NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Hantu Kematian

Pendekar Pedang Hantu Kematian

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Kultivasi / Pendekar / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:186k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Aliafie

Lahirnya Sang Hantu Kematian

Aku dari keluarga biasa
Sederhana Aku bahagia
Awalnya Ku mengira
Dunia ini baik-baik saja

Dunia Tak seperti yang Ku sangka
Setelah tirai membuka penutup mata
Ku lihat Dunia...
Tampak asing di mata
Binatang menjelma rupa
Menuai Kejahatan dan Derita
Kekacauan merajalela

Takdir seolah bersuara
Harus Ku selamatkan Dunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Aliafie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perampok Miskin

Beberapa hari berlalu,Han Zhie sudah meninggalkan Sekte menuju ke Kekaisaran. Ia akan menyalin Peta Dunia yang menurut Patriark Xiao Jiangsi di miliki oleh Kaisar.

Di tengah perjalanan, Han Zhie melihat Seorang Saudagar yang sedang di rampok. Diapun menghentikan larinya.

"Cihhh. Berani sekali hanya Pendekar tingkat kaisar dan Bumi merampok" Gumamnya.

Han Zhie kemudian berjalan santai di tengah Perampokan. Sepuluh orang Perampok tingkat Bumi dan kaisar sedang mengelilingi kereta kuda yang hanya di jaga oleh satu Pendekar tingkat Bumi level tinggi dan tiga lainnya level menengah.

Nampak di dalam kereta kuda Pria setengah baya dengan putrinya sedang ketakutan. Begitupun dengan pelayan dan empat Orang Pengawal lainnya yang sedang menunggu nasib Mereka karena jumlah perampok yang tidak sebanding.

Han Zhie melangkah di tengah-tengah Mereka seperti sedang membelah jalan.

"Maaf Aku mau lewat" Ucapnya sambil menengok ke kanan dan kiri seperti Orang yang tak berdosa.

Saudagar dan putrinya yang berada di atas kereta nampak mengerutkan keningnya melihat kebodohan ataupun kekonyolan Han Zhie, begitupun para pengawal Mereka menelan ludahnya tidak mempercayai Orang bodoh seperti Han Zhie.

Para Perampok sangat jengkel dengan tingkah Han Zhie yang mengganggu Mereka.

"Cihhh. Bocah sialan apa Kau tidak tahu kalau Kami sedang merampok?" Ucap salah satu dari Mereka.

"Memangnya kenapa kalau kalian sedang Merampok? Bukankah ini jalan umum?" Balas Han Zhie.

"Anak muda, Kau pergilah !!! Aku akan merelakan hartaku untuk Mereka" Ucap Saudagar dari atas kereta kuda.

"Hahaha apa Kau bilang? Hanya merelakan hartamu?" Sahut ketua Perampok.

"Setelah Kupikirkan lagi, nampaknya Kau juga harus merelakan Putrimu" Lanjutnya.

Han Zhie yang di acuhkan melanjutkan langkahnya berharap para Perampok menghentikan dan mengganggu jalannya.

"Apa? Tidak... Tidak Akan ku serahkan putriku pada Kalian, Dia bahkan masih sangat belia" Jawab Bangsawan itu, sedang Putrinya matanya memerah dan ketakutan bersembunyi di balik tubuh Ayahnya.

"Kau boleh mengambil semua hartaku, kalau kurang akan Aku tambah setelah sampai di Kota, asal Kalian melepaskan Putriku" Lanjutnya.

Para Perampok menertawai Mereka.

"Hahaha sejak kapan Kami membiarkan mangsa Kami hidup? Kau seharusnya bersyukur Pak Tua !!! Putrimu akan Kami biarkan hidup untuk membuatku hangat" Balas Perampok.

Han Zhie yang mendengarnya menengok ke arah kereta kuda melihat seorang gadis di sisi Saudagar itu. Gadis itupun juga menatap Han Zhie dan pandangan Mereka saling beradu.

"Cantik juga" Gumam Han Zhie kemudian melanjutkan langkahnya kembali. Putri bangsawan itu memerah mukanya mendengar gumaman Han Zhie.

Perampok yang melihat Han Zhie melirik ke arah gadis itu, menggaruk kepalanya yang tidak gatal merasa tidak di anggap dan di remehkan oleh Han Zhie. Sedangkan saudagar, beberapa pelayan dan pengawal mengernyitkan keningnya dengan kekonyolan Han Zhie di tengah Perampokan.

"Bocah ini tidak ada takut-takutnya sama sekali" Gumam ketua Perampok.

"Hei Bocah berhenti Kau" Lanjut ketua Perampok.

"Apa?" Tanya Han Zhie merasa tak berdosa.

"Bocah sialan, pegang Dia !!!" Perintah ketua Perampok kepada dua bawahannya.

"Aku akan menyayat dan mengeluarkan isi perutnya" Lanjut ketua Perampok itu.

Han Zhie melihat senjata Mereka yang sangat rendahan dan tertawa dengan Perampok yang miskin yang hanya memiliki senjata tidak berguna.

"Sudah berapa kali Kalian Merampok?" Tanya Han Zhie sambil membiarkan dua orang memegangi kedua tangannya sedangkan Ketua perampok mengayun-ayunkan celuritnya di depan Han Zhie berusaha membuatnya takut.

"Memangnya kenapa? Sudah puluhan kali Kami merampok" Balas ketua Perampok.

"Tidak apa-apa, hanya saja Kalian terlihat sangat miskin" Sahut Han Zhie membuat kepala perampok dan bawahannya geram dengannya.

