NovelToon NovelToon
Terjerat Pernikahan Kontrak

Terjerat Pernikahan Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Paksaan Terbalik
Popularitas:104.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Naja

Di usianya yang baru menginjak usia tujuh belas tahun, Renzela Oskar harus di hadapkan dengan permasalahan rumit keluarga, keserakahan sang Papi yang tengah menguasai seluruh aset warisan dari sang Kakek untuk menghidupi wanita selingkuhannya membuatnya memilih jalan yang paling dia benci; Menikah di usia muda.

Demi mengambil kuasa atas semua aset yang Papinya kuasai, Renzela rela mengubur dalam-dalam kebahagiaannya dan menikah dengan seorang lelaki yang tidak pernah dia kenal. Hanya sebatas nama yang dia ketahui, yaitu Darrel Bastian Baskara; pengusaha mapan yang Om nya pilihkan.

Siapa sangka, saat pertemuan pertamanya dengan lelaki yang akan menjadi calon suaminya, Renzela malah di kaget kan dengan sebuah kontrak pernikahan yang harus dia tanda tangani.

Bagaimana perjalanan pernikahan mereka?
Mampukah Renzela memanipulasi hak walinya untuk menyadarkan sang Papi? Dan akankah Renzela mendapatkan kebahagiaan nya sendiri?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POV Darrel.

Lelah, itulah yang kurasakan. Bukan hanya fisik ku, batin ku terasa tersiksa dengan keadaan ini. Hidup ku berubah seratus delapan puluh derajat, hari-hari rumit yang ku jalani kini lebih rumit dari biasanya. Kehadiran Renzela di hidupku benar-benar seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja tanpa bisa ku tebak.

Iya, ini memang kesalahan ku, aku yang terlalu bodoh sampai dengan begitu cerobohnya mengiyakan keinginan Pak Kenan dengan tawaran gila nya itu tanpa melihat resikonya. Benar-benar memuakkan, gara-gara rumor sialan itu aku harus keluar dari Zona nyaman yang akhir-akhir ini benar-benar tak bisa lagi ku rasakan.

Pernikahan kontrak yang tengah menjerat hidupku benar-benar tak bisa ku hindari, tanggung jawab ku atas gadis kecil itu benar-benar tak bisa ku abaikan. Aku yang awalnya menganggap ini pasti mudah, justru malah sebaliknya. Mengira aku hanya cukup hidup baik dan memperlakukan gadis kecil itu dengan semestinya sampai dia dewasa dan melepaskannya dengan suka rela saat waktu nya tiba, ternyata tidak semudah bayangan nya saja.

Kesalahan sedikit saja yang kulakukan apalagi sampai membuat gadis itu terluka dan menangis, itu akan menjadi ancaman besar untuk mu. Sosok Pak Kenan akan selalu menjadi tameng besar, dan itu benar-benar membuat hidup ku menjadi tertekan. Aku manusia biasa, tidak bisa luput dari kesalahan, tidak bisa dua puluh empat jam sepenuhnya mengawasi gadis itu, tapi walau begitu keadaan memaksaku untuk terus standby bak seorang bodyguard.

Terkadang aku berpikir, apakah Pak Kenan tidak pernah berpikir kalau setiap peringatan yang selalu beliau lontarkan merupakan tekanan untuk ku. Seharusnya kalau beliau begitu mengkhawatirkan keadaan Renzela, urus lah gadis kecil itu seorang diri dan jangan malah mencari lelaki yang bisa menikahinya.

Hidup itu bagai perahu yang terapung di lautan, tidak mungkin tidak di terpa badai, baik itu badai kecil ataupun besar, siapapun itu pasti akan mengalaminya. Jadi bisakah beliau memaklumi jika Renzela merasa sedih atau tersakiti oleh orang di sekitar ku. Itu hal wajar, jangan terlalu memanjakannya, karena itu proses adaptasi di hidup barunya. Itu pelajaran untuk Renzela dalam berproses menjadi lebih dewasa.

Argh.... Namun sayangnya, semua angan ku hanya bisa ku pendam sedalam-dalamnya. Pak Kenan seorang panutan yang harus ku hormati, telah banyak uluran tangannya yang ku nikmati, aku hanya bisa terus diam dalam kepatuhan, menjalankan hidupku sendiri dengan tenang dan menjalankan tanggung jawab ku sebagai suami, tanpa harus menuntut Renzela harus mematuhi ku sebagai seorang suami.

Prioritas ku berubah, jika biasanya pekerjaan lah yang lebih penting, kini Renzela lah yang lebih utama. Seperti hal nya sekarang, bak seperti kerasukan arawah lain, ku benar-benar meninggalkan pekerjaan ku saat seorang guru menelpon ku. Seketika di pikiran ku terlintas beribu kegelisahan dan penuh tanya, apa gadis itu terluka? apa gadis itu menangis?

