NovelToon NovelToon
Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:399.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Wenty Oktaria

inilah ujian terberat dalam hidupku, Mas Rayhan suamiku yang aku cintai berselingkuh dengan mantan muridnya. Setelah aku tau perselingkuhan itu, Mas Rayhan bilang ia akan bertaubat dan tidak akan mengulanginya lagi. Tapi Mas Rayhan bohong, ia masih berhubungan dan bahkan malah menghamilinya.

Akankah aku bisa mempertahankan rumah tangga ini atau memilih bercerai?


ig author : wentyoktaria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wenty Oktaria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih di Jakarta

Sesampainya dirumah orang tua Mas Rayhan, aku langsung istirahat, karena waktunya sudah malam, anak-anakku pun sudah tidur. Aku dan Rafa tidur satu kasur, sedang Syafiq dan Mas Bima tidur dikasur yang berbeda.

Sudah malam namun mataku sulit untuk dipejamkan, mata lelah namun pikiran masih berkelana, memikirkan Kak Haikal yang tidak sengaja aku melihatnya tadi. Ingin kumenghubunginya dan menanyakan perihal wanita itu, tapi apakah pantas kalau aku menanyakannya?

Aku membuka aplikasi instagram, kulihat halaman instagramnya, kucermati fotonya satu persatu, tak ada satupun foto wanita itu disini. Rasa penasaranku belum terjawab, aku belum juga mendapat petunjuk.

[ Assalamualakum Kak Haikal... ]

Ucap salamku di dm. Aku benar-benar ingin menanyakannya malam ini, agar hatiku tenang jika sudah mengetahui kebenarannya, entah jawabannya bagaimana, tapi paling tidak aku sudah bisa memutuskan untuk hubunganku berlanjut ke jenjang pernikahan atau tidak, dari pada aku terus mengharapkannya seperti ini, karena ia tak kunjung datang kerumahku lagi, menjelaskan lewat telepon pun tidak.

Entah pesanku kapan akan dibalas. Mungkin ia juga sudah tidur. Aku masih menanti balasannya, lima menit berlalu, ia belum juga membalasnya, sampai lima belas menit berlalu tak juga ada balasan. Sudahlah, malam ini aku mau memejamkan mata. Aku berharap besok ia membalasnya.

Waktu menunjukkan pukul 02.00 namun mataku belum juga bisa terpejam. Rafa menangis, aku segera menyusuinya, sampai sudah selesai menyusu, mataku belum bisa juga dipejamkan, karena kalau sampai pagi ini aku tidak tidur, biasanya kepalaku pusing tidak karuan.

Kubuka ponselku lagi, tak juga ada balasan dm dari Kak Haikal. Aku yakin besok akan dibalas.

💞💞💞

Benar saja, selepas subuh kepalaku terasa berputar, pusing sekali. Mumpung Rafa masih tidur, aku juga ingin memejamkan mata walau sebentar.

Sayup-sayup terdengar suara Syafiq yang membangunkanku.

"Mama, bangun!" Ucapnya sambil mengoyak-ngoyak tubuhku.

Kulihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sudah dua jam aku tertidur.

"Mama, kok tumben jam segini belum bangun?" Tanya Syafiq.

"Semaleman Mama ga tidur, Sayang. Makanya Mama ngantuk."

"Ayo sekarang bangun!"

"Iya."

Alhamdulillah walau sebentar, pusingnya sedikit hilang. Aku beranjak bangun untuk memandikan Rafa, menyusuinya, lalu mengajaknya bermain.

"Rafa, sini-sini main sama Kakek!" Ucap Bapak yang mengambil Rafa dari pangkuanku. Rafa digendong oleh Bapak, sedangkan aku melihat kerumah Mas Rayhan, rumah yang kutempati dulu, rumah ini mengingatkanku pada masa lalu, yang pernah manis tujuh tahun lamanya lalu setelah itu berubah menjadi pahit.

Aku masuk kedalamnya, melihat keadaan tiap sudut rumah yang pernah kutempati ini, lalu aku melihat kamarku dan Mas Rayhan dulu, begitu kumembuka pintu kamarnya, aku terperanjat, ternyata kotor dan berantakan sekali. Sangat berbeda dengan sewaktu aku masih menghuni kamar ini. Warna kamar ini sudah berubah menjadi pink, foto pernikahan Mas Rayhan dan Zidny terpajang didinding kamar, letak kasur dan lemarinya juga sudah berubah. Jelas semua sudah berubah, karena bukan aku lagi yang menjadi ratu dirumah ini.

