Hai, hai!
Cerita cinta romantis, action, memperjuangakan cinta sejati,
memiliki bisnis yang sama, kisah cinta diantara dua pilihan abang dan adik tiri.
Pertikaian kedua mafia pemilik kasino Internasional, penuh drama keluarga,
sanggupkah Adrian memperjuangkan hatinya untuk Fene?
setelah kepergian Bram yang menyayat hati keluarga...
mampukah Jasmine mengahadapi permintaan Adrian untuk menikahi sahabatnya sendiri Fene?
sangat memilukan, saat Adrian harus kehilangan Jasmine istri pertamanya!
melanjutkan kehidupan membesarkan putri mereka Jasmine Moreno Lim sebagai artis cilik hollywood.
Bagaimana pertemuan Fene dan Samuel Hu?
bagaimana hubungan Adrian dengan Adik kandungnya Michel Leonard Kind?
dimana cinta Aliandra Leonard Kind akan berlabuh? karena Alea sangat mengidolakan Adrian.
simak kisahnya,
nikmati ceritanya Part by part, penuh haru, dan bahagia memperjuangkan perusahaan sekaligus cinta sejati.
terimakasih,
tya calysta
🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya Calysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33. Bersama madu
Suasana baru...
Drrrrt, drrrrt...
Fene membalikkan tubuhnya melihat jam dinakas samping tempat tidur, menunjukkan pukul 03.33 waktu Jakarta.
Drrrt, drrrt...
'Jasmine.'
batin Fene melihat hpnya.
"Hmmm."
"Assalamualaikum mba."
"Ya, waalaikumsalam, kenapa Jasmine?"
"Masih tidur yah?" kekeh Jasmine.
"hmmm, iya, Adrian tadi malam maruk banget,"
sungut nya.
Jasmine tertawa lepas mendengar sungut Fene.
"Hmmm, kamu dimana? Brian gimana?"
"Haiii mami, aku ada berita bagus. Grandpa Hanz, menemani ku disini."
"Oooh ya? pantes kamu nggak rewel." goda Fene.
"Setelah ini, kami akan ke Berlin. Ok mami, mami bahagia yah, i love you."
Brian memberi hpnya pada Jasmine.
"Ya udah mba, jangan lupa subuh, saya sayang kalian."
"Miss you to." ucap Fene sangat bahagia.
Telfon tertutup.
Fene melihat Adrian pura-pura tidur.
"Kamu udah bangun?" tanya Fene mengetahui Adrian membuka matanya.
"Gimana mau tidur, cinta ku mengatakan aku maruk." kekehnya.
"kan emang iya, tiga kali Adrian, capek, pegel aku." sungut Fene manja.
Adrian duduk bersandar dikepala tempat tidur menyambut kepala Fene didadanya.
"Aku sangat mencintai mu.
Aku ingin memberikan adik pada Brian."
kecupnya pada kepala Fene.
"Ya, aku juga sangat mencintai kamu, dari dulu hingga aku menutup mata ku."
"Hmmmm, bangun kan."
goda Adrian.
Fene mengetahui maksud Adrian, hanya terkekeh geli mendengar manja suami sekaligus sahabatnya.
"Adri."
Fene menikmati setiap sentuhan Adrian.
"I love you, Fen."
kecup Adrian.
"I love you too, Dri."
"Mandi yuuukz, biar subuh di mesjid dekat sini."
pinta Adrian.
"Iya. Oya, kamu mau makan apa hari ini?"
"Makan kamu aja, nggak mau makan yang lain." goda Adrian.
"Iiiigh, kamu yah,"
kesal Fene manja.
"kamu tu, nggak boleh ngapa-ngapain, kamu harus aku manjain, karena kamu emang nggak bisa masak." kekeh Adrian.
"Kita makan diresto biasa aja yah."
pinta Fene lagi.
"Mandi dulu, sholat, habis itu kita olah raga."
Adrian menggendong cintanya, agar mandi bersama.
"Adrian, jatuh."
teriak Fene manja.
Adrian melakukan semua permintaan Jasmine, agar memanjakan madunya, tidak merasa bersalah pada mereka, karena pernikahannya.
Rasa cemburu memang ada dihati Jasmine, tapi Jasmine sangat pintar bersikap.
Fene bukan merebut suaminya, melainkan dialah yang meminta agar Fene menerima Adrian.
Jika Jasmine ada di dekat mereka, Fene lebih memilih menjadi pendiam, sungkan untuk memanjakan Adrian,
ada perasaan bersalah pada hatinya.
Jasmine sangat memahami gerak gerik Fene.
Sudah hampir 10 tahun mengabdikan diri pada perusahaan, hampir 4 tahun menikah dengan Adrian.
