NovelToon NovelToon
My Love From The Blue Sea

My Love From The Blue Sea

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Iblis / Cinta Murni / Kutukan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:171.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: kisss

Up setiap hari. Minimal 2 bab, maksimal 4 bab.


Zeo adalah pangeran Duyung tak dianggap oleh kaumnya karena di anggap keturunan iblis sebab tatoo yang berada di wajahnya. Hinaan dan cacian kerap ia dapatkan dari keluarga kerajaan maupun rakyat Duyung.

Suatu Hari dia menyelamatkan Ziya -- Manusia. Wajah Zeo yang tampan membuat Ziya menyukainya pada pandangan pertama.

"Kamu adalah pria paling tampan yang pernah aku temui di dunia ini!" puji Ziya membuat Zeo terkejut sekaligus terharu, karena untuk pertama kalinya di puji.

"Karena kamu memuji ku, maka aku akan menjadi pelindung mu mulai sekarang!" janji Zeo sungguh-sungguh.

Bagaimana kelanjutan kisah percintaan Zeo dan Ziya? Apakah berjalan baik? Atau malah berakhir sedih, karena Dewa laut menentang hubungan mereka?

Lalu apa yang akan terjadi saat kekuatan iblis Zeo bangkit? Apakah Dewa laut masih bisa menentang nya?

ikuti kisah cinta non-human.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejahilan Zeo

Siluman rubah wanita itu menghentikan ciuman panasnya. Sang lelaki tampak memandang sendu ke arahnya, sedangkan ia malah menatap tajam Zeo. Tatapan kedua siluman itu bertemu.

"Duyung? Ha ha … sudah 500 tahun aku hidup di daratan, tapi baru kali ini aku melihat ada duyung di darat," ujar sang rubah melalui telepati membuat Zeo menatap datar dirinya.

Zeo mengabaikan nya. Segera pria itu melangkah santai melewati rubah betina itu, namun sang rubah tampak tertarik pada ketampanan Zeo. Saat tangan nya menyentuh pundak Zeo, tiba-tiba tangannya panas seperti di bakar oleh api.

"Auch!" ringis nya terkejut seraya mengibaskan tangannya. Zeo melirik ke arahnya lalu tersenyum sinis. Tato naga di pelipis pria itu bersinar terang membuat rubah betina itu terkejut bukan main.

"Kenali siapa lawan mu," ujar sang naga dalam tubuh Zeo melalui telepati. Zeo tidak tahu akan hal itu.

Sang rubah pun gemetar ketakutan. Kakinya luruh ke lantai, aura yang keluar dari tubuh Zeo sangatlah kuat dan mengerikan.

"Aura ini? Seperti aura 'dia' yang tidak boleh di sebut namanya," gumam sang rubah pelan.

Zeo segera berlalu, dia menghampiri Ziya yang sedang membaca. Gadis itu mendongak menatap wajah tampan sang kekasih.

"Ayo pulang, aku sudah selesai membacanya," bisik Ziya pelan agar tak mengganggu orang-orang dalam perpustakaan.

Zeo menganggukkan kepalanya. Dia menyodorkan tangan dan di sambut oleh Ziya. Keduanya keluar dari perpustakaan, sempat Ziya terpana melihat kecantikan wanita rubah tadi.

"Waw, dia sangat cantik," gumam Ziya menoleh ke belakang terpana dengan kecantikan sang rubah.

"Dia siluman rubah. Umurnya sudah 800 tahun, kecantikan nya berasal dari energi para pemuda yang ia cium!" jelas Zeo datar membuat Ziya terkejut bukan main.

Dia menelan ludahnya kasar. Tidak menyangka kalau siluman rubah itu benar-benar ada di dunia ini.

"Aku tarik kata-kata ku kembali," balas Ziya seraya mengusap tengkuknya.

Zeo tersenyum kecil. Dia memeluk pinggang sang kekasih. Keduanya beranjak menuju restoran guna makan-makan.

