NovelToon NovelToon
Istriku Orang Rimba

Istriku Orang Rimba

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Menantu Pria/matrilokal / Cintapertama / Tamat
Popularitas:352k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Regar

Zulkarnain tak menyangka, bujang lapuk sepertinya akan menikahi wanita dari Suku Rimba yang menghuni pedalaman Bukit Barisan, Sumatera.

Itu semua bermula, saat ia tertimpa musibah dan hanyut terbawa arus sungai yang kebetulan ditemukan oleh Beleza, gadis Rimba. Dalam kondisi tak sadarkan diri, Zul dibawa kembali ke komunitasnya dan dipaksa menikahi Beleza.

Apa yang terjadi selajutnya? Apakah Zul rela menjadi suami Beleza atau berusaha kembali ke kampungnya?

Yuk, langsung meluncur ke bab Satu, ya dan ikuti terus kisah romantis antara Zul bersama Beleza.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mandi di Gua Dekat Pondok Persinggahan

Beleza membuka mulutnya lebar-lebar, sehingga mengerutkan kening Zul melihatnya dan ingin tertawa terpingkal-pingkal. Namun, ia menahannya agar Belezatak malu dan malah merajuk, tentu itu sangat merepotkan—bisa ditelan ibu mertuanya dia nanti.

“Kemesraan ini ... janganlah cepat berlalu ... oh, kemesraan ini....”

Malin malah merusak momen kebersamaan mereka, sehingga Beleza menatap tajam ke arahnya—karena saat tadi adalah momen paling berharga baginya.

Malin mundur selangkah dan tak jadi memasuki dapur umum Suku Rimba, padahal awalnya ia ingin mencari makanan karena merasa lapar. Namun, tatapan Beleza padanya seperti hantu Valak dalam film the nun saja. “Ah, perutku mulas, sampai jumpa!” Malin langsung kabur dari sana.

“Tak perlu marah begitu, nih Abang suapin lagi. Aaaaaaaa!” Zul tahu suasana hati Beleza berubah ketika diganggu oleh Malin.

Beleza kembali membuka lebar-lebar mulutnya dan menyantap makanan dari suapan Zul. Kadang-kadang ia malah tak sengaja menggigit tangan Zul, karena sebenarnya ia gugup—walaupun tampak dipermukaan sangat agresif.

“Abang ... gantian Eza yang menyuapi Abang,” kata Beleza ingin melakukan hal sebaliknya juga.

Zul menoleh ke sekelilingnya apakah ada orang lain yang memperhatikan mereka.

“Baiklah...,” sahut Zul segera menganga lah mulutnya menantikan asupan makanan dari bininya.

Dengan senyum cerah Beleza menyuapi Zul. Namun, yang terjadi Zul malah tersedak karena ia memasukkan tangannya terlalu dalam ke mulut suami tampannya itu.

Beleza panik dan langsung mengambil wadah air yang ada didekatnya dan memasukkan semua air itu ke mulut Zul hingga tumpah ruah.

Bukannya sembuh, malah tambah parah. Sampai-sampai air itu keluar dari hidung Zul, dan bila hal ini dilakukan oleh orang lain—maka Zul pasti berpikir orang itu telah mencoba untuk membunuhnya.

“Sudah-sudah, tak usah panik ukhuk-ukhuk ....”

Zul menenangkan Beleza yang tampak panik dan Zul memegangi dadanya—menarik nafas dalam-dalam. “Huh ... hampir saja, bukannya mesra, malah hampir menyetor nyawa,” gumam Zul tersenyum masam menatap Beleza.

“Kau tak apa Bang? Apa Eza perlu berikan nafas buatan,“ katanya dengan panik.

“Sudah tak apa," sahut Zul. “Kalau nafasmu nggak bau sih, aku oke-oke saja, tapi ini nafasnya bisa membuat orang nge-fly hingga mendarat di Bulan ha-ha-ha ....” Zul bercanda.

“Ah, Abang nih, bisa aja. Eza tak akan mengigit lidah abang loh,” sahut Beleza malu-malu kucing.

Seandainya Beleza adalah makhluk mitologi kucing seperti di anime, mungkin ekornya sudah goyang-goyang tak karuan mendengar gombalan maut Zul ini.

“Baiklah, ayo kubuat kau menjadi seindah bunga mawar tak seperti Raflesia lagi.”

Zul mengajak Beleza ke sungai, karena Pangir buatannya telah dingin. Tak lupa ia juga mengambil sabut kelapa serta arang kayu bakar dari dapur umum Suku Rimba.

