Sekar tidak menyangka jika dirinya harus mendatangani surat kontrak pranikah.Kesalahannya yang berawal tidak sengaja menabrak mobil mewah seseorang.Mengakibatkan dirinya harus rela menjadi istri kontrak seorang duda kaya.
Abizhar Malik, laki-laki tampan berumur 30tahun yang menawarkan kesepakatan pernikahan kepada gadis yang baru ditemuinya karena ingin membuktikan jika isu tentang dirinya adalah laki-laki lemah gemulai atau impoten tidaklah benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Cywill", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Teman.
Jam 06.00 Pagi.
Orang-orang yang di dalam Rumah utama saat ini sangat sibuk, semua orang yang terlibat acara resepsi pernikahan tengah bersiap.
Begitu juga Nyonya Malik, sebelum dirinya bersiap-siap dia ingin memantau dahulu di lantai bawah, barangkali masih ada yang kurang.
Dan benar saja, ibu melihat putranya masih berantakan, masih memakai piyama tidur tapi wajahnya tetap terlihat tampan meski penampilan nya seperti itu.
Dan yang membuat Nyonya Malik begitu kaget, dia mendapati putranya keluar dari ruangan kerja milik suaminya saat akan melewati ruangan tersebut.
Kenapa Abi keluar dari situ, apa dia tidur di ruangan Ayah?
Tidak ingin mengulur waktu, nyonya langsung menepis pikiran yang ingin menanyakan alasan putranya pagi-pagi keluar dari ruang kerja suaminya.
Ibu menghampiri putranya.
"Nak,,,kenapa kamu belum siap-siap juga? sebaiknya cepatlah mandi di kamar bawah karena ada orang dari pihak MUA di kamarmu yang sedang membantu istrimu bersiap. Nanti biar ibu panggilkan orang untuk membantumu."
Setelah mengatakan itu ibu langsung bergegas pergi meninggalkan putranya yang masih betah berdiri didepan pintu, ibu juga harus bersiap-siap.
"Jadi dia tidak akan mundur? baiklah..." Abi tersenyum menyeringai, setelah itu dia pergi menuju kamar yang ibu maksud tadi.
🍊
Beberapa saat kemudian, waktu berputar dengan cepat. Matahari sudah berdiri tegak memancarkan sinar panasnya.
Sekar, gadis kampung yang tidak sengaja dia temui saat meninjau salah satu usahanya di kampung.Gadis yang ia ancam untuk menuruti semua kemauannya.
Kini berdiri cantik dengan gaun pengantin warna putih, sedangkan mempelai pria berdiri kokoh di sampingnya dengan memakai setelan Jaz berwarna hitam. Abi melirik ke arah istrinya, tidak dipungkiri bahwa ia merasa kagum dengan kecantikan alami yang dimiliki gadis kampung itu.
Sangat berbeda saat melakukan ijab-kabul di kampung Sekar yang hanya memakai kebaya sederhana.
Senyum tipis terlihat dikedua mempelai, sesekali Abi merangkul atau menggenggam tangan Sekar. Berusaha memperlihatkan bahwa pernikahan ini memanglah atas dasar cinta, menampik berita yang sempat lewat jika Sekar hanyalah pengantin bayaran meskipun itu benar atau lebih tepatnya gadis yang ia ancam untuk menikah dengannya, istri yang Abi pilih untuk membuktikan jika dirinya tidak memiliki kelainan.
Abi hanya ingin nama baik dirinya dan keluarganya bisa kembali normal bagaimana seharusnya.
"Jadi kamu serius akan meneruskan ini?" Abi berbisik dekat telinga Sekar, dia sedikit menunduk meski tubuh Sekar tinggi tapi masih kalah dengan tubuhnya. Abi berbicara sambil senyum bahagia, kalau orang lain yang melihatnya akan terkesan sedang memperlihatkan kemesraan mereka.
Nyonya Malik juga tersenyum bahagia melihatnya, tapi berbeda dengan besannya yang terkesan seperti tersenyum paksa, bagaimanapun juga ini adalah nasib putrinya, hamil diluar nikah. Dia sedih dan kecewa merasa gagal mendidik putrinya yang ia titipkan padanya, dia merasa bersalah dengan mendiang suaminya.
Ya, ibu Sekar sudah tau jika Sekar hamil. Padahal itu hanya pura-pura saja, tapi Sekar juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Maafkan putrimu ini Bu....
Sekar yang sejak tadi menatap ke arah ibunya seketika menoleh saat Abi membisikan sesuatu di telinganya.
Sekian detik mata mereka sempat beradu, tapi terlepas karena Sekar langsung melempar pandangannya ke depan.
