NovelToon NovelToon
I Love You Tuan Muda

I Love You Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Detektif / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:894.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayla Noona

Takdir Aqilla itu rumit.

Hidup Aqilla terasa monoton sekali. Namun, hadirnya si kembar membawa warna baru di hidup Aqilla.

Walaupun terbebani rasa bersalah yang membuncah, Aqilla tetap bertahan demi sang buah hati. Si kembar-lah alasan terbesar Aqilla untuk terus berjuang.

Ditambah kehadiran daddy kandung si kembar membuat hidup Aqilla sedikit banyak mengalami perubahan. Tawaran pernikahan beralasan si kembar sudah lelaki itu berikan. Namun, Aqilla ragu karena dia sering melihat rumah tangga tanpa cinta selalu berakhir perpisahan. Ditambah lagi, ada sosok lain yang menentang keras hubungan keduanya.

Haruskah dia menerima tawaran itu?

“Kamu bukan tidak mencintaiku. Kamu hanya belum mencintaiku, Aqilla.”
–Rayhan Albar Refalino–

“Aku tidak tau harus menjawab apa. Bukan karena aku tidak mau mencoba mencintaimu. Tapi, aku punya alasan lain kenapa aku takut mencintaimu.”
–Alzena Aqilla Jonesa–

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayla Noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 | Penyerangan

Hai, Ay hadir di sini.

Ay cuma mau kasih tahu sesuatu. Cerita ini cuma bisa update satu hari satu bab. Kecuali kalau mungkin Ay ada waktu luang, Ay usahakan ngetik double.

Tapi, Ay nggak janji. Ay itu pelajar, Sayangku. Prioritas Ay bukan novel, tapi pendidikan.

Ay ini kelas 3 SMA, masa-masa penentuan biar Ay bisa dapat universitas yang Ay mau. Sistem tatap muka di sekolah Ay itu full day, jam 4 sore baru pulang, masuk jam 7 pagi.

Pulang sekolah, Ay makan, istirahat sebentar, mandi, terus bersih-bersih rumah (biasalah, anak cewek, ye kan). Malamnya, Ay harus ngerjain tugas sekolah. Itu alasannya Ay nggak bisa ngetik terlalu banyak bab.

Tau nggak Ay ngetik bab ini di mana? DI SEKOLAH CUYY. Ay ngetik waktu jam istirahat, wkwkw. Sampe temen-temen nanyain, kenapa Ay terus-terusan megang HP.

Tolong dimengerti, ya. Ay nggak bisa kayak author lain yang bisa crazy up. Tapi, percaya, deh, Ay selalu berusaha kasih yang terbaik untuk kalian, para pembacaku.

I love you all~

...Happy reading:)...

.......

.......

.......

“Kenalkan, Jeng, ini Aqilla, calon menantuku,” ucap Reva penuh kebanggaan.

Bukan cuma teman-teman Reva yang terkejut, tapi Aqilla juga. Ia sampai melotot tak percaya.

Lho?? Kok gini, sih? Kenapa jadi calon menantu?!!

Aqilla tersenyum kikuk menyadari setiap pasang mata tengah mengamati pribadinya. Ini di luar ekspektasi! Niat Aqilla menyapa Reva, kan, karena merasa bersalah. Kenapa jadi begini situasinya? Canggung sekali.

Sementara itu, Reva masih terus menebar senyum kemenangan. Akhirnya, hari yang ditunggu telah tiba. Hari di mana ia bisa membalas rasa sakit hatinya atas segala penghinaan yang diterima. Pasti mereka semua bungkam!

“Wah, ini calon menantu Jeng Reva?”

“Cantik banget, ya.”

“Iya, cantik.”

“Warna matanya, kok, ungu, sih?”

Refleks jemari Aqilla meraba matanya sendiri. Ia selalu lupa jika rona matanya sudah diekspos ke dunia luar. “Ah, ini warna asli mata saya, Nyonya.”

“Cih, pasti pake softlens itu,” sindir wanita 1 dengan sorot sinis.

