NovelToon NovelToon
MENANTI CINTA

MENANTI CINTA

Status: tamat
Genre:Dosen / Beda Usia / Mengubah Takdir / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:105.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pradana Putri

Arsyila Qiana Azzahra. Perempuan berusia 32 Tahun. Belum Menikah. Cerdas, Mandiri, Berprestasi dan Berbakti kepada kedua orang tua.
Satu yang belum Arsyila miliki diusianya yang sudah kepala tiga, SUAMI!
Kedua Orang tua Arsyila menginginkan putri satu-satunya menikah seperti anak perempuan keluarga lain seusianya bahkan telah memiliki anak.
Beberapa pria datang melamar Arsyila namun Arsyila menolak hingga disatu titik ucapan Bapaknya seolah mengetuk sanubari Arsyila.
Akankah Arsyila tetap Menanti Cintanya? atau Takdir yang akan mempertemukan Arsyila dengan jodohnya?
Semoga cerita ini bisa menjadi insprirasi dan dapat diambil pelajaran baik dan buruknya jangan diikuti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu

..._________🍃🌺🍃_________...

...Assalamualaikum Wr.Wb....

...Reader jangan lupa support...

...Like dan Kembang Kopinya ya!...

...Selamat Membaca!...

..._________🍃🌺🍃_________...

..."Aku memilih mencintaimu dalam kesepian....

...Karena dalam kesepian tidak ada orang lain yang memilikimu...

...kecuali aku....

...Aku memilih memujamu dari kejauhan....

...Karena kejauhan melindungiku dari rasa sakit....

...Aku memilih menciummu dalam angin....

...Bukankah bibirku juga akan merasakan kelembutan dari angin?...

...Aku memilih memilikimu dalam mimpi....

...Karena dalam mimpiku, kamu tidak akan pernah mati."...

...-Jalaludin Rumi -...

...🌺...

Tak terasa seminggu berlalu Arsyila menjalani kegiatan studi bandingnya.

Selama itu pula komunikasi Arsyila dengan kedua orang tuanya serta keluarga calon suami berjalan lancar tanpa hambatan.

Semua mendoakan agar Arsyila sehat dan kembali dalam keadaan selamat.

Meski tak dipungkiri nyatanya terselip rindu yang menderu dalam hati kedua pasangan calon manten tersebut.

Seperti malam ini, Bima menghubungi Arsyila.

Meski hanya sekedar mengobrol, saling menanyakan kabar hingga pembicaraan receh nyatanya membuat hati keduanya berbunga-bunga.

Salah satu nikmat Allah yang tak bisa dihindari oleh setiap insan salah satunya adalah cinta.

Terdengar singkat dan hanya terdiri dari barisan 5 huruf, C - I - N - T - A.

Maknanya, begitu luar biasa.

Tak salah jika salah satu lirik lagu mengatakan,

"Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga."

Seperti itulah yang kini dirasakan 2 sejoli, sepasang dua anak manusia yang sebentar lagi akan mengikat janji sehidup sesurga.

"Ya sudah kalau gitu, Adek bobo ya. Jangan lupa baca doa." kata terakhir Bima sebelum menutup telp meski sudah sejak 10 menit yang lalu keduanya sepakat mengakhiri obrolan namun hati masih ingin bertaut memanjakan telinga melalui suara merdu orang tercinta.

"Iya Mas. Mas juga tidur. Mas besok kan ada acara bhakti sosial bersama warga. Jangan sampai telat. Masa Pak Kades kesiangan." tawa Arsyila nun jauh disana mampu menyejukkan hati Bima yang dilanda gersangnya rindu.

"Dek, masih seminggu lagi ya pulangnya?" seolah saat jatuh cinta ilmu berhitung dan kemampuan mengingat seketika luluh lantah.

"Iya Mas." meski tak bisa melihat karena memang Arsyila tidak mau VC Bima bisa membayangkan senyum manis yang sejak pertama ia lihat telah membuatnya jatuh cinta pada Arsyila.

"Ah iya. Entah mengapa rasanya lama sekali Dek." Bima menggaruk kepalanya meski tidak gatal.

Andai Arsyila melihat ekspresi wajah calon suaminya tentu akan sangat lucu wajah Bima saat ini.

"Dek, kalau gitu Mas tutup telp ya. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Akhirnya kini keduanya benar-benar mengakhiri panggilan telp nya.

Semilir angin dari balkon kamar hotel Arsyila terasa dingin ditubuhnya.

Arsyila memang memilih bersantai di balkon sambil melepas rindu dengan sang calon imamnya.

