NovelToon NovelToon
TIGER'S

TIGER'S

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Harem / Bad Boy / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Karena kecerobohan seseorang Camelia harus mempertahankan hidupnya dari kejaran para penjahat yang menginginkan sesuatu didalam tubuhnya. Dia tidak sengaja menelan sebuah microchip yang berisikan informasi penting untuk para penjahat kelas kakap di seluruh dunia dan mengancam nyawanya. Melibatkan Sang Putra Mahkota keluarga bangsawan Albarack yang ternyata menjadi pelaku utama atas kecerobohan ini.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa yang akan dilakukan sang putra mahkota Albarack pada Camelia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiger's Bab 33

Tiger menatap layar laptop dengan seksama, disisinya sudah ada Emmir yang terlihat tengah mengotak atik keyboard. Bukan hanya ada mereka berdua tapi juga Lucas, Jiddi Elvier, Lord Erkan bahkan Lionel. Keenam pria beda usia itu berkumpul dalam satu ruangan tertutup, melihat sesuatu yang di tampilkan oleh laptop canggih milik Emmir.

Selepas membawa Camelia pergi, menempatkan gadis itu ditempat aman yang pastinya tidak bisa dijangkau oleh siapapun tanpa seizinnya, Tiger bergegas menemui Lucas dan Emmir yang datang mendadak ke kediamannya.

Kedua temannya itu membawa sebuah kabar, microchip yang tertanam didalam tubuh Camelia rupanya sudah bisa dilacak. Bahkan lebih parahnya semua kelompok dan organisasi gelap di dunia ini mampu melacak nya. Yang artinya ancaman keselamatan Camelia kembali naik satu tingkat, bahkan mungkin bisa naik lagi beberapa tingkat kalau terus dibiarkan.

"Jadi gadis itu menelan sesuatu yang bisa membahayakan nyawanya?" Lord Erkan yang sedari tadi hanya menyimak kini mulai angkat bicara. Dia merasa prihatin pada Camelia, gadis itu bernasib malang karena sudah menyimpan sesuatu yang sangat diinginkan para penjahat kelas dunia.

"Camel tidak sengaja, Uncle. Semua itu kecerobohan kami hingga membuat dia harus mati matian mempertahankan nyawanya. Bahkan setiap langkah yang Camel ambil nyawanya bisa saja terancam, mereka yang menginginkan chip itu pasti sudah bisa melacaknya dengan mudah. Padahal kami berharap benda itu bisa keluar dari tubuh Camel dengan mudah, tapi rupanya kami salah." Lucas berbicara panjang lebar, dia menatap lesu pada sebuah visualisasi tubuh seseorang di laptop milik Emmir.

"Aku bisa menemukan keberadaan Camelia sekarang, bahkan sensor yang di berikan benda sialan itu. Tapi sayang aku tidak dapat menemukan dimana titik akurat microchip yang tertanam di tubuh Camelia, rupanya dia ingin bermain main.". Emmir terlihat kesal karena dirinya pun tidak kunjung menemukan benda berbahaya yang saat ini menjadi penghuni tubuh Camelia. Berbagai cara sudah dia lakukan tapi tetap nihil, sama seperti orang-orang yang saat ini tengah mengincar gadis tersebut.

"Segera tindak lanjuti, ini memang kecerobohan kalian. Jiddi harap kalian tidak semakin membahayakan gadis itu, orang-orang yang menginginkan benda itu pasti bukan kelompok biasa. Mereka bisa melakukan banyak cara, halus atau pun kasar jadi waspadalah. Jangan lengah apalagi membiarkan gadis itu pergi sendiri saat keluar dari istana ini!" Jiddi Elvier bangkit, dia menepuk pundak Tiger sebelum meninggalkan ke lima pria yang terdiam setelah mendengarkan ucapannya. Ekor mata Elvier melirik pada Lionel yang terlihat begitu serius menatap layar laptop, dia yakin kalau menantunya itu tengah memikirkan banyak hal sekarang.

"Pasang pelacak ditubuh Camelia. Buat secara alami dan tidak menampakkan kecurigaan!" Titah Lionel secara tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun, tapi seakan memberikan isyarat pada putranya agar segera bertindak.