“Bang kita mandi di gua saja, biasanya para gadis mandi di sana, supaya para pria tak mengintip,” sela Beleza segera memimpin jalan menuju gua yang berjarak cuma lima puluh meter dari Pondok Persinggahan Suku Rimba.

Mulut gua itu bahkan masih terlihat dari oleh tim Pengintai Suku Rimba yang ada di atas pohon. Namun, bagian dalamnya tidak terlihat karena agak gelap.

Zul memperhatikan sekelilingnya, Air di dalam gua itu ternyata bersumber dari rembesan dinding gua, mungkin karena di atas gua banyak tumbuh pepohonan—makanya air merembes ke dinding gua.

“Tidak bisa melarikan diri dari sini, padahal tempat ini tak terpantau oleh Pengintai Suku Rimba,” sesal Zul—karena di ujung gua malah buntu.

Tanpa aba-aba dari Zul, Beleza langsung membuka pakaiannya—membuat Zul terbelalak melihatnya. Ini pertama kalinya ia melihat pemandangan yang sering dikhayalkan oleh jomblo ngenes di luar sana secara langsung begini, tentu situs Dajjal yang terkoneksi di smartphone-nya dulu tidak masuk hitungan.

“Ayo Bang, kita mandi. Kau tak membuka pakaianmu. Biar Eza cuciin!” seru Beleza tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Zul tersenyum masam, ia ragu-ragu untuk membuka pakaiannya. Tapi ia kemudian berpikir, kenapa harus malu. Toh, wanita yang ada dihadapannya ini adalah istri sahnya, yang diakui oleh hukum adat Suku Rimba.

“Aaaaaaaaaaaaa!” Beleza terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapannya itu. “Kenapa ada lintah di sana!” Dia segera mengambil batu dan hendak melemparnya.

Namun, Zul menjitak kening Beleza. “Jangan berteriak bodoh! Nanti aku dikira melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan dihajar massa.”

Zul bertingkah seolah-olah tak terpikat melihat bininya yang tidak ada sehelai benang pun yang menutupinya itu. Padahal sesuatu ditubuhnya saat ini sedang mencapai tegangan tinggi—bahkan dibutuhkan saklar untuk memadamkannya.

Namun, tekatnya sudah bulat untuk menghindari hubungan spesial dengan Beleza agar bininya itu tetap suci—sehingga ia tak merasa bersalah ketika suatu waktu melarikan diri meninggalkannya.

1
Dedih Juhendi
sangat bagus sekali aku suka, cerita nya enteng dan mudah dipahami. maksih. buat lagi cerita kaya gini. MANTAP PISAN👌👌👌
hairul amin
Luar biasa
Rhakean Djati
menghibur sekali. dan kayak yg udah² karya babang tampan ini, gak bertele-tele.salute
Rhakean Djati
buset. bunga raflesia.hahahaa
Rhakean Djati
sebelas,duabelas. antara bos sama pekerjanya.hehehee
cupa
topmarkotop
cupa
iya donk, secara banh regar punya otot sebesar kaki sapi, tungginya kayak jerapah, dah gitu putih bangettt, kyak salju, ampe kagak ada darahnya... jadi banh regar sangay sempurna
Adhani Pakpahan
haha.. kocak
Aulya Putri
bang saya orang sumpu 😑
Bang Regar: Sumpu dekat gunung goba, kah? Saya tinggal di Sungai Pimping😁😁😁
total 1 replies
QueenDevil
Lemah banget dah mc nya, cemen harusnya tokoh utama itu kuat lah setidaknya yakali udah miskin, preman kampung yang katanya bisa silat dikit" takit
QueenDevil: dikit" takut
total 1 replies
palupi
ceritanya sangat bagus... bikin ngakak.
makasih author terganteng...🙏🥰
AitchAre
pasti typo nama bapak nya nih wkwkwk
AitchAre
anying ke isekai
AitchAre
WIBU!
Roni Yakub
mantap bang......
Doe He
2 pilihan
klu nolak.jd persembahan
di trima jadi orang dalam wkwkwk.nasib mu malang kali zul
Arsi Oke
sedap kali ceritanya, ini baru bab 1, kek pengalaman aja lah. lanjut bang.
Xuan Yuan
dua²nya sial 🤣🤣🤣
Refi Ana
🤣🤣alamak benar kali
ar wahkhu
kok awak agak mual ya bang. 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!