NovelToon NovelToon
Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:595.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Halu Tanpamu

❤ Harap bijak dalam berkomentar ya kakak ❤

Aku kedinginan..
Sekarang aku ada di mana?!
Di mana pakaianku??

Lina Maya, seorang gadis cantik bertubuh mungil, imut dan menggemaskan, sejak kecil hidupnya tak pernah merasakan cinta kasih dari orang-orang terdekatnya.
Kini dia menjadi rebutan beberapa pria tampan, untuk menjadikannya sebagai pasangan mereka.

Aku sudah mempunyai pasangan!
Kenapa kalian tetap menginginkan aku?!
Jangan!

Lalu, dengan siapakah Lina Maya akan bersama?

⚠《WARNING!!》《Area 21+》⚠

Sesi 1 - Jam 06 (90% pasti up)
Sesi 2 - Jam 12 (blm pasti)
Sesi 3 - Jam 17 atau 20 (blm pasti)

======================
Selamat membaca..
Semoga kakak semuanya terhibur..

::::::::::::::::::::::::
Stay Safe
Stay Healthy
Stay Happy
::::::::::::::::::::::::

Terimakasih sudah mampir dimari 🙏
======================

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Halu Tanpamu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Dysmenorrhea

Lina merobek bungkus pembalut wanita yang dia dapatkan dari hadiah misi, kemudian merekatkannya pada c*l*n* d*l*m yang akan dia pakai.

Dia duduk di tempat tidur, terbungkus oleh selimut tebal lembut dari kulit binatang, wajahnya pucat karena kehilangan darah dan juga sangat tertekan.

Pada akhirnya, dia sudah memberanikan diri untuk melakukan h*b*ng*n b*d*n dengan Uriel, tapi terpaksa terhenti karena tamu yang mendadak berkunjung.

Dia bahkan tak berani melihat Uriel yang berjalan, sambil memegangi benda miliknya yang besar dan panjang yang masih menegang, saat membantunya mencarikan dan mengambilkan pembalut untuknya.

Mungkin ini adalah tragedi berdarah semacam ini, untuk yang pertama kalinya di dunia ini.

Lina membenamkan wajahnya di selimut bulu, hanya menunjukkan sepasang mata besarnya yang gelisah.

"Maaf.."

Uriel membawanya ke dalam pelukannya, dengan selimut yang masih membungkus gadis kecilnya. Matanya terlihat sangat lembut.

"Tidak masalah. Kita masih punya banyak waktu. Kita bisa melanjutkan usaha kita di lain hari."

Keesokan paginya, Wiro yang baru saja memasuki pintu, mencium bau darah yang sangat kuat.

Bau darah itu tidak sama dengan darah biasa, bau yang bercampur dengan sedikit rasa manis.

Wajahnya berubah dan dia segera melangkah ke kamar tidur. Ketika dia melihat Lina berada di dalam selimut bulu dengan wajahnya yang terlihat sangat pucat, dia segera menarik gadis itu.

"Ada apa denganmu? Apa kamu terluka? Aku mencium bau darah. Aku akan pergi ke Dukun tua dan membawanya kemari untuk memeriksamu."

Lina dengan cepat memanggilnya, "Aku tidak terluka, kamu jangan menyusahkan Dukun tua itu."

"Jangan berbohong padaku, kamu pasti terluka. Terus kenapa kamu bisa begitu berbau darah?"

Keadaan Lina sekarang sangat lesu. Dia bahkan tak punya banyak kekuatan untuk bicara.

Jadi Uriel memanggil Wiro agak sedikit menjauh dari Lina dan menjelaskan kepadanya, tentang konstitusi khusus yang terjadi pada Lina.

Detak jantung Wiro mulai terasa tenang kembali. Perasaan sakitnya pun perlahan mulai hilang.

Tetapi ketika dia melihat penampilan Lina yang terlihat kurang darah dan lemah, dahinya segera berkerut lagi.

"Kamu terlihat sangat tidak sehat. Kenapa tidak pergi ke si Dukun tua saja sih?"

Lina mencoba menjelaskan, "Tidak usah, itu reaksi normal. Aku akan baik-baik saja setelah beberapa hari beristirahat."

Wiro membantunya berbaring dan menyelimutinya dengan selimut bulu.

"Kalau begitu, kamu istirahatlah dengan baik. Tak usah pedulikan apapun hari ini, kamu tetaplah berbaring di sini. Kami yang akan melakukan semuanya untukmu."

Lina menatapnya, merasa lucu melihat Wiro yang tiba-tiba begitu perhatian.

"Kenapa kamu bersikap begitu lembut?"

Ekspresi Wiro segera berubah kaku, "Itu ilusimu!"

"Ah, benarkah?" Tanya Lina.

"Aku hitung sampai tiga!" Wiro menutupi matanya sendiri dan mulai menghitung.

"Satu!"

"Dua!"

"Tiga!"

"Tidur!"

"Hahaha.." Melihat apa yang dilakukan Wiro, membuat Lina tertawa.

"Apa yang kamu tertawakan?" Wiro keheranan.

"Kadang aku merasa kamu itu menyebalkan, tapi kadang lucu, juga imut."

Ujung telinga Wiro sedikit memerah, nada suaranya kembali terdengar sangat arogan, "Imut digunakan untuk menggambarkan wanita dan anak-anak!"

Saat mereka berdua sedang mengobrol, Uriel diam-diam meninggalkan ruangan. Dia pergi ke ruang bawah tanah, dan mengeluarkan buah beri merah dari toples batu yang tertutup rapat.

Dukun tua pernah berkata, bahwa jenis buah ini dapat mengembalikan darah yang hilang. Akan sangat membantu bagi Lina ketika m*nstr*as*nya datang.

Sayangnya, buah beri merah yang saat ini disimpan di rumah, tidak terlalu banyak. Dia harus pergi ke dukun tua untuk melihat apakah masih ada buah beri merah di tempatnya.

Entah kenapa, tamu bulanan Lina yang datang kali ini menyebabkan nyeri di perutnya sangat parah.

Dia meringkuk di selimut bulu, wajahnya begitu pucat sehingga dia tak bisa berbicara.

Efek buah berinya kali ini sangat lemah, rasa sakitnya masih bisa dilihat oleh Uriel dan Wiro.

Hati Wiro terbakar karena sangat cemas. Dia segera berlari untuk menyeret Dukun tua.

Kini Sito telah selesai memeriksa kesehatan tubuh Lina dan menjelaskan, "Beberapa waktu yang lalu, kamu sering berlari ke pintu masuk gua untuk menunggu Wiro dan Uriel kembali kan. Saljunya yang sangat dingin dan keadaan kamu juga sangat lemah, seharusnya pada waktu itu kamu sudah jatuh sakit. Tetapi kemudian Uriel memberimu buah sumber setiap hari, untuk membantumu menekan penyakitmu. Pada titik sekarang ini, saat kamu sedang lemah lagi, saat itulah penyakit mengambil kesempatan untuk menyerangmu lagi."

Wiro bertanya dengan gugup, "Bisakah penyakitnya disembuhkan?"

Sito Gering menyentuh janggut putihnya.

"Tentu saja bisa, tetapi dia harus bisa menahan sedikit penderitaannya."

Sito memeras beberapa jenis buah menjadi jus, dicampur dengan bubuk aneh dan kemudian menyerahkannya kepada Lina.

"Minumlah ini, kamu akan merasa lebih baikan setelahnya."

Warna obatnya terlihat aneh dan baunya juga seperti keringat.

Melihatnya saja, Lina sangat tak ingin meminumnya.

Namun Wiro dan Uriel tak memberinya kesempatan untuk menolak. Mereka berdua bekerja sama bahu membahu, untuk memaksanya meminum obat itu.

Rasa obat itu sangatlah pahit, yang membuat Lina hampir pingsan.

Dengan cepat Uriel memasukkan beberapa buah manis ke dalam mulutnya, untuk membantunya menekan rasa pahit di mulutnya.

Sito berkata sambil tersenyum, "Setelah minum satu mangkuk setiap hari selama lima hari berturut-turut, kamu akan baik-baik saja."

"Bagaimana aku sanggup minum obat itu selama lima hari?!"

Membayangkannya selama lima hari harus minum obat itu, wajah Lina menjadi semakin lebih pucat.

Dia akhirnya mengerti apa yang dimaksud Sito Gering dengan sedikit menderita.

Lina sedang menjalani pemulihan di rumah, selama tujuh hari.

Selama tujuh hari ini, Uriel dan Wiro bergantian mengawasinya setiap hari, karena takut dia tak akan menurut dan diam-diam menyelinap keluar untuk bermain.

Lina merasa sangat tak berdaya.

"Huh! Aku bukan anak kecil! Mana mungkin aku akan menyelinap keluar?!"

Setelah tujuh hari berjuang keras, m*nstr*as*nya pun akhirnya selesai dan bau darah pada tubuh Lina pun menghilang.

Hal pertama yang dia lakukan ketika dia bangun dari tempat tidur adalah, merebus air dan mandi.

Setelah tujuh hari, dia bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Dia juga harus makan lebih dari selusin buah beri merah setiap harinya.

Dia sempat berpikir kalau dia bukan wanita yang hebat, juga seperti orang lumpuh yang tak bisa berbuat apa-apa.

...........

Rei tiba-tiba datang dengan berlari, dia yang biasanya selalu tenang dan tertutup, saat ini terlihat sangat bersemangat.

"Meli hamil! Dia hamil anakku."

Lina terkejut.

"Benarkah? Bagus sekali.. Selamat ya Rei.."

Kemudian Rei bertanya sambil berharap, "Meli sedang ada urusan, jadi dia tidak bisa kemana-mana. Kalau kamu punya waktu, maukah kamu yang datang dan mengobrol dengannya?"

"Tentu saja." Jawab Lina.

Lina akan datang menjumpai Orc hamil untuk yang pertama kalinya. Dia penasaran ingin tahu dan berharap akan bisa melihat keadaan Meli yang sedang mengandung.

"Aku tak tahu seperti apa kalau mengandung anak dari para Orc!"

Ditemani Uriel, dia pun pergi menuju ke rumah Meli.

Meli yang sedang hamil, terlihat tidak berbeda dari biasanya. Hanya saja, pinggangnya kini terlihat sedikit lebih tebal dan sosoknya menjadi montok dan manja.

Begitu dia melihat Lina datang, dia sangat senang dan segera memintanya untuk duduk.

Lina mengucapkan selamat padanya.

Meli mengusap-usap perutnya, kemudian berkata sambil tersenyum, "Sekarang aku sudah hamil. Bagaimana denganmu? Apa kamu sudah mencoba buah itu? Dengan siapa kamu melakukannya? Sudah berapa kali?"

Lina merasa bingung dan malu.

"Soal itu.. Aku sedang kurang beruntung."

Meli mengerutkan keningnya, sambil mengamati ekspresi Lina dengan seksama, kemudian bertanya, "Kamu belum k*w*n dengan pasanganmu?"

Dengan cepat, Lina menutup mulutnya dengan satu jari telunjuknya.

"Ssst.. Jangan keras-keras! Uriel dan Rei sedang disitu. Kalau mereka dengar bagaimana? Aku kan malu!"

1
tanpa nama
kapan update thor? nunggu lama tuh ga enak loh
Sukma Wijaya
karya nya sangat bagus alur ceritanya aku sangat suka
Sukma Wijaya
thor kapan up nya GK sabar baca kelanjutan nya😭
Fatin Fiqah
Luar biasa
Fifi Yuliani
ceritanya bagus banget tapi kok nggak up thor
Imma Juhamzah
gak sekalian Ariel Noah hahaha
Husnaeni Nawir
thor adakah kelanjutan..?
@Biru791
thour kmu msih sehatkan
Husnaeni Nawir
lama banget thor kelanjutanx..penasaran nih..😩😩
@Biru791
hallo kembali author pengen tahu apakah author masih sehattt
hanerayani Elha
kapan up lgi kaka dah nunggu lama bnget g up2...
@Biru791
thour gak niat lanjut
ay
aq ngebayangin Lina punya suami kayak boy band Korea yg ganteng dan imut
@Biru791
kangen bgtt author ilang semoga sehat selalu bisa up lagi
DEDY
Lanjut thor cerita semakin seru dan menegang kan semangat thor.
🌹Devitha anggraini🌹
kakak kemana sih kenapa gak dilanjutkan napa. padahal cerita nya bagus baget
🌹Devitha anggraini🌹
ini kenapa gak dilanjutin sih. gimana sama auriel dia belum punya anak dari Lina lho
Putri: kapan up nya thor
total 1 replies
Mamazidan
lanjut ditunggu thorr semangat n sehat selalu
DEDY
Lanjut thorr
Paulina H. Alamsyah Asir
Duarrrrr ..... Kau membuatku kaget Thor, setelah sekian purnama, akhirnya bisa berkunjung ke karyamu lagi...

Duarrrrr .... Auto ngakak, ga jd Lina dpt zonk...
wakakaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!