Di belahan dunia lain beberapa kelompok Mafia serta Yakuza tengah melakukan hal yang sama seperti Emmir, mereka sibuk menatap layar komputer mengotak atik keyboard tanpa rasa lelah, sudah beberapa pekan ini mereka melakukan hal itu.

Beberapa kali sang hacker mengumpat saat tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Posisi benda jahanam itu memang terlacak tapi sayang keakuratan dimana microchip itu berada tidak dapat di lacak oleh apapun.

"Sudah aku katakan, cara satu satunya hanyalah membawa tubuhnya. Kita akan mengacak-acak semua yang ada didalamnya nanti, bila perlu bedah otaknya!" Desis seorang pria bertato serta bertindik yang terlihat begitu geram karena merasa dipermainkan.

"Kerahkan anak buah kita untuk menuju tempat itu, bawa dia dalam keadaan hidup atau pun mati! Kita hanya butuh microchip nya, aku tidak peduli dengan tubuh yang membawanya!" Imbuhnya lagi terdengar sadis.

🌸

🌸

🌸

Camelia menatap tidak suka pada orang yang saat ini menemuinya. Dia membuang wajahnya kearah lain, melipat kedua tangannya di dada dengan angkuh, menampilkan sikap melawan yang berhasil membuat sudut bibir orang itu berkedut samar.

Camelia merajuk?

"Kau tidak memakan sarapanmu?" Tanyanya dengan nada pelan terkesan lembut, matanya terarah pada nampan yang teronggok di nakas masih penuh dengan satu piring makanan serta susu.

"Jangan keras kepala, nanti kau bisa sakit." Tambahnya lagi.

Berhasil, Camelia merespon, gadis itu menoleh dan menatap kearahnya walaupun dengan raut wajah yang sama sekali tidak sedap di pandang. Satu alisnya terangkat naik saat melihat Camelia bangkit, menyibakkan selimut tebal yang membungkus tubuhnya dan berjalan mendeka pada orang yang sudah mengurungnya sejak kemarin malam.

"Aku mau pulang!" Camelia menekan setiap kata yang diucapkannya. Dia terlihat begitu kesal, marah bahkan ingin mencabik cabik wajah tampan yang terlihat tidak peduli dengan permintaannya.

"Makan sarapanmu!" Titahnya.

Dia berbalik, mengabaikan Camelia yang sudah meradang setengah mati, tubuh jangkung yang hanya berbalut kaos serta celana pendek itu berbalik berniat keluar dari kamar mewah yang saat ini ditempati oleh Camelia. Namun langkahnya terhenti saat merasakan sesuatu menghantam punggungnya, tidak sakit tapi cukup mengganggu dan berhasil membuatnya penasaran.

Pria itu menoleh, pandangannya tertuju pada benda yang sudah teronggok di lantai tidak jauh darinya. Benda murahan yang tadi mengenai tubuh bagian belakangnya yang sangat berharga.

Orang gila mana yang berani melempar Sang Putra Mahkota Albarack dengan sandal berbulu murahan?

Rasanya di negara itu hanya Camelia yang berani melakukan untuk di jaman ini, karena di jaman sebelumnya ada seseorang yang sama beraninya seperti dia.

"Aku mau pulang!" Pintanya Camelia lagi.

Napasnya memburu, kedua tangannya terkepal erat, matanya memerah menahan tangis dan amarah. Sudah berusaha meredam tapi tetap saja ubun-ubun nya terasa ingin meledak saat melihat remaja pria yang semalam menepuk bok*ongnya tanpa izin.

Memalukan!

"Kau akan pulang tapi tidak untuk saat-,"

"AKU MAU PULANG AKU MAU PULANG AKU MAU PULANG TIGERRRRRRR...!"

Tiger memejamkan kedua mata saat mendengar pekikan Camelia, gadis yang masih memakai pakaian tidur bergambar kartun itu menghentakkan kedua kaki yang tidak memakai alas itu ke lantai. Dia terlihat seperti seorang bocah yang sedang merajuk karena tidak mendapatkan mainan yang diinginkannya.

