NovelToon NovelToon
Terjebak Pesona Naura

Terjebak Pesona Naura

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Duda / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:317.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi KD

Naura Berlina 18 tahun gadis cantik dengan segala pesonanya yang mampu membuat Reyhan CEO WIJAYA CORP 29 tahun seorang duda yang kehilangan anak istrinya menjadi terpesona karena melihat Naura pada pandangan pertama.

Mampukah Reyhan menggapai cinta Naura, karena Naura adalah anak seorang Jendral TNI yang sangat ditakuti dikota tempatnya tinggal.

Yuk ikutin kisahnya "Terjebak Pesona Naura"
mohon bijak dalam membaca

jangan lupa follow IG @dewikusmala96 dan Facebook "Kusmala Dewi"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi KD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Mobil Reyhan tiba dihalaman depan rumah Naura. Naura melepas sabuk pengamannya, dan hendak membuka pintu mobil Reyhan. Namun ditahan oleh Reyhan.

"Sayang..." Reyhan menatap dalam Naura dengan penuh cinta.

"Ada apa kak ?"

Tanpa aba-aba Reyhan menarik tengkuk Naura dan mencium bibir Naura dengan lembut, Naura membulatkan matanya karena ia belum siap. Sudah lama Reyhan tidak merasakan bibir manis Naura semenjak kejadian diruangan pribadinya tempo hari. Ia tak berani menyentuh Naura, karena takut khilaf walaupun sempat menikmati dua gundukan kembar milik Naura.

Naura kemudian memejamkan matanya ia juga merasa rindu saat Reyhan mencumbu bibirnya. Naura membalas ciuman Reyhan dan berusaha mengeimbanginya. Hawa panas didalam mobil menyeruak begitu saja, Reyhan sudah begitu lama merindukan Naura. Tiba-tiba Reyhan menghentikan aksinya ia dengan cepat.

"Maaf Sayang...sepertinya kita harus mempercepat hari pernikahan kita, Aku tidak bisa terus menahan hasrat saat bersamamu" Reyhan membelai wajah Naura yang memerah.

Naura hanya menganggukkan kepalanya mau menolak pun sama saja fikirnya cepat atau lambat mereka pasti akan menikah juga nantinya.

Setelah percakapan itu, Naura turun dari mobil Reyhan dan masuk kedalam rumahnya. Sedangkan Reyhan pulang ke rumahnya. Naura kemudian masuk ke dalam kamarnya, ia kemudian berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saat dirinya dipantulan cermin ia melihat jejak kissmark yang diberikan Reyhan dibagian lehernya. Naura memukul-mukul kepalanya, kenapa ia diam saja saat Reyhan menjamahnya. Namun sesaat kemudian ia tersenyum mengingat kejadian barusan, membayangkan rasanya begitu nikmat walaupun itu perbuatan yang salah.

Keesokan harinya Naura sedang berada dirumah sakit menggantikan sang Ayah karena Ayah tidak bisa izin berdinas dan harus menyelesaikan pekerjaannya. Naura menjaga Dion bersama Papa Arya dan Zidan, sedangkan Reyhan dikantor sedang bertemu dengan klien.

Naura duduk di sebelah bankar Dion, ia memegang tangan Dion. Tak lama pintu kamar terbuka menampilkan sosok Riska yang menenteng paperbag berisi buah-buahan. Zidan memperhatikan Riska yang sudah lama tak bertemu dengannya.

"Dion..." Riska berhambur ke bangkar Dion dan memeluknya. Hal itu membuat Zidan membulatkan matanya, cemburu.

"Lo kok bisa gini sih, bangun dong. Sehari gue enggak denger ocehan Lo dunia hidup gue terasa sepi" oceh Riska tanpa ia sadari ucapannya membuat kecemburuan Zidan semakin membuncah.

"*Sedekat itukah mereka*" batin Zidan terus melihat Riska.

Riska kemudian bangkit dari memeluk Dion kemudian mendekati Naura, ia memeluk Naura. Mereka berdua saling berpelukan menandakan kesedihan karena tak kuasa melihat sahabat mereka sendiri terbaring lemah tak berdaya.

"Dion pasti sembuh kan, Ra ?" tanya Riska sambil menangis begitupun Naura ia juga tak mampu membendung air matanya.

"Iya kita doakan Dion cepet sadar dan sembuh dengan cepat"

Arya yang memperhatikan Naura dan Riska juga ikut meneteskan air matanya. Ia sangat takjub dengan persahabatan mereka.

