NovelToon NovelToon
Permaisuri Hebat Milik Si Jendral Perang

Permaisuri Hebat Milik Si Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Time Travel / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa Fantasi
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: elinachyyy

Yin Xiao Xiao seorang wanita berumur dua puluh tahun, menyamar sebagai pria dan bekerja sebagai agen pembunuh bayaran, mengalami hari yang buruk tepat di ulang tahunnya yang kedua puluh tahun, hari ulang tahun itu sekaligus menjadi hari kematiannya.

sementara di dunia lain, tepatnya di Dinasti Ming abad ke 13, seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri di puncak gunung Yelan dengan tubuh yang bersimbah darah dan nafas nya bahkan sudah hampir tidak terdengar.

Yin Xiao Xiao di beri kesempatan untuk merubah kehidupan nya di dunia lain, Ia hidup di tubuh seorang wanita lemah dari keluarga bangsawan di era Dinasti Ming, wanita lemah dengan kekuatan spiritual yang berada di titik terendah, serta tidak mempunyai seni bela diri yang kuat, membuat sang pemilik tubuh asli ini bisa di tindas dengan begitu mudah oleh adik tirinya, Yaitu Shen Rouyun. Selain itu Shen Xiao Xiao harus merasakan sakitnya di khianati oleh kekasihnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elinachyyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Kegelapan Di Tengah Hutan

"Ah bajingan dari Keluarga Lu memang benar-benar merepotkan!!" Shen Xiao berteriak, sorot matanya berubah menjadi setajam elang. Shen Xiao terbang lebih tinggi dari sebelumnya, ia bisa saja mengeluarkan kekuatan spiritualnya tapi untuk saat ini kekuatan nya bahkan tidak cukup.

Meskipun berteriak, tidak ada ketegangan di wajahnya justru ketenangan mendominasi. Dia mengipaskan kipas Pasuo miliknya dan terbang kesana kemari dengan gerakan yang gesit menghindari panah beracun.

Melihat kekuatan spiritualnya yang berada di titik terendah, Shen Xiao memicingkan matanya dan menyerang sekelompok pria tanpa ada rasa takut sedikitpun. Kipas Pasuo itu tetap di genggam dengan erat.

Shen Xiao memejamkan matanya, angin yang datang bersamaan dengan petir dari kekuatan kipas Pasuo menjadi penguat dan ini juga menjadi salah satu keuntungan yang dimiliki Shen Xiao.

"Gawat!! Dia baru saja mengeluarkan akar spiritual nya!!" Teriak Jinyu.

"Jinyu, bawa benda itu dari sini! Kau tidak perlu khawatir aku akan baik-baik saja."

"Jendral Yi, lakukan sesuatu!!"

"Tuan muda cao, kau tidak perlu khawatir lakukan perintahnya dan aku akan melindunginya!!"

"Tapi..."

"Pergi dari sini!!"

"Baiklah aku percaya pada kalian." Jinyu mengangguk, dengan berat hati ia pun meninggalkan telaga Nincheng.

(Dari tadi Jinyu dan Yi Feng nggak diam saja kok, mereka bantu Shen Xiao buat ngalahin pemberontak nya, bedanya Shen Xiao terbang mereka tidak)

Petir mulai mengikuti arah angin yang di buat Shen Xiao dan Shen Xiao terus mengarahkan pada sekelompok pria yang terus menyerang nya. Shen Xiao turun dan berdiri di samping Yi Feng. Kedua tangan Yi Feng telah mengeluarkan api biru dan hanya dalam jentikan jari, para pemberontak itu mulai terbakar.

Shen Xiao bergidik ngeri melihat para pemberontak yang mulai terbakar dan langsung hangus menjadi debu. Tak lupa petir yang terus bersahutan dan angin yang bertiup kencang yang Shen Xiao keluarkan dari kipas Pasuo miliknya. Semua pemberontak tidak ada lagi yang tersisa, semua musnah tersambar petir dan terbakar oleh api biru.

"Nona Shen, apa kau baik-baik saja??" Yi Feng menatap Shen Xiao yang masih berdiri di sampingnya.

Tak ada jawaban, namun tubuh Shen Xiao lemas dan ambruk tak sadarkan diri. Dengan cepat Yi Feng menangkap tubuh Shen Xiao.

