NovelToon NovelToon
Bukan Cerita Cinderella

Bukan Cerita Cinderella

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:62.4k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Bagi sebagian orang jatuh cinta adalah hal yang mudah, manusia bisa jatuh cinta bahkan tanpa mengenal lebih dalam orang yang dia cintai. Bahkan, tidak sedikit yang mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama.

Hal yang berbeda di rasakan oleh pemuda bernama David Gabriel, putra sulung dari pengusaha kaya raya bernama Louis Gabriel yang sama sekali tidak mudah untuknya jatuh cinta kepada seseorang wanita.

Baginya, jatuh cinta hanya sekali seumur hidup dan cintanya hanya untuk wanita bernama Teresia Anindya Putri, wanita yang tiba-tiba saja menghilang bak di telan bumi.

Mampukah David menemukan kembali cinta pertamanya? Seperti apa sebenarnya kehidupan yang dijalani oleh wanita bernama Teresia itu sehingga dia harus pulang ke desa terpencil dimana keluarganya berada?

Sekuel dari "Hasrat Tuan Kesepian" Untuk kalian semua Reader kesayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takut Terlambat

David menatap lekat wajah Tere sang istri yang tiba-tiba saja menangis sesenggukan tepat di depan pusara ibu kandungnya. Dia pun seketika mengerti, pasti istrinya itu sedang memikirkan Bunda Annisa sang ibu yang saat ini masih belum di ketahui keberadaannya.

David pun segera memeluk tubuh sang istri mencoba untuk menenangkan, dia membenamkan kepala Teresia di dada bidangnya seraya mengusap rambut panjangnya lembut dan penuh kasih sayang.

"Iya, sayang. Mas janji bakalan cari Bunda Annisa sampai ketemu, dengan di bantu sama Daddy dan juga Om Jodi, Bunda Annisa pasti akan segera diketahuinya keberadaannya, kamu gak usah khawatir ya.'' Lirih David lembut.

"Secepatnya, aku ingin Bunda ditemukan secepatnya, Mas. Aku gak mau sampai terlambat dan Bunda sudah tinggal nama saja nantinya."

"Iya, Mas janji sayang."

Cup ....

Satu kec*pan pun mendarat di kepala Teresia sang istri.

♥️♥️

Di tempat yang berbeda.

Tok ... Tok ... Tok ....

Suara ketukan di pintu seketika membangunkan tidur lelap seorang Larisa. Dia yang masih tertidur usai pesta semalaman pun terpaksa harus bangkit lalu berjalan ke arah pintu dengan mata yang menahan rasa kantuk.

"Huaaa ... Siapa si akh? Ganggu orang tidur aja si." Gumam Larisa dengan perasaan kesal.

Ceklek ....

Pintu rumah pun di buka. Larisa menatap seorang ibu paruh baya yang saat ini berdiri tepat di depan pintu. Penampilan wanita berusia pertengahan 50-an itu pun terlihat elegan layaknya kaum sosialita lengkap dengan tas mewah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya kini.

"Permisi, apa Teresia masih tinggal di rumah ini?" Tanya ibu tersebut ramah.

"Maaf, anda siapa ya? Kenapa anda nanyain adik saya?'' Larisa balik bertanya.

'Adik? Apa ayahnya Tere udah nikah lagi?' (batin Ibu tersebut.)

"Saya ibu kandungnya Tere, bisa tolong panggilkan dia?"

Larisa seketika tercengang. Ibu kandungnya Tere semodis dan secantik ini? Dari penampilannya saja, sudah terlihat jelas kalau wanita ini berasal dari kalangan sosialita dan pastinya juga orang yang sangat kaya.

"Silahkan masuk, Tante. Kira bicara di dalam, saya akan menceritakan tentang putri Tante. Gak baik ngobrol di pintu, o iya nama Tante siapa?'' Tanya Larisa pandai berakting seperti biasanya.

"Nama saya Annisa, panggil saja Bunda Annisa."

"Silahkan masuk Bunda Annisa."

