Ingin dicintai seseorang adalah naluri manusia. Namun, memilih mencintai terlebih dahulu membutuhkan keberanian karena akan membuka peluang tersakiti lebih dulu dengan "cinta tak terbalas".
Mentari Sinar Diningrat, seorang mahasiswa kedokteran yang sedang menyelesaikan coas, berusia 24 tahun, memiliki tubuh lumayan tinggi 168cm, berkulit putih bersih dan bercahaya seperti namanya, serta lugu polos hingga lelaki yg melihat nya terkesima dengan penampilan Dokter Mentari. Banyak mata lelaki melihatnya , tapi dia hanya melihat dokter senior pembimbing coas nya yaitu Dokter Chandra yang sudah memiliki kekasih.
Pada suatu hari menjelang pernikahan dokter Chandra dengan kekasihnya, dokter Chandra dicampakkan kekasihnya demi lelaki lain. Agar tidak membuat malu keluarga, akhirnya Dokter Chandra memutuskan untuk meminta Dokter Mentari menikah dengannya.
Apakah cinta Mentari untuk Chandra terbalaskan? Apakah pernikahan mereka bisa bertahan? Apakah cinta mereka setara???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33 : Kamu telah menipu ku!
2 bulan lebih hidup bersama sebagai suami istri, Mentari dan Chandra kompak untuk banyak hal.
Kompak cuci piring, kompak masak, kompak menata baju dr laundry, kompak untuk bergantian menjadwalkan menginap di kedua keluarga mereka, dan kompak merawat pasien.
Diam diam Chandra memenuhi janji nya untuk membantu Sekar yang saat ini tinggal di Kota B dan memberikan uang bulanan yg cukup untuk wanita itu dan kehamilan nya.
Mentari jelas tidak tau hal itu. Ia kira Chandra sudah terlepas dari hubungan dengan mantan kekasih terindahnya itu.
Chandra juga berusaha menyembunyikan perbuatan baiknya itu dari Mentari karena berfikiran istrinya akan sakit hati dan cemburu secara batin, serta bisa meragukan cinta Chandra yang mulai terbentuk untuk Mentari.
(ya makin sakit dong kalau Mentari tau sendiri 🙃)
Waktu berlalu cepat jika dijalani dengan bahagia. Hal itu yang dirasakan Mentari dan Chandra. Bu Ambar dan Mamah Angelina sudah tidak pernah menanyakan soal cucu pada anak mereka itu. Biarkan saja berjalan apa adanya.
Memasuki bulan keempat pernikahan, Chandra makin romantis, memberikan cintanya dengan word affirmation dan quality time bersama Mentari. Mereka juga tidak berfikir kenapa sudah 2 bulan secara rutin beberapa hari sekali selain masa datang bulan Mentari, belum juga menandakan hasil menanam benih nya.
Sebenarnya memang Mentari dan Chandra tidak memperhatikan tanggal subur atau tidak. Selama Mentari tidak datang bulan dan mereka ingin melakukan ya sudah. Bagi mereka anak adalah rejeki yg datang diwaktu tepat. Lagian bulan depan di awal tahun Mentari akan tes masuk sekolah dokter spesialis. Mungkin, memang lebih baik konsentrasi dulu dengan pendidikan yg ingin diraih.
(punya anak gak semudah itu saudara pembaca sekalian apalagi ngasuhnya wkwk)
.
.
.
Pada suatu hari, ketika Mentari bersih bersih rumah saat Chandra tugas luar kota, ia melihat ada tas selempang yang menggantung kondisi terbuka di tempat gantungan baju ruangan kerja Chandra. Selama berpergian dengannya, Chandra tidak pernah memakai tas itu dan lebih memilih membawa dompet saja di saku celana atau dititipin di tas istrinya.
Mentari yang penasaran mendekati tas selempang itu dan menemukan slip setor bank yang dilipat kecil dilantai. Mentari pun mengambil nya dan membuka kertas itu.
dyaaaaaaar!!!
Hatinya seperti terkena sambaran petir hingga terasa panas dan sesak. Tertulisnya disitu uang sebesar 10 juta disetorkan kepada rekening atas nama Sekar Aditmaja.