"Dia baru saja mengeluarkan akar spiritual nya dan juga apiku membuatnya lelah tak bertenaga, aku harus segera menemukan Jinyu dan kembali ke kota Yangjing."

Yi Feng baru saja akan terbang, tapi sekelompok pria berbaju hitam kembali menyergapnya. Yi Feng memeluk erat Shen Xiao yang berada dalam pangkuan nya.

"Anda tidak perlu repot-repot Jendral Yi, kediaman keluarga Shen mampu untuk mengobatinya."

Sekelompok pria berbaju hitam kembali menyergap mereka, Yi Feng mengeratkan pelukannya pada Shen Xiao.

"Siapa kalian??"tanya Yi Feng dengan raut wajah yang tenang.

"Kami adalah orang dari kediaman keluarga Shen, tuan besar memerintahkan kami untuk membawa kembali nona Shen."jawab Salah satu diantara mereka.

"Aku akan membawanya kembali."

"Biarkan kami membawa nona Shen, kami akan melindungi nona Shen."

"Apa kalian tidak lihat bagaimana keadaan nya sekarang?? melindunginya saja tidak cukup!! Biarkan aku bersamanya!!"

"Tapi jendral Yi..."

"Aku tau apa yang kalian khawatirkan, dan aku tau apa yang harus aku lakukan!! Saat ini di tubuhnya terdapat racun mematikan, kalian cari lah tuan muda Cao Jinyu dan aku akan mencari tempat pengobatan!!"

Setelah suara itu jatuh, semua orang terkejut bahkan tidak ada yang bergerak layaknya sebuah patung.

"Apa yang kalian lakukan?! Cepat lakukan perintahku!!" Tegas Yi Feng ketika melihat tidak ada seorang pun pergi dari posisinya.

"Baik, Jendral!" Jawab mereka serempak.

Menatap ke arah langit dan ternyata matahari sudah berada di pelupuk barat, memantulkan ke indahan dalam air telaga.

"Matahari sudah hampir terbenam, aku harus segera menemukan tempat pengobatan terdekat di Kerajaan Nan." Yi Feng terbang, angin pun meniupkan pakaiannya, rambut nya yang putih juga telah kembali, terbang mengudara dan jika di lihat raut kekhawatiran terlihat jelas di wajah tampannya.

"Nona Shen bertahanlah, kau harus tetap hidup."

Dia tahu akan terjadi perkelahian yang hebat ketika Shen Xiao dan Jinyu berhasil mendapatkan tanaman Fujizhiang itu, Lu Chen Yi tidak akan melepaskan orang yang telah merebut barang miliknya. Selama perkelahian yang baru saja terjadi Yi Feng terlalu fokus pada orang yang ingin menyerang Shen Xiao secara diam-diam, hingga tanpa sadar Shen Xiao terkena panah beracun bahkan parahnya lagi wanita itu sudah mengeluarkan akar spiritual nya.

*PAVILIUN TAORANTING, KOTA FENGRUN*

Sudah dua hari sejak kejadian di telaga Nincheng, dan sudah dua hari pula seorang wanita tertidur di ranjangnya, wajahnya yang putih mulus, bulu mata yang lentik, alis nya yang rapi dan tebal, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang tipis namun pucat tidak ada warna sedikitpun di wajahnya, benar-benar sangat pucat.

"Jendral Yi, ada surat untuk mu." Salah satu pria yang ia suruh untuk mencari keberadaan Jinyu kembali dan menyerahkan sepucuk surat.

Yi Feng mengambilnya, melihatnya sekilas dan tersenyum puas. Merasakan suasana yang sepi di paviliun taoranting, Yi Feng tersenyum dan berkata dengan ringan. "Karena tuan muda cao tidak bisa mendatangi tempat ini, maka kita harus membawa nona Shen keluar dari tempat ini."

Yi Feng keluar dari Paviliun taoranting, angin sejuk bertiup di depan wajah tampannya, melihat ke langit betapa indahnya bulan dan bintang menerangi indahnya malam ini.

"Semesta pun sepertinya mendukung kita." Dia berkata ringan lalu masuk kembali ke dalam paviliun.

******

Di jalanan Kerajaan Nan, Jinyu terbang di atap paviliun dengan pakaian serba hitamnya, gerakan nya sangat cepat bahkan orang pun tidak bisa mengejarnya.

