NovelToon NovelToon
Mantan Terindah

Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintamanis / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: rini sya

Demi menikahi cinta lamanya, Zein menceraikan istri sahnya.

Mungkinkah Zein akan menyesali keputusannya itu?

Sekuel dari Penjara Cinta Untuk Stella.

Semoga suka😍😍 Stay Tune😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha

Braakkkk....

Di kompleks perumahan miliknya, karena terburu-buru, Vita tak menyadari bahwa dari arah sebelah kanan ada pengendara sepeda motor yang melaju kencang. Vita yang baru melihat sisi kiri, tak sengaja menginjak pedal gasnya. Pengendara sepeda motor terkejut, lalu oleng dan brakkk....kecelakaan pun tak terhindarkan. Pengendara tersebut ambruk dan jatuh ke selokan.

"Astaghfirullah... " pekik Vita kaget. Lalu ia pun segera menepikan mobilnya dan turun untuk melihat siapa yang ia tabrak dan menabraknya.

Ternyata adalah driver ojek online. Dengan masih memakai atribut lengkap, driver tersebut terlihat pingsan di selokan.

Beruntung dia masih berada di depan rumah. Dengan cepat Vita pun berteriak memanggil nama pegawai di rumahnya untuk membantunya membopong pengemudi ojek tersebut untuk memasukkannya ke dalam mobil.

"Terima kasih semuanya, Mamang tolong mamang ikut aku ke rumah sakit!" pinta Vita, gemetar. Karena ini adalah kesalahan pertamanya menabrak orang hingga pingsan.

Sungguh, Vita selalu takut dengan orang-orang yang terluka. Vita selalu takut dengan rumah sakit. Karena ia sering berurusan dengan orang-orang sakit, jadi rasanya lelah saja.

Vita melakukan kendarannya dengan sangat kencang. Namun sebelumnya ia meminta pegawainya itu untuk membuka penutup kepala pria yang ia tabrak. Meskipun belum melihat secara gamblang, tapi ia yakin bahwa pria yang ia tabrak itu masih muda.

Ya Allah, tolong jangan kasih dia mati. Aku takut Ya Allah. Vita terus berdoa di dalam hati. Agar pria yang ia tabrak baik-baik saja. Tidak terjadi sesuatu pun yang membuat pria ini kehilangan nyawanya. Karena terlihat darah mulai merembes dari lengan nya. Kemungkinan tangannya lah yang terluka parah.

Sesampainya di rumah sakit, sang korban langsung mendapatkan penanganan. Sedangkan Vita dan pegawainya diminta untuk menunggu di luar.

***

Di sisi lain, setelah taksi yang membawanya sampai di depan rumah, Zein langsung berlari masuk ke dalam rumah. Tentu saja untuk mencari kedua orang tuanya. Karena hanya merekalah saat ini harapan satu-satunya Zein untuk mengetahui di mana wanita yang ia cintai itu berada.

"Maaa.... Pa....." panggil Zein, sekencang yang ia bisa.

Terang saja, mendengar seseorang mencari mereka, kedua orang tua Zein langsung keluar dari ruang kerja dan mencari arah suara.

"Ada apa, Zein? Kenapa pulang nggak bilang-bilang?" tanya Laila, terlihat gugup sebab ia melihat Zein juga gugup dan gemetar. Sedangkan Laskar hanya menatap acuh pada sang putra. Entahlah, sejak Zein memutuskan untuk menceriakan Zi dan memilih wanita itu, Laskar jadi tidak respect lagi pada Zein. Kesal saja rasanya

"Ma, Pa... tolong kasih tahu, Zein. Di mana Zi berada. Zein bisa gila karena ini Ma," ucap Zein memohon. Rasanya tak sanggup lagi berdiri, pria ini langsung bersimpuh pada kedua orang tuanya. Memohon agar mereka memberi tahu di mana mantan istri dan juga calon bayinya itu.

"Untuk apa kamu mencarinya? Bukankah kamu sudah melepaskannya?" tanya Laskar acuh.

"Pa... Zi hamil, Pa. Aku mohon! Aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, Pa. Zein mohon!" ucap pria ini lagi, seperti frustasi dan tak ingin lama lama berdebat. Zein tidak tahu lagi bagianan caranya membujuk mereka. Zein tidak suka merengek seperti ini. Zein lelah.

"Heh... bukankah kami sudah memberimu kode waktu itu. Siapa suruh kamu menutup rapat telinga dan mata hatimu. Malah memilih wanita yang belum tentu bisa memberimu bahagia. Maaf Zein, kami sudah berjanji pada Zi. Zi tak ingin bertemu denganmu lagi. Papa serius," jawab Laskar, kali ini dia harus tega. Sebab ia sendiri tidak mau membuat menantu nya itu ngedrop lagi dan itu bisa berakibat fatal pada kesehatannya.

