“Temani kesepianku, maka uangku adalah uangmu!"
Demi kesembuhan sang ibu, Ermi Azrina rela menjadi Fake Affair yang berarti ia hanya perlu menjalankan misi agar Nesya Key (istri sah) sakit hati hingga menuntut perceraian.
Mampukah Ermi menyelesaikan misinya dengan baik? Apakah mungkin Key yang sangat mencintai suaminya mau bercerai hanya karena kehadiran orang ketiga? Apa motif di balik Fake Affair yang Varon Mero lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 ~ Dor!
BRAK!
Pintu gudang seketika ambruk saat diterjang oleh Varon yang datang penuh kemarahan. Level kemarahannya kian bertambah saat melihat Ermi yang diikat di atas kursi dengan kaki berlumuran darah.
"Viktor!" teriak Varon berlari dengan mengepalkan kedua tangan yang siap melayangkan pukulan serta terjangan sekuat tenaga yang membuat Viktor terpempar menabrak meja hingga mendapat banyak luka. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Varon langsung menghampiri Ermi yang masih bersimpuh kesakitan.
Varon melepas jasnya, kemudian ia ikat ke betis Ermi yang terluka. Sementara Ermi sibuk mengatur napasnya. Meski begitu, ia senang akan kedatangan Varon di waktu yang tepat, di mana ia akan segera melahirkan. Ya, setidaknya ia punya harapan untuk menyelamatkan calon bayinya.
"Ermi, maaf aku datang terlambat, kamu baik-baik saja, kan?" tanya Varon memangku Ermi yang perutnya semakin tutun ke bawah. Tampaknya Varon belum menyadari bahwa Ermi akan segera melahirkan. Ia sibuk mengkhawatirkan kondisi Ermi yang terluka, hingga tak menyadari perut besar Ermi.
"Aku mohon selamatkan bayiku," pinta Ermi dengan suara pelan karena menikmati sakit yang menggerogoti tubuhnya.
Mendengar perkataan Ermi, barulah Varon sadar akan kehamilan wanitanya. "Kamu akan melahirkan?" tanya Varon membulatkan mata sempurna, Ermi pun langsung menganggukkan kepala dengan air mata mengalir deras.
"Tenanglah, kamu dan bayi kita akan baik-baik saja, percaya padaku," balas Varon langsung bangkit dari duduknya, siap untuk menggendong Ermi untuk dibawa ke rumah sakit.
Blam!
"Aaaakh!" teriak Varon dengan tubuh terlempar ke samping saat dipikul dari belakang oleh Viktor yang wajahnya telah lebih dulu babak belur karena ulah Varon.
"Kau pikir bisa pergi begitu saja, ha? Mati dulu di tanganku, baru setelah itu kau boleh pergi," ucap Viktor menunjuk ke arah Varon yang berusaha untuk bangkit sembari mengusap darah di kening dan sudut bibirnya. Sayangnya salah satu kaki Varon terkilir hingga ia kesulitan untuk bangkit.
"Jadi kamu mau melahirkan, ya?" tanya Viktor sambil mendekat ingin menyentuh Ermi. Ermi pun beringsut mundur ke belakang.
"Jangan sentuh dia!" teriak Varon langsung menerjang Viktor lagi. Viktor pun kembali terlempar hingga menabrak lemari buku. Tubuhnya tertimpa oleh susunan buku yang begitu banyak. Varon menggunakan kesempatan itu untuk mengangkat Ermi dengan sekuat tenaga. Ia melangkah cepat untuk keluar dari apartemen, tapi salah satu kaki yang terkilir menjadi penghalang langkahnya.
"Bertahanlah Ermi!" ucap Varon terus berusaha melangkah menyeret kakinya sambil sambil melirik wajah cantik Ermi yang jelas terlihat tengah menahan rasa sakit. Ia merasa sangat bersalah atas apa yang saat ini terjadi.
"Berhenti!" teriak Viktor yang tengah menodong senjata api ke arah Varon dan Ermi, membuat Varon mau tak mau menghentikan langkah dan membalikkan badan.
Viktor siap membidik jika Varon bergerak sedikit saja. "Akhiri dendammu, Viktor. Apa salahku hingga kau menjadi iblis seperti ini?" ujar Varon sangat menyayangkan perubahan drastis Viktor yang tak lain adalah sahabat dekatnya. Ya, Varon, Viktor dan Nesya adalah tiga sahabat sedari kecil. Sayangnya, persahabatan mereka harus hancur karena terlibat cinta segitiga.
"Nesya mencintaimu, itu adalah kesalahanmu!" tegas Viktor dengan ekspresi wajah yang sangat menyeramkan.
"Tapi kau tahu aku tidak mencintai Nesya, aku menikah dengannya hanya karena terpaksa. Aku tidak mencintai Nesya!" ungkap Varon dengan lantang. Ermi mendengar semuanya meski tengah dilanda rasa sakit.
Sementara Viktor tersenyum smirk mendengar ungkapan Varon yang berkata jujur akan perasaannya terhadap Nesya.
"Kau tidak mencintai Nesya, tapi kau menghamilinya!" teriak Viktor murka.
"DASAR BRENGSEK!" lanjutnya kemudian ....
DOR!
tapi kok dikit banget kak.. 😁😁😁
gpp deh, yg penting masih bisa terus menikmati karyamu..
oke deh lanjut karya berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰🤩😍
udh mampir di karya baru mu mak..
makasih othor 😘