NovelToon NovelToon
AZKA&ANNA

AZKA&ANNA

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Kembar / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

💫 Sebelum baca 👉 Azka & Anna, ada baiknya mampir ke season 2 ( Cinta Masa Kecil Presdir Cantik ) 💫

.
.
Season 3 :

Di alun-alun kota Lubuk PAKAM, berlari sepasang bocah kembar berusia 5 tahun. Melihat ada seorang pria dewasa sedang duduk termenung, Azka mendekati pria dewasa tersebut, dan berkata:

" Paman yang jelek, dan orang dewasa yang penuh dengan banyak tekanan dalam hidup. Kenapa kau terlihat murung? Apakah kamu sedang memikirkan hutang yang belum kau bayar? "

Melihat kembarannya berkata seperti itu, Anna menarik tangan Azka, dan berkata :

"Abang, Mama biyang tidak boyeh berkata kasar kepada orang yang lebih tua. Cekalang Abang harus minta maaf sama Om Jeyek ini!"

Pria dewasa itu tidak menjawab, ia hanya menatap dengan tatapan penuh tanda tanya. Kenapa bocah perempuan ini memiliki bola mata sama seperti wanita ia cintai 6 tahun lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Seperti biasa, Aulia, Azka, dan Anna, selalu melakukan sholat subuh berjama’ah. Kecuali, Aulia berhalangan baru Aulia tidak ikut melakukan sholat subuh berjama’ah.

Mendengar suara Azka lantang memimpin sholat, Azzuri tadi tertidur kini terbangun. Azzuri sendiri tak tahu gimana caranya sholat, hanya bisa duduk melihat istri dan kedua anaknya sholat berjamaah. Tak sampai 10 menit Aulia, Azka dan Anna siap sholat.

“Papi kenapa tidak soyat (sholat)?” tanya Anna.

“Hehe, Papi…Papi tidak tahu gimana caranya sholat,” sahut Azzuri di sela tawa sumbang.

“Apa?!”

Azka mendengar hal itu segera bangkit dari atas sajadah mini miliknya, berjalan mendekati Azzuri, tangannya menggenggam erat tangan Azzuri, “Papi, ibu guru Tk bilang kalau kita tidak sholat maka Allah akan marah kepada kita. Jadi, mari abang ajari Papi gerakan sholat,” ajak Azka menarik tangan Azzuri.

“Papi juga tidak tahu caranya berwudhu,” ucap Azzuri, Azka mendengar hal itu bertambah kaget.

Azka menatap lekat wajah tampan Azzuri, “Apa Papi dulu tidak memiliki kedua orang tua sehingga Papi tidak bisa mengambil air wudhu dan sholat?” tanya Azka penasaran.

“Abang,” panggil Aulia, kepala menggeleng, memberi syarat tandanya tidak boleh berkata kasar kepada orang tua.

“Tapi Mami…Papi…”

Azzuri perlahan bangkit dari duduknya, “Karena sudah mau pagi, sebaiknya Papi mandi dulu. Lain kali ajari Papi ambil air wudhu dan sholat, ya,” ucap Azzuri lembut sembari melempar senyum tipis kepada Azka.

Tidak suka menunda hal baik, Azka berjalan mendekati Azzuri, memegang pergelangan tangan Azzuri, “Papi, tidak baik menunda hal baik,” tangan mungil Azka menarik tangan Azzuri sekuat mungkin, “Ayo Papi, abang tidak ingin Papi masuk neraka nantinya karena abang tidak becus membimbing Papi yang tidak tahu sholat!” bujuk Azka sembari terus menarik tangan Azzuri, tak bergerak sama sekali.

“Baik..baiklah,” sahut Azzuri patuh.

Azzuri terkenal kejam tanpa hati, hanya bisa patuh dan nurut saat bersama dengan anak dan istrinya.

Azzuri dan Azka pun berjalan menuju kamar mandi umum di lantai dasar. Kamar mandi bersebelahan dengan ruang dapur dan tempat masak. Aulia dan Anna, melipat mukenah dan sajadah mereka. Menit selanjutnya ikut turun ke dapur karena Aulia ingin menyiapkan sarapan, bekal Anna dan Azka.

