Menjadi anak seorang janda dengan ekonomi pas-pasan tak membuat Cika putus asa dan ia tetap semangat bersekolah,
Dan dengan pribadinya yang tak biasa itu, Cika pun jadi menarik perhatian seorang cowok murid baru yang tampan dan tajir.
Namun, kisah cinta mereka kemudian mengantarkan mereka pada satu pusaran masalah yang terhubung dengan masa lalu.
Apakah kira-kira?
Dan, bagaimana kemudian nasib hubungan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Buku Harian Cika
Romi sejenak menatap foto yang terselip di buku harian Cika, foto seorang laki-laki gagah yang berada di atas motor jaman dulu,
Romi terdiam, menatap laki-laki dalam foto yang seusia Ayahnya,
Siapa dia? Ayah Cika kah? Batin Romi bertanya.
Romi lantas menatap ganti buku harian Cika, tangannya terulur ke arahnya, meraih buku itu dan lantas meletakkan foto laki-laki yang baru ia ambil dari celah buku harian,
"Cik, sori, aku baca sedikit tidak apa kan?"
Romi bergumam sendirian, seolah Cika ada di sana, di hadapannya,
Romi pelahan membuka buku itu, membuka sampulnya lebih dulu, yang di mana di sana tampak satu tulisan,
Tuhan, ijinkan aku cepat dewasa,
Ijinkan aku mampu meraih cita-cita untuk Ibu dan Ayahanda,
Membahagiakan mereka dan membuat mereka bangga adalah impian terbesarku,
Aku ingin mereka tak lagi kesusahan adalah cita-citaku,
Tuhan, ijinkan aku cepat dewasa,
Saat hari telah berlalu dan berganti senja kelak,
Aku ingin bersama melihat bintang Capella lebih jelas ketika langit kemudian menjadi gelap,
Memetiknya untuk Ibu dan Ayahanda,
Membuat mereka tak lagi susah seperti saat ini,
Romi lantas membuka lembar berikutnya, yang isinya masih juga sama tentang cita-cita Cika yang ingin membahagiakan kedua orangtuanya,
Lembar selanjutnya Cika menuliskan bagaimana ia begitu sedih saat sakit Ayahnya masih tetap harus bekerja untuk keluarganya,
Sampai lembar ke empat, Cika masih terus menuliskan tentang keluarganya, dan juga tentang sekolahnya,
Tampaknya Cika memang selama ini hanya fokus pada keluarga dan sekolah saja, ia nyaris tak pernah menceritakan tentang nama lain, selain Ibu dan Ayah,
Cika tampaknya cukup tertutup dan tak memiliki teman dekat, sahabat atau semacamnya,
Ya, hanya sahabat saja ia tidak punya, apalagi...
Pacar.
Tapi...
Tunggu...
Tunggu sebentar, Romi yang jadi keterusan membaca tulisan Cika di buku harian gadis itu lantas tiba-tiba berhenti di satu lembar yang sudah agak ke tengah,
Saat di mana Cika menceritakan saat Ayah mengajaknya berkunjung untuk pertama kalinya ke rumah Nenek, dan mereka tak ada satupun yang menyambut,
Cika begitu sedih merasa kedatangannya bersama Ayah tertolak tanpa tahu penyebabnya apa,
Setelah lembaran yang menceritakan tentang sang Nenek, selanjutnya Cika tak banyak menulis lagi, ia hanya menggambar seperti sebuah keluarga besar yang berkumpul merayakan idul fitri,
Ada juga gambar yang seperti jalan-jalan bersama kakek dan nenek,
Lembar-lembar kemudian ada Cika menulis saat hari terakhir Ayah hidup, ada pesan Ayah, ada banyak nasehat Ayah yang ia tulis setelah sekian banyak ungkapan kesedihan yang teramat dalam di sana,
Aku dan Ibu seperti hanya hidup berdua saja di satu tempat yang asing bernama Bumi,
Tak ada satupun orang lagi yang hadir dalam hidup kami sebagai keluarga,
Ibu, yang tak pernah menceritakan dari mana asal Ibu, dari daerah mana, dan siapa nenek kakekku dari pihaknya,
Aku begitu sedih kehilangan Ayah, tapi aku lebih sedih melihat Ibu yang seperti tak memiliki siapapun selain aku dan Ayah,
Romi menghela nafas, ia tak pernah menyangka jika ada anak seusianya yang memiliki kehidupan yang cukup rumit,
Romi pikir, manusia hanya akan mulai mengalami hidup rumit hanya setelah ia menikah,
Ibu, kini hanya karena dialah aku ingin menjadi seseorang yang lebih dari saat ini,
Aku ingin selalu berprestasi dan kelak bisa sungguh-sungguh membuatnya bangga dan bahagia,
Senyuman Ibulah semangatku menggapai cita-cita,
Ayah, lihat aku dari sana Ayah, aku akan selalu menemani Ibu, dan akan membahagiakan Ibu, agar Ayah tenang.
...****************...
gapapa lah yang penting Cika dan Romi udah bahagia,kalau aja semua hidup bisa sesimple itu yaa hihi
buruan bantuin s Cika
kasihan noh tas nya pda somplak pda awur awuran buku nya ge