Bunda Annisa pun mengangguk samar lalu masuk ke dalam rumah tersebut. Rumah yang pernah dia huni dahulu sebelum dirinya berpisah dengan ayah Teresia. Dia pun menatap sekeliling rumah, tidak ada yang berubah sedikitpun dari rumah yang telah dia tinggalkan lebih dari 10 tahun yang lalu itu.

"Silahkan duduk, Tante. Saya ambilkan minum dulu."

"Gak usah, saya gak haus ko. Katakan saja dimana Teresia sekarang." Tolak Bunda Annisa kemudian.

"Sebenarnya, Tere sudah tidak tinggal lagi disini. Dia sudah menikah dan ikut suaminya di kota." Ucap Larisa berbicara jujur.

"Benarkah? Tere sudah menikah?"

Larisa menganggukkan kepalanya.

"Kamu pasti tahu dong dimana alamat dia di kota?"

Larisa menggelengkan kepalanya, berbohong memanglah keahliannya.

"Wah, sayang sekali. Padahal berharap banget bisa ketemu sama dia, saya sempat tinggal di luar negeri sama suami saya, makannya baru sempat datang ke sini setelah sekian lama." Ucap Bunda Annisa penuh rasa kecewa.

'Tinggal di luar negeri? Wah ... Sekaya apa Bunda Annisa ini? Astaga, beruntung sekali Tere punya ibu kaya raya seperti dia.' (batin Larisa.)

"Saya bisa carikan alamat dia kalau Tante mau tapi--'' larisa tidak meneruskan ucapannya.

"Tapi apa? Saya akan bayar berapapun biayanya. Kamu sebutkan saja nominalnya, 10 juta, 20 juta, tak masalah saya punya banyak uang ko.''

Mata Larisa seketika berbinar lengkap dengan senyuman yang mengembang dari kedua sisi bibirnya kini.

"30juta cukup, Tante. Saya janji akan segera menemukan alamat Tere,'' ucap Larisa tersenyum lebar.

"Oke, saya kasih ceknya sekarang juga.''

"Cek?"

"Iya, Kenapa?"

"Gak bisa yang cash aja, Tante?"

"Saya mana bawa uang sebanyak itu. Kalau kamu mau, besok saya bisa balik lagi ke sini dengan bawa uang segitu."

"Gak usah, Tante. Gak apa-apa cek juga, saya tinggal cairkan ke Bank nanti."

"Oke, labih baik seperti itu supaya saya gak capek bolak balik ke sini."

Bunda Annisa pun merobek secarik cek yang sudah tertulis nominal uang yang diminta oleh Larisa.

"Ini, pastikan kamu benar-benar menemukan alamat putri saya dengan benar, kalau sampai salah, saya bakalan ambil lagi uang ini dan itu harus, kamu harus mengembalikan uang ini utuh seutuh-utuhnya tidak boleh kurang sepeserpun jika dalam waktu satu Minggu kamu masih belum bisa menemukan alamat putri saya itu."

Larisa seketika menelan ludah kasar.

'Mudah-mudahan mereka masih tinggal rumah itu. Jangan sampai mereka pindah kemanapun, bisa gawat nanti. Darimana aku bisa cari uang sebanyak ini jika harus mengembalikannya kemudian.' (batin Larisa.)

"Kamu mengerti apa yang saya katakan?" Tanya Bunda Annisa.

"Pasti, Tante. Saya pasti akan memberikan alamat yang akurat buat Tante. Saya janji." Ucap Tere terlihat begitu meyakinkan lalu menerima cek yang berikan oleh Bunda Annisa.

"Saya pergi dulu. Ingat, saya beri waktu kamu selama satu Minggu. Oke?" Tegas Bunda Annisa penuh penekanan lalu hendak keluar dari dalam rumah.

"Tunggu, Tante."

Bunda Annisa pun menghentikan langkah kakinya.

"Ada apa lagi?"

"Eu ... Kemana saya harus menghubungi Tante kalau saya sudah menemukan alamatnya?"