Jasmine dapat memahami Adrian dan Fene, sebagai sahabat yang saling mencintai.
Godaan..
Setelah subuh, Adrian dan Fene melakukan olah raga bersama.
Mereka berlari kecil mengelilingi taman area apartemen.
"Haiii pak mister."
goda gadis belia pada Adrian.
Fene melirik kearah Adrian yang kaku pada orang baru.
Adrian hanya membungkuk, tapi tidak tersenyum.
"Hmmm, bule sombong.
Padahal diakan baru nambah istri."
celoteh gadis itu pada temannya.
Fene tertegun mendengar celotehan gadis itu.
"Dri, ngeri yah berita di media? sumpel napa!"
geram Fene, masih berlari kecil.
"My love, biarlah mereka bicara.
Kita baik baik saja kok, oya, hari ini kita ke rumah sakit yah.
Memerikasakan kandungan kamu, sekalian kita buat program.
Oooh my God!!"
Adrian menepuk keningnya.
"Kenapa?"
kejut Fene.
"Aku lupa sesuatu. Jasmine meminta ku mengambil sesuatu dikamarnya."
tapak tangan Adrian masih di keningnya.
"Sesuatu apa?" tanya Fene penasaran.
"Kita pulang aja, lagian aku juga udah basah gini."
rangkul Adrian pada bahu Fene.
Sepanjang jalan Fene tidak lupa membeli beberapa cemilan untuk dimakan di rumah baru mereka.
Setiba dirumah Adrian masuk ke kamar Jasmine,
melihat amplop putih dinakas.
Adrian membawa amplop itu keluar untuk dibaca bersama Fene.
Walau mereka tinggal bersama, mereka sangat menjaga privasi area pribadi mereka.
Adrian membuka isi amplop itu.
Selembar kertas hasil labor beberapa hari lalu, menyatakan bahwa Jasmine POSITIF hamil.
Adrian sujud syukur menangis haru, memeluk Fene ikut menangis membaca berita bahagia itu.
Tanpa basa basi, Adrian menelfon Jasmine.
"Dia sengaja membawa kedua anak ku." geramnya.
Fene terkekeh geli mendengar omelan Adrian.
"Assalamualaikum beib."
"Waalaikumsalam,"
"Waduuh, kamu dikasih maduku paku? kok galak amat?" goda Jasmine.
"Kamu membawa Brian, dan membawa calon buah hati kita sayang.
Kamu sengaja buat aku kesal?"
Adrian masih menggeram.
Jasmine terkekeh bahagia.
"Sengaja, biar mba Fene juga hamil, jadi bisa sama-sama hamil."
Jasmine menenangkan Adrian.
"Cepet pulang, aku merindukan mu.
Jangan capek-capek."
"Iya bebeb, aku menikmati kota Paris bersama Brian dan Papi Hanz.
Mami masih ada acara keagamaan bersama Mami Marisa."
jelas Jasmine.
"Apa mereka tau kamu hamil?"
tanya Adrian.
"Tau bebeb, kan Petter ngirimin kesemua email keluarga, tapi tidak email kamu dan maduku."
kekehnya lagi.
"Alhamdulilah, kamu hamil juga sayang. Aku akan memberi kamu hadiah jika kamu pulang, kamu permaisuri syurga ku Jasmine."
Adrian memuji sekaligus terharu.
"Iya beib, Alhamdulilah, kita bisa hidup tenang, dan aku merasakan kamu sudah menjadi bebeb ku yang dulu. Bebeb ku sudah kembali. Aku mencintaimu bebeb. Jaga madu ku, jangan nakal."
senyum Jasmine.
"Baiklah, take care. I love you too sayang."
Adrian mengecup sayang telfonnya.
Tersenyum bahagia menatap Fene dihadapannya.
"Aku bahagia Fen, ternyata kamu keberuntungan keluarga ku."
peluk Adrian pada Fene.
"Aku juga bahagia, mendengar kamu berhasil memiliki buah hati setelah sekian lama kamu tunggu.
Semoga Jasmine selalu sehat, dan kita semua sehat."
Fene mengalungkan tangannya ke leher Adrian.
"Kita kemana hari ini?"
goda Adrian.
"Puncak?"
Adrian membaringkan tubuh Fene disofa,
"bukan puncak ini Dri, mesum banget seeeh!"
kesal Fene.
"Jadi??"
"Puncak Bogor Adrian Moreno Lim."
kekeh Fene berusaha lepas dari dekapan cinta sejatinya.***
Bram, cintamu ke fene sampai mati ....😭
pusing aku Thor😂😂
kenapa banyak cinta untuk fene, kenapa berjodoh denganx....
bentar tak baca sampai habis biar bisa tau jalan cerita n kisah mereka 🤗🤗🤗