NovelToon NovelToon
Untukmu Dunia Ini Akan Kuhancurkan

Untukmu Dunia Ini Akan Kuhancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri / TimeTravel / Fantasi Timur / Cinta Terlarang / Anak Kembar / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Romansa Fantasi
Popularitas:70.6k
Nilai: 5
Nama Author: JA Chrysant

"Aku tak pernah ingin menjadi pahlawan, tapi aku hanya ingin menunjukan padamu langit biru yang sesungguhnya," kata Kakak sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Ideal White adalah sihir sempurna yang dapat mengabulkan segala keinginan sang pemanggilnya. Kekuatan yang menggoda para penyihir untuk mencarinya, tanpa mengetahui bahwa sihir itu hanyalah sebuah jebakan keji. Dan saat aku dan Kakakku sadar, semua telah terlambat. Pedang yang dahulu kami gunakan untuk saling melindungi kini berbalik menyakiti. Cinta dan kasih yang dahulu mewarnai hidup kami kini tercemar oleh obsesi yang fana. Karena obsesi itu aku pun kehilangan harta karun dalam hidupku.

Namun, di mata Sang Dewi, penderitaanku hanyalah sebuah drama yang menghibur kebosanannya. Tidak bisa kumaafkan. Suatu hari, dengan tangan ini... aku pasti akan membalasnya!

Daftar isi:
1. Garden of Sinners (Bab 1-64 - Sedang Revisi)
2. Unwavering Faith (64 - ongoing)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JA Chrysant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesombongan Sang Ksatria Kuda (1)

“U-uh, silau sekali,” gumamku menolak matahari yang membakar kulitku saat melangkah memasuki distrik Clariyastra yang kumuh, “Benar juga selama di simulasi Sucubian Dream, cahaya mentari tidak dapat melukaiku. Tetapi di dunia nyata ini… Cahaya adalah musuh bagi makhluk kegelapan sepertiku,” lanjutku.

Belum lagi aroma tidak sedap yang mewarnai setiap sudut distrik ini, ingin membuatku muntah. Antara bau bangkai tikus bercampur dengan kotoran dan segala jenis benda yang mengusik hidung, semua bercampur aduk mengocok lambungku. Mereka berkali-kali lipat lebih busuk dari dunia mimpi. Saat kakiku menginjak lumpur dan menodai gaun putihku, ringan kepala rasanya ingin pingsan.

Mengapa... seorang Penyihir kaya sepertiku harus pergi ke tempat menjijikan seperti ini?

Lumina tertawa cekikikan dan membuka payung untukku, “Lebaynya Putri Noctis dari dulu sampai sekarang, tak pernah berubah ya,” katanya yang mengiringi langkah kakiku.

“Kamu siapa ya…? Bukannya Lumina yang kukenal adalah wanita pemalu dengan suara lembut menenangkan hati?” cibirku.

“Tinggal enam bulan di kota Pei Jin akan mengubahmu menjadi sedikit lebih keras, Putri,” kata Lumina yang mengantarku ke sebuah rumah yang telah dikelilingi oleh para Hwarang. Menunduk hormat, Lumina pun mempersilahkanku,

“Silahkan masuk duluan dan memulai pekerjaan pertamamu, Ma Dame Clair.”

Araraa, sudah mencemplungkan diri dalam masalah apa aku ini?

Seperti sihir prediksi lainnya, Sucubian Dream bukanlah ramalan masa depan yang sempurna. Ada banyak faktor yang tak mampu diperkirakan olehnya. Salah satunya adalah sifat Lumina, yang kini lebih cerah dan percaya diri dari perempuan yang kukenal dua tahun yang lalu. Dan pula… kejutan yang menantiku di dalam rumah itu.

