Wanita itu, bernama Nina Dragundala. Dia hanyalah anak yatim piatu yang di besarkan oleh nenek dia ketika masih kecil hingga besar.
Kesehariannya hanyalah mencari pasir ketika air sungai bah tiba dan di kumpulkan sehingga di jual.
Ketika Nina sedang mengeruk pasir tiba-tiba ada cahaya Batu bertuah berwarna merah darah yang memasuki ke dalam tubuhnya.
Karena peristiwa batu yang memasuki kedalam tubuh nya dia akhirnya terseret dunia para dukun, santet dan sihir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nori Fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumput Setaria.
Bab 27 Rumput Setaria.
Tidak sampai melewati jam sembilan pagi, dagangan tempenya sudah ludes dan Nina sangat gembira sekali.
Dia menutup warung, dan kembali ke rumah dengan bahagia.
”Tuan, kita sangat senang sekali apa yang kamu jual akhirnya terjual.” Ada suara yang terdengar di kesadarannya Nina. Nina tahu bahwa itu adalah siluman yang dia pelihara dan cincin yang sedang digunakan.
“Iya akhirnya dagangan ku yang perdana, akhirnya laku juga, mmmm ... Padahal aku menggunan bumbu alakadarnya lho, tapi kata mereka memang enak tempe ku," pikir Nina.
“Kami semua yang mengeluarkan sugesti kepada orang-orang agar daganga yang kamu jual laku,” ucap salah satu siluman.
“Pantas saja, cepet banget. Kok tiba-tiba sudah habis saja,” balas Nina sambil memiringkan kepalanya dengan lembut.
Nina merentangkan kedua tangannya, dan menghelat napasnya, “Sebenarnya aku ingin sekali menambah jualan tempe, tapi waktu yang aku habiskan tidak cukup. Sekarang belum mencari rumput buat kambing tersisa.”
Setelah sebelum pergi mencari rumput, Nina tidak lupa sarapan. Dia sarapan menggunakan nasi satu kepal, dan minyak bekas goreng tempe hanya dicampur dengan garam.
Nina masih bersyukur setelah hanya makan nasi dengan garam saja, baginya tahu bahwa diluar sana masih ada orang-orang yang lebih sengsara daripada dirinya.
Setelah itu, Nina mengambil setengah potong tempe goreng dan dilemparkan kepada kucing hitam kesayangan, ”Anabul kamu sekarang jadi ganteng, dan cantik. Tidak seperti pertamanya melihat, kamu sungguh dekil weekk!”
Mengusap-usap kepala Anabul, Nina pergi dengan gembira untuk mencari beberapa daun Kaliandra.
Setengah jam kemudian, Nina sudah berada di tengah-tengah bukit hutan pinus. Udaranya lembab dan dingin, apalagi masih ada kabut yang menghiasi sekitarnya sehingga suasana mendung.
Mata Nina melihat dahan Kaliandra, dan itu basah sehingga jika Nina memanjat, maka akan terpleset hingga jatuh membahayakan dirinya. Apalagi dia masih belum sepenuhnya sembuh setelah tertabrak PNS pada waktu itu.
"Sepertinya aku harus mencari daun selain Kaliandra, masa cuma Kaliandra yang disukai kambing, mesti ada rumput-rumput yang disukai kambing.” Hal yang pertama dilihat Nina, adalah rumput yang ada dihadapannya.
Setelah melihat rumput itu, Nina mencoba mengaktifkan mata supernya.
[ Jenis tumbuhan: Rumput Setaria! ]
[ Pengertian : Setaria adalah genus tumbuhan yang tersebar luas dalam keluarga rumput. Nama genus ini berasal dari kata Latin seta yang berarti "bulu" atau "rambut", yang mengacu pada bintik-bintiknya yang kasar. Genus ini mencakup lebih dari 100 spesies tumbuhan yang tersebar di banyak daerah tropis dan beriklim sedang di seluruh dunia.]
”Apakah rumput ini cocok buat pakan kambing?” Nina bingung dan mengeklik tombol [ Selengkapnya ]
[ Kandungan rumput Setaria terdapat protein kasar dan serat kasar pada berbagai taraf pemotongan adalah, 13,8% dan 29,69% pada pemotongan 20 hari, 8,86% dan 30,63% pada pemotongan 30 hari, 6,24 dan 33,27 pada pemotongan 45 hari serta 5,90 dan 34,1 pada pemotongan 60 hari. Hasil tersebut menunjukkan bahwa protein kasar pada Brachiaria akan cenderung menurun dan serat kasar akan meningkat sesuai dengan bertambahnya umur potong rumput.]
[ Semakin muda rumput Setaria, maka semakin tinggi kandungan serat kasar dan protein. Rumput ini sungguh digemari oleh ternak seperti kambing! ]
“Oh, tunggu apa lagi aku ambil rumput ini.” Nina menganggukan kepalanya dan mulai mengerjakan tugas mengambil rumput Setaria.