Menit selanjutnya Azka dan Azzuri terlihat keluar dari dalam kamar mandi.

Anna duduk di kursi makan mengepalkan kedua tangannya di depan dada, “Papi, semangat!” ucap Anna memberi semangat untuk Azzuri.

“Terimakasih,” sahut Azzuri.

Setelah selesai mengambil air wudhu, Azka dan Azzuri melangkah naik ke lantai atas, di mana ruangan sholat terdapat. Di sana Azka mengajari Azzuri gimana baca niat sholat, dan bacaan sholat lainnya.

Di dapur, Anna menemani Aulia memasak.

“Mami, kenapa Papi tidak pandai soyat (sholat)?” tanya Anna ke Aulia.

“Oh..karena Papi tidak ada yang mengajarkan sayang. Adek kenapa bertanya seperti itu?” Aulia balik bertanya.

“Tidak apa, kasihan lihat Papi tidak ada yang mengajalkan (mengajarkan) soyat (sholat). Untung ada abang Azka, jadi abang yang bimbing Papi soyat (sholat),” sahut Anna.

Aulia meletakkan pisaunya, “Mami juga bangga melihat anak-anak Mami pandai belajar agama,” puji Aulia, sembari memberi 2 jempol tangannya kepada Anna.

“Belkat (berkat) Mami juga,” ucap Anna balik memuji.

“Terimakasih sayang,” Aulia melirik ke jam dinding, menujukkan pukul 06:15 pagi, “Sebaiknya adek pergi mandi, jangan lupa siapkan buku pelajaran untuk hari ini,” sambung Aulia menyuruh Anna untuk segera mandi karena Anna mau pergi ke sekolah Tk.

“Baik Mami,” sahut Anna patuh.

Anna pergi meninggalkan kursinya menuju kamarnya berada di dekat ruang tv keluarga. Sedangkan Aulia melanjutkan kembali masakannya.

10 menit kemudian Azka dan Azzuri turun. Azka memutar langkahnya menuju kamarnya, Azzuri menghampiri Aulia memasak di dapur.

“Gimana, enak di tegur anak sendiri?” tanya Aulia setelah mendengar suara kursi di geret.

“Malu aku. Kenapa Azka terlalu dewasa untuk anak seusia nya. Andai saja aku tahu kalau Sang Pencipta memberikan aku anak seperti Azka. Mungkin dulu aku akan rajin beribadah, jadi aku tidak usah di ajari anak sendri untuk sholat dan mengambil air wudhu,” curhat Azzuri karena malu, kedua tangan di lipat di atas meja, kemudian Azzuri meletakkan dahinya di atas tangannya.

“Aku juga tidak tahu kenapa dia bisa bersikap dan berpikir seperti seorang pria dewasa. Haah..aku harap anak itu tidak tumbuh dengan cepat. Aku hanya ingin melihatnya sebagai baby Azka yang imut dan juga dingin. Sekilas wajah, semua karakternya mirip dengan kamu. Tapi aku tidak tahu sifat posesif Azka nurun dari siapa.”

‘Tentu saja dari aku. Sifat posesif milikku hanya untuk kamu, Aulia. Bedanya aku bisa menutupinya, dan Azka tidak,' sahut Azzuri dari dalam hatinya.

Tak terasa 1 jam sudah berlalu, tepat pukul 07:15, Azka dan Anna akan pergi berangkat ke sekolah Tk. Azzuri dan Aulia mengantar Azka dan Anna pergi ke sekolah Tk. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, hari ini raut wajah Azka dan Anna lebih tampak ceria. Karena hari ini kali pertama mereka di antar oleh Papinya.

15 menit kemudian, akhirnya sampai di depan gerbang sekolah Tk Azka dan Anna. Seperti biasanya, 3 bocah perempuan menunggu kedatangan Azka dan Anna di depan pintu gerbang. Begitu melihat mobil milik Aulia terparkir di depan gerbang. 3 bocah perempuan itu berlari kecil menghampiri mobil Aulia.

