Ini bukan kisah nyata tapi imajinasi author aja sebagai hiburan untuk kaum mager
Kisah dari keluarga Andalas pembisnis kaya raya di semua bidang mereka hidup dengan tradisi turun menurun .Perjuangan keadilan serta kasih sayang
Nama nya Alinda Andalas gadis cantik ceria dan juga sangat baik di umur nya 25 tahun dia harus menikah dengan anak sahabat keluarga nya .Adik Alinda yg bernama Ananda berbeda dengan kakak nya dia hidup sesuai naruli hati nya meski mama dan papa nya mengekang tapi dia tetap pada pendirian nya tapi meski begitu dia sangat penyayang berbeda dengan Alinda yg sangat penurut melakukan segala hal yg orang tua nya katakan
Alinda harus menikah dengan pria bernama Daren Damusa .Daren pria tampan kaya raya bisnisnya melambung tinggi semenjak kakek buyut nya keluarga Damusa sudah lama bersahabat dengan keluarga Andalas mereka menunggu keturunan mereka berbeda jenis namun tidak juga mendapatkan itu sampai sekarang ini mereka menemukan itu. Daren menerima pernikahan itu karna merasa Alinda cocok untuk nya apa lagi Alinda cantik dan terpelajar
Tapi setelah mereka menikah rasa kagum Daren sirna timbul rasa benci dan masalah keluarga Andalas mulai muncul setelah kematian Alinda rahasia Alinda mulai muncul karna Ananda sendiri yg membawa rahasia itu merasa tidak sanggup berjuang sendiri hingga dia memutuskan untuk di bantu dengan keluarga Damusa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Menjelang makan siang Daren membangun kan Amanda yg tertidur di ruangannya karena rasa sakit yg dia alami apa lagi rasa nyeri di tangan nya Daren sangat marah kenapa bisa Amanda di gendong Kendrik dan kenapa pria itu kembali ke kota nya setelah Daren mengusir nya Daren sangat takut jika Kendrik jatuh hati pada Amanda dan Amanda akan berpaling pada nya apa lagi Daren tidak tau apa yg Amanda rasakan pada nya
"Amanda"ucap Daren mengecup kening Amanda yg tertidur
"Bangun ayo makan siang"ucap Daren menusuk nusuk pipi Amanda
"Huammm lapar"ucap Amanda menguap
"Ayo aku tunggu di luar"ucap Daren berlalu wajah nya masih datar Amanda keluar dari ruangan itu melihat Daren makan dengan tenang lalu Amanda duduk memperhatikan tangan nya dan makanannya dengan berusaha Amanda mengambil sendok tapi dia susah untuk menyuap kan ke mulut nya
"Daren bagaimana aku makan"ucap Amanda menatap Daren
"Mau di suapin"ucap Daren meneguk air putih Amanda sangat lapar dia mengangguk cepat dan membuka mulut nya
"Sendiri saja"ucap Daren beranjak lalu pergi
"Daren apaan sih aku kan sangat lapar dia juga yg ajak aku makan setidaknya permudah aku makan"kesal Amanda dengan pelan dia menyuap meski wajahnya belepotan
"Lho makan kayak bebek aja"ucap Nadia duduk
"Jangan mengejek ku aku sangat lapar"ucap Amanda ,Nadia membantu Amanda makan bu bos nya
"Daren sangat marah saat lho di gendong Kendrick"ucap Nadia menyuapi Amanda
"Dia tuh lebay banget aku kaget karna mobil Kendrik muncul mendadak sampai aku terjatuh dan dia hanya menolong karna dia juga aku terjatuh"ucap Amanda sebal
"Lho jangan menyinggung Daren dengan Kendrik dia sangat sensitif Kendrik orang yg sangat dia benci karna Kendrik menikung nya mengambil Vina dari nya berstatus sahabat"ucap Nadia menjelaskan
"Ya itu urusan nya kenapa juga aku terlibat lagian ya aku pernah ketemu sama Vivi dia ingin orang tua nya bersatu kembali dan menurut ku Kendrik baik orang nya"ucap Amanda santai
"Ssttt jangan keras keras jika Daren mendengar bisa bahaya pokoknya lho jangan ungkit masalah Kendrik"ucap Nadia membuat Amanda mengerucutkan bibir nya dia baru saja membuat rencana menemui Kendrik dan membuat rencana menyatukan Vina dan Kendrik
Daren memperhatikan Vina yg berada sebuah restoran anak buah nya memberi informasi jika Vina pernah di ajak Danur ke hotel membuat Daren bertanya tanya apa hubungan mereka.Saat melihat Vina duduk dan memesan makanan Daren keluar seperti nya Vina memang sendiri
"Vina"ucap Daren berdiri di depan Vina membuat Vina terkejut
"Ini kesempatan seperti nya Ananda sudah menemui Daren"batin Vina
"Daren aku sangat merindukan mu"ucap Vina memeluk Daren erat
"Lepas apa yg kamu lakukan"ucap Daren,Vina mengalung kan tangan nya di leher Daren mencium bibir Daren
"Apa apaan kamu ini"kesal Daren mendorong Vina semua menatap mereka tapi saat melihat tatapan Daren mereka takut tidak berani bicara
"Daren kenapa marah ayo duduk"ajak Vina tersenyum
"Tidak perlu aku hanya ingin tau apa maksud kamu menjelekkan aku di depan Ananda"ucap Daren tajam