Aqilla tersenyum saja, bingung ingin menyahut bagaimana. Takut jika dia bicara, reputasi Reva dipertaruhkan. Ia, kan, tidak mau disalahkan nantinya. Lagian, corak mata violet seperti milik Aqilla ini memang langka. Jadi, wajar saja kalau beberapa insan yang melihat sedikit-banyak tidak percaya kalau ini warna mata asli.

“Nggak, Jeng. Ini memang warna aslinya.” Reve kekeh membela Aqilla. Padahal, yang dibela kebingungan karena Reva begitu yakin dengan asumsinya.

Aku, kan, nggak pernah kasih tau. Kok, nyonya besar yakin banget, ya?

“Ayo, Sayang, duduk dulu. Mami seneng banget kamu di sini,” pinta Reva senang. Ia menyiapkan satu kursi tepat di sebelahnya.

Dengan ribuan rasa kikuk, gugup, dan canggung yang mendera, Aqilla duduk di antara para ibu-ibu itu dengan gaya tegang. Ini tangannya sampai keringatan, lho. Bener-bener dah!

“Kamu mau pesan apa, Sayang?” tanya Reva lembut. Belum sempat Aqilla menjawab, Reva sudah lebih dulu memanggil pelayan.

Aku belum bilang apa-apa, lho.

Sumpah! Aqilla mo nangis.

Bukan pelayan yang hadir, melainkan manajer cafe sendiri. Dia tentu tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mendapat kenaikan jabatan dari nyonya besar keluarga Refalino.

“N–Nona Qaill?” pekik sang manajer terkejut mengenali sosok familiar di antara para wanita teman Reva. Btw, mereka itu istri-istri para lelaki kaya.

Merasa disebut, Aqilla menoleh. Dia tersenyum ramah pada manajer cafe yang menatapnya berbinar. “Halo,” sapanya balik.

“Nona Qaill? Anda di sini?! Di cafe saya?! Ah, haha.. ini sebuah kebanggaan bagi saya bisa melayani orang hebat seperti Anda.” Pria yang menjabat sebagai manajer itu membungkuk hormat. Saking antusiasnya, dia sampai meminta beberapa pelayan ikut membungkuk di depan Aqilla.

Spontan Aqilla berdiri dan meminta pria itu berdiri. Sungguh tidak nyaman jika sampai dikenali. Tapi, pekerjaannya yang menuntut Aqilla begini. Haishh..

Pada akhirnya, Aqilla memesan es krim cokelat yang kata mereka merupakan salah satu produk unggulan. Sebagai pecinta sejati, tentu saja Aqilla harus mencobanya.

“Wah, calon menantu Jeng Reva kerjanya apa?”

“Iya, sampai dihormati kayak begitu.”

“Aku juga penasaran.”

“Sa–saya.. anu..” Bingung! Aqilla bimbang ingin menjawab bagaimana. Kalau jujur, kesannya kayak sombong nggak, sih?

“Kamu polisi, kan, Sayang?” kata Reva ragu. Sebenarnya, dia juga heran dengan status profesi Aqilla. Kenapa calon menantu dadakannya ini sangat dihormati? Jika hanya sebagai polisi, belum dipastikan ia akan mendapat penghormatan macam tadi.

“Bisa dibilang begitu, Nyonya, cuma.. kurang tepat,” jawab Aqilla bingung ingin menjelaskan seperti apa. “Saya anggota IAF, International Agency Federation.”

Kaget! Semua orang yang mendengar membelalakkan mata. Siapa, sih, yang tidak tahu IAF?

Perkumpulan luar biasa yang berisikan orang-orang hebat dengan kemampuan menakjubkan dari seluruh dunia. Jika Aqilla salah satu dari mereka, itu artinya wanita ini berasal dari jajaran orang penting dunia.

“Ya ampun, aku nggak nyangka bisa ketemu sama anggota IAF hari ini,” heboh salah satu teman Reva.

Pertemuan yang awalnya dirancang untuk membahas arisan—juga saling menyindir antaranggota—kini berubah menjadi ajang pengkepoan. Hampir semua teman Reva berebut celah untuk bertanya mengenai sosok Aqilla, calon menantu Reva. Terkecuali wanita 1 yang terus mendengkus kasar karena tidak suka.

