NovelToon NovelToon
Pregnant After Divorce

Pregnant After Divorce

Status: tamat
Genre:Romansa / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:413k
Nilai: 4.3
Nama Author: La-Rayya

Tepat di usia pernikahan yang ke lima, diceraikan oleh suami yang selama ini dicintainya hanya karena tidak bisa hamil. Namun dia tiba-tiba hamil setelah perceraian itu datang...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan Kedua

"Cepat panggil ambulan!!" Sebuah suara terdengar sedikit tenang dan juga panik disaat yang bersamaan. "Ini keadaan darurat. Cepat minta paramedis untuk menunggu di dermaga."

Aku terbangun setelah mendengar suara teriakan dari banyak orang-orang. Aku tidak tahu sudah berapa lama aku berbaring di sana di atas sebuah tempat yang lembut dan juga empuk. Aku mencoba untuk membuka mataku. Tapi rasanya begitu berat dan aku tidak punya kekuatan lagi untuk melihat ke sekeliling ku.

Suara langkah kaki terdengar begitu cepat, ada seseorang berpindah di sampingku. Berdasarkan dengan bagaimana kecil dan halusnya telapak tangannya menyentuh kulitku, aku sangat yakin bahwa dia adalah seorang wanita.

Aku merasakan kehangatan dari jemarinya yang mengusap kulitku yang terasa dingin dan pucat. Usapannya itu terasa nyaman bagiku. Ternyata aku masih hidup. Jemari nya gemetar karena dia tengah mencari denyut nadiku. Saat dia akhirnya menemukan denyut kecil sebagai tanda kehidupanku, dia akhirnya menghela napas lega.

Banyak langkah yang terdengar begitu cepat menyusul. Aku mencoba untuk memindahkan tubuhku, tapi semuanya sangat sulit. Aku tidak bisa lagi merasakan rasa sakit hanya kaku di tubuhku saja.

Sekeliling ku begitu riuh. Aku merasa ingin kembali tertidur, dan perlahan aku terjatuh ke dalam kegelapan.

'Tidak, aku harus tetap terbangun.'

Aku tidak bisa membiarkan diriku untuk tidur, aku mungkin saja tidak akan bisa untuk bangun lagi nantinya.

Aku berjuang dengan sangat keras, tapi aku tetap tidak bisa membuat tubuhku terus terjaga, aku gagal. Aku perlahan jatuh ke dalam mimpi. Aku mendengar suara sirine yang terdengar dari jauh. Suara sirine itu terdengar semakin jelas. Aku lalu mendengar beberapa orang membawa diriku ke tempat yang tidak diketahui.

Hal terakhir yang aku ketahui, aku dibaringkan dengan perlahan di atas sebuah tandu.

Kemudian semuanya terasa sunyi.

 

Cahaya matahari menyilaukan mataku dan mengusap tulang pipiku yang terasa menghangat.

Mataku perlahan terbuka. Cahaya yang begitu menyilaukan membuat mataku terasa sakit, aku lantas menutup mataku lagi. Sekarang mataku sudah tertutup, namun aku bisa dengan jelas merasakan apa yang terjadi di sekeliling ku. Aku bisa mendengar dengan jelas suara deburan ombak dari jarak jauh. Aku bahkan hampir bisa mencium aroma laut dan tempat ini benar-benar tempat yang aman rasanya bagiku.

Perlahan aku membuka mataku. Kali ini mataku sudah bisa menerima cahaya yang di pancarkan oleh matahari.

"Hai, kau akhirnya bangun." Ucap seorang wanita bertubuh kurus berusia sekitar 40 tahun masuk ke dalam ruangan itu.

Rambutnya yang berwarna hitam diikat kebelakang. Dia menggunakan blouse dan celana berwarna coklat. Tatapan mata ku beralih pada keranjang yang dipenuhi buah yang dia bahwa saat dia menaruhnya di atas meja di sisi kanan ku.

"Apakah kau lapar?" Tanya wanita itu seraya melihat ke arahku.

Aku menggelengkan kepalaku untuk merespon nya karena aku tidak merasa lapar. Aku hanya merasakan sakit di seluruh tubuhku. Aku lantas tersenyum membalas senyuman yang dia tunjukkan di bibirnya.

"Siapa namamu sayang?" Tanya wanita itu.