Tidak dipungkiri meskipun Sekar menilai Abi memiliki kelainan, tapi pesona seorang duda keren itu mampu membuatnya senam jantung jika berdekatan seperti ini.
"Aku terpaksa melakukannya."
"Benarkah? atau jangan bilang kau mulai tertarik denganku?" Abi berbicara dengan percaya diri, dia sedikit menggoda Sekar.
"Cih, tidak mungkin. Aku melakukan ini hanya melindungi diri saja." Sekar hanya tidak ingin disangka menipu jika mengaku berbohong soal hamil, jadi dia terpaksa meneruskan sandiwara ini.
Mereka terus berbicara tanpa menatap lawan bicaranya.Abi belum ingin bergabung dengan tamu karena menurutnya menggoda gadis kampung ini lebih membuatnya tertarik.
"Kalau begitu bersiaplah nanti malam." Ucap Abi lagi yang membuat Sekar seketika memucat, lantas dia menghampiri seseorang yang dia kenal terlihat mendekat kearahnya.
" Selamat ya bro." Laki-laki berparas tampan mendekat, merangkul pundak Abi dan menepuknya. Mereka sama-sama tersenyum.
Namun saat tamu tersebut menatap kearah mempelai wanita, dia langsung terdiam. Senyum manisnya hilang seketika.
Laki-laki itu kenal pengantin wanitanya. Dia menyukai wanita ini secara diam-diam.
"Kak Rendi." Ucap Sekar kaget, dia tidak menyangka akan bertemu orang yang dikenalnya.
"Selamat yah." Ucap Rendi mengulurkan tangannya pada Sekar yang di sambut perasaan kikuk.
Abi yang sejak tadi melihat interaksi kedua orang didekatnya itu hanya terdiam. Kenapa Rendi bisa mengenal Sekar? bukankah kota tempat tinggal mereka itu luas? pikir Abi.
Ada perasaan tidak suka saat temannya menyentuh tangan Sekar. Apalagi keduanya masih belum melepaskan. Atau lebih tepatnya Rendi yang tidak sadar karena ini untuk yang pertama kali nya dia menyentuh gadis yang disukainya.
"Apa kalian saling kenal?" tanya Abi antara bingung dan tidak suka, membuat keduanya tersadar jika tangan mereka belum lepas. Padahal bukan itu yang ingin diucapkan, dia terlalu gengsi untuk mengatakan yang sebenarnya.Meski mereka menikah karena sesuatu hal tapi tetap saja Abi tidak suka miliknya di sentuh orang lain.
Rendi tersenyum miris, meratapi nasib karena sudah kalah.
Ternyata gadis yang selama ini diidamkannya menikah dengan temannya sendiri. Rendi bisa melihat jika Abi mungkin cemburu dengannya.
Sekar menatap suaminya aneh, kenapa wajahnya berubah masam begitu. Dia melirik Rendi, lalu kembali melirik suaminya. Otaknya jadi mikir yang lain, ingat tadi waktu Randi merangkul pundak suaminya.
Apa dia cemburu? dengan Kak Rendi? hiiiii.,
Sekar bergidik ngeri, dia pikir suaminya cemburu dengannya karena Rendi memegang tangannya.
Sekar tiba-tiba merasa pusing, dia memegang keningnya sendiri dan duduk di kursinya.Dua orang tadi sedang berbincang, tidak perduli dengan Sekar yang seketika merasa lemas.
"Kak Sekar kenapa?" tiba-tiba Aris datang, dia menghampiri kakaknya yang terduduk lemas.
Aris tadi sedang duduk tidak jauh dari pelaminan, tapi matanya jelalatan karena tidak menyangka jika suami kakaknya orang kaya raya.
Pas saat melihat Kakaknya yang merasa ada yang aneh dia langsung menghampirinya.
Suara khawatir Aris membuat dua laki-laki itu Seketika menoleh juga, Rendi yang lebih khawatir dia langsung mendekati Sekar.
Sedangkan Abi dia hanya berjalan santai, dia pikir apa gadis ini kepikiran masalah malam pertama sehingga wajahnya Sampai pucat begitu? yang sempat disinggung Abi untuk menggodanya. Dia menyunggingkan senyumnya, lucunya.
Melihat kerumunan di pelaminan Nyonya Malik dan suaminya beserta besannya menghampiri mereka.
Kini mereka mengerubungi Sekar, para tamu juga terlihat bertanya-tanya ada apa dengan pengantin nya.
" Kak Sekar sakit?" tanya Aris lagi karena khawatir dengan Kakaknya.
Sedangkan Sekar, dia memandang suaminya lekat.
Dosa apa aku Tuhan,,,,kenapa punya suami begitu.
Lagi-lagi dia salah sangka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dgn kekayaan dan kuasa dia menjatuhkan harga diri wanita...