NovelToon NovelToon
MILLIARDER CINTA GADIS KAMPUNG

MILLIARDER CINTA GADIS KAMPUNG

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Playboy / Beda Usia / Tamat
Popularitas:207.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Julia Fajar

Popoy atau Tiara adalah gadis kampung yang sangat baik, cantik dan juga pintar. Dia lulus dengan meraih predikat terbaik di sekolahnya.

Tapi, modal itu saja tidaklah cukup untuk menjamin dirinya bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan. Apalagi, Tiara hanya lulusan SMA.

Ekonomi keluarga yang pas-pasan dan incaran rentenir yang ingin memperistri Popoy, membuatnya nekad pergi ke kota. Popoy tidak mau terikat pernikahan dengan bandot tua yang selalu menjerat petani dengan hutang, hingga para orangtua terpaksa harus merelakan anak gadisnya untuk dipersunting demi melunasi hutang mereka.

Namun, Popoy tidak pernah menyangka jika di kota, dirinya malah terlibat banyak masalah. Bekalnya dirampok dan dia hampir saja diperkosa oleh para preman.

Popoy berhasil keluar dari mulut harimau tapi akhirnya masuk ke mulut buaya. Dia bersembunyi di bagasi mobil seorang Miliarder yang terkenal suka bergonti-ganti wanita.

Bagaimanakah nasib Popoy selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33. CIUMAN PEMBAYAR KESALAHAN

Popoy membuka selimut, dia memeriksa pakaiannya terlebih dahulu, apakah malam tadi terjadi sesuatu atau tidak. Dan ternyata semuanya masih sama seperti saat dia awal mau tidur.

Kemudian Popoy menyambar handuk dan bergegas ke kamar mandi, dia membersihkan diri lalu berwudhu. Setelah itu, Popoy pun menjalankan ibadah seperti biasanya.

Alex sudah berpakaian rapi saat Popoy menyelesaikan ritual ibadahnya. Popoy sendiri masih belum tahu, apakah dia diizinkan bekerja lagi atau justru hanya tinggal di apartemen saja.

Harapan Popoy, Alex tetap mengizinkannya untuk bekerja, meski hutang orangtuanya sudah lunas.

Melihat Popoy berdiri mematung, Alex pun mendekat dan bertanya, "Kenapa bengong, apa mau tetap di sini?"

"Apa aku masih boleh bekerja di kantor?"

"Hemm, nanti aku pikirkan lagi. Sekarang bersiaplah, kita sarapan di luar saja. Cepat! Aku ada janji dengan seseorang."

Popoy pun berbalik sambil menggerutu, "Pasti cewek lagi, aku sudah bisa menduga."

Alex ternyata mendengar ucapan Popoy, lalu diapun menyahut, "Jadi istri itu jangan suka ngedumel, buruan atau ku tinggal!" ancam Alex.

Popoy pun menutup mulutnya, dia tidak menyangka jika pendengaran Alex begitu tajam, padahal dia hanya ngedumel pelan.

Setelah memilih pakaian yang cocok, Popoy pun bergegas ke kamar mandi, dia ingin berganti baju di sana.

Popoy memastikan pintu sudah terkunci, karena dia tidak ingin kejadian tadi malam terulang lagi.

Dia benar-benar lupa tidak mengunci pintu setelah memberikan baju-baju seksi ke seorang cleaning servis.

Setelah mengenakan bajunya dan beberapa kali berputar di cermin, Popoy pun segera keluar untuk membenahi rambut dan merias sedikit wajahnya.

Alex mendekati Popoy yang saat ini duduk di depan meja rias, lalu dia mendekatkan wajahnya ke telinga Popoy dan bertanya, "Kamu kemanakan baju-baju seksi itu? Jangan kamu pikir dengan membuangnya, jadi terbebas akan tugasmu!" ucap Alex yang membuat telinga Popoy merinding.

"Ingat, hukumanmu bertambah lagi! Kamu pikir baju-baju itu murah harganya? Gaji kamu 3 bulan tidak akan cukup untuk menggantinya!"

"Hah... mahal amat! baju kurang bahan, kenapa bisa semahal itu Tuan?" tanya Popoy sambil menggaruk kepalanya.