'Sayang!' Apakah aku pernah mendengar kata itu sebelumnya? Ada rasa sakit yang tiba-tiba menyesakkan dadaku. Sebuah nostalgia terlintas di pikiranku dan tidak bisa dijelaskan semuanya didalam hatiku. Aku perlahan bangun dari atas tempat tidur. Tapi rasa sakit yang ada di tubuhku membuat aku terjatuh kembali.

Senyuman ku mendadak pudar.

'Siapa aku?'

Aku melihat kearah wanita itu dengan tatapan kosong. Aku tidak tahu namaku balas ku kepada wanita itu.

Aku bingung saat aku mencoba untuk mengingat namaku, kepalaku mulai terasa sakit. Semakin aku mencoba untuk mengingat tentang diriku, rasa sakit itu semakin besar.

Wanita itu lantas menaruh lengannya di pundak ku.

"Tidak apa-apa. Dokter sebelumnya sudah mengatakan kepada kami bahwa kau bisa saja tidak mengingat apapun setelah kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawa mu." Ucap wanita itu tersenyum dan menyeka rambut yang menutupi wajahku. "Yang terpenting adalah kalian berdua, kau dan bayi mu itu selamat."

Tatapan mata ku beralih kepada perutku yang membuncit. Tubuhku tertutup oleh pakaian rumah sakit. Aku lantas mengusap perutku.

Pikiran tentang aku yang selamat dan bayiku juga selamat, membuat aku merasa tenang. Aku menghela napas lega dan tersenyum pada wanita itu.

"Istirahatlah sekarang." Ucap wanita itu seraya mengusap rambutku dengan jemarinya. "Aku akan pergi dan membayar biaya rumah sakit. Jadi kau bisa keluar dari rumah sakit besok." Lanjutnya.

Aku mengangguk dan kembali termenung saat pintu itu perlahan menutup. Aku menghela napas berharap bahwa aku tadi sempat meminta wanita itu untuk membuka jendela untukku. Jadi aku bisa melihat langit biru dengan jelas.

 

"Tempat ini benar-benar indah." Ucap ku penuh kebahagiaan melihat pemandangan lautan yang sangat menakjubkan di hadapanku.

Hembusan angin yang kuat menerbangkan rambutku. Tempat ini adalah surga yang aku ketahui setelah aku kehilangan ingatan ku. Aku tidak bisa membayangkan hidup di tempat lainnya. Ini adalah tempat paling damai. Seseorang pasti berharap untuk hidup dan tinggal disini dan aku adalah orang yang cukup beruntung untuk bisa tinggal di tempat seindah ini.

Aku rasa di masa lalu aku membuat jalan yang salah dan hampir terbunuh. Tapi takdir membawaku ke arah yang tepat, aku kehilangan ingatan ku tapi aku menemukan diriku masih diberikan kesempatan untuk hidup oleh Tuhan.

"Bukankah tempat ini sangat indah?" Sebuah suara terdengar dari arah belakangku.

Itu adalah Elsa, putri satu-satunya dari pasangan yang membawaku pulang dan membuat aku menjadi bagian dari keluarga mereka. Aku dan Elsa memiliki usia yang sama. Dia bekerja paruh waktu di kota. Dia adalah orang yang baik.

"Tempat ini adalah surga!" Ucapku pada Elsa.

"Bayi mu pasti sudah lapar." Ucap Elsa seraya memegang perutku. "Ayo kita sarapan. Mama sudah menyiapkan sarapan untuk kita." Lanjutnya.

Mendengar ucapan Elsa, tanganku perlahan menyentuh perutku. Aku merasa begitu bahagia. Dua bulan lagi maka aku akan melahirkan bayi ku. Dia adalah hadiah terindah yang akan aku terima sebentar lagi.

Aku dan Elsa lantas masuk ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian setelah selesai sarapan, bel rumah terdengar berbunyi. Elsa berhenti merajut kaos kaki yang dia buat untuk bayiku. Dia bergegas pergi menuju kearah pintu.

Aku masih sibuk merajut sebuah pakaian untuk bayi perempuan ku, saat Elsa kembali dengan memegang sebuah amplop di tangannya yang tampak gemetar.

Elsa duduk di kursi kayu yang ada di sampingku. Wajahnya tampak begitu sedih. Di dalam rumah ini hanya ada kami berdua, setelah mama dan papa nya pergi bekerja beberapa jam yang lalu setelah selesai sarapan. Aku sadar bahwa ada masalah yang besar tengah terjadi setelah aku melihat mata Elsa yang mulai terlihat berair.

