Yan Lan seorang anak raja dari salah satu kerajaan di benua bintang. Orang tuanya terbunuh oleh para pemberontak yang ingin melengserkan kepemimpinan ayahnya.
Kemudian dia bertemu dengan kakek Wu Kong dan mengangkatnya menjadi murid. Dia bertekad menjadi kuat untuk membalaskan kematian orang tuanya.
"Aku Yan Lan, barang siapa yang menghalangi jalanku, menghalangi tujuanku, bahkan berani menyinggungku. Meskipun dia adalah dewa, hanya ada satu kata untuknya, MATI".
Bagaimana perjalanan Yan Lan? Apakah dia mampu membalaskan dendamnya? Apakah dia mampu mengembalikan kejayaan klan Yan dan membuatnya menjadi penguasa lagi?
Ikuti terus kisahnya "SANG KAISAR"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33. Perpisahan
Setelah Desa Angin memiliki pemimpin dan pelindung baru, warga Desa Angin membuat sebuah pesta untuk merayakannya. Pesta dilakukan selain untuk menyambut pemimpin dan pelindung baru, pesta dilakukan juga dalam rangka perpisahan dengan Yan Lan. Karena Yan Lan akan melanjutkan perjalanannya menuju Sekte Pedang Kembar. Pesta dilakukan selama tiga hari tiga malam dengan berbagai macam kegiatan.
Tiga hari telah berlalu.
Di ruang tamu tempat Yan Lan menginap. Yan Lan duduk bersama kedua bawahannya, Yan Zu dan Lu Sia.
"Paman, bibi, besok aku akan berangkat untuk melanjutkan perjalanan. Aku titipkan Desa Angin kepada kalian. Aku harap kalian dapat menjalankan apa yang telah aku tugaskan kepada kalian dengan maksimal" kata Yan Lan.
"Baik tuan muda, kami akan berusaha dengan keras untuk memenuhi tugas dari tuan" jawab mereka serentak.
"Bagus, aku juga memberikan kalian waktu selama dua tahun untuk meningkatkan kekuatan warga desa. Setelah dua tahun aku harap warga Desa Angin mempunyai tingkat kultivasi paling rendah berada di ranah Alam Emas ⭐ 1 dan untuk anak-anak yang berusia 12 tahun ke bawah, setelah mereka berada di ranah perunggu atau perak, bawalah mereke menuju Sekte Pedang Kembar. Aku akan menunggu kalian di sana" ucap Yan Lan.
"Dua tahun?" gumam mereka tidak percaya dengan waktu yang Yan Lan berikan. Pasalnya untuk menjadi seorang kultivator tidaklah mudah, apalagi untuk meningkatkan ranah kultivasi yang butuh bertahun-tahun. Dua tahun merupakan waktu yang terlalu singkat untuk mereka.
"Ada apa dengan wajah kalian berdua?" tanya Yan Lan kepada pasangan suami istri tersebut yang wajah mereka terlihat tidak enak dipandang.
"Maaf tuan muda, apakah aku tidak salah dengar bahwa tuan muda hanya memberikan waktu dua tahun kepada kami?" tanya Yan Zu mengungkapkan ketidakpercayaannya.
"Benar, paman tidak salah dengar. Apakah ada yang salah?" tanya Yan Lan.
"Maafkan aku tuan muda, tapi menurut ku waktu dua tahun tidak cukup bagi kami berdua untuk memenuhi tugas yang tuan muda berikan" ucap Yan Zu mengeluarkan keluh kesahnya.
"Hmmm, apakah karena kalian terlalu lama bersenang-senang hingga membuat otak kalian lupa akan kemampuan tuan kalian? apakah selama ini aku pernah memberikan kalian tugas tanpa mempertimbangkannya? Apakah sekarang kalian tidak mempercayai ku lagi?" kata Yan Lan menyemprot Yan Zu dan Lu Sia dengan banyak pertanyaan.
Yan Zu dan Lu Sia menunduk malu karena mereka telah lupa akan kemampuan tuannya, Yan Lan. Mereka berdua lupa bahwa Yan Lan adalah seorang alkemis tingkat Epic. Mereka lupa bahwa Yan Lan bisa merubah yang terlihat mustahil menjadi terlihat mudah.
"Ma maafkan kesalahan kami tuan muda karena sempat meragukan tuan muda" ucap mereka berdua tertunduk malu dan takut.
"Akhhh sudahlah, ini ambillah cincin penyimpanan ini untuk kalian pergunakan untuk dua tahun ke depan. Jangan melihat isinya sebelum aku meninggalkan desa ini" kata Yan Lan memberikan mereka berdua masing-masing satu cincin penyimpanan.
"Terima kasih tuan muda" ucap mereka berdua serentak.
Yan Lan hanya mengangguk dan menyuruh mereka berdua untuk istirahat, Yan Lan juga kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya.