"Tapi, Pa... dia mengandung bayi Zein. Zein tidak bisa berdiam diri, Pa. Zein ingin jadi seorang ayah. Ayah yang menjaga anak-anaknya. Ampuni Zein Pa!" pinta Zein. Seketika tangis pria ini pun pecah. Rasanya ia tak sanggup lagi membayangkan jalan hidup yang akan ia lalui di kemudian hari tanpa Zi, tanpa anaknya, tanpa mereka.

"Kami adalah orang tuamu, Zein. Kami tetap memaafkanmu. Sebab apapun yang terjadi kamu tetap putra kami. Kami wajib mengingatkanmu, membimbingmu untuk kembali ke jalan yang benar. Tapi, sebelum itu papa ingin bertanya dulu," ucap Laskar tegas.

"Apa itu, Pa?" Zein memberanikan diri mengangkat wajahnya dan menatap sang ayah.

"Kamu jangan lupa, jika kamu bertemu dengan Zi dan kembali lagi pada mantan istrimu itu, masih ada satu hati lagi yang siap tidak siap akan patah karenamu. Apakah kamu siap dengan kenyataan itu?" tanya Laskar, karena ini memang harus dibicarakan jauh-jauh hari. Agar Zein tidak lagi plin-plan dan kembali goyah.

Zein diam, karena ia benar kata sang papa, bahwa ia harus siap menjadi pria jahat lagi. Pria super tega lagi. Karena akan ada hati yang terluka karena pilihannya.

"Kenapa kamu diam? Kamu tidak siap kehilangan dia kan?" tanya Laskar, kali ini pria paruh baya ini memang meremehkan sang putra. Karena menurutnya Zein masih labil dan belum bisa memantapkan hatinya.

"Tidak, Pa. Hari ini juga Zein akan terbuka pada Vita. Zein akan ceritakan semua padanya, bahwa ada Zi dan anak Zein di antara aku dan dia. Dan Zein tidak bisa kehilangan Zi dan calon bayi Zein, Pa," ucap Zein. Kali ini pria yang berprofesi sebagai pengusaha muda itu pun terlihat sungguh-sungguh terhadap pilihannya.

"Buktikan pada kami dulu bahwa kamu sungguh-sungguh telah memilih. Baru kami akan kasih tahu di mana istri dan calon bayimu. Namun, jika sekali lagi kamu menyakiti dan menyia-nyiakan mereka, maka jangan pernah berharap kamu bisa menemui mereka lagi. Ingat itu baik-baik!" ucap Laskar setengah mengancam.

"Baik, Pa!" jawab Zein seraya bangkit dari tempatnya bersimpuh lalu meninggalkan rumah ini tanpa berpikir panjang. Sebab apa yang ada di otaknya kali ini hanya Zi. Zi dan calon bayinya. Zein berjanji akan melakukan apapun untuk bisa bertemu dengan mereka. Zein akan melakukan apapun asalkan bisa menjaga mereka dengan kedua tangannya. Zein tidak ingin kembali kehilangan.

Bersambung...

Jangan lupa like komen dan vote yes... nantikan give away dari saya di akhir cerita🥰🥰🥰🥰

1
Les Tari
bagus
Leo girl
cannot brain cerita ini,kecewa tapi bagi restu,sepatutnya beritahu perkara sebenar,terserah mahu terima atau tidak,ingatkan cerita Stella je bodoh,cerita juga,aku unsubscribe,bai
Leo girl
bodoh ya cerita ini,sudah tahu abangnya sama zi(belum tahu cerai)tapi berlagak biasa saja,zein plk menyesal Dan mengakui cinta sama zi tapi biarkn vita sentuh sesuka hati,makanya disini bukan Salah vita kerana tidak tahu apa²
Dini Mulyati
bima sama Nadia aja .
cleo_aay
Aduuuuuhhhh sekarang vita yg pengen di tampoll
cleo_aay
Si zein beneran minta di tampolll
cleo_aay
sini zein sleding dikit palanya,,
Zulfa LInda
Luar biasa
R yuyun Saribanon
ni anak emang idiot
R yuyun Saribanon
laila lu juga pake otak..jangan semua keinginan anaknya di iyahin aja..nanti jadi laki2 egois, tolol dan ga bertanggung jawab
Haerul Anwar
KONY(T)OL GOBLOK
Noorjamilah Sulaiman
biarkn aja C zein tu,jgn biarkn mereka ketemu zi
Asiana Tyas
terlambat....😔😔
Asiana Tyas
Luar biasa
sintesa destania
kayaknya nadia salah satu utusan mertua
Ismalinda
Luar biasa
Nartadi Yana
hore kejutan , bima datang
Nartadi Yana
kapok Lo Mariska hamil ditinggal nggak ada yang tanggung jawab kasihan deh kamu
Nartadi Yana
Oalah begono critane Thor
Nartadi Yana
wah jangan ³ Nadia ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!