Aroma darah segar segera menyambutku, bersama serbuk arang yang terburai dari perapian. Di depannya, terduduk sebuah mayat laki-laki dengan tiga luka cakar raksasa merobek leher dan dadanya. Tak jauh darinya, adalah mayat seorang ibu yang memeluk anaknya yang mati, dengan luka bakar bercampur dengan berkas menyerupai ranting pohon di sekitar kulit mereka. Tanda aborescent yang hanya muncul pada mayat yang mati tersambar petir.

Samar di udara dapat kutemukan, aroma familiar dari tubuh Arthur. Di segala penjuru dapur yang berantakan itu aku dapat mencium aromanya yang segar. Dia baru saja datang kemari.

“Berantakan dan ceroboh sekali,” gumamku memasang sarum tangan hitam dan memeriksa mayat itu satu persatu, “Ma Dame Fan berpesan apa?”

Lumina mendekatiku dan berdehem menirukan gaya bicara nenek tua bangka itu, “Buktikan bahwa pelaku pembunuhan ini bukanlah seekor Daemon, cucuku yang kurang ajar.”

“Kamu bisa tulah loh, Lumina,” kataku tersenyum geli.

“Yah, tiba-tiba menghentikan pendanaan untuk penelitianku, tapi kini datang mengatakan obatku akan gagal. Siapa yang gak bakal kesal dengan penyihir tua itu?” jawab Lumina yang kemudian menyatukan tangannya dan menahan amarahnya,

“Tapi… siapapun yang melakukan semua ini pada Verrel. Aku tak sabar untuk membuangnya menjadi makanan anjing lapar,” lanjutnya.

“… Apakah seorang Dokter pantas berbicara begitu?” tanyaku sembari membuka mulut salah satu mayat itu dan mengambil secarik kertas dari tenggorokan sang anak.

“Sebut saja aku dokter yang overprotektif dengan pasien,” kata Lumina yang menunduk ingin mengintip isi surat itu, “Omong-omong, kok bisa dengan santainya Putri menebak ada surat di leher Verrel?”

Aku pun mendengus, “Klasik. Bila orang biasa bertukar surat lewat burung merpati, kami Keluarga Noctis, bertukar surat lewat mayat.”

“Mengerikan… tapi efektif juga,” komentar Lumina tersenyum ekcut.

Tertawa kecil aku melihat tingkahnya. Jujur, aku jadi lebih santai dengan tingkahnya yang polos dan terus terang seperti ini. Dengan hati-hati aku membuka isi surat itu, namun tak menemukan sesuatu pun tertulis padanya. Seolah-olah sang pelaku mengejekku dan menertawaiku yang terlambat menyelamatkan hidup Verrel.

Penghinaan klasik oleh seorang Noctis. Bila kubayangkan perselisihanku dengan Arthur adalah papan catur yang besar, saat ini dia sedang menyekak Rajaku dengan ksatrianya yang sombong. Dia meremehkanku dengan tidak repot-repot menutupi jejaknya membunuh karakter kunci dalam rencanaku.

“Jelas, ini semua perbuatan manusia. Tapi bagaimana cara aku bisa meyakinkan manusia-manusia  itu? Tentu saja mereka tak akan mempercayai seekor Daemon sepertiku,” gumamku melepas sarum tangan dan meminta para Hwarang untuk membakarnya,

“Boleh juga bocah itu.”

Lumina menepuk tangannya, “Berarti dugaan kita sama ya Putri? Pembunuh bengis itu tak lain adalah Matrovska yang menyerangku semalam, Arthur Arpeggio Noctis,” katanya yang kemudian memanggil bola api magma di tangannya yang membara sama dengan emosinya, “Tunggu apa lagi Putri. Ayo, kita bakar bocah tengik itu!”

“Araraaa, sabar, asistenku yang emosian. Apa yang bisa dilakukan dua orang penyihir melawan seorang ksatria spesialis pemburu penyihir?” tanyaku.

"Eh? Kan Putri Sang Daemon Bulan, salah satu dari tujuh penyihir terkuat di Kinje? Masa melawan seorang Matrovska aja kalah?”