Sementara Bu Bekti sedang keluar hotel membeli keperluannya.

🌺

Disebuah apartement, Kamila duduk berhadapan dengan seseorang yang selalu malas untuk ia temui.

"Sekarang kami sudah lulus Kamila, Ayah mau kamu melanjutkan S2 diluar negeri!"

Kamila tak menjawab pria yang memanggil dirinya dengan sebutan Ayah pada Kamila itu menatap putrinya dengan tajam.

"Kamila. Jawab Ayah!"

Pria baya yang masih terlihat bugar itu menaikkan suaranya seiring sang putri yang diam seribu bahasa.

"Lakukan sesuka hati Ayah! Lakukan jika itu membuat Ayah puas! Lakukan bila itu buat Ayah bahagia sama seperti saat Ayah mengabaikan Mama hingga akhir hidupnya!" suara lantang Kamila yang sejak tadi diam saja dengan semua kata-kata Ayahnya seketika pecah.

Plak!

Suara tamparan itu terdengar nyaring.

Bisa dibayangkan betapa sakit pipi halus kamila manakala tangan besar itu mendarat mulus di pipi kanannya.

Namun rasa sakit itu tak sebanding dengan luka batin yang Kamila rasakan selama ini.

Tatapan rasa bersalah kini terlihat jelas manakala lukisan gambar tangan dipipi kanan putri yang sebenarnya ia sayangi dan cintai.

Kamila menatap nyalang sesaat pada pria yang bergelar Ayah baginya sebelum ia pergi ke kamarnya membanting pintu dengan keras.

Pria baya itu mengusap wajahnya kasar.

Penyesalan akan apa yang baru saja ia lakukan pada putrinya, nyatanya membuat sang putri semakin membenci dirinya.

"Laras, maaf aku. Lagi dan lagi aku menyakitimu. Menyakiti putri kita. Maafkan aku." Pria baya itu menatap sebuah figura yang terpajang di sudut apartement Kamila.

Menghapus airmata yang sempat jatuh, kemudian keluar, meninggalkan apartement Kamila.

Tak ada suara isakan yang terdengar, hanya air mata yang mengalir tanpa henti dari kedua netra bulat Kamila.

🌺

Di kediaman Bima tepatnya dikamar Tista kini kedua sahabag sedang berbincang, Hana sahabat Tista sedang menginap dirumah mereka.

"Han, besok kita akan ikut Mas Bima bhakti sosial, kamu sudah siapkan apa yang kamu mau bawa?"

"Sudah Ta. Oh iya disini banyak anak-anak dan lansia ga Ta?"

"Kalo Mas Bima bilang sih anak-anak Ta yang banyak. Memang kenapa?"

"Enggak, cuma takut souvenirnya kurang."

Tista dan Hana sama-sama mengambil jurusan kedokteran di kampus yang sama hanya saja Tista mengambil kedokteran umum sedangkan Hana kedokteran gigi.

"Cukup sih Han kalau segitu, malah lebih insha Allah." Tista melihat souvenir yang akan dibagikan Hana berisi, sikat gigi, pasta gigi, pencuci mulut.

🌺

Suasana Cafe yang ramai seperti biasa didominasi oleh anak-anak UG membuat malam itu begitu semarak.

Berbanding terbalik dengan sang pemilik yang kini memilih duduk di kantor menepi seolah enggan membaur memilih menenangkan hati.

"Kak Angga!"

"Astagfirullah! Num, ngagetin aja!" Angga terhenyak manakala suara Hanum yang melengking memanggilnya.

"Ye, Hanum panggil Kak Angga berkali-kali, udah ketok pintu juga, tapi ga ada jawaban. Makanya Hanum masuk!"

Hanum memang sering datang bersama teman lainnya ke Cafe yang merupakan milik Angga.

Angga sudah sejak 3 tahun lalu membangun Cafe tersebut.

Angga memiliki kemandirian dan jiwa bisnis yang sejak.

Meski berasal dari keluarga berada Angga tak serta terlena, bahkan ia pada awalnya enggan memegang perusahaan mendiang ayahnya.

Hanya sejak kepergian Ayahnya, barulah Angga menghandle perusahaan mendiang Ayahnya.

Itulah salah satu sebab Angga cuti beberapa semester hingga ia masih belum lulus di usianya kini.

"Kak Angga masih mikirin Bu Syila?"

"Jangan ngaco Num!"

"Ya, emang sih spek bidadari kayak Bu Syila limited edition, tapi udah punya orang Kak! Masa kita doain Bu Syila gagal merried." ucap Hanum asal.