Semua warga Desa Angin telah berkumpul di depan rumah tempat Yan Lan menginap untuk mengantarkan kepergian Yan Lan.
"Selamat pagi tuan muda" kata Yan Zu dan Lu Sia menyambut Yan Lan yang baru keluar dari kamarnya.
"Mmmm" Yan Lan menjawab sambutan kedua bawahannya dengan anggukan, kemudian mengajak berdua berjalan keluar rumah.
Ketika Yan Lan keluar, semua warga Desa Angin langsung berlutut.
"Bangunlah" kata Yan Lan menyuruh warga desa untuk berhenti berlutut.
"Seperti yang aku katakan kepada kalian tiga hari yang lalu, tingkatkanlah kekuatan kalian supaya tidak ada lagi yang berani mengganggu Desa Angin. Berlatihlah dengan keras dan jadilah kuat untuk melindungi orang-orang yang berharga dan yang kalian cintai" kata Yan Lan menasehati semua warga Desa Angin sekali lagi.
"SIAP TUAN MUDA, KAMI TIDAK AKAN MENGECEWAKAN TUAN MUDA" jawab warga Desa Angin tegas.
"Baiklah, kalau begitu aku akan berangkat" kata Yan Lan.
"Paman, bibi jagalah diri kalian baik-baik dan jangan lupa untuk memberikan aku keponakan" ucap Yan Lan menggoda Yan Zu dan Lu Sia.
"Ba baik tuan muda" jawab Yan Zu malu-malu. Sedangkan Lu Sia menunduk malu dengan wajah memerah mendengar Yan Lan yang meminta diberikan keponakan.
Ketika Yan Lan akan beranjak pergi, tiba-tiba Yu Ning memanggil Yan Lan.
"Tunggu tuan muda" kata Yu Ning menghentikan langkah Yan Lan.
Yan Lan yang di panggil segera menghadap ke sumber suara.
"Ada apa Yu Ning?" tanya Yan Lan penasaran.
"Mmmm apakah tuan muda bisa membawa ku untuk pergi bersama tuan muda" kata Yu Ning mengungkapkan keinginannya malu-malu sambil menunduk.
"Huhhh, ada saja penghalang setiap aku ingin pergi. Dulu Raja Du Peng, sekarang Yu Ning" batin Yan Lan dalam hati.
"Maaf Yu Ning, bukannya aku tidak ingin membawa mu, tapi perlu kamu ketahui perjalanan ku sangat panjang dan berbahaya. Aku takut tidak bisa melindungi mu dan akan menempatkan mu dalam bahaya" kata Yan Lan sopan dan lembut sambil menampilkan senyuman terbaiknya supaya tidak menyakiti perasaan Yu Ning.
Selama ini Yan Lan telah belajar untuk bersikap lembut kepada wanita. Dia belajar banyak dari melihat bagaimana cara Yan Zu selama ini bersikap kepada istrinya Lu Sia. Wajar jika Yan Lan tidak bisa bersikap kepada wanita karena dia tidak mempunyai pengalaman terhadap wanita. Yan Lan juga telah menyadari kesalahannya terhadap Putri Du Sin. Dia tidak ingin kesalahan yang dia lakukan terhadap Putri Du Sin juga terulang kembali kepada Yu Ning.
"Aku berjanji aku tidak akan merepotkan tuan muda. Aku bisa menjaga diri ku sendiri" kata Yu Ning meyakinkan Yan Lan dengan tingkat kultivasinya yang berada di ranah Alam Perak ⭐7.
"Hmmm, itu masih belum cukup. Jika kamu ingin berjalan bersama ku, maka tingkatkanlah kekuatan mu" kata Yan Lan berusaha mengatur kata-katanya dengan sebaik mungkin supaya tidak menyakiti perasaan Yu Ning.
"Tapi tuan muda...." kata Yu Ning tapi perkataannya di potong oleh ayahnya.
"Sudahlah Ning'er, jangan mengganggu kepergian tuan muda. Tadi tuan muda juga telah mengatakannya kepada mu, jika kamu ingin ikut bersamanya, maka kamu harus meningkatkan kekuatan mu" ucap Yu Chun ikut menasehati anaknya. Dia juga merasa tidak enak dengan Yan Lan.
Yu Ning hanya menunduk sedih karena harus berpisah dengan Yan Lan. Dia juga merasa marah kepada dirinya yang lemah.
"Aku berjanji, aku akan berlatih untuk menjadi kuat sehingga aku pantas untuk berjalan di samping mu dan tidak menjadi beban. Aku berjanji" batin Yu Ning dalam hati sambil meneteskan air matanya.
#Bersambung.
...Terus dukung Thor ya readers...
...Jangan lupa tekan LIKE, KOMEN, VOTE dan FAVORIT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pengumuman:
Maafkan Thor ya readers karena selama dua hari kemarin gak update, karena selama dua hari Thor sedang sakit dan gak pernah pegang Hp 🙏🙏🙏🙏