Jalanan di Kerajaan Nan memang tidak begitu gelap, namun hanya kesunyian yang mendominasi, saat langkah kaki seseorang terdengar pun akan mengeluarkan bunyi "sraak" karena benar-benar sunyi.

Di sebelah barat Kerajaan Nan, Jinyu berlari melewati hutan. Hanya kabut putih yang tebal terus menyelimuti. Gerakan nya yang cepat dan tebalnya kabut membuat orang langsung kehilangan jejak.

Hutan di malam hari sangat gelap dan kadang kabut yang gelap menembus diantara celah pohon dan jalanan pun tidak terlihat. Saat langkah kaki terdengar bisa mengeluarkan bunyi "sraak" diantara kesunyian.

Dengan kabut yang begitu tebal dan penglihatan yang minim, Jinyu tetap memasuki hutan. Angin malam yang berhembus kencang meniup dedaunan hingga menambah kesan sunyi dan suram di tengah kegelapan.

"Sepertinya ada paviliun kosong di tengah hutan seperti ini." Jinyu mempertajam penglihatan nya ketika melihat cahaya dari sebuah paviliun yang tak jauh dari tempat ia berdiri.

"Sebaiknya aku beristirahat disini untuk malam ini." Paviliun ralat mungkin sudah tidak pantas di sebut paviliun, lebih tepatnya gubuk tua yang reyot terbuat dari kayu yang sudah rapuh dengan atap yang terbuat dari jerami.

Akhirnya helaan nafas lega terdengar dan dengan cepat ia memasuki gubuk itu. Cahaya lilin lah yang pertama kali menyambut. Jinyu menghela nafas dengan suara yang rendah. Lalu tangannya buru-buru mengeluarkan sesuatu dari tas nya, itu adalah kotak tanaman Fujizhiang.

Detik berikutnya ia kembali menatap pergelangan tangan nya yang terus mengeluarkan darah. Ternyata setelah keluar dari telaga Nincheng, ia juga di serang oleh orang Lu Chen Yi. Ia pun merobek bagian bawah baju nya untuk menutupi lukanya. Selain tangan bahkan bagian perut dan punggungnya pun terkena sayatan.

"Haha...Kau lihat Xiao-Xiao," Jinyu terkekeh pelan seperti sedang memikirkan sesuatu, "luka ini sangat dalam, aku bisa saja menggunakan kekuatan spiritual tapi untuk saat ini kekuatan spiritual ku bahkan berada di titik terendah, dan aku bisa saja menggunakan tanaman Fujizhiang itu untuk menyembuhkan ku, tapi aku tidak ingin mengecewakanmu, maka dari itu cepatlah sadar Xiao-Xiao, supaya kau bisa menggunakan tanaman itu dan berkultivasi."

Dalam kegelapan di tengah hutan, bahkan cahaya bulan dan bintang pun tidak terlihat. Kedamaian dan ketenangan bisa di rasakan ketika berada di tempat yang sunyi. Hidup di kota hanya di penuhi dengan menebas dan membunuh satu

sama lain, karena mereka berlomba-lomba untuk menjadi orang yang terkuat di dinasti.

1
"Candy75
lanjut thor. Tetap jaga kesehatan
Mdede91
up lg thorr..ceritanya menarik
senja timur
Mengapa terlalu bodoh pemeran utama wanitanya
IndraAsya
👣👣👣 jejak 💪💪💪😘😘😘
Lyana Zuelaa
Bilang aja jendral Yi dah mulai jatuh cinta sama xiao xiao, gengsi amat
Lyana Zuelaa
Hallo author, salam kenal, Lya mampir membaca karyamu☺️
Isabel Hartono
lanjut
Maria Ulfa
it's so interesting 🤔
Exsli Lander Ethelind
Lanjut lagi??
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
wehhh katanya tuan muda Qi orang bermoral mana ada orng bermoral main celap celup ma adik tunangannya
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
lanjuut thor
Hikmah Cahya X
lanjut kak up nya
Hikmah Cahya X
semangatt kak..
lanjut up terus kak
Hikmah Cahya X
lanjut donk kak..
sllu semangat yah
Pitri Rahayu
lanjut
Exsli Lander Ethelind
lanjut??
Intan Aprilia Rahmawati
lanjut dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!