"Senjata kalian murahan sekali" Lanjut Han Zhie membuat Mereka semakin geram.

"Bocah sialan, tahu apa Kau tentang merampok" Balas Ketua Perampok.

"Rasakan dahsyatnya senjataku" Lanjutnya berteriak dengan lantang.

Ciattttt

Seketika dua orang yang memeganginya terjengkang tidak percaya dengan apa yang Mereka lihat. Begitupun dengan ketua Mereka yang menyabetkan celuritnya ke Han Zhie.

Han Zhie tampak baik-baik saja tidak terluka sama sekali, hanya pakaiannya yang robek. Ia mengalirkan energi hantu ke kulitnya, membuat kulitnya menjadi sangat kuat tidak mempan dengan senjata tingkat rendah para perampok dan juga kultivasi Mereka yang masih rendah.

Han Zhie memamerkan perutnya ke ketua perampok itu.

Ciattt

Ciattt

Ciattt

Ketua Perampok itu menyabetkan celuritnya membabi buta bahkan sudah di aliri tenaga dalam.

Saudagar dan putrinya, beserta pelayan dan juga Pengawalnya tidak mengedipkan matanya, tidak percaya dengan apa yang Mereka lihat.

"Apa dia manusia?" Gumam Saudagar itu. Putrinya, pelayan, dan pengawal menggelengkan kepala Mereka menyangkal kalau Han Zhie adalah manusia karena sangat kagum dengan kehebatan Han Zhie.

Ketua Perampok terus menerus menyabetkan celuritnya membuat Ia kelelahan dan menjatuhkan dirinya ke tanah mulai ketakutan dengan Han Zhie.

"Tuan, Kami sebenarnya bukan Perampok" Ucap Ketua Perampok itu.

"Hahaha Kalian bukan Perampok tapi bandit" Balas Han Zhie.

Rasakan ini

"Tendangan Bayi kuda" Lanjutnya sambil menendang Ketua perampok dan dua Orang yang tadi memegangi tangannya satu persatu, membuat Mereka terpental puluhan meter mengenai sebuah pohon. Ketua perampok itu mengeluarkan darah dari mulutnya, begitupun dua orang bawahannya.

"Cihhh. Terkena tendangan bayi kuda saja Kau terluka begitu, masih berani Merampok" Ujar Han Zhie membuat Ketua perampok yang terluka dan bawahannya berlutut memohon ampun.

"Tuan,,, ampuni Kami Tuan. Kami akan bertaubat, tidak akan merampok lagi" Ucap para Perampok itu.

"Bukankah tadi Kalian akan mengeluarkan isi perutku?" Tanya Han Zhie.

"Tuan.. Ampuni Kami Tuan, Kami berjanji Tuan tidak akan merampok lagi" Mereka bersujud meminta ampun kepada Han Zhie.

"Sudahlah untung saja suasana hatiku sedang baik. Kalian kubiarkan hidup" Balas Han Zhie.

"Tapi entah dengan Orang yang akan Kalian rampok" Lanjutnya kemudian melesat pergi meninggalkan Mereka.

Mereka yang ada di sana begitu tercengang dengan Han Zhie yang bergerak dengan cepatnya yang tiba-tiba sudah berada jauh dari tempat Mereka dan menghilang begitu saja.

"Lari... Lari... Cepat... Nanti Dia balik lagi" Teriak para Perampok.

Han Zhie menatap Mereka dari kejauhan di atas dahan pohon dan cekikikan melihat para Perampok yang terpontang panting.

"Beruntung Aku sedang bahagia setelah bertemu Ayahku. Mudah-mudahan Mereka benar-benar tidak akan mengulanginya lagi" Gumamnya kemudian celingukan dan mengganti Pakaiannya di atas dahan pohon karena sudah robek di bagian perut dan dadanya terkena celurit.

"Siapa Pemuda itu? Apa Kalian mengenalnya?" Tanya Saudagar itu kepada para pengawal.

"Tidak.. Kami tidak mengenal Pemuda itu" Jawab Mereka.

"Aku berhutang Terima kasih kepadanya. Sepertinya arah Pemuda itu sama dengan Kita, semoga Aku bisa berjumpa lagi dengannya" Gumamnya.

Mereka kemudian melanjutkan kembali perjalanannya membawa sangat banyak Pakaian di kereta kuda yang akan di jual di Kota Yudong.

1
Kencana Surya
/Proud//Proud//Proud//Proud/
Iskandar Muda
Buruk
Iskandar Muda
Lumayan
Abi
Kecewa
Abi
Buruk
Anggraini Nacita
knpa ci ggk di lanjutin
Any Maghfiroh
kenapa banyak novel bagus yg harus berhenti di tengah jalan 😢
Aswantio Wasito
semoga tidak membagongkan
Rasit Sit
mantap thor aku sangat menikmati alur ceritanya sgt memuaskan,tolong cepat update nya,jgn biarkan kami menelan kekecewaan 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
I Ketut Gede Putrayasa
lanjut up nya thorrrr.......
Nurul Hikmah
knp harus bertele-tele sekali .. MC nya gk hadir dlm pemberontakan 4
Nurul Hikmah
jagoan nya g maju
Nurul Hikmah
mantap .. mengalah .. buaya berkata kadal
Kultivator
josss
Al^Grizzly🐨
Ratu Wu Zetian ada...
Al^Grizzly🐨
Mantap
Udin Baharuddin
lanjut thor
fatha Huddin
mantapz, up
Anonim
mc masih lemah aja padahal author sdh buat perang besar..hadeehhh
wong ndéso
baiknya ditulis tamat aja klo dh gk dilanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!