season 2: Kenza & kenzo
Lea Mahendra anak tunggal dari keluarga konglomerat tapi sama sekali tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang orang tua yang membuatnya mempunyai sifat dingin tak tersentuh. diusianya yang masih 16 tahun lea mewarisi mafia dari seorang kakek tua yang tidak segaja dia selamatkan di usia 13 tahun.
di usia 19 tahun lea mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh musuh bebuyutannya bukannya masuk neraka karena kejahatannya tapi malah masuk ke dalam buku novel yang pernah dia baca 'love for gracia' bersama dengan sistem
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keluarga Gracia
"ma, papa di mana kok dia belum datang ke sini". Lea mengerutkan keningnya karena papanya belum datang.
"papa ada di kantin nak, katanya laper". Mama mengelus rambut Gisel penuh kasih sayang.
......................
"Ma, lea gimana apa dia udah bangun dari komanya Gisel kangen banget sama dia". mama mengerutkan keningnya bingung.
"siapa lea ?, dan kenapa gisel begitu khawatir dengannya". Mama menatap gisel bingung sambil berpikir.
"mama lea adalah sahabat gisel dari kecil, masa mama tidak tau sih". Hersa menatap bingung ke mama.
"Mama memang tidak tau sa, apa jangan-jangan Lea itu anak dari sahabat mama". Hersa mengangguk membenarkan.
"Dia memang anak dari sahabat mama, Tante nesya". Mama mengangguk pelan.
"Mama baru tau kalo gisel dan lea itu sahabat dari kecil. Setau mama itu gisel jarang keluar dari mansion jika tidak di izinkan oleh papanya." Mama menatap anaknya penuh tanda tanya.
"Apa kenapa liat gisel kayak gitu !, aku sama lea memang udah sahabatan dari kecil bahkan aku tau apa aja yang dia suka sama yang ga dia suka ma. Begitu juga dengan lea yang tau semua apa yang gisel suka maupun ga." Walaupun mama gisel bingung dia hanya mengangguk pelan sambil berpikir dalam hati.
"sejak kapan gisel dekat dengan lea anak nesya padahal dia aja baru berkumpul dengan keluarga lagi. Setelah puluhan tahun lamanya, mungkin ini yang di namakan takdir". Mama mengelus rambut gisel dengan lembut sembari tersenyum manis.
Tak lama kemudian pintu terbuka menampakkan seorang pria dewasa dengan style ala kantor.
"Papa" Gisel tersenyum menatap papanya yang baru dateng. Di tangan terdapat sembuh kantong berisi makan yang baru di beli di kantin.
"Mama makan dulu gih, dari tadi mama belum makan apa-apa". Mama mengangguk pelan mengambil kantong yang ada di tangan suaminya.
"Ma, pa boleh ga gisel jenguk Lea dan reyna mana kok ga keliatan dari tadi ma pa". Gisel mengerutkan keningnya mencari keberadaan sang adik.
"Dia ada di mansion katanya sih mau belajar supaya nanti kakaknya bisa bangga dengan prestasinya nantinya." Gisel membulatkan matanya terkejut dengan apa yang dia dengar.
"Tumben dia mau belajar bisanya dia hanya main sama pelayan atau ga baby sitter nya." menggeleng pelan sambil terkekeh-kekeh pelan mendengar ucapan sang papa.
"Mungkin dia ingin berusaha untuk dapetin nilai bagus atau apalah itu, papa dan mama juga sempat terkejut mendengar". Papa menggeleng pelan saat mengingat kejadian tadi sebelum berangkat ke sini.
"Oh iya, hampir aja lupa mama dan Hersa makan dulu jangan sampai makanannya dingin. Nanti udah ga enak lagi dong". mereka mengangguk pelan sambil tersenyum tipis menyiapkan peralatan yang mereka makan mereka berdua.
Tak terasa malam pun tiba matahari sudah berganti dengan bulan dan bintang-bintang yang menyinari bumi.
Saat ini lea sedang menatap bulan dari jendela ruangannya saat ini. Awalnya dia mau keluar ke kamar untuk melihat bulan dan bintang-bintang tapi tak di izinkan oleh calvino dan yang lain.
"alur yang ada di novel sangat berbeda dengan apa yang gue baca waktu itu. Hehehe lucu yah saat orang-orang mengira novel yang mereka baca, memilih kisah yang sangat romantis. Tapi nyatanya lebih ke alur cerita yang misterius, aku penasaran dengan sang penulisan yang memiliki ide cerita yang seperti ini. Apa dia tak niat tulis novel atau gimana sih." Kesal Lea sambil menghela nafas panjang.
"kalo aja author tia membuat cerita dengan niat pasti cerita tidak akan seperti ini anjir." kesal Lea memukul pelan kaca jendela.
"Nak kau kenapa ehm, terus kenapa belum tidur." Lea menoleh ke belakang di sana ada bunda dan ayah menatapnya bingung sambil mengerutkan keningnya.
"Lea tidak bisa tidur bun, lea sudah berusaha tidur tapi tetap aja sama." Lea menundukkan kepalanya sedikit sambil meremas baju yang dipakainya.
"yah udah sini berbaring, bunda kan menceritakan tentang masa kecil kau dulu sebelum di culik." Lea langsung berbaring karena ingin mendengarkannya.
"dulu Lea itu sangat aktif, bahkan ayah dan kakekmu kesusahan menjagamu." bunda menceritakan semua kenangan indah sebelum lea di culik.
......................
Di mansion megah.
"sial-sial semua hampir berantakan dengan kembalinya anak perempuan Atmajaya." seorang paruh baya memukul tembok yang ada di depan dengan kesal.
"Dady, tenang lah." seorang gadis menengahnya dengan mengelus lengannya.
"Dady tidak bisa tenang Gracia, anak dari keluarga Atmajaya telah kembali dan kau sama sekali tidak bisa membuat apa-apa dengannya." yah gadis yang menenangkannya adalah gracia sang pemeran protagonis wanita.
"Apa dady bilang gracia tidak bisa berbuat apa-apa, jadi selama ini yang gracia lakukan hanya sia-sia saja di mata dady. Dady membuat gracia masuk ke panti asuhan saat masih kecil dan menyiksa dia juga. Dady membuat gracia seperti anak tanpa orang tua padahal gracia punya orang tua lengkap." sentak gracia meneteskan airmata mengeluarkan keluh kesahnya.
"Dy hargai perjuangan gracia putri semata wayang kita dy. Dia sudah tersiksa selama ini, terlebih dia harus merasakan kekerasan dari anak laki-laki keluarga angkatnya. Ini semua karena keegoisan dady untuk membalas dendam atas kematian kakek." seorang wanita paruh baya datang langsung membentaknya dengan suara tinggi.
"ini dady lakukan demi keluarga kita mom, kakek mati karena keluarga atmajaya. Jika saja kelurga Atmajaya mau meminjamkan uang untuk membayar biaya operasi kakek pasti dia masih hidup sampai sekarang." air mata keluar tanpa dia sadari.
"iya aku tau dy, tapi hargain sedikit gracia yang tersiksa selama ini demi keegoisan kita untuk balas dendam." dia memeluk tubuh gracia penuh kasih sayang.
"Hm, cia dady danger lea baru saja siuman dari komanya. Jika dia sudah kembali ke sekolah, dady harap kau harus menyiksanya dan biarkan dia dibenci satu sekolah." dia berbalik keluar dari ruang tersebut.
mana yang bener?🤔