"Lagi-lagi, Tuan...sudah berapa kali aku bilang!"

"Maaf Tuan, eh...Mas."

Popoy sudah selesai berdandan dan kini dia sedang memakai sepatunya. Meskipun hanya berdandan ala kadarnya saja, tapi dia tetap terlihat cantik.

Alex berdiri mematung, dia menunggu Popoy untuk melakukan tugas pertamanya sebagai istri sebelum berangkat.

"Ayo Mas, katanya mau cepat, kenapa malah berdiri saja di situ?"

"Hukuman tambahan mu mulai berlaku sejak pagi ini. Setiap hari, kamu harus pasangkan dasiku!"

"Yang lain saja ya Mas, masak sarapan juga boleh. Jadi kita bisa berhemat, tidak perlu sarapan di luar. Lagipula, aku tidak pandai dan sama sekali belum pernah memasang dasi. Nanti hasilnya pasti buruk dan akan membuat Mas malu." pinta Popoy.

"Tidak ada tawar menawar, ayo mulai tugasmu! Aku tidak suka jika dibantah!"

Popoy mencebikkan bibirnya, ternyata tidak mudah merayu Alex untuk merubah keputusannya.

Sebelum melakukan tugasnya, Popoy meletakkan kembali tas yang sudah dia sandang, lalu diapun mendekati Alex yang membuka kembali dasinya.

Alex berharap, dengan melakukan hal-hal kecil seperti itu, dia bisa membuat Popoy mulai memahami akan tugasnya dan Alex juga bisa mencuri-curi kesempatan agar bisa semakin dekat.

Alex mengulurkan dasi kepada Popoy, lalu Popoy pun mencoba mengalungkan dasi tersebut. Tinggi badan Alex yang melebihi standar pria, membuat Popoy sedikit kemudahan untuk menggapai lehernya.

"Agak menunduk Tuan!"

Alex menatap tajam ke arah Popoy, lalu diapun mendaratkan ciuman, "Itu hukuman kesalahan barusan. Mulai sekarang, setiap kali kamu salah memanggilku, Kamu harus menciumku, ditempat itu juga!"

"Tapi Tu...Mas, ini tidak mungkin. Bagaimana jika aku melakukan kesalahannya di kantor atau di tempat umum lainnya?"

"Kenapa memangnya? Aku tidak mau tahu, kamu harus membayarnya di tempat itu juga!"

"Huh, Tuan sangat nggak adil. Itu namanya enak di Tu...Mas, nggak enak di aku! Apa Mas tidak malu, orang-orang akan mengejek. Bos perusahaan terkenal di cium oleh OG nya!" ucap Popoy beralasan agar Alex membatalkan hukuman seperti tersebut.

"Satu kesalahan!" ucap Alex, sambil menunjuk pipi kanannya.

"Ayo cepat! bayar dulu, baru kerjakan tugasmu."

Dengan cemberut, Popoy pun mendekat dan dengan terpaksa diapun mendaratkan ciuman di pipi Alex yang saat ini sedang menundukkan kepala.

Alex tersenyum, idenya ternyata berhasil, lalu dia meminta Popoy untuk meneruskan tugas memasang dasi.

Saat Popoy kewalahan hendak mengalungkan dasi, Alex mengambil kesempatan itu. Dia mencondongkan wajahnya dan tak ayal lagi wajah mereka pun bertemu.

Alex menyunggingkan senyum kemenangan, sedangkan popoy mendesah, lalu berkata, "Kenapa Tuhan menciptakan manusia setinggi ini, aku kan yang semekot jadi susah. Mulai besok, izinkan aku pakai kursi ya Mas?"

"No! Aku tidak setuju. Mulai besok, kamu memakaikan dasiku dari atas tempat tidur."

Popoy memutar bola matanya, dia masih mikir apa lagi jebakan Alex. Tapi daripada hukumannya terus bertambah, diapun mengangguk terpaksa."

"Bagus, ayo cepat selesaikan! Aku akan ajari cara menyimpulkannya."

Alex akhirnya duduk, lalu dia memegang kedua tangan Popoy untuk mengikutinya bagaimana cara memasang dasi tersebut.

