedang gelisah dan bingung?" tanya Ki Agung Kusumo saat melihat putranya menghampiri dirinya yang tengah duduk di kursi di depan rumah. Laki-laki tua itu tersenyum, seakan tahu apa yang putranya mau tanyakan.
Moga ajj darah yg d hisap gk sampe ketelen ma tama.dibuang s3mua
kayak logat batak ajj ya.
Apa athor nya rang medan ya????
tadi terdengar suara rintihan ratna kesakitan waktu dukun nya mo tiba.
lah saat mo lahiran malah teriakanny gak kedengaran sampe luar karna ruangan d kasih peredam suara.klo cerita jaman segitu.apa ya udah ada redam suara.🤦♀️🤦♀️