Azzuri dan Aulia segera turun, Azzuri membuka pintu penumpang belakang milik Anna. Sedangkan Aulia membuka pintu untuk Azka.

Baru saja Azka turun dari mobil, kedua tangan Azka sudah di tarik oleh 3 bocah perempuan.

“Azka milikku,” ucap bocah perempuan berkuncir 2.

“Tidak, Azka milikku!” ucap bocah perempuan memakai bando micky mouse.

“Azka itu adalah calon suami masa depanku!” teriak bocah perempuan berkuncir 1.

Azka merasa jijik karena di pegang terlalu dekat seperti itu menghempaskan kedua tangannya, “Diam!” teriak Azka, ketiga bocah memegang kedua lengannya terhempas, untung ada Aulia dan Azzuri, sigap menangkap tubuh 3 bocah hampir masuk ke dalam paret berada di depan gerbang.

Azka memegang pergelangan tangan Anna, “Ayo, mari kita masuk dek,” ajak Azka.

Anna nurut, setelah mencium punggung tangan Azzuri dan Aulia. Anna dan Azka masuk ke dalam gerbang sekolah, meninggalkan ketiga bocah masih berdiri di hadapan Azzuri dan Aulia.

Melihat Azka dan Anna masuk dengan cepat ke dalam gerbang sekolah, ketiga bocah perempuan berpamitan kepada Aulia dan Azzuri, menit selanjutnya menyusul Azka dan Anna sudah berjalan di halaman depan sekolah.

“Aku tidak menyangka jika Azka menuruni aura pemikat seperti ku!” gumam Azzuri di dengar oleh Aulia.

“Jangan sombong, kamu kira kamu aja yang memiliki aura pemikat. Aku juga!” sambung Aulia tak mau kalah.

“Iya deh, aku akui aura pikat kamu lebih tajam daripada aura wanita lainnya,” puji Azzuri mengalah.

“Kamu jam berapa mau berangkat?” tanya Aulia teringat jam berapa Azzuri akan kembali ke negeri nya.

“Aku mengambil penerbangan siang. Sebelum aku berangkat, aku bisa melihat Azka dan Anna. Kamu percaya sama ku ‘kan, jika aku mampu membereskan semua masalah ini?”

“Iya, terimakasih. Kamu harus ingat! Kalau urusan kamu sudah selesai, kamu harus kembali. Jangan berlama-lama di sana, di saat istri dan anak di sini!” ketus Aulia di sela kecemburuannya.

“Iya deh, aku janji,” sahut Azzuri sembari mengusap puncak kepala Aulia.

Aulia sepertinya mulai membuka hatinya untuk Azzuri. Apakah Azzuri juga bisa di percaya untuk tidak bermain wanita, dan hanya menjadikan Aulia sebagai wanita satu-satunya di hati nya?

1
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
kebayang lucunya Anna kalau pas nyerocos kaya gitu.. 🤗🤗🤗
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂: iya 😊😊
total 2 replies
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
mungkinkah Aulia akan memberikan kesempatan buat seorang ayah untuk kedua anak kembarnya? 🤔
sari. trg: Mungkin kak.

Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Rini Antika
Semangat terus dalam berkarya Kak 💪💪
Shandy
Dali... abang Azka ndak boyeh ya. 😂
sari. trg: ha ha ha....😅
total 3 replies
Denry Deny
gemes
Denry Deny
Semangat
Denry Deny
Om jeyek.
Shandy
masuk dia.... aku penasaran nanti kakak ini pereman
Shandy
Mami... mami cini
Shandy
benar...
Shandy
keren
Denry_Den Den
bocah zaman now
sari. trg: hehehe
total 1 replies
Denry_Den Den
mulut tetangga
Denry_Den Den
cemburu
Denry_Den Den
aku yakin besar nanti Azka pasti jadi pria dewasa yang sopan
Denry_Den Den
,keren
Denry_Den Den
Jangan menyerah
Denry_Den Den
orang Medan ya thor?
Denry_Den Den
Gemes
~~N..M~~~
khas logat medan ya.
sari. trg: Iya kak, main-main dulu ke Medan. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!