Lidah itu sangat kecil dan ringan. Tapi bisa mengangkatmu ke derajat yang paling tinggi, tapi bisa menjatuhkanmu ke derajat paling rendah.
"Karena ketika sudah kecewa, apapun yang baik akan tetap terlihat buruk."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
...~Happy Reading~...
“Kirana?” Wanita itu segera mendongak saat mendengar nama nya di panggil.
Deg!
Baru saja, Kirana hendak memasang kembali cadar nya, namun tiba tiba terurung saat ia mendengar ada seseorang yang memanggil nama nya. Seorang wanita yang kini berada tepat di belakang nya. Kini, dirinya sedang berada di dalam toilet, dan ia terpaksa melepaskan cadar nya karena ingin merapikan nya kembali. Tapi, siapa sangka, bahwa ternyata kini ia bertemu kembali dengan seseorang yang mengenali nya.
“Ku pikir aku salah orang!” Wanita itu mendekat, dan berdiri di samping Kirana, membuat Kirana seketika langsung bergeser sambil mencengkram kain cadar di tangan nya, “Kamu sudah banyak berubah ya?”
Kirana hanya diam mendengar wanita itu bersuara sambil merapikan make up nya di depan cermin. Jangan tanyakan bagaimana perasaan nya kini, sudah pasti sangat kacau. Ia tidak menyangka jika ternyata ia akan bertemu dengan salah satu teman di masa sekolah nya.
Fanya, seorang wanita yang pernah menyukai Kevin namun selalu mendapat penolakan dari laki laki tersebut lantaran begitu mempertahankan Kirana. Tentu saja, dia adalah salah satu orang yang menjadi provokator kebencian atas kejadian Kirana dan Kevin. Dia adalah orang utama yang tidak bersimpatik dengan kasus Kirana, dan justru bisa di katakan ia sangat bahagia karena hubungan Kevin dengan Kirana kandas.
Kirana masih begitu jelas mengingat bagaimana saat Fanya mengirimi nya begitu banyak pesan chat, bahkan tak segan untuk menyerang nya di sosial media, dengan mengatakan bahwa dirinya adalah orang munafik.
Seorang suhu yang berpura pura menjadi korban. Hingga membuat beberapa orang percaya dan ikut menghujat nya di media sosial. Dan kini, Kirana harus di pertemukan lagi dengan orang seperti itu, di saat ia sedang berusaha mati matian menahan diri agar tetap bisa menemani suami nya.
“Apakah kamu sedang hamil?” tanya Fanya sedikit melirik ke arah perut Kirana yang terlihat membuncit di balik gamis nya, “Anak siapa? Apakah kamu ketagihan setelah merasakan nya dengan Kevin?” imbuh nya dengan begitu sinis.
“Ckckckc, Kirana, Kirana. Bener ya omomgan ku, kamu itu munafik! Kenapa dulu kamu harus nuntut Kevin kalau pada akhirnya lo menikmati nya, bahkan sekarang lo sampai hamil lagi.” Ucap Fanya tertawa.
“A—aku harus pergi, permisi,” Kirana memakai cadar nya dengan cepat, dan segera pergi meninggalkan Fanya, namun baru saja dirinya hendak membuka handle pintu, tiba tiba perkataan Fanya kembali menusuk nya.
“Mau di tutupin kaya gimana pun, namanya bangkai tetep aja bangkai Kirana, ckckck! Percuma kamu pakai cadar kaya gitu! Kamu tetap kotor dan menjijikkan! Yang mana itu akan membuat orang tetap muak saat di dekat mu!” celetuk Fanya begitu sinis, membuat Kirana hanya bisa menahan nafas nya sambil mengepalkan tangan erat.
“Hah, dasar sampah!” imbuh Fanya berdecak kesal karena harus di pertemukan kembali dengan orang yang sangat ia benci.
Dengan nafas yang memburu, Kirana berjalan dengan begitu cepat smabil memegang perut besar nya. Kepala nya terus menunduk sambil sesekali menoleh untuk mencari keberadaan suami nya. Hingga saat matanya menangkap keberadaan Hilal, ia pun segera mempercepat langkah kaki nya untuk menghampiri sang suami.
“Mas, aku mau pulang!” ucap Kirana tiba tiba dengan kepala tertunduk membuat Hilal yang tengah berbicara serius dengan rekan nya seketika langsung terhenti.
...~To be continue .,......