"Daren kamu tau kan hati ku pernah untuk mu sekarang rasa ini kembali dan lebih dalam aku ingin kembali pada mu Daren aku mencintai mu"ucap Vina serius
"Jangan harap itu terjadi Vina dan satu lagi aku peringat kan jangan merusak hubungan ku dengan Amanda atau aku tidak segan membunuh mu kamu mengerti"ucap Daren penuh penekanan lalu pergi
"Ada apa dengan Daren"ucap Vina keheraan Daren tidak seperti dulu dan setau Vina hubungan Daren dan Amanda itu tidak baik bahkan mereka menikah dengan di paksa
"Apa Daren mulai mencintai Amanda"ucap Vina terkekeh pelan
"Bagus lah Amanda orang yg tepat"gumam Vina tapi dia juga sedih jika mengingat dia harus buruk di depan Daren
🌙🌙🌙
Karna masih marah dengan Amanda Daren mendiami Amanda bahkan dia pulang malam dan yakin Amanda sudah tertidur Daren frustasi kenapa Kendrik kembali dan apa tujuan nya
Cklek
"Aghhh"Amanda berteriak berlari ke kasur mengambil selimut menutupi tubuh nya yg hanya memakai baju mandi
"Hei sih mesum ketuk pintu jika mau masuk"kesal Amanda
"Hei sih manja itu salah kamu sendiri kenapa mandi malam malam"ketus Daren
"Aghh pria seperti mu mana ngerti kesusahan ku tangan ku sakit tentu memakan banyak waktu untuk mandi"ucap Amanda mengibaskan tangan nya
"Lagian aku mana sudih melihat tubuh kerempeng mu"ucap Daren berdecih
"Apa kerempeng"ucap Amanda tidak terima dia berdiri di atas kasur
"Kamu tuh yg gendut seperti badut"kesal Amanda
"Hallo nona ini nama nya tubuh atletis dasar norak"ucap Daren sinis
"Haha atletis apa nya itu gendut"tawa Amanda mengejek
"Diam kerempeng"kesal Daren
"Oww sih badut marah"ucap Amanda makin mengejek membuat Daren geram
"Kamu"kesal Daren mendekat
"Ohh aku atut sih badut marah"ucap Amanda menutup matanya seakan takut Daren sangat kesal dia menarik tali yg menutup tubuh Amanda
"Aghhh mesum"teriak Amanda menahan baju mandi nya
"Oww tulang nya kelihatan karna terlalu kurus"ejek Daren
"Mami Daren bertindak asusila"teriak Amanda
"Hei ngak usah teriak"ucap Daren semakin menarik baju Amanda
."Hei mesum aku laporkan polisi berani bertindak mesum pada ku"teriak Amanda
"Hahah silahkan kamu akan di kira gila karna apa karna aku suami kamu"ucap Daren terkikik Amanda sangat kesal dia menendang pinggang Daren sampai terjatuh
"Haha ternyata kamu lemah"ejek Amanda
"Kamu"kesal Daren berdiri menarik tangan Amanda yg berdiri sampai Amanda terjatuh tapi Daren menahan pinggang nya mata mereka bertemu Daren mengelus wajah Amanda meletakkan Amanda di kasur
"Daren tangan ku"ucap Amanda pelan Daren meniup tangan Amanda masih menatap mata Amanda
"Kenapa pakai ini kamu menggoda ku "lirih Daren mengusap bibir Amanda lalu menindih Amanda
"Aku kan baru selesai mandi"ucap Amanda pelan Daren memiringkan kepalanya menyatukan bibir mereka Daren semakin menekan Amanda yg hanya diam di bawa nya
"Daren"ucap Amanda saat Daren mengigit leher nya Amanda hanya memeluk leher Daren yg mengigit leher nya Amanda tidak bisa menafsirkan rasa yg dia rasakan sekarang ini Daren semakin bersemangat memberi tanda leher Amanda
"Geli"cicit Amanda tapi tubuh nya berkata lain saat Daren akan membuka baju mandi Amanda
Drer dret
Amanda tersadar mendorong dada Daren dia malu menatap Daren mengambil selimut untuk menutupi wajah nya yg memerah sedang kan Daren mengumpat kesal siapa yg menganggu nya bahkan dia baru ingin mencumbu Amanda
"Ya katakan"ucap Daren mendengar kan informasi yg dia minta tentang Vina dan Danur setelah lama akhirnya selesai saat Daren menoleh tubuh Amanda tertutup selimut Daren mengibaskan selimut dan Amanda sudah terlelap membuat Daren menggeleng
"Menyebalkan"ucap Daren mengecup sudut bibir Amanda
"Tanda ini akan mempersulit diri mu"ucap Daren terkekeh mengusap lembut leher Amanda sampai Daren lupa amarah nya tadi siang tentang Amanda yg di gendong Kendrik
🌞🌞🌞
Pagi ini seperti pagi biasa keluarga Damusa melangsungkan sarapan tangan Amanda juga sudah kering hanya terlihat bekas goresan mata pisau di telapak tangan nya
"Mau aku ambilin"tawar Amanda pada Daren
"Ngak usah kamu sarapan aja"ucap Daren menolak Amanda mengambil makan untuk nya tiba tiba mami Fera terbatuk
Huuk huuk
"Mi hati hati"ujar tuan Damusa memberi mami Fera air minum mami Fera meneguk nya menatap Amanda yg makan dengan tenang
"Amanda "ucap mami Fera ragu
"Emm itu emm leher nya kenapa"tanya mami Fera dalam hati Daren tersenyum telah memberi hukuman untuk istrinya
"Kenapa mi"ucap Amanda mengusap leher nya
"Ahh kalian melakukan sesuatu ya semalam"goda mami Fera senang
"Tepat sekali mi"ucap Amanda membuat Daren menatap nya
.