Setelah Popoy paham, Alex melepaskannya kembali dan meminta Popoy untuk melakukannya sendiri.

Popoy memang cerdas, dia bisa belajar dengan cepat. Dengan cekatan, diapun berhasil memasangkan dasi Alex meskipun belum terlalu rapi.

Saking senangnya bisa memasang dasi, Popoy pun bersorak. Alex menanggapinya dengan tersenyum simpul.

Perlahan dia akan mengajari kebiasaan-kebiasaan yang akan membuat hubungannya dengan Popoy semakin dekat.

Setelah selesai, merekapun bergegas pergi untuk sarapan pagi sesuai keinginan Alex.

Dalam perjalanan, Alex pun menjelaskan, jika nanti sudah tinggal di rumah, dia ingin Popoy yang membuatkan makanan untuknya.

Tugas Bibi hanya membereskan rumah serta berbelanja. Sementara tugas melayani Alex dalam menyajikan makanan serta minuman, beralih kepada Popoy.

Popoy tidak membantah, dia akan dengan senang hati melakukannya. Karena saat di kampung, pekerjaan seperti itu memang merupakan tugasnya.

Meski hanya sebagai istri sementara, Popoy setidaknya ingin membalas kebaikan Alex yang telah menolong Bapaknya dari jeratan rentenir.

Alex melirik ke arah Popoy yang sejak tadi hanya diam, ternyata cerewetnya Popoy lebih menarik bagi Alex untuk terus menggodanya ketimbang diam.

Tidak terasa, mereka pun tiba di sebuah tempat yang menjual aneka sarapan. Di sana sangat ramai hingga Alex terus menggandeng Popoy agar tidak tertinggal.

Saat mereka telah mendapatkan tempat duduk, datang dua orang wanita berpakaian seksi menghampiri Alex.

"Hai Lex, sudah lama ya kamu tidak mengundangku. Pantas saja kamu melupakan aku, ternyata punya mainan baru," ucap salah satunya sambil merangkulkan tangannya di leher Alex.

Popoy yang melihat hal itu merasa jengah, apalagi saat wanita tersebut sepertinya memang sengaja mengarahkan dan memamerkan sembulan bukit indahnya ke arah Alex.

Tangan Popoy mengepal, dia siap melakukan sesuatu jika wanita itu sampai melampaui batasannya.

Bersambung.....

Hai sobat, sampai ketemu lagi, hari ini aku bawa rekomendasi karya sahabatku Kak Warnyi. Mampir yuk ke karyanya juga, biar kalian tidak bosan menunggu aku Up. Ceritanya oke loh, jangan lupa dukung terus karya kami ya. Yuk lanjut... Terimakasih 🙏🥰

1
Witri Nuraulia
ini namanya Serena atau Angela sih jadi bingung
Azril Parmen
Luar biasa
Ros Yusmiasih
terimakasih untuk karya yg indah dan bagus alur ceritanya.....
smg sukses kedepannya ya author........ 🙏🙏
Euis Kindar Wulan
up
Wiwik Indriyani
bagus dan menarik alur ceritanya.
Rafanda 2018
sukurin sok baik si
Lela
kok jadi angela thor
Lela
ms OB nya cm 3
Fitriyani
cinta kq menyakiti,gila kau gio😠
Suzy
keren bagus menarik
Suzy
suka cerita nya.
baru kali ini baca novel ngak di skip2
keren tetap berkarya semogga sukses selalu
Elva Marza
Lumayan
Adeliva Rosadi
kesannya bukan polos tapi ko bego yah popoy …semua kerjaannya ga pernah ada yang bener
Avatar
Mantab kak..ditunggu karya selanjutnya...
Hafifah Hafifah
wah kok udah tamat aja sih thor
Hafifah Hafifah
huh sadisnya si nadin
Mahmudah Mahmudah178
lanjut thor
Hafifah Hafifah
udah kecanduan nih si alex
Hafifah Hafifah
jreng jreng jreng tar lagi kejutan tuk popoy
Hafifah Hafifah
wah gimana tuh reaksi popoy pas malam pertama ternyata dia masih perawan 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!