Tiger memijat ujung tulang hidungnya, dia menghela napas pelan, berjalan mendekat pada Camelia yang masih melakukan aksi protesnya. Remaja pria itu berusaha bersabar, kesabarannya yang hanya setipis tissue di bagi tiga kini sedang di uji.

"Sssttt... Nanti kau akan pulang oke. Sekarang tenanglah, habiskan sarapanmu, sejak semalam kau tidak mengisi perutmu." Ucapnya lembut, baru kali ini Tiger mengatakan hal selembut itu pada lawan jenisnya. Bahkan berusaha meredakan tangisan Camelia yang mulai terdengar, walaupun terkesan seperti teman bermain yang sedang menyuruh temannya untuk tidak meneruskan tangisnya.

"Aku mau pulang, ABANGGGGGG... AMBUUUU.... MELIA MAU PULANG!" Tangisan Camelia kian menjadi, bahkan setelah Tiger mendekapnya agar lebih tenang dia tetap saja tidak mau meredakan tangisannya.

"Sssttt... Sudah jangan menangis, nanti Mama dan yang lain mendengarnya. Mereka bisa salah paham dan kita bisa dinikahkan saat ini juga." Tiger menepuk-nepuk punggung bergetar Camelia, ucapannya yang terkesan biasa untuknya malah terdengar horor di telinga Camelia.

Dia berusaha melepaskan dekapan Tiger tapi sayang tidak bisa, dan terjebak dengan permainannya sendiri. Kedua masih saling menempel, bahkan interaksi Tiger dan Camelia saat ini sudah dilihat secara langsung oleh beberapa orang yang sedang mengintip di balik pintu kamar dengan mata mendelik lebar.

BERSAMBUNG...

SEE YOU TOMORROW😘😘

MAAF YA KEMAREN ENGGAK UP SOALNYA GENTA HABIS IMUNISASI 🙏🙏🙏 SEMOGA SUKA SAMA CERITANYA JANGAN LUPA KOMEN, LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTENYA🌸🌸🌸🌸

1
Diana Dwiari
ih ....buat apa punya saudara banyak di indo termasuk polisi jika kamu ga bisa nemuin dg cepat....
Diana Dwiari
ngapain susah2 cari alamat....bukannya bisa dilacak melalui mikrochip ditubuh Camelia....pada lupa ya
Diana Dwiari
Weh....meski diam tapi tetap perhatian.....
Diana Dwiari
Adam ya
Sherly Neovita
🥰🥰🥰🥰🥰
alpaca_09
ada ga sih novel nya om raga
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
udah tamat aja thor, masih kurang babnya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuuhhh ga kelar² bahaya ngintai Camelia dan bayi'nya dong.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
aduuuhhh itu Ambu kasihan mamah Dahliara...heboh bener.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Aamiin ambu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Werrrr... Anak macan nerkam.🫣🫣🫣💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
harusnya mau sih karna nafkah bathin itu tujuannya bukan hanya untuk ngeluarin chiff itu aja tp sudah kewajiban kamu Camelian sebagai istri menuhin kebutuhan biologisnya Tiger sebagai suami mu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Azka ada² saja pencair dibsaat lagi tegang²nya suasana, mentang² bos cabe itu cabe di bawa² trs.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Emmir sama Lucas kah yg nyususl.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kemal thor bukan Kenan.. ada beberapa typo jadi kadang bacanya sambil mikir teka teki nyambungin.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
cieee ada yang mulai baper di belain Cuami Anak macan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
saaahh juga Anak singa sama Camelia, siap² di terkam aja tar pas sepi kamu Camelia.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
gkgkgkgk lucu anak singa kalau udah mulai bucin garang sama galaknya entah pergi kemana malah tingkahnya sekarang jadi kayak anak kucing.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
akhirnya ketemuan juga... bakal jd nikah dadakan gemparin kampung ini mah, apa lagi kalau musuh bebuyutan tau pasti tambah iri.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
jeng jeng jeneengng... bakalan jadi ketemu ga Tiger sama Camelia ya.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!