Berulang kali Aqilla menghela napas sabar, ibu-ibu rempong ini sangat mengganggu benak tenangnya.

Selamatkanlah hamba-Mu ini, Ya Allah... Hamba lelah, hiks..

...👑👑👑...

Selesai!

Satu jam sesi tanya-jawab, akhirnya perkumpulan itu dibubarkan oleh Reva. Alasannya karena ia sadar raut tidak nyaman dari Aqilla. Pasti wanita itu tidak suka dicerca banyak soal yang wajib dijawab.

Ini, kan, bukan ujian lisan.

“Beruntung banget Jeng Reva, ya,” celetuk wanita 4.

“Iya, beruntung.”

Celotehan masih berlanjut sambil melangkah keluar gedung mall. Aqilla yang sempat melirik jam sedikit terkejut mengetahui satu jam lagi putra-putrinya akan segera pulang. Ia harus bisa kabur dari percekcokan ini.

“Berhenti!”

“Aaaa...” jerit para wanita histeris.

Beberapa orang berbadan besar tengah menodongkan pistol ke arah Reva dan kawan-kawan. Wajah mereka yang sangar terlihat menyeramkan. Makanya, para wanita tadi menjerit ketakutan. Kecuali Aqilla yang malah menatap mereka datar.

Satu, dua, tiga... tiga belas.. Ada dua puluh tiga pria.

“Apa mau kalian?” tanya Reva berani.

“Kamu! Kami menginginkan kamu! Cepat serahkan dirimu baik-baik jika kamu tidak ingin ada pertumpahan darah di sini,” ancam salah satu pria yang Aqilla nilai merupakan sang ketua.

Reva berdecih sinis. Tiga orang pengawal yang ditugaskan menjaganya segera menampakkan diri. Mereka berjaga di depan Reva, sikap kuda dipasang untuk mengantisipasi ancaman.

Sang ketua gerombolan tadi memberi perintah penyerangan. Perkelahian tidak dapat dihindari. Mereka saling beradu kekuatan, berusaha menjatuhkan lawan yang tidak bisa dianggap remeh.

Beberapa menit berlalu, pengawal Reva yang merupakan anggota The Refyls mulai kewalahan. Jumlah lawan terlalu banyak, stamina ketiganya mulai habis.

Merasa situasi semakin genting, Aqilla maju ke depan. Ia melompat dan menendang dada salah pria yang ingin menikam pengawal Reva.

BRAKK!!

Tubuh pria itu terpental lumayan jauh. Padahal, Aqilla tidak memakai 100% tenaganya.

“Hei, Nona! Jangan ikut campur masalah kami,” peringat sang ketua kesal.

Aqilla tersenyum sinis. Tanpa memedulikan para pria itu, ia mengulurkan tangan pada salah pengawal Reva yang tersungkur. “Bangun, Tuan. Jika Anda menyerah di sini, tuan muda tidak akan mengampuni Anda.”

Walaupun ragu, pengawal itu menerima uluran Aqilla.

“Jaga nyonya besar,” pinta Aqilla sebelum melangkah semakin ke depan. Ketiga pengawal tadi dengan patuh menjaga Reva yang nampak khawatir dengan Aqilla.

“Nona jangan macam-macam dengan kami!” ancam salah satu pria.

“Aku? Macam-macam? Ah, nggak, kok. Aku cuma mau main satu macam aja, nggak sampe macam-macam,” gurau Aqilla dengan cengirannya.

Beginilah Aqilla mengatasi musuhnya. Dia akan mengganggap pertarungan yang terjadi sebuah permainan. Hanya saja, permainan ini harus ia menangkan. Soalnya, kalau dia kalah, taruhannya adalah nyawa.

Karena terlampau geram, rahang sang ketua sampai mengeras. Nona di depannya ini bertingkah sangat santai, meremehkan keberadaan mereka. “Apa Anda tahu siapa kami?”

“Nggak tuh. Emang siapa?”