"Jangan sembarangan kamu kalo ngomong! Ga baik!"

"Ya makanya, tuh dibawah anak-anak nyariin Kak Angga."

"Iya nanti. Kamu keluar sana, ganggu aja!"

"Dih, sensi aja yang lagi patah hati!"

Sebelum mendapat serangan mata melotot Angga, Hanum memilih keluar.

"Fokus Ga! Fokus! Perbaiki diri, lulus kuliah, fokus ke perusahaan dan bikin Bunda bahagia!" Angga meyakinkah hatinya yang memang tak ia pungkiri ada rasa sakit tak berdarah mengingat dosen yang berhasil mencuri hatinya sebentar lagi akan menjadi milik orang.

🌺

Disebuah rumah sederhana, tampak Wiwi sedang duduk berbincang dengan ayahnya.

"Wi, kamu belum jawab pertanyaan Bapak. Siapa laki-laki yang waktu itu antar kamu."

"Teman Wiwi Pak."

"Kamu ada hubungan sama dia?"

Wiwi diam tak menjawab.

"Siapa namanya?"

"Aris Pak."

"Bapak ga pernah larang kamu dekat dengan siapa pun, namun Bapak ga mau terulang seperti dulu." tampak wajah Bapak Wiwi teringat keinginannya saat hendak menjodohkan Wiwi dengan juragan Bambang kala itu yang berakhir dilabraknya Wiwi oleh istri juragan Bambang.

"Mas Aris ga punya istri Pak. Jangan takut ada yang labrak Wiwi lagi. Cuma," Wiwi menggantung kata-katanya.

"Cuma apa Wi?" Bapak Wiwi terlihat khawatir anaknya menggantung kalimat.

"Cuma, Mas Aris duda."

🌺

..."Ketika sedih, aku bersinar bagaikan bintang pagi. Ketika patah hati, hakekatku justru tersingkap sendiri. Ketika aku diam dan tenang seperti bumi, tangisku bagaikan guntur yang menggigilkan surga di langit tertinggi."...

...- Jalaludin Rumi -...

..._________🍃🌺🍃_________...

...Waalaikumsalam Wr.Wb....

...Reader jangan lupa support...

...Like dan Kembang Kopinya ya!...

...Terima Kasih sudah membaca karya Author...

...Alhamdulillah...

..._________🍃🌺🍃_________...

1
Sandisalbiah
bersyukurlah bagi mereka para org tua yg bisa mendukung ank" utk mencapai cita-cita dan impiannya, krn tdk semua org mampu utk mewujudkan impian ank" mereka..
falea sezi
Bima dateng gak biar dia tau buang berlian demi kerikil
Dewi Nurani
emang ada dosen setidak sopan itu , kasian dong nama baik dosen jadi tercoreng seperti orang yg tidak berpendidikan
solihin 78
kata kata yang luar. biasa dari seorang suami ke istri nya
Lena Sari
bagus cerita mu thorrr.
imelda samir
karya yg bagus, terimamkasih.buat author.
Cellestria
Aku mampir ya thor~ jangan lupa untuk mampir balik🤗🤭 Tetap semangat thor~
𝐈𝐬𝐭𝐲
lah kok sudah tamat aja Thor.. gak ada bonusnya kah🤭
Radya Arynda
semangaat ber karya💪💪💪💪💪
solihin 78
Alhamdulillah selesai juga karya ini Terimakasih kak atas karya nya semoga tercipta karya yang lebih baik lagi amin
𝐈𝐬𝐭𝐲
eh dimas datang juga, kirain gak datang ke acara nikahan syila n angga... 🤭
solihin 78
kak author cerita kan dong bagaimana Dimas bisa keduluan Angga dalam mengkhitbah syila
sementara ibu nya Dimas sudah mau memberikan Restu dan mendatangi kedua orang tua syila
tapi koq gak jadi
ya seperti flasback gitu kak biar gak penasaran aja para readers nya
solihin 78
nah obat nya Kamila
solihin 78
semoga Dimas ikhlas melepas syila
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪💪
Hafidz Rivandra
Slmat,,, smga SAMAWA
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah Sah juga Semoga SAMAWA ya, eh dimas kemana kok gak nongol apa dia lagi shock ya... 🤭
𝐈𝐬𝐭𝐲
yes syila menerima lamaran Angga, semoga lancar sampai akad..
Nyonya Gunawan
Akhirnya sah smoga samawa..
solihin 78
lanjut kak
akhirnya syila menemukan jodoh nya
semoga samawa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!