Tertawa geli aku, “U-uhh, gimana ya jelasinnya,” kataku yang kemudian mencoba meniru sihir Lumina tapi yang muncul hanyalah kedutan api yang menyedihkan, “Sesungguhnya… aku tak punya bakat sihir sama sekali, Lumina. Aku bisa mendapatkan posisiku, ummm, dengan banyak manuver dan perjanjian gelap. Intinya, Ma Dame Clair hanyalah titel semata.”

Langsung melototlah Lumina dan mengguncang kedua pundakku, “S-S-Seriusan, Putri? K-Kalau begitu cerita tentang kehebatan Putri mengalahkan penyihir di Hilfheim? Kebangkitan Putri setelah dieksekusi itu… semua hanya cerita bohong belaka?”

“Yup. Kamu kan anaknya Danius, harusnya paham dong, kenapa aku deket banget dengannya? Untuk menyebarkan rumor tentangku tentu saja,” kataku yang kemudian duduk di kursi meja makan dan menyilangkan kaki, “Pada hari eksekusiku, kami menciptakan boneka yang mirip sekali denganku. Diciptakan oleh pengrajin paling ulet, digerakkan dengan tali sihir, didanai dengan uang yang sangat besar. Siapapun takkan percaya bahwa yang mati di hari itu bukanlah aku, melainkan boneka biasa.”

Membekap wajahnya tak percaya, Lumina pun berkata,”Jadi intinya… Putri Noctis ingin berkata bahwa sihir Putri adalah uang?”

“Pernahkah kamu melihatku bertarung?”

“Tidak. Bahkan di malam itu, Putri hampir lari terbirit-birit,” kata Lumina mengingat malam pertemuanku dengan ‘Para Fenrir’ yang adalah koleksi mayat hidup Necromancer itu.

Wanita ini pun… jauh lebih mematikan dari tampang manisnya. Tak ada orang yang masih waras akan mencemplungkan diri dalam Kegelapan ilmu Necromancy. Hanyalah mereka yang terkutuk kehilangan orang yang dikasihinya akan mencoba ilmu gelap itu dan menemukan kekecewaan. Mungkin itulah yang menjelaskan betapa terlipatnya sifat Lumina… menjadi Penyihir dengan hati dingin, yang bahkan tak berkedip melihat keganasan di rumah ini. Kalau Lumina yang kukenal, dia sudah pingsan dari tadi.

“Yah, tugasmu sekarang adalah melindungiku, Asistenku, Lumina Sang Necromancer,” kataku yang memasang kembali jubahku dan pergi ke depan pintu.

Senyum sinis yang sangat tak cocok dengan wajah lembut itu pun tersungging, ketika ia berkata, “Kalau Putri mati, apakah boleh aku menjadikanmu salah satu koleksiku?"

Mendengus geli, aku pun pergi dan menjawab, “Jangan menyerangku aku saat tidur, oke?”

“Hihihi, siapa yang akan tahu? Putri Noctis adalah spesimen yang sangat menarik,” balas Lumina menyusul dan berjalan di sisiku.

“Hey, sifat aslimu keluar tahu.”

“Hihihih!”

Haaah… Gawat ini. Memiliki asisten yang entah kapan akan menjadikanku zombie kesayangannya, atau adik yang akan memburu hidupku untuk ‘menyelamatkan dunia’, mengapa sepertinya takdir selalu menuntunku dalam situasi yang rumit? Yah, untung saja, Lumina cukup polos untuk kubohongi dengan mudah.

Tetapi Arthur telah mengambil langkah pertamanya. Terjebak dalam permainan mematikan ini, mau tak mau aku harus mengambil langkah. Sama denganku yang juga mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, Arthur juga tahu… Malah kemungkinan besar, dia jauh lebih tahu. Karena itulah, Arthur mematahkan kesempatanku untuk menyempurnakan obat Lifebane.