"O iya saya lupa. Ini kartu nama saya, kamu bisa menelpon atau datang ke rumah saya kalau kamu mau.'' Jawab Bunda Annisa menyerahkan kartu nama miliknya lalu benar-benar keluar dari dalam rumah tersebut.

'Ya Tuhan, kenapa aku gak punya ibu sekeren dia? Udah cantik, elegan, kaya raya lagi. Coba tadi aku ngaku sebagai Teresia, bilang aja kalau muka aku ini habis di operasi plastik gitu, hahaha ... Gila kamu Larisa,' (batin Larisa.)

Dia pun mengantar kepergian Bunda Annisa sampai di tepi jalan dimana mobil mewah dengan harga miliaran sudah terparkir di sana.

'Mobilnya? Astaga ... Pasti harganya mahal banget.' (Batin Larisa lagi.)

Ceklek ....

Seorang supir membukakan pintu mobil tersebut dan Bunda Annisa pun segera masuk ke dalamnya.

"Ingat pesan saya ya. O iya, siapa nama kamu? Kita belum sempat berkelana tadi."

"Saya Larisa, Tante.'' Jawab Larisa ramah.

"Oke, Larisa. Saya pulang dulu."

Blug ....

Pintu mobil pun di tutup rapat dan sang supir segera masuk ke dalam mobil siap untuk menyetir.

"Dadah ... Hati-hati ya Tante." Teriak Larisa melambaikan tangan saat mobil tersebut mulai meninggalkan tempat itu.

"Si Tere benar-benar bodoh, seharusnya dia ikut ibunya yang kaya raya itu. Eh ... Malah ikut sama ayah yang miskin dan sakit-sakitan. Lumayan rezeki nomplok ...'' Gumam Larisa men*ecup secarik cek bertuliskan uang dengan nominal 30 juta di tangannya.

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

1
Tira Aneri
suukaaa
Humanoid
Masih jadi misteri apa yang membuat Tere bertahan tinggal bersama Larissa..
Putri Dian
bagus ceritanya
Reni: Terima kasih, kak.
total 1 replies
ria sufi
yah udh tamat ja
Aditya HP/bunda lia
Thor asli tamat ini teh? benar2 akhir yang bahagia konflik ringan gak bertele ... makasih Thor ... 😘😘 selamat taun baru tetap semangat bikin karya2 baru semoga othor selalu di beri kesehatan dan rejeki yang melimpah taun ini Aamiin ... 🤲🤲
Aditya HP/bunda lia: Aamiin .. 🤲🤲
total 2 replies
Aditya HP/bunda lia
semoga Larisa benar2 berubah dan saat nanti suaminya bunda datang jangan sampe dia jadi bibit pelakor ...
Ona Renggil
lanjut thor, semoga laris benar2 tulus
Amina Rengil
lanjut
Ona Renggil
lanjut thor
Amina Rengil
lanjut
Aditya HP/bunda lia
aduuuh ... bunda gimana sih apa gak akan apa apa nanti tuh aku ada sedikit ragu tuh ...
ria sufi
nah gitu larisa berbuah lah LBH Baek, enak kok JD orang baek
Ona Renggil
jangan buat laris jd benalu di kehidupan bunda anisa
Aditya HP/bunda lia
waw ... Thor karma yang kamu berikan buat si Larisa sungguh ruar binasa ... 👍😘
Ona Renggil
berharap itu tulus dari dalam hatinya, bukan akting karna tau ibunya tere kaya raya
Aditya HP/bunda lia
akhirnyaaaaa .... maraton aku Thor bacanya ini kemarin baru baca 2 bab langsung sibuk di dunia nyata ternyata tertinggal jauh ... 🤭🤭 itu si lampir mau ngapain lagi sih gak ingat apa ancaman David?
Aditya HP/bunda lia: sama-sama othorku sayang 😘😘😘
total 4 replies
ria sufi
lanjutkan
Ona Renggil
lanjuttho r
Amina Rengil
larisa benar2 cari perkara saja
Aditya HP/bunda lia
jangan sampe ada konflik yang berat yah Thor kayak Daddy dan mommy nya kah konfliknya gak berat2 ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!