"Sebuah pemberitahuan baru saja tiba. Kita harus meninggalkan rumah ini secepatnya." Ucap Elsa yang membuat aku begitu terkejut, aku hampir saja jatuh ke lantai.

"Pergi? Tapi kenapa?" Ucap ku dengan suara yang bergetar.

Bukan hanya karena dia mengatakan tentang berita itu yang terasa sangat berat bagiku untuk menenangkan diriku aku tidak bisa membayangkan untuk meninggalkan tempat ini, semuanya terasa begitu menyakitkan.

"Rumah-rumah yang ada di area ini akan digusur minggu depan. Pemilik lahan ini ingin mengambil properti mereka kembali." Ucap Elsa lagi.

"Tidak bisakah kita memohon kepada mereka untuk menunggu beberapa minggu lagi? Kita belum punya tempat untuk pergi." Ucapku dengan suara yang begitu gemetar.

Elsa menggelengkan kepalanya. Aku benar-benar kehilangan kekuatanku. Dia memberikan aku sebuah amplop yang terbuka itu. Aku semakin merasa terkejut setelah membaca ultimatum itu. Kami punya waktu kurang dari 1 minggu sebelum meninggalkan seluruh area ini.

"Rumah-rumah yang dibangun di properti ini harus digusur, alasannya karena bisnis. Pemilik lahan ini akan membangun sebuah hotel mewah dan kita tidak akan pernah bisa menang melawan nya." Ucap Elsa menggigit bibirnya.

"Mungkin kita bisa berbicara dengan pemilik lahan ini untuk terakhir kali." Ucap ku.

Elsa menggelengkan kepalanya. Dia tampak begitu sedih dan aku langsung memeluknya hingga membuatnya menangis.

Aku mengatakan kepada diriku sendiri, aku harus kuat untuk keluarga ini. Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak bisa melihat orang-orang yang sudah menolongku ditimpa masalah seperti ini.

"Bella." Ucap Elsa.

Itulah nama yang dia berikan kepadaku. Dia bilang bahwa nama itu sangat cocok untukku.

Aku lantas bertanya kepadanya tentang pemilik lahan yang bernama Alexander Wirawan ini.

"Mereka adalah keluarga yang paling berkuasa di kota ini. Mereka memiliki kekayaan yang tiada tara dan hal itulah yang membuat mereka sangat berbahaya." Ucap Elsa yang menyebutkan tentang keluarga Wirawan itu.

Bersambung....

1
guntur 1609
trims Thor aku tgu karya lainya
La-Rayya: Baca yuk karya terbaru aku, judulnya AKHIR DARI SEBUAH PERNIKAHAN 😊🙏🏻
total 1 replies
guntur 1609
kok erlanh bukanya evan
guntur 1609
Alden mksdnya
guntur 1609
mngkn tu kembaran Alexandria kali
guntur 1609
brti alex sdh tahu tentang pernikahan putri
guntur 1609
brti evan adiknya putri mantan si elsa
guntur 1609
ternyata putri anak orang kaya
guntur 1609
putri yg bodoh. laku2 sprti al kok mesti dipertahankan. macam gak ada harga dirimu saja
cheng phong
ceritanya terlalu ribet
Mrs. Labil
maaf thor, keknya perumpamaan mu berlebihan deh, stidaknya jgn tertampan di dunia deh, tertampan di dalam sbuah negara aja bacanya udah gmn gitu, jadi berasa banget halunya 🤭, maaf ya, ini pendapatku sj sihh 🙏
Firgi Septia
jadi perempuan terlalu bodoh makanya suaminya bisa selingkuh
Winarno Suzhi
kenapa ya ada wanita yg dengan mudah memaafkan suaminya ketika berselingkuh..jelas2 berselingkuh tetep aja masih cinta...cinta itu buta.
Winarno Suzhi
aq kog lama2 bingung ya membacanya..
Rosijanah Ros
suka dengan ceritanya thor
Nok Denok
cerita bagus pun kalau memang monolog trs jd ga arek bacanya
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Vivin Yulistian Pradesti
suka ka cerita nya menarik
Elija Yulianingsih
kisah yang manis ditunggu kisah yang lain thor
Soraya: mksh y thor karyanya👍
total 1 replies
eiyta💞
sebegitu mudahnya😭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!