Bak bukan diriku yang sesungguhnya, aku benar-benar merelakan hal penting yang bertahun-tahun aku harapkan, kesempatan emas bisa berkolaborasi dengan sebuah fashion ternama kini tinggal di ujung tanduk, bom waktu ku benar-benar meledak tak tepat waktu, ingin aku mengumpat.

Kenapa gadis kecil itu harus mencari masalah di waktu berharga ku ini? Kenapa sekalipun gadis itu tidak pernah membuat ku tenang. Bak terus dihantui, keharusan ku untuk memastikan gadis itu baik-baik saja bak telah mendarah daging, walau sebenarnya hati ku benar-benar berontak.

Sialnya, kenapa saat kekesalan ku bercampur aduk dengan lelahnya tubuh karena keadaan seperti ini, mata ku malah tak sanggup melihat keadaan, kekesalan ku sirna saat ku lihat gadis kecil itu berdiri di bawah trik mata hati, tubuh kecil yang terlihat kelelahan itu membuat ku sadar, kalau sebenarnya di antara kita tidak ada menginginkan kerumitan ini terjadi. Maupun aku atau Renzela, kita sama-sama terjerat dalam keadaan ini. Kita hanya bisa menjalani hidup ini dengan berusaha baik-baik saja walau sebenarnya tekanan terus melanda.

"Apa kau terluka?" Bibirku kini kembali bertanya memastikan keadaan Renzela, memerankan peranku seutuhnya. Ini sudah terlanjur, entah apa sekarang yang terjadi di kantor aku hanya bisa mempercayai Arkan. Saat sudah seperti ini, kini peran ku berubah, bukan seorang CEO lagi, melainkan seorang bodyguard yang harus siaga dalam segala keadaan. Argh.... Jika mengingat kenyataan ini muak rasanya. Tapi bertahanlah.

Aku harus berusaha ramah dan memperlakukan gadis kecil ini dengan hangat meski itu bukanlah diriku. Perhatian ku yang merupakan sebuah tanggung jawab semata, bak sudah melekat seperti sebuah kewajiban, meski tanpa perasaan atau ketulusan aku akan memprioritaskan nya, setidaknya aku bisa melakukannya demi ketenangan hidup ku sendiri. "Kata Guru BK kalian sampai saling jambak dan saling pukul?" tanyanya ku lagi sambil mulai menancap gas mobil. Aku harus lebih teliti, karena kalau sampai memar atau lecet sedikit saja, aku juga yang akan susah.

"Aku tidak apa-apa kok, Om."

Jawaban Renzela kini sedikit membuat ku tenang, tapi sebab dari pertengkaran itulah yang masih menghantui kepala ku. Sesaat aku tersadar, apa gadis kecil ini mulai berontak dan malah melampiaskan kekesalannya. Terlebih saat melihat ekspresi nya saat tahu kalau hukuman nya ku ganti menjadi skorsing dua hari. Aku jadi tahu kalau gadis ini benar-benar menginginkan kebebasan, gadis ini ingin bergaul, selayaknya anak muda seumuran nya.

Namun sayangnya aku tidak bisa mengabulkan itu, hanya dengan membayangkan nya saja aku sudah begitu lelah, bagaimana kalau gadis ini kenapa-kenapa kalau berkeliaran di luaran sana? bagaimana kalau gadis ini malah terjerumus dalam pergaulan bebas? Sudah jelas kalau itu sampai terjadi Pak Kenan pasti akan kembali menegur ku dan itulah yang amat tidak aku inginkan. Iya, aku memang egois, tapi aku bukan tipe lelaki yang mudah di kekang, sekali aku terusik aku bisa lebih menakutkan dari bayangan orang-orang.

Terus tenggelam dalam pikiran ku, tanpa sadar kita sudah sampai di tempat yang di tuju, "Ayo turun." refleks yang tak bisa ku hindari, aku langsung membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangan ku. Langsung menggenggam tangan Renzela dengan erat dan menuntunnya masuk kedalam. Bukan ku tidak risih dengan keadaan ini, tapi ini lebih baik daripada Renzela lolos dari pengawasan ku dan menghilangkan di antara kerumunan banyak orang. Jika itu benar-benar terjadi, aku pasti sudah menjadi buronan Pak Kenapa karena telah menghilangkan keponakannya.

"Pilihan ponsel yang kau inginkan. Dan berikan ponsel yang lama biar staf yang memindahkan semua data nya." Aku langsung melepaskan genggaman tangan ku saat Renzela mulai antusias memilih ponsel yang dia inginkan. Ekspresi nya terlihat begitu ceria, bak seperti ekspresi Syakir dan Syakira saat mereka kegirangan jika aku belikan mainan. Sekarang aku benar-benar mengerti maksud perkataan Ayah yang mengatakan kalau Renzela lebih pantas menjadi putri ku, gadis kecil ini benar-benar begitu kekanak-kanakan, dan juga menggemaskan.

"Ini saja, Om. Aku suka yang ini."

Aku ikut tersenyum mengiyakan, langsung meminta staf itu untuk memindahkan data dari ponsel yang lama agar Renzela bisa langsung menggunakannya. Setelah melihat Renzela membuka sandi kunci ponsel lamanya, aku melihat sesuatu yang baru ku sadari.

"Renzela apa kau mau es krim?" tanya ku berusaha mengalihkan pandangannya, aku benar-benar harus memastikan itu sebelum Renzela kembali mengambil ponselnya.

"Apa boleh, Om?"

"Iya, beli lah sesuka mu. Dan jangan lama-lama aku akan menunggu di sini."

Argh ini gila, kenapa aku malah dengan sendirinya melepaskan Renzela dari pengawasan ku, tapi mau bagaimana lagi, ini demi tujuan ku, aku ingin tahu isi ponsel gadis ini karena dia tidak pernah terbuka dan bercerita apapun itu, dan lebih membuat ku penasaran, di layar utamanya ada beberapa chat dari Ayah Bernard yang belum terbaca oleh Renzela.

Deg.... Aku sampai mematung, bukan hanya satu, bahkan bukan hanya hari ini saja, ternyata sudah sejak lama Renzela menerima bujukan dari Bernard untuk mengakhiri pernikahan ini tapi Renzela sendiri selalu menolaknya.

"Kau benar-benar memprihatinkan Renzela. Dan terlepas dari ini, bukannya sebaiknya kau akhiri saja semua ini. Maupun kau atau aku, kita pasti tidak yakin kalau meneruskan hubungan ini hidup kita akan baik-baik saja."

Saking lelahnya, aku sampai sempat berpikir, haruskah aku menyerah dan mengakhiri ini, Renzela pun mungkin akan lebih bahagia jika terlepas dari pernikahan yang hanya sebatas kontrak ini.

1
Yuliana Purnomo
ranzela,,,kasian nasib rumah tangga mu
Uswatun Fidayati
lamaaa kalliiiia
Widi Ynt
ini bukan salah darell tapi salah author yang tidak melanjutkan ceritanya 😭
Widi Ynt
thor ini mana kelanjutannya udah bulan Juni lho😭😭😭
Widi Ynt: udah bulan juli thorrr😭🤧
total 1 replies
Rivanita __
cerita menarik, cuma hanya ada kata yang kurang jelas
Rivanita __
kapan dilanjutinn lagii
putri bungsu 28
yah kok Darrel nya dibikin punya anak ma Alessandra sih Thor GK seru klo gini,
kasian renzelanya dong Thor,kok dapet yg udah GK perjaka
Kasmawati Burhan
Ayo donk lanjutin. Bikin penasaran. tidur tak nyenyak, makan tak kenyang, mandi tak basah
Nanik Bryan
ini mana lanjutanya
Yuliana Purnomo
duuuhh,,dlm kondisi seperti ini,,bagaimana perasaan ranzella?? aku gak bisa mbayangin
Tuti Aja
keluarga kenan salah menitipkan ranzela ke darrel, orang yg punya masa lalu yg nekum selesai, rencana suoaya ranzela aman, malah dpt masalah baru, tapi ranzela salah jg sih, jelas dr awal kintrak ngalin bawa2 perasaan, yg namanya laki2.mah mudah aja mah dia...ikan asing aja mau...apalagi daging, hrsnya ranzela dr awal sdh membatasi diri, jgn kebawa perasaan
Kasmawati Burhan
ooh ranzela.. sungguh sedih jalan ceritamu
Erna Fadhilah
😭😭😭😭😭mommy kenapa kau bikin renzela menderita trs,, baru aja dia mau bahagia sama suaminya eeeeh langsung aja kena mental 🥺🥺🥺🥺
tse
ko aku ikutan nyesek ya.....
Eka Agustiana
nyesek bgt part ini sumpah.... 😣😣😣😩😩😩
Erna Fadhilah
aduh alamat ketahuan ni kalau ania itu anaknya Darrell dan Alessandra,,, nanti renzela jadi sedih dan kecewa setelah tau 🥺🥺🥺🥺🥺
Tuti Aja
klw anak darrel betulw kasiham hidup ramzela....diharapkan dgn menikah dengan darrel hidupnya akan tenang...eh.eh..malah begini, apalaho darrel plin plan...sdh niduri anak orang tapi hatinya masih blm selesai sm masa lalu, jgn dibuat terburuk bannget dong thor ranzelanya
Kasmawati Burhan
alur ceritanya bagus dan membuat penasaran. sering-sering update ya...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yah udah saatnya kali Annia darah daging siapa?
Nanik Bryan
jangan mau om darel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!