Kebetulan restoran yang mereka kunjungi sama dengan restoran yang dikunjungi oleh keluarga Ziya. Tatapan matanya bertemu dengan sang ayah.

Degg.

"Papa," gumam Ziya pelan.

Zeo segera menoleh ke arah ayah Ziya berada. Ternyata Medina, adiknya juga ibu tiri Ziya ada di sana. Segera pemuda itu menggenggam tangan kekasih nya.

"Ah, Ziya … ayo ke sini! Gabung bersama kami," ajak Medina seolah-olah tak punya dosa. Sangat pintar wanita itu berakting menjadi protagonis.

Zeo sangat ingin menghanguskan wajah Medina. Baginya wanita itu tak ada bedanya dengan Medusa. Sama-sama berbisa.

Sang ayah menatap Ziya dengan sorot mata kerinduan. Namun, ia berlagak datar dan tidak peduli pada putri kandungnya itu.

"Apa aku harus membunuhnya?" Zeo berbisik pelan pada Ziya. Gadis itu terkejut lalu menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau berbuat jahat pada Medina. Meski wanita itu sangat zalim padanya.

"Maaf, aku tidak mungkin bergabung dengan keluarga yang telah membuang ku. Meski, hanya sekedar makan malam saja!" balas Ziya datar membuat hati ayahnya bagai tertusuk ribuan jarum.

Pria paruh baya itu terdiam, dia sendiri tidak tahu harus berkata apa. Salahnya telah membuang putri kandungnya, namun teringat kembali kalau istrinya meninggal karena Ziya. Rasa bersalah itu langsung hilang tak membekas.

"Papa," rengek Medina merangkul lengan sang ayah.

Sungguh pemandangan paling menyakitkan bagi Ziya. Sang ayah lebih memanjakan dan peduli pada anak tiri ketimbang dirinya sang anak kandung.

Kebanyakan memang seperti itu, ayah kandung lebih menyayangi anak tiri daripada anak kandungnya sendiri.

"Ziya, duduk dan makan malam bersama kami!" titah sang ayah tak membuat Ziya gentar. Hatinya sakit, namun dia tidak mau lagi patuh pada sang ayah.

"Tidak mau!" balas Ziya dengan nada tegas membuat sang ayah murka.

"Berani kamu menolak perintah ayahmu, huh?!" Pria paruh baya itu menggebrak meja restoran tersebut.

Ziya tersenyum miris mendengarnya.

"Apa Anda sudah lupa, kalau Anda telah memutuskan hubungan dengan saya?" tanya Ziya membuat pria paruh baya itu terkejut bukan main.

Degg.

Ingatan saat dia mengusir Ziya terlintas begitu saja dalam benaknya. Pria paruh baya itu tidak bisa mengelak, karena memang benar adanya dia yang telah lebih dulu mengusir sang anak kandung.

"Anda bilang waktu itu, kalau saya bukan anak Anda lagi, dan Anda juga bukan papa saya lagi. Jadi, untuk apa saya harus patuh pada orang asing seperti Anda?"

Ziya menahan sesak dalam dada saat berkata demikian. Bagaimana pun, dia masih menyayangi ayah kandungnya. Namun, sadar bagaimana perlakuan sang ayah kepadanya. Sadar betapa bencinya sang ayah terhadap Ziya.

Bukan mau gadis itu untuk durhaka, namun ayahnya lah yang lebih dulu durhaka kepadanya.

Bukan anak saja yang durhaka. Orang tua pun bisa lebih durhaka.

Zeo menggenggam erat tangan sang kekasih. Dia memberikan kekuatan nya, rasa amarah, sedih dan benci dalam hati Ziya tiba-tiba hilang begitu saja. Dia malah tersenyum manis ke arah ayah nya sekarang.

"Ayo, Zeo. Kita makan di sana saja." Ziya menoleh ke arah sang kekasih lalu mengajak nya duduk di sudut ruangan.

"Baik." Zeo tersenyum tulus. Pria hebat itu dapat merasakan rasa iri dan penuh dengki yang keluar dari tubuh Medina dan ibunya.