Tak pernah terbesit sekalipun di benak Mentari bahwa Chandra akan selingkuh dibelakang nya ketika ia sendiri menerima perlakuan super baik dari suaminya sejak memutuskan untuk mencintai.
"Apa ini? " lirih Mentari dengan tangan bergetar.
Kemudian ia mengambil tas selempang itu untuk dilihat isinya. Ternyata ada selembar kertas lagi dan ini kertas biasa yang terlihat tinta bulpoint.
Mentari dengan hati yang sudah kacau balau, memaksakan diri untuk menerima kemungkinan terburuk bahwa ia merasa dipermainkan jika benar surat itu juga ada hubungannya dengan Sekar.
Dengan masih mengenggam slip bank, Mentari membula kertas putih itu. Seketika matanya mengalir air mata yang tak lagi terbendung.
Surat itu bertuliskan atas nama Sekar dan ditujukan untuk Chandra.
Seketika badan Mentari luruh ke lantai dan meremas kertas putih itu yang ternyata sebuah surat mantan kekasih suaminya yg bertuliskan:
"Teruntuk Chandra.
Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu untuk menjamin kehidupanku disini. Bayiku sangat pengertian dengan ibunya, tidak rewel apalagi tinggal di desa yg aman dan tetangganya ramah. Aku tidak bisa berjanji akan membalas kebaikanmu, tapi jika suatu hari aku bisa mengganti nya dengan hal yang kamu inginkan dariku, aku akan memberikannya.
Maaf, saat ini hanya surat ini yang bisa mengungkapkan rasa terima kasihku kepadamu, karena aku tidak ingin menghubungi melalui chat atau telepon karena bisa membuat Mentari salah paham jika ia tau kamu diam2 membantuku.
Lebih baik kamu jujur soal ini agar hubungan mu dengan Mentari tetap aman. Jika ia tidak menerima kenyataan ini, maka aku tidak akan mengganggu mu lagi.
Ini surat pertama dan terakhir ku yg ingin aku tuliskan padamu. Buang saja jika sudah membaca nya
*Bye bye Chandra, *
jika ada waktu mainlah lagi kesini"
Seperti itu surat Sekar untuk Chandra. Jika Mentari tidak terlanjur merasa kecewa dan bijaksana membaca pesan itu, seharusnya ia cukup mengkonfirmasi kembali kepada suaminya.
Namun hati istri mana yg tidak kecewa jika mengetahui suaminya berhubungan dengan wanita lain apalagi mantan kekasih hingga mantan tunangan, dibelakang istri sah lagi.
Mentari beruraikan air mata, padahal beberapa jam lagi Chandra pulang. Beberapa saat setelah Mentari lebih tenang, ia berdiri dan membenarkan kertas kertas tadi yg ia remas sesuai lipatan aslinya, meskipun lusuh tidak bisa hilang sebagai tanda bahwa kertas itu menerima kemarahan seorang. Lalu menaruhnya lagi kedalam selempang dan menutupnya.
Mentari tidak melanjutkan membersihkan rumah, malah seperti tergesa-gesa untuk masuk kamar. Ternyata ia langsung mengambil koper dan mengambil banyak pakaiannya untuk dikemas.
Mentari mau kabur!!!
Sakit hati merasa dipermainkan Chandra dan Sekar yang berhubungan dibelakang nya. Cintanya seketika berganti kecewa marah kesal dan langsung membenci pengkhianatan ini.
Setelah koper terisi penuh, Mentari menelepon supirnya yang berada di rumah orang tuanya untuk menjemput wanita yg penuh amarah itu.
Ketika supir keluarga Diningrat sudah sampai lobby apartment, ia beranjak pergi dari apartemen yang sudah ia tinggali 4 bulan dengan lelaki yang dicintainya bertahun tahun, ia mengucapkan 1 kalimat sebelum menutup pintu apartemen.
"Kamu telah menipu ku, Mas Chandra" lirih Mentari dengan tatapan yg penuh air mata sambil menarik ganggang pintu pelan.
Akhirnya, Mentari pergi dari Chandra tanpa pamit dan melepaskan cintanya begitu saja.