NovelToon NovelToon
Laba-Laba Hitam

Laba-Laba Hitam

Status: tamat
Genre:Action / Badboy / Mafia / Kriminal / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Terlahir dari isteri kedua seorang pengusaha besar, tersisih, terasing, bahkan terbuang membuat Leo merasa hidupnya begitu memuakkan.

Hingga ia bertemu Aleena dan mulai merasakan arti hidup yang sesungguhnya. Sayangnya, Aleena yang begitu Leo cintai itu tak lama mendampingi Leo.

Dalam frustasi nya, Leo yang terasing sekian lama akhirnya memaksa kembali ke Indonesia dan justeru menemukan begitu banyak rahasia yang terungkap atas Ayahnya Ibunya dan juga kekasihnya.

Rahasia apakah gerangan? Yuk ikuti kisah Leo... 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Tentang Rasa

Rose membuka matanya pelahan, tampak ia telah berada di ruang rawat inap dan di sana ada Mami nya duduk di atas sofa sedang sibuk dengan ponselnya.

Rose berusaha bangun tapi kepalanya masih pusing dan kakinya terasa sakit.

Sang Mami yang menyadari putri sulungnya sudah siuman segera berdiri, lalu menghampiri Rose.

"Kenapa Mami ada di sini?"

Tanya Rose heran.

Ia ingat jika terakhir kali masuk Rumah Sakit ia bersama pemuda yang tinggal di sebelah rumah peristirahatannya.

Yah Leo, dia bernama Leo. Teringat jelas nama Leo di kepala Rose. Pemuda tampan yang begitu baik dan perhatian.

"Bagaimana bisa kamu sampai berurusan dengan orang-orang Malaikat Hitam?"

Tanya Mami tiba-tiba.

Rose menatap Mami nya.

"Malaikat Hitam? Siapa Mam? Rose tidak mengerti apa yang Mami sedang bicarakan."

Kata Rose.

Mami mendengus.

"Yang menyerang rumahmu, mereka anggota kelompok Malaikat Hitam, belakangan ini mereka sudah membuat begitu banyak kekacauan, dalam satu hari kemarin mereka menyerang dua tempat sekaligus, mereka benar-benar gila, bagaimana bisa mereka main-main di dalam Negara hukum seperti itu?"

Mami tak habis pikir.

Rose terdiam.

Malaikat Hitam. Rose bahkan baru mendengar namanya, ini jelas bukan urusan pribadinya.

"Mereka menyebut nama Daddy, ini bukan masalah Rose."

Kata Rose.

Mami terdiam lagi.

"Pasti ada sesuatu yang Daddy lakukan, hingga Rose dan Luna menjadi sasaran. Jelas mereka menyebut nama Daddy."

Kata Rose lagi.

"Ah untungnya ada Leo, jika tidak mungkin Rose dan Luna sudah meninggal sekarang."

Gumam Rose.

"Ah di