Aku juga melihat diruangan lain, benar-benar kotor, karena sudah lama ditinggal oleh Zidny, Mas Rayhan juga masih sibuk menunggu Ibu dirumah sakit. Jadi wajar kalau keadaannya seperti ini.

Aku membersihkan tiap ruangan dirumah ini. Walaupun kenangan-kenangan manis sampai pahit masih berputar dimemori ingatanku.

"Mama, emang kita mau tinggal disini lagi?" Tanya Syafiq yang sedang menemaniku.

"Nggak, Sayang."

"Kok Mama bersih-bersih?"

"Iya, karena kotor banget."

"Dek, kok bersih-bersih segala?" Tanya Mas Bima yang tiba-tiba datang melihatku.

"Iya Mas, ini rumah kotor banget, Zidny kan masuk RSJ. Mas Rayhan mana mungkin bebersih rumah."

"Yaudah deh, mumpung anakmu juga lagi dipegang sama Kakeknya, silahkan bebersih!"

Tiap sudut rumah ini seolah bercerita kepadaku, cerita tentang bahagia dan juga rasa sakit. Mungkinkah saat ini Mas Rayhan merasakan penyesalan itu? Tapi semua sudah terlambat, walaupun penyesalan berkali lipat yang ia rasakan tidak setara dengan rasa sakit yang kurasakan.

"Ehh Lingga..." Sapa Tini, salah seorang tetanggaku.

"Ya, Mbak."

"Kamu Lingga kan?"

"Iya..."

"Aduh, aku sampai ga ngenalin, kamu pangling banget." Pujinya.

Aku hanya tersenyum tipis.

"Kamu sehat?" Tanyanya lagi.

"Alhamdulillah sehat."

"Syukur deh. Kamu keliatan makin cantik ya setelah bercerai." Pujinya.

"Iya, alhamdulillah."

"Beda banget sama mantanmu yang malah keliatan tidak terurus."

Aku hanya membalasnya dengan tertawa kecil.

Sekarang terbukti setelah cerai, aku justru bisa lebih lepas, bisa lebih fokus merawat diriku, karena sudah tidak terbebani masalah rumah tangga yang membuatku sakit.

"Kamu ke Jakarta sama siapa?" Tini masih bertanya.

"Sama Kakak dan anak-anakku."

"Kamu belum nikah lagi?"

"Belum, Mbak."

"Atau... mau balikan lagi sama Rayhan?"

"Nggak, Mbak!"

"Kasian, Rayhan sekarang kurus karena ga ada yang ngurus, beda banget dengan dulu waktu masih sama kamu, keliatan segar badannya."

"Ga apa-apa sekarang kurus. Nanti kan kalau istrinya udah sembuh, dia bakal balik lagi kesini untuk ngurusin suaminya." Jawabku.

"Halah, belum tentu juga rumah tangganya masih berlanjut. Dengar-dengar katanya mau pisah."

"Oh ya?" Kataku pura-pura bertanya.

"Emang kamu belum dengar, Lingga?"

"Belum." Jawabku seolah tak tahu.

Kupikir Mas Rayhan akan bahagia karena menikah dengan wanita yang dicintainya, memilih meninggalkanku demi seorang wanita bernama Zidny, tapi ternyata sekarang nasibnya seperti ini. Keadaannya yang sekarang tak akan membuatku iba sedikit pun dan ingin kembali padanya, tidak. Itu tidak akan pernah terjadi.

"Maaf ya Mbak, aku mau bersih-bersih didalam dulu!" Ucapku.

"Iya, Lingga."

Aku kembali masuk kedalam, bersih-bersih didalam rumah.

"Mbak Lingga... Ayo makan dulu! Aku udah masak." Ucap Zara, adik iparnya Mas Rayhan.

"Iya, sebentar."

Selesai bersih-bersih rumah, aku makan bersama dirumah orang tua Mas Rayhan. Bapak terlihat sangat terhibur dengan Rafa yang tingkahnya sangat menggemaskan, ia sedang lucu-lucunya.