"Terimakasih nak Naura dan Riska, sudah menjadi sahabat Dion selama ini. Selalu ada untuknya" ucap Arya lembut menatap Naura dan Riska.

"Iya Om sama-sama" balas Riska dan Naura

2 Jam berlalu, Riska pamit undur diri dari menjenguk Dion. Saat ia hendak pulang dan sedang menunggu taksi onlen di Lobby rumah tiba-tiba Zidan menghampiri Riska dan berdiri disampingnya.

"Mau pulang" tanya Zidan

"Enggak mau nginep" balas Riska ketus

"Mau ku antar ?"

"Enggak perlu" jawab Riska kemudian berjalan menghindari Zidan, namun siapa sangka Zidan malah mengikutinya sampai ke taman pinggiran kota dekat rumah sakit. Riska mempercepat langkahnya namun Zidan masih terus mengikutinya. Riska kesal bukan main, ia kemudian menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Zidan.

"Om kenapa sih ngikutin saya terus ?"

"Kamu jangan ke pedean, aku mau beli rujak"

Wajah Riska memerah karena terlalu percaya diri dengan ucapannya. Zidan yang melihat itu menjadi gemas, kemudian ia berjalan lebih dekat ke arah Riska dan memegang tangan Riska mengajak Riska duduk di kursi yang tak jauh dari pandangan matanya. Zidan kemudian membeli rujak yang dijual pedagang yang memakai gerobak kemudian memberikan satu pada Riska.

"Kenapa enggak jadi pulang naik taksi ?" Zidan bertanya sambil memakan rujaknya.

Riska menepuk kening dengan telapak tangannya. Gara-gara merasa diikuti oleh Zidan, Riska melupakan taksi onlen yang dipesannya. Ia membuka tasnya kemudian mengeluarkan Hpnya dan membatalkan pesanan taksi onlennya.

"Apa kabar ?" tanya Zidan

"Baik Om, maksudnya Tuan Zidan"

"Mana nomor ponselmu, biar ku simpan"

"Kita enggak sedekat itu Tuan, jadi enggak perlu saling tukar nomor hp" jawab Riska ketus.

Riska berdiri dari duduknya ia kemudian memandang Zidan lekat-lekat.

"Kita enggak perlu lagi ketemu Tuan, kalaupun bertemu lagi anggap saja kita enggak saling kenal, permisi" Riska membalikkan badannya dan melangkah pergi.

Zidan membulatkan matanya ia terkejut mendengar ucapan Riska.

"Kamu tega !" Riska yang mendengar itu kemudian menghentikan langkahnya dan balik menatap Zidan kembali.

"Maksud Tuan ?" tanya Riska penasaran.

"Iya kamu tega, sudah berhasil mengobrak-abrik perasaanku, hatiku dan pikiranku lalu dengan mudahnya menyuruhku untuk tidak saling mengenalmu" jawaban Zidan membuat Riska semakin bingung.

"Aku enggak ngerti !"

Zidan mengela nafasnya kemudian ia berdiri dari duduknya dan menghampiri Riska.

"Apa maksudnya Tuan ?"

"Aku menyukaimu Riska !" Zidan menjawab dengan lantang dan membuat Riska terkejut dibuatnya.

"Tiap hari aku memikirkanmu, bahkan sudah hampir 3 minggu aku tak bertemu lagi denganmu ku selalu muncul dalam fikiranku. Aku tiap hari selalu tau apa yang kau lakukan walaupun kau tidak"

"Kapan Tuan mengikutiku ?"

"Setiap hari anak buahku selalu melaporkan apapun kegiatanmu, aku tau semuanya tentang dirimu"

Riska diam membeku, ia bingung dengan perasaannya saat ini. Merasa senang karena disukai oleh seorang lelaki, tapi kesal karena orang yang menyukainya adalah lelaki yang sangat menyebalkan baginya.

"Maaf Tuan, sepertinya anda salah makan obat. Kenapa sampai bisa menyukai saya, saya ini enggak ada yang bisa dibanggakan. Hanya anak orang miskin yang tidak punya apa-apa"

"Lebih baik Tuan berhenti menyukai saya, karena saya tidak pantas untuk Tuan"

"Siapa bilang ? aku tak pernah membedakan kaya dan miskin seseorang apalagi ini tentang hati dan perasaan"

Riska diam seribu bahasa ia bingung kali ini harus memberikan jawaban seperti apa lagi. Rasanya ia ingin kabur dan cepat-cepat menghilang dari setuasi ini.