"Ahh benarkah"ucap mami Fera senang
"Apa mami tau semalam Daren melakukan asusila pada ku"adu Amanda
"Apa"ucap Daren melotot
"Lihat mi dia ngak ngaku"ucap Amanda
"Apa yg Daren lakukan"tanya tuan Damusa
"Dia menarik baju ku pi memaksa menarik nya di sangat mesum pi"aduh Amanda kesal mengingat kejadian semalam tuan Damusa tersenyum dengan menggeleng begitu pun mami Fera menepuk jidat nya
"Kamu gila ya"ucap Daren tidak percaya
"Kamu yg gila berbuat seperti itu"kesal Amanda
"Aman Aman"ucap tuan Damusa menenang kan
"Daren hanya ingin memulai proses membuat kamu hamil"ucap tuan Damusa terkekeh sedang kan Daren menggeleng
"Ahh ngak seperti itu pi"ucap Amanda tersenyum malu mengaruk kening nya yg tidak gatal membuat mami Fera tidak bisa menahan tawa
"Daren"ucap Amanda menatap Daren memelas dan Daren hanya mengangkat bahu membuat Amanda mengerucut kan bibir sebal bercampur malu
Semalam anak buah Daren memberi informasi jika Danur membantu Vina sesuatu yg membuat Daren semakin curiga Danur membantu Vina
"Danur membawa Vina ke hotel dan Danur membantu pengobatan Vivi apa Vina menjual diri nya pada Danur lalu buat apa Vina meminta bantuan ku"gumam Daren berfikir keras lalu menelpon Ikbal untuk menyuruh nya menemui nya untuk berdiskusi
"Ada keperluan apa pak bos"ucap Ikbal masuk bersama Nadia ke dalam ruangan Daren
"Duduk"ucap Daren mereka segera duduk Daren menjelaskan masalah yg di buat Vina serta kecurigaan nya
"Bisa aja sih Vina menjual diri untuk melanjutkan kehidupan nya"ucap Nadia serius
"Iya coba kalian fikirkan jika memang Vina menjual diri pasti uang yg dia terima tidak sedikit lalu apa tujuan nya meminta bantuan ku"ucap Daren heran
"Jika dia memang ingin kembali pada lho gimana bisa saja kan dia ingin mendapatkan uang lalu mengejar cinta lho secara dia menghasut Ananda pasti ingin membuat Ananda membenci lho dan menentang hubungan lho sama Amanda biar Vina gampang mendekati lho"jelas Ikbal
"Tapi aku curiga secara seorang Danur membantu Vina itu hal yg di luar pemikiran gitu"ucap Daren heran
"Bisa saja lah Danur membayar Vina karna Vina telah memberi nya kenikmatan"ucap Nadia
"Aku masih curiga pasti ada sesuatu"ucap Daren kurang puas dengan pendapat Sahabat nya
"Lho kenapa segitu nya lho masih menginginkan Vina"ucap Ikbal
"Bukan urusan kalian lagian masalah nya bukan Vina tapi Danur yg selalu mengintai Amanda aku harus melindungi nya dong"ucap Daren cepat
"Wah wah apa seorang Daren Damusa mulai menyukai perempuan tidak waras"ucap Nadia lalu tertawa puas
"Hei tidak dia pasti tidak tahan menahan pesona wanita gila itu tapi cantik"ucap Ikbal ikut tertawa
"Apa yg kalian katakan diam atau ku pukul bibir kalian"kesal Daren
"Yg jatuh cinta jangan marah"ejek Nadia kabur terbirit birit
"Jika ngak suka buat gue aja"ucap Ikbal
"Kamu"kesal Daren dengan cepat Ikbal pergi Daren terdiam membayang kan Amanda dan tingkah Amanda membuat Daren terkikik sendiri dia menahan senyum saat mengingat kejadian semalam apa yg mereka lakukan sungguh Amanda membuat hati nya berdebar dan tidak karuan