Dan seperti seorang pemburu yang handal, dia menantikanku melakukan kesalahan sebelum menyergapku.

“Menarik sekali, Artie,” gumamku membekap mulutku, menyembunyikan senyum penuh taring yang tak sabar melihat wajah putus asa Arthur, setelah semua rencananya gagal.

1
Sandra_Tionn
Akhirnya setelah sekian lama update lagi,
Btw itu Clair kan si pedagang licik kok agak beda ya padahal bagusan yang dulu deskripsi sikapnya.
JA Chrysant: habis nelan Kakaknya, Clair bertobat Kak wkwkw
total 1 replies
Sandra_Tionn
aku sabar dan setia menunggu
JA Chrysant: waah, terima kasih Kak 😊
total 1 replies
Sandra_Tionn
Apakah akan perang melawan white order ?
Sandra_Tionn: nah ini ni yang bikin penasaran
total 2 replies
Sandra_Tionn
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya update juga
JA Chrysant: wkkwkw maaf ya Kak lama updatenya
total 1 replies
Sandra_Tionn
Mau ratusan tahun, yang namanya Arthur sama aja rupanya
Nyinyi
.
Sandra_Tionn
Seburuk itukah tulisannya, itu toko Dewi black company yang lu sembah Chrysant :v
JA Chrysant: wkkwe yuuppp, selera estetik Clair cukup unik, tulisan dan gambar yg dia bikin jelek. Untungnya dia pedagang ulung 🤣
total 1 replies
Sandra_Tionn
Pahlawan telah datang
Sandra_Tionn
Rencana yang sangat amat bagus Saber
JA Chrysant: kwkwkkwkw Saber udah nggak ada ide lagi karena kepepet 🤣
total 1 replies
Sandra_Tionn
Bentar, ini Quina yang kekuatannya di curi Arthur di masa lalu kan
Sandra_Tionn: Jadi kasihan.. Wkwkwk
total 2 replies
Sandra_Tionn
Biar ku tebak, Tujuan Luciel adalah membangkitkan tuanya
JA Chrysant: bisa jadi, soalnya dia bermain dengan waktu untuk memanggil sesuatu di dunia? tapi apa ya?
total 1 replies
Sandra_Tionn
Kaget gw sama faktanya
JA Chrysant: plot twist? wkwkkw
total 1 replies
Sandra_Tionn
Desain karakternya mirip Shub-Niggurath
JA Chrysant: kwkwkw kira kira bentuknya kyk gitulah 🤣
total 1 replies
Sandra_Tionn
kok kekuatan Khanza mirip Clair
JA Chrysant: Yup, lebih tepatnya Khanza meniru kekuatan Clair untuk menjalankan tugasnya waktu itu wkwk tpi tetep nggak ada penyihir sekuat Clair dungz
total 1 replies
Sandra_Tionn
gw kira yang hancurkan junon itu Clair
JA Chrysant: wkwkkw bukan kok, yang ngancurin The Reaper beneran
total 1 replies
Sandra_Tionn
Jadi ini bukan Arthur yang dulu
JA Chrysant: yuupp, dia cuma penerusnya nama Arthur Kak hehe. tapi Si Bulan jadi Dewi jya era ini 😊
total 1 replies
Polimiksin A
duh jiwa bisnisnya Bun ! wkwkkw
JA Chrysant: selalu mengambil kesempatan di kesempitan hehe
total 1 replies
Polimiksin A
bayangin Mentari nyari Bulan lucu banget!
JA Chrysant: yuppp
total 1 replies
Gentamicin
wkakakkakaka keponakan yg jatuh cinta dgn bibinya, waduh plot thickens
JA Chrysant: nda kok Kak, aman amaan :3
total 1 replies
Amoxicillin
waw, Ma Dame Fan op banget ! pasti punya peran kunci nih di cerita. hmm penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!