Drttt....

Ponselku bergetar. Mas Rayhan, nama yang tertera diponselku.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, kamu masih dirumah?" Tanyanya.

"Iya, masih. Gimana keadaan Ibu?"

"Alhamdulillah udah mulai membaik, mudah-mudahan besok atau lusa udah boleh pulang."

"Syukur deh."

"Iya, tolong sampaikan ke Bapak ya!"

"Iya."

"Yaudah, aku cuma mau kasih kabar Ibu aja. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Aku menutup teleponnya.

"Tadi Mas Rayhan telepon, alhamdulillah keadaan Ibu sudah membaik." Jelasku kepada Bapak.

"Alhamdulillah... Semoga besok udah bisa pulang kerumah." Harap Bapak.

"Iya, Pak. Semoga aja."

Jika keadaan Ibu sudah membaik dan sudah boleh pulang, aku juga akan bersiap-siap pulang kekampung lagi.

💞💞💞

Hari sudah malam, aku teringat kembali pesan yang kukirim ke Kak Haikal. Aku membuka aplikasi instagram lagi diponselku, masih penasaran apakah Kak Haikal sudah membalas pesanku? Ternyata Kak Haikal tidak membacanya apalagi membalasnya. Sedih sekali hatiku. Sepertinya dugaanku benar, bahwa wanita itu adalah kekasihnya atau bahkan istri barunya. Pertanyaan yang sebenarnya masih ingin kutahu jawabannya.

"Kenapa, Dek?" Mas Bima menegurku.

"Ga apa-apa, Mas."

"Kamu seperti sedang memikirkan sesuatu." Tebaknya.

"Nggak."

Aku berusaha menutupinya, aku tidak bisa menceritakan kepada siapapun tentang hal ini, biarlah akan kusimpan sendiri. Aku harus kuat berdiri, demi anak-anakku, tanpa mengharapkan Kak Haikal hadir dalam hidupku. Mengapa kehadirannya hanya sesaat? Yang kupikir akan membawa kebahagiaan cukup lama tapi ternyata semua hanya harapan tapi tak jadi kenyataan. Aku harus membuang semua bayangan tentangnya. Sudah, jangan terus mengharapkan ketidakpastian.

Sekarang aku mau fokus mengurus kedua anakku, mereka sangat berharga, hanya mereka harapanku saat ini. Aku akan membuktikan tanpa adanya lelaki disampingku, akan tetap bisa berdiri tegak.

1
Mamah Ales
ini mah kaya sinetron ku menangis di Indosiar . Thor tolong bikin lingga pergi dari rumah dan ketemu laki laki yg menghargai perempuan
Mamah Ales
lingga emang bodoh jangan di buat perempuan bodoh mau ajah di madu . Thor jangan gini ceritanya ini mah bikin nyesek di dada
Agnes Geraldo
lama banget up nya pdhl udh ganti tahun kok masih ga jelas ceritanya🤦‍♀️
Tri Soen
Ditunggu Up selanjutnya ya....
Tri Soen
Iya nich slalu ngarep Up nya bolak-balik dilihat akhir nya kecewa padahal suka cerita nya ....
Denita Septyawati
ceritanya bagus thor....

ki ga dilanjut
Atik Hadiyahati
blm tah ya
Sunarmi
kapan up lagi
kutunggu kelanjutannya
Eka Setiawati
kapan nie upnya lama kali
Eka Setiawati
ko gini sekarang noveltoon . up trs
Putri Dwi Utari
Lanjut Thor Sampe Tamat Selalu Up Setiap Hari
Ceu Amy Dani
karya2nya bagus2 mbak
Indri Gustirani Gtr
lama banget ya ga up2... authornya masih ada ga ya...
Suparti Fadhil
mana lanjutannya Thor di lanjut g ini novel
Emmi R Sf
ini cerita baguss bngt,tp kok lamaa gk up y,moga author sehat sll ,semangat!!
Suparti Fadhil
hadeehh ini up-nya brp bln sekali sih Thor
Aruby Yati
lanjut thorrrr
Ade Safitri
Syafiq kok gak dikasih tau ortu kandung yg sebenarnya sih?
Ade Safitri
Rayhan kan lulusan pesantren ya? kok bisa sih selingkuh / zinah sama mantan muridnya?
Marifah
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!