“Kami pembunuh bayaran kelas A di kota ini!”

Cih, cuma bayaran kelas A aja belagu.

“Ululu.. aku takut nggak, ya?” Aqilla tergelak. Detik berikutnya, tawa itu menghilang tanpa jejak. Sorot mata Aqilla menajam, manik ungunya menggelap. “Kalian yang belum tahu siapa saya,” sinisnya.

Sang ketua berdecih. “SEMUANYA, SERANG NONA ITU!!!”

^^^To be continue...^^^

1
Qaisaa Nazarudin
MENURUT KU ALASAN KENZIE MEMUSUHI RAYHAN ITU GAK LOGIS,HANYA KARENA AQILLA HAMIL,ITU JUGA BUKAN KESALAHAN RAY DOANG KAN,TERUS NGAPAIN JUGA NYALAHIN RAY..ANAK AQILLA JUGA UDAH LAHIR DAN GEDE SEKARANG,MASIH AJA GAK OUAS HATI,CKK ALASANNYA, GAK MASUK AKAL MAKIN KESINI..🙄
Qaisaa Nazarudin
TAPI CANTIK DAN IMUT BANGET LHO AY,AKU SUKA,SESUAI UMUR SI JOVIN LHO..🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Cucu2 oma lagi sholat tuh..
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah disiapkan aja..Emang niang banget ya ninggalin anaknya disana..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Handsome boy..😍😍😍🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
SEPERTI NYA KEKUASAAN KELUARGA REY GAK BERGUNA,MENDING KELUARGA MAFIA,SETEBAL APAPUN BENTENGNYA ORANG YG MAU DI CARI,PASTI AKAN DIDAPATKAN SELAMBAT2 NYA DLM WAKTU 1 MINGGU,SI MAFIA NYA BAKALAN BISA MENYUAP PIHAK DLM DEMI MENDAPATKAN DATA ORANG YG DI TARGET,.LHA INI MALAH BERTAHUN2 MASIH AJA GAK BISA TEMBUS..😂
Qaisaa Nazarudin
Gumusshh banget aku dengan si kembar💋💋💋💋💋💋
Qaisaa Nazarudin
Untung nya Aqilla udah ceritain semuanya ke si kembar,Jadi gak bakal ada kesalahpahaman lagi nantinya..
Qaisaa Nazarudin
Berarti diagnosa DOKTER nya yg gak becus,darimana DOKTER mendiagnosa Rey mandul? Noh si kembar aja udah gede gaban kayak gitu..
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget putus asa nya..harusnya kamu cari tau ttg Aqilla dan si kembar,Anggap aja Allah ngasih kamu peluang kedua untuk mendapatkan Qilla,ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baguslah karena mmg Rey ditakdirkan untuk jadi bapak nya di kembar doang..
Qaisaa Nazarudin
Lho thor cepat banget?? Kenapa gak dipertemukan Jovin dan Jovan dengan bapaknya cepat?? sampai 5 tahun masih belum dipertemukan mereka? ckk ketetlaluan Aqilla..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣MENURUN BAR-BAR MOMMY NYA SEMUA..
Qaisaa Nazarudin
Muslim,Tapi kenapa anaknya semua bule..Nama indo banyak lho yg keren2 tapi pastikan gabungkan sekalian nama keluarga bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang baru ku tau umur Aqilla itu berapa,Aku pikir umurnya udah 26-27 gitu,aku sebenarnya kurang suka baca alur yg peran ceweknya umur di atas 20an apalagi udah 25+ kayak udah tua banget,Kecuali alurnya bagus..
Qaisaa Nazarudin
Waaahh kembar sepasang😍😍😍
Qaisaa Nazarudin
Ngerti banget thor,aku udah ngelahirin 4X juga,jadi tau banget gimana rasanya..😁
Qaisaa Nazarudin
Waahh outhor mah curang,Kenapa aku gak dapat feelnya Aqilla hamil dan melahirkan ya?? 😭😭
Qaisaa Nazarudin
Apa selama Qilla hamil Rey tidak mengalami hamil simpatik gitu,Atau merasa apalah gitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!