Harapan dalam berumah tangga adalah kebahagiaan,hidup damai dan tenang namun berbeda dengan kisah Nirmala Anindia yang memiliki suami yang sama sekali tak pernah melihat Keberadaannya..
Suatu hari Mala memergoki Jimmi sedang berselingkuh dengan seorang wanita cantik bernama Anita.
Jimmi Mahendara adalah suami Mala,mereke menikah karena di jodohkan dan Mala yang selalu tampil apa adanya membuat Jimmi mencari wanita lain untuk memenuhi hasratnya..
Hingga suatu hari Mala terjatuh hingga membuat Mala hampir kehilangan nyawanya,malang tak dapat di tolak anak yang ada dalam kandungan Mala pun meninggal karena Mala mengalami keguguran..
Bertahun tahun Mala terpuruk dalam dilema hingga suatu hari Mala mulai berfikir untuk membalas dendam terhadap Jimmi dengan bantuan Attala lelaki yang dengan sangat tulus mencintainya akankah Mala kembali lagi pada Jimmi ataukah Mala akan melabuhkan hatinya pada Atta laki laki yang tulus mencintainya..
Simak kisah selengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 33
Jimmi semakin terpuruk dengan keadaannya saat ini hatinya belum bisa menerima segalanya, rasa sesalnya karena telah kehilangan Mala membuat Jimmi semakin kacau..
"La kembalilah bersamaku aku janji aku akan membuat kamu bahagia dan aku juga janji aku akan memberikan segalanya untukmu. Mala kembali."
Jimmi kini pun semakin terlihat tak terawat bahkan untuk mengurus dirinya sendiri saja dia sudah enggak bisa, dan Jimmi memutuskan untuk menemui Mala dan mengajaknya untuk rujuk..
Sementara itu Mala dan Atta sedang sarapan bersama di rumah mereka karena setelah ini Mala dan Atta memutuskan untuk tinggal di apartemen supaya mereka bisa leluasa berdua...
"Sayang kamu harus makan yang banyak ya biar kamu sehat aku gak mau punya istri yang kurus aku mau punya istri yang gemuk biar hangat saat ku peluk." bisik Atta di telinga Mala.
Mala pun tersipu malu setelah mendengar ucapan sang suami yang menurutnya menggoda dirinya..
"Mas ini apaan si aku jadi malu." ucap Mala sembari menikmati sarapannya..
"Tapi suka kan?" ledek Atta sembari mencium pipi kanan Mala..
" Mas malu kan ada Bibi kenapa main cium aja." keluh Mala yang merasa bahwa sikap Atta sangat berlebihan..
Atta pun tersenyum genit kearah Mala..
"Kita ini sudah menikah sayang walaupun masih secara siri dan kita juga sudah halal untuk melakukan apapun jadi Mas mau setelah kita pulang ke apartemen kamu harus selalu mengikuti apa yang aku mau.Ingat menyenangkan suami itu imbalannya syurga loh." Atta kembali meledek Mala hal itu membuat Mala merasa malu..
"Iya Mas baiklah aku juga ingin mencari syurga supaya nanti aku bisa mengajakmu bersamaku. Tapi tergantung imam si kalau imamnya baik tentu saja makmumnya akan baik tapi kalau imamnya buruk bagaimana dengan makmumnya" ucap Mala hal itu membuat Atta kembali berfikir..
"Iya sayang kamu jangan khawatir aku akan selalu menjadi Atta kamu dan aku juga akan selalu menjaga dan mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Tapi jika aku boleh meminta aku ingin kamu yang selalu mengingatkanku karena kamu sangat berharga untukku." Atta pun kembali memeluk Mala dan kini Mala pun menurut dengan apa yang di lakukan oleh Atta..
Setelah selesai sarapan kini Atta dan Mala pun berangkat bekerja,mereka terlihat sangat romantis apalagi Atta yang selalu bisa membuat hati Mala merasakan cinta yang luar biasa..
Sesampainya di kantor Mala dan Atta pun berpisah karena ruangan mereka tentu saja berbeda dan terpisah..
"Ya sudah Mas naik dulu ya kamu kerjanya jangan di forsir takut kamu capek atau setelah ini kamu gak usah kerja aja kamu tinggal tunggu aku saja di rumah kita." ucap Atta sembari mencium kening Mala.
Mala pun mencium punggung tangan laki laki yang kini telah menjadi suaminya itu..
"Iya Mas tapi aku masih ingin bekerja aku jenuh jika harus di rumah lagi pula aku sudah terbiasa dan mungkin sulit jika aku harus berhenti sekarang."
Atta pun tak mau memaksakan kehendaknya kepada Mala karena Atta sendiri senang jika Mala berada di dekatnya setiap saat karena Atta tak mau kehilangan wanita yang telah mengisi semua rongga hatinya hingga tak ada celah lagi untuk wanita manapun.
"Iya sudah sayang kamu atur saja ya, tapi ingat kalau sudah capek kamu tinggal bilang saja. I love you Mas naik ke ruangan Mas ya kamu hati hati." ucap Atta lalu Atta meninggalkan Mala di lantai empat sedangkan Atta pergi ke ruangannya di lantai 12..