"Hah … dua kecoak itu harus di beri pelajaran," batin Zeo tersenyum licik.

Zeo menjentikkan jarinya dan …

Brakk

"Akkk."

Kursi Medina dan ibunya patah. Membuat mereka terjungkal ke belakang dengan posisi memalukan. Bahkan c*lana dalam mereka tampak jelas.

"Ha ha … Mama lihat! Mereka jatuh dan tidak malu kolornya keliatan!" tawa anak kecil yang ikut makan malam bersama keluarga tertawa lepas.

Para pengunjung pun ikut tertawa terutama anak kecil. Sedangkan orang dewasa malah berusaha menahan tawa mereka.

"Hihihi, azab dua wanita ular," tawa Ziya pelan.

Sedangkan Zeo hanya tersenyum tipis melihat wajah merah Medina dan ibunya. Sedangkan ayah Ziya juga tampak malu. Buktinya pria paruh baya itu langsung pergi membayar lalu keluar restoran.

"Papa, tunggu kami!" teriak ibu tiri Ziya.

"Haisss … dasar kursi sialan!" umpat Medina menutup wajahnya dengan tas. Tak berhenti di situ saja, Zeo juga mematahkan high heels Medina membuat wanita itu terjatuh.

"Aakkk." Wanita itu menjerit lagi.

"Makanya, Mbak. Kalau nggak bisa jalan pakai high heels, pake sendal jepit aja!" ejek salah satu pengunjung membuat wanita itu murka bercampur malu.

"Bacot lo!" maki Medina lalu berjalan tertatih keluar dari restoran. Ziya tak mampu menahan tawanya.

"Ha ha … ini yang dinamakan habis jatuh tertimpa tangga!" ujar gadis itu di sela-sela tawanya.

Zeo menatap lembut wajah Ziya. Layaknya seorang pecinta pada yang dicinta.

"Cantik," gumamnya pelan melihat sang kekasih tertawa.

*

*

Bersambung.

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰

1
komalia komalia
kalau berjodoh sama ikan pula gimana
komalia komalia
aku mampir lagi
Bahari Sandra Puspita
suka banget sama cerita yg berbau2 fiksi ataupun fantasi..
awalnya kukira yg merasuki Zeo itu naga yg jahat..
ternyata oh ternyata, naga pembela kebenaran..
keren kak ceritanya, tapi sayang cuma dikit, hehehe..
klo cerita bagus emang berasa kurang terus bacanya..

oke deh lanjut cerita lainnya lagi..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat untuk berkarya dan semoga sukses terus dimana pun kakak berada..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕
barokallah 🤲🏻
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
karya yang terbaik dan sungguh mantap ✌️🌹🌹🌹🌹 🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
aduh sudah tamat padahal mereka belum nikah dan malam pertama...
Yunerty Blessa
rasakan naga langit yang sombong 😏
Yunerty Blessa
boleh tahan juga dengan gelaran Fang...
Yunerty Blessa
apa yang dikatakan oleh Zeo itu betul,Fang....
Yunerty Blessa
jangan sombong dulu kawan... bertarung lah dan lihat siapa pemenang nya...
Yunerty Blessa
semangat Zeo, banteras habis musuh mu...
Yunerty Blessa
sadis nya
Yunerty Blessa
Zeo sanggup menunggu Ziya....kalau lelaki lain sudah cari yang lain...
Yunerty Blessa
balas Ziya, walaupun dia ayah kandung mu...
Yunerty Blessa
mungkin kisah naga yang ada di dalam tubuh Zeo...
Yunerty Blessa
Zeo tidak mahu kalah 🤣🤣
Yunerty Blessa
kau terlambat Gabriel...Ziya sudah punya Zeo....
Yunerty Blessa
jangan cemburu Zeo...kau kekasih Ziya sedangkan Gabriel adalah teman nya Ziya....
Yunerty Blessa
mantap Zeo....
Yunerty Blessa
dia siapa Zeo...
Yunerty Blessa
belum tentu juga Zeo mahu sama kau 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!