"Saya udah punya pacar" jawab Riska dengan entengnya. Karena memang benar saat ini Riska sedang menjalin hubungan dengan kekasihnya yang merupakan temannya saat duduk dibangku SMA.

Duar !

Bagaikan disambar petir tengah hari bolong, mendengar ucapan Riska. Zidan merasa sesak, dia kalah sebelum berjuang.

"Siapa lelaki itu ?" tanya Zidan penasaran

"Maaf Tuan, bukan urusan Tuan. Maaf sekali lagi jika tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, saya permisi dan terimakasih rujaknya" Riska pergi meninggalkan Zidan dengan berlari takut kalau Zidan mengikutinya kembali.

Zidan merasa kesal, cemburu, dan patah hati mendengar kata demi kata yang diucapakan Riska barusan. Ia meninju angin sebagai ungkapan kekesalannya.

"*Tunggulah Riska aku pasti bisa mendapatkanmu" batin Zidan dengan perasaan yang terus begemuruh*.

'*Sangat sulit menerima kenyataan ketika cintamu tak terbalas. Maka berpeganglah pada perasaanmu sendiri, hingga kamu kuat untuk menerima kenyataan*'

1
Qaisaa Nazarudin
Umur 18 tahun, Tapi visual ya DEWASA banget,kayak umur 25-26 tahun gitu..mending gak usah visual, Bayangin sendiri aja..😅
nobita
tuhh kan sudah dapat lampu hijau dari ayahnya Naura... selamat Rayhan... pepet teruuss
nobita
aku mampir kak
antha mom
selamat berbahagia Reyhan & Naura ❤️❤️
antha mom
sultan mah bebas beli perhiasan,😂
Aneke Laoh
Luar biasa
Elis yulianti
baru mau baca Thor,, jujur saja aku ga suka klw ceritanya soal cowok yg suka celup sana sini🤭,, suka baper soal nya suka ikutan sakit hati apalagi klw cewek nya masih Virgin rasa2nya rugi banget klw dapet cwo modelan sampah😆,,, tp aku akan coba baca semoga critnya tidak membosan kan
DEWI KD: ini cerita pertama ku kak, kalo gak suka silahkan baca cerita ku yg lainnya 🙏 terimakasih sudah mampir baca ya..♥️
total 1 replies
Kikan dwi
betul
Kikan dwi
geregetan bgt sama Arya , masa iya demi pertemanan nya malah menghancurkan keluarga nya , GK adil bgt buat Rey dan Mama nya , mba Arya lebih sayang Dion kayanya yg hanya anak tmn nya 😤
Qaisaa Nazarudin
Langsung ilfil aku dgn Reyhana,tingkah dan kelakuan buruk dan sombong banget,gak hormat ortu lagi,,ckck,,
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Begini kah sikap seorang lelaki yg katanya MENCINTAI ANAK DAN ISTRI NYA?? malah main dgn wanita bayaran,Yang ada almarhum anak dan isteri mu akan KECEWA DAN SEDIH saat tau kelakuan kamu kayak gitu,, Kasihan juga Naura ntar dapat barang BEKAS BANYAK JALANG,, Ckck MIRIS banget..
Qaisaa Nazarudin
Aku lebih suka visual indo,dari harus Korea Korean,,Padahal menurut ku artis dan juga cewek2 indo tak kalah tuh cantik2 semua,Kenapa harus pake wajah yg Oplas..
DEWI KD
novel ku yg pertama ini kak maaf kalo jelek ceritanya ya
Nuraini Nuraini
wah keren kena jebakan Betmen nih Alvaro 😜
Nuraini Nuraini
Luar biasa
DEWI KD: thank you
total 1 replies
Afternoon Honey
ide ceritanya bagus⭐
DEWI KD: makasih kak ini novel pertama ku, maaf kalo banyak Typo
total 1 replies
Afternoon Honey
menyimak bacaan📖
DEWI KD: makasih kak
total 1 replies
Zulfatus Silvia
bagus
DEWI KD: makasih kak
total 1 replies
Febri Ana
ha ha awas nanti jadi cinta
DEWI KD: diajak minggir kak... 🤣
total 1 replies
Febri Ana
dion sama riska aja thor
DEWI KD: boleh kali yaa..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!