NovelToon NovelToon
Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: lizbethsusanti

Seorang gadis berumur dua puluh lima tahun, seorang yatim piatu yang mendapatkan perlakuan buruk dari Tantenya, membuat ia akhirnya melarikan diri.

Pelarian diri Amanda mempertemukannya dengan Barnes Adiwilaga Darmawan, teman masa kecilnya. Barnes adalah putra dari CEO muda yang bernama Raja Darmawan dan cucu dari seorang milyarder terkenal yang bernama Moses Elruno. Barnes adalah seorang komandan kepolisian pasukan elite intelijen.

Ikuti kisah seru Amanda dan Barnes yang dipenuhi intrik,cinta, dan komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Memilikimu

Barnes keluar dari dalam kamar mandi sambil mengusap rambutnya yang masih basah dengan handuk mini. Komandan tampan itu mengenakan celana kolor dari bahan denim bermerk dan kaos putih polos dari bahan katun dengan harga fantastis.

Amanda yang sudah menyembunyikan dress tipis dan mininya di dalam selimut, bersandar di ranjang dan tersipu menatap tubuh Barnes yang tampak mengagumkan di balik kaos putih polos berpadu dengan rambut basahnya Barnes. Suami yang belum begitu ia kenal itu, membuat Amanda menyelipkan rambutnya di balik telinganya lalu mengalihkan perhatiannya dari Barnes untuk menyembunyikan rasa canggungnya.

Barnes berkata, "Makanlah dulu! ada nasi bungkus tuh di meja. Leon sudah paham kalau aku menginap di hotel ini aku lebih suka membeli makanan di kedai nasi goreng milik kenalanku yang berada tidak jauh dari hotel ini"

Barnes duduk di sofa meletakkan handuk mini di atas pangkuannya lalu menatap Amanda.

"Kenapa beli makanan di luar?" tanya Amanda.

"Untuk berjaga-jaga dari bahaya keracunan. Walaupun hotel ini milik Om-ku tapi, aku tidak memercayai semua staf di sini khususnya para chef dan staf dapur" Ucap Barnes sambil mulai mengambil satu bungkusan besar yang berisi nasi goreng ayam.

Amanda masih bergeming dan Barnes langsung mengerutkan dahinya, "Kamu capek atau nggak bisa bangun? kamu sakit?" tanya Barnes.

Amanda menggelengkan kepala dengan wajah tersipu. Lalu Amanda berkata, "Dress yang kupakai terlalu mini jadi, aku merasa canggung jika harus duduk bangun dan duduk di sebelah kamu"

Sial! dia mengingatkanku kembali soal dress yang ia pakai. Barnes mengumpat kesal di dalam benaknya.

Barnes sangat ingin bercinta dengan Amanda. Bercinta dengan sangat hebat walaupun nalar sehatnya berkata bahwa Amanda bukanlah perempuan yang tepat untuk ia ajak bercinta malam itu. Walaupun ia dan Amanda telah menikah secara sah namun, Amanda adalah sahabat di masa kecilnya, cinta pertamanya, yang harus ia hormati kesuciannya.

Amanda lalu meringis ke Barnes, "Bisakah kau bawa nasi bungkus itu ke sini? Aku akan makan di atas ranjang saja"

Barnes meneriakkan kata, Oh Tuhan tolong sucikan pikiran mesumku ini! di dalam hatinya, sembari bangkit dan berjalan menuju ke ranjang sambil membawa nasi bungkus.

Barnes menyodorkan nasi bungkus itu ke Amanda tanpa menatap Amanda karena, ia tidak ingin kedua bola matanya mengkhianati nalar.sehatnya untuk tidak mengherankan tangannya menyentuh Amanda karena, di malam itu, Amanda tampak seribu kali lebih cantik dari Amanda yang biasanya.

Barnes segera berbalik badan dan kembali duduk di sofa. Dia memakan nasi bungkusnya tanpa menatap Amanda.dan tanpa berkata-kata. Amanda pun melakukan hal yang sama. Dan pada akhirnya, kedua suami istri itu menghabiskan nasi bungkus mereka dalam keheningan.

Barnes bangkit untuk mengambil bungkus nasinya Amanda lalu membuangnya ke tempat sampah dan ia terkejut saat anda berteriak, "Jangan balik badan!"

Barnes yang masih berdiri di depan keranjang sampah dan masih memunggungi Amada segera.menyemburkan tanya, "Ada apa?"

"Aku mau cuci tangan dan aku udah keluar dari selimut jadi, jangan nengok ke belakang dan jangan melihatku! tetaplah seperti itu!" Amanda berucap sembari berlari menuju ke wastafel. Dia sesekali menoleh ke Barnes yang masih mematung dengan posisi yang sama. Setelah mengeringkan tangannya, Amanda segera berlari dan kembali masuk ke dalam selimut sembari berkata, "Sudah. Aku sudah masuk kembali ke dalam selimut jadi, kau boleh berbalik badan, hehehehe"

Barnes kemudian berkata tanpa berbalik badan dan tanpa menoleh ke belakang, "Minumlah kalau mau minum! Ada dua tumbler yang berisi es teh spesial bikinannya Pak Temon Dan tidurlah kalau mau tidur! Aku akan melihat situasi di luar" Lalu Barnes membuka pintu dan keluar dari dalam kamarnya untuk menghirup udara bebas. Berada di dalam kamar super mewah bersama dengan istrinya yang sangat menawan, membuat dia hampir saja sesak napas.kehabisan pasokan oksigen.

Jake menoleh kaget dan langsung tersenyum jahil, "Kenapa cepat sekali? tidak ada ronde kedua dan ketiga gitu?"

Barnes mendelik ke Jake dan Jake langsung terbahak-bahak. Kemudian Jake melangkah mendekati Barnes yang masih berdiri tegak di depan pintu kamarnya. Jake merangkul bahunya Barnes dan berkata, "Ini kesempatan langka. Kau mencintainya kan? Dan kau sudah menikahinya. Aku rasa tidak apa-apa jika kau menyatu dengannya malam ini. Aku bisa lihat dari rau wajahnya kalau kau sangat menginginkan istrimu malam ini. Ayolah jangan sia-siakan kesempatan ini!"

Barnes menghela napas panjang, "Kau benar Jake. Aku sangat menginginkannya malam ini tapi, dia masih belum mengingatku. Dan aku belum pernah melakukan. itu, aku takut salah dan takut kalau aku nantinya justru menyakitinya"

Jake lalu membuka pintu kamarnya Barnes dan mendorong tubuh Barnes sampai jauh melesat ke dalam kamar dan tubuh Barnes hampir saja terjatuh di atas lantai. Kemudian dengan kecepatan kilat, Jake mengambil kunci chip kamar itu dan menutup pintu itu jadi, secara otomatis pintu itu terkunci dari luar.

Barnes berlari ke pintu dan mengetuk pintu itu beberapa kali namun, Jake tidak membukakan pintu itu. Barnes langsung mengumpat, "Sial! Awas aja besok, aku akan cincang kau, Jake!" pekik Barnes dari dalam kamar dan kamar yang kedap suara itu tidak mampu mengirimkan kata umpatannya Barnes kedua lubang telinganya Jake.

Barnes lalu masuk menuju ke ruang ranjang. Dia melihat Amanda masih bersandar di ranjang. Suami istri itu bersitatap sepersekian detik lalu, Barnes berdeham dan mengeluarkan tanya, "Kenapa belum tidur?"

"A.....aku takut tidur sendirian di kamar ini. Apalagi saat tahu ada orang di luar sana ingin membunuhku. Kenapa kau malah keluar tadi?" Amanda mengerucutkan bibirnya.

"Maafkan aku! emm, aku memeriksa keadaan di luar tadi dan aman, Jake berjaga di depan bersama.dengan Jorge" sahut Barnes dengan wajah kaku khasnya.

"Aku tidak pernah bisa tidur nyenyak selama sepuluh tahun karena aku selalu merasa tidak aman dan tidak nyaman. Namun, entah kenapa sejak ada kau, aku merasa tenang, aman, nyaman dan damai. Dan keberadaanmu bisa membuatku tidur dengan sangat nyenyak. Walaupun aku belum sepenuhnya memercayaimu tapi kehadiranmu menenangkan hatiku"

Barnes tersentuh mendengar kata-katamya Amanda lalu ia berkata, "Aku sudah ada di sini. Tidurlah! aku akan berdiri di sini menjagamu sampai kau lelap tertidur"

Amanda menatap Barnes lalu berkata dengan tersipu, "Apa kau bisa tidur di sebelahku? Bu.....bukan itu maksudku....emm, aku hanya ingin merasakan kembali ada seseorang tidur di sebelahku seperti masa kecilku dulu, aku selalu tidur bersama dengan Mamaku"

Barnes tampak ragu. Karena dia tidak memercayai nalurinya sebagai laki-laki sehat dan normal.

Amanda lalu melompat di atas kasur dan merebahkan diri lalu meringkuk di balik selimut dengan kata, "Baiklah, tidak apa-apa jika kau tidak mau"

"Aku mau. Aku akan tidur di sebelah kamu" Barnes kemudian melangkah lebar, duduk di tepi ranjang dan mulai merebahkan tubuhnya secara perlahan di sebelahnya Amanda.

Amanda memunggungi Barnes begitu pula dengan Barnes, ia juga memunggungi Amanda.

Amanda tersenyum senang dan hatinya merasa tenang dan hangat ketika ia merasakan ada seseorang tidur di sebelahnya.

Barnes kemudian bertanya dengan masih memunggungi Amanda, "Apa kau sudah tidur?"

"Belum" sahut Amanda yang sudah berbalik badan dan menatap punggungnya Barnes.

Barnes mulai merasakan kembali jantungnya berdebar kencang saat ia bisa merasakan, Amanda telah berbalik badan dan tengah menatap punggungnya. Untuk itulah Barnes mematung dan tidak berani berbalik badan. Ia takut bersitatap dengan Amanda dalam jarak dekat dan takut tidak bisa menahan gairahnya yang sudah mulai bergejolak dan ingin meraung lepas di udara bebas

"Apa kau sudah tidur?" tanya Amanda.

"Belum" Sahut Barnes dengn suara serak karena, dirinya sudah mulai panas diselubungi gairahnya.

"Apa kau sudah pernah melakukan itu?" tanya Amanda dengan kepolosannya.

"Itu apa?" tanya Barnes dengan posisi masih memunggungi Amanda.

"Malam pertama" sahut Amanda dengan santainya.

Napas Barnes langsung tercekat dan dengan sekuat tenaga ia melepaskan kata, "Belum dan kau?"

Amanda menepuk punggungnya Barnes sambil berkata, "Tentu saja belum.Kau pikir aku perempuan yang seperti apa?"

Deg.......Deg........Deg......Deg. Degup jantung Barnes semakin kencang ketika naluri liarnya membisikkan kenyataan indah bahwa ia tidur seranjang dengan seorang perawan.

Barnes kemudian secara perlahan membalikkan badannya dan ia segera menyesali perbuatannya itu saat kedua bola matanya bersitatap dengan kedua bola mata lugu milik Amanda yang beberapa kali mengerjap canggung dan terlihat menggemaskan bagi Barnes.

Tangan kanan Barnes terangkat dan Amanda diam saja saat tangan Barnes membuka ikatan di rambutnya. Rambut berwana merah yang sudah diluruskan itu langsung tergerai bebas di pundaknya Amanda. Amanda menyibakkan rambutnya dan berkata, "Terima kasih. Aku sampai lupa melepas kucir rambutku"

"Cantik" ucap Barnes dengan suara serak dan manik hitam yang semakin menggelap tersapu gairah.

"A....apa yang cantik?" tanya Amanda dengan rona merah di wajahnya.

Barnes hilang kendali saat ia melihat semburat merah di kedua pipinya Amanda yang membuat Amanda tampak semakin mempesona. Lalu Barnes mendesiskan kata, "Aku ingin memilikimu" Barnes langsung menarik tengkuknya Amanda dan mencium bibirnya Amanda.

1
Wati Watipristika
Luar biasa
Ratna Susanti
keren banget pengenalan tokohnya
Herlina Lina
lanjut thor
Dea
luar biasa banget karya ini. lucu, unik, dan romantis plis menegangkan dikemas apik banget sama authornya. saluuutttt
Niswah
tooooooppp
Putra Al - Bantani
ngelanjut baca karya yang ini
Putra Al - Bantani
beninh sebening hatinya...
Putra Al - Bantani
🌹🌹 meluncur
Putra Al - Bantani
mangkin seru
Putra Al - Bantani
lanjut thor....
Putra Al - Bantani
hadir kakk...
Putra Al - Bantani
krennn...
Ninin Primadona
semoga Dito sekeluarga aman
👍😍🙏😘
Ninin Primadona
lama bgt aku gak buka App ini..
HPku habis erorejing...😁🤭🙏😘👍😍
Elisabeth Ratna Susanti: hahahahahaha 😂 makasih masih bersedia mampir di sini dan maaf kalau upnya lama banget🙏🤗❤️
total 1 replies
Putra Al - Bantani
Next 🌻🌻
Putra Al - Bantani
👍 and 🌹 to Author
Putra Al - Bantani
datang 1 iklan tetap semangat ya kak
Putra Al - Bantani
hebat.....
anggita
wis like👍kabeh
Radiah Ayarin
aq dag, Dig, dug
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!