NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:157.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 27

Sejak pagi hari menjelang Gala Dinner, Mahesa benar-benar memblokir Clarissa dari hidupnya. Telepon dari wanita itu diabaikan, pesan-pesannya tidak dibalas, bahkan saat Clarissa nekat mendatangi ruangannya. Mahesa memerintahkan sekuriti untuk mengusirnya dengan alasan keamanan internal perusahaan. Mahesa mendadak menjelma menjadi dinding es yang tak tertembus bagi mantan istrinya itu.

Sebaliknya, Inara menanggapi semua perubahan ini dengan sikap masa bodoh. Baginya, apakah Mahesa ingin memuja Clarissa atau mencampakkannya, itu bukan lagi urusannya. Fokus Inara hanya satu. Bertahan sampai besok tampil di panggung, lalu pergi membawa kebebasannya.

Pukul sepuluh pagi, tim desainer yang telah di booking Mahesa telah tiba di ruang VIP lantai atas kantor Dirgantara Group untuk melakukan fitting terakhir gaun haute couture milik Inara. Gaun satin panjang berwarna emerald green itu melekat sempurna di tubuh ringkih Inara, membuatnya terlihat begitu anggun, berkelas, sekaligus rapuh.

BRAAAAAKKKK

Pintu ruang VIP digebrak kasar. Clarissa masuk dengan napas memburu dan wajah yang merah padam menahan amarah. Dia baru saja diusir oleh sekuriti di lobi bawah, dan melihat Inara sedang dilayani seperti ratu dengan gaun mewah dari Paris membuat sisa kewarasan wanita itu hilang.

"Keluar semua! Keluar!" teriak Clarissa histeris kepada tim desainer, yang langsung buru-buru mengemas barang dan keluar karena takut terlibat keributan.

Kini, hanya tersisa Inara dan Clarissa di dalam ruangan yang dikelilingi cermin besar tersebut.

"Heh, perempuan jaminan utang tak tahu diri!" Clarissa melangkah maju, menunjuk wajah Inara dengan kuku-kuku panjangnya yang dicat merah.

"Apa yang sudah kamu lakukan pada Mas Mahesa, hah?! Kenapa dia tiba-tiba memblokir nomor saya? Kenapa dia menyuruh sekuriti mengusir saya?! Kamu sengaja menghasut dia menggunakan tubuh murahanmu itu, kan?!"

Inara tidak bergerak sedikit pun. Dia menatap pantulan dirinya di cermin, lalu perlahan memutar tubuhnya menghadap Clarissa. Tidak ada lagi binar ketakutan, tidak ada lagi tundukan kepala pelayan seperti biasanya. Tatapan mata Inara begitu datar dan menusuk.

"Jaga bicaramu, Mbak Clarissa," ucap Inara, suaranya pelan namun terdengar sangat dingin dan penuh penekanan.

"Oh, sudah pintar menjawab sekarang?!" Clarissa terkekeh sumbang, melangkah semakin dekat hingga jarak mereka hanya sejengkal.

"Jangan berlagak jadi nyonya besar di sini, Inara! Kamu itu cuma barang gadaian! Bulan depan, setelah Mas Mahesa dilantik, kamu akan dilempar ke jalanan seperti sampah! Gaun yang kamu pakai ini, kemewahan ini, semuanya seharusnya milik saya! Kamu tidak lebih dari sekadar pela-cur pembayar utang!" emosi Clarissa apalagi dia melihat beberapa tanda di leher Inara.

PLAAAAAK

Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan sunyi itu.

Clarissa terenyak, kepalanya tertoreh ke samping. Dia memegangi pipinya yang seketika memerah dan terasa panas. Matanya membelalak kaget, benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Inara, wanita yang biasanya hanya bisa menangis dan memohon baru saja menamparnya.

"Cukup, Clarissa," desis Inara. Kali ini, dia melepaskan embel-embel 'Mbak' dari suaranya.

Inara melangkah maju, membuat Clarissa refleks mundur satu langkah karena terintimidasi oleh aura kuat yang tiba-tiba memancar dari tubuh Inara.

"Selama ini, aku diam bukan karena aku takut padamu. Aku diam karena aku menghormati pernikahan ini," ujar Inara penuh penekanan.

"Tapi hari ini, di gedung ini, statusku adalah istri sah dari Mahesa Dirgantara. Sedangkan kamu? Kamu hanya masa lalu yang mengemis cinta pada pria yang bahkan sekarang tidak sudi mengangkat teleponmu!"

"Kamu...!" Clarissa hendak mengangkat tangannya untuk membalas, namun Inara dengan cepat dan kuat mencengkeram pergelangan tangan Clarissa, menekannya hingga wanita manja itu meringis kesakitan.

"Dengar baik-baik," bisik Inara tepat di depan wajah Clarissa yang mulai panik.

"Kamu sebut aku pela-cur? Setidaknya, aku berada di rumah itu lewat jalur yang sah secara agama dan hukum negara. Sedangkan kamu? Kamu rela mengangkang di apartemen baru yang dibeli dengan uang perusahaan suamiku, hanya untuk menjadi simpanan seorang pria yang masih memiliki status pernis dengan wanita lain. Apa kamu tak malu dengan kelakuanmu! Pantas saja kedua orang tua Mahesa tak mau menerima kamu kembali! Karena ternyata kamu adalah wanita ren-da-han!."

Inara menghempaskan tangan Clarissa dengan kasar hingga wanita itu terhuyung ke belakang. Ucapan Inara benar-benar menampar Clarissa lebih sakit dari tamparan di pipinya.

"Kalau Mahesa mencampakkanmu hari ini, itu bukan karena aku menghasutnya. Itu karena dia akhirnya sadar, bahwa wanita yang dia puja selama ini tidak lebih dari sekadar benalu yang tidak punya harga diri," lanjut Inara tegas, membalikkan kata-kata yang biasa dia terima.

"Sekarang, keluar dari ruangan saya sebelum saya memanggil sekuriti untuk menyeretmu keluar seperti sampah jalanan."

Clarissa gemetar hebat, air mata kemarahan dan rasa malu menetes di pipinya. Dia menatap Inara dengan dendam yang mendalam, namun tidak berani melangkah maju lagi. Dengan langkah tergesa-gesa dan perasaan terhina yang luar biasa, Clarissa berbalik dan lari keluar dari ruangan.

Begitu pintu tertutup, Inara mengembuskan napas panjang. Tangannya yang digunakan untuk menampar Clarissa tadi masih gemetar hebat. Namun, di balik rasa lelahnya, ada kepuasan yang teramat sangat besar. Dia menatap pantulan dirinya di cermin bukan lagi sebagai Inara yang lemah, melainkan sebagai seorang wanita yang siap menghancurkan siapa saja yang mencoba mengusik sisa harga dirinya sebelum malam panggung sandiwara itu berakhir.

Kejadian di ruang fitting itu menyebar cepat seperti api di padang rumput. Namun, bagi Inara, tamparan itu adalah titik balik. Dia tidak lagi memedulikan apa pun.

Tepat saat Inara hendak membuka pintu untuk keluar, pintu itu terbuka dari luar. Mahesa berdiri di sana, dengan jas hitam yang tampak sangat pas di tubuhnya, menatap ke arah Inara.

"Kamu menamparnya?" tanya Mahesa pelan. Matanya tidak menunjukkan kemarahan, melainkan kilat yang sulit diartikan. Campuran antara keterkejutan dan kekaguman yang tersembunyi.

"Dia yang memancing saya, Pak Mahesa," jawab Inara dingin, tanpa berusaha membela diri.

"Dan saya tidak akan minta maaf karena sudah mempertahankan harga diri saya."

Mahesa melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya, dan menguncinya. Jarak di antara mereka kini terasa begitu tipis dan sarat akan ketegangan yang mendebarkan. Dia menatap Inara dari ujung rambut hingga kaki, lalu berhenti pada kedua manik Inara yang berbeda.

"Kamu tampak berbeda," bisik Mahesa, mendekat hingga Inara bisa mencium aroma kayu cendana dari tubuh pria itu.

"Jangan jatuh cinta padaku! Karena aku sangat membencimu atas semua perlakuanmu padaku selama ini!" jawab Inara kemudian pergi dari sana melewati Mahesa dengan berani.

1
~Ni Inda~
Akhir yg sedih 😭😭
Baru kali ini ada novel berakhir di puncak emosi yg membuat readers berimajinasi sendiri bgmn akhir kisah tokoh utama yaitu Inara meski sdh ada petunjuk arahnya
Good Thor...tulisanmu beda dg yg lain
Semangat trs berkarya 💪💪
~Ni Inda~
'Sedikit' kebaikanmu thd Inara adalah tdk mau menyentuhnya shg Inara msh terjaga kesuciannya utk lelaki baik yg kelak menjadi suaminya sbg jackpot
Dan semoga itu Gavin....sbg hadiah atas kesabaran.. kebaikan & ketulusan hatinya thd Inara
~Ni Inda~
Lelaki limited edition
~Ni Inda~
Bersyukurlah Inara....kesucianmu utk suami yg menghargaimu kelak
Heny
Smg inara dapat pengganti dan bahagia
Yamah Yamaah
kok tamat cuman gitu
Heny
Thor jng sakiti inara lepas kan dia dr mahesa
~Ni Inda~
Bekukan hatimu Inara...belajar cerdas...usahakan utk merekam sikap & perkataan Mahesa utk buktii kejahatannya dihadapan orangtuanya termasuk ancamannya utkmu & Mamamu
Jadikan keberpihakan mertuamu sbg senjata utk balik menghancurkan Mahesa & Clarissa
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu bgs banget ,apa ada bouncapnya Inara & Mahesa kembali untuk membimbing Arkha ...supaya ku ngga kecewa nih ....ok mksh & tetap semangat buat Author ...👍
Yuni Ngsih
Authooooor ku ngenes baca ceritramu Thor baru aja bahagia bersama Gavin .......ko Inara mau ditinggal kan ini ceritra Thor bikin ku sediiiiih knp tdk dirobah alur ceritranya kasian Inara ......ih ko ngeyel ya kan ini mah cuma ceritra.....karena ceritramu baguuus banget ....ok
Yam_zhie: huaaaa maaf kak 🙈🙈🙈
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
😩😭😭😭😭
nely_48
sedih banget baca bab akhir ini,, 😭😭
Ilfa Yarni
aaaaa sedih amat sampe nangis aku bacanya
Muft Smoker
kaaak koq udh tamat aj ,, gx da bonchap ny kah????

gantuuung looo kak ,,
6690
kok gantung kak tamatnya
Arin
Ini beneran udah tamat?
Rahmawati Amma
seru ceritanya thor bagus🥰👍
Yam_zhie: makasih kak 😘
total 1 replies
Rahmawati Amma
di tunggu bab barunya kak😁✌️
Adi sudiro Dero
mau komen apa soal Kinara bingung!...jadi orang kok ya tolol n goblok ibarat suruh makan tapi ya pasti di makan la wong gak ada otak🤭🤭
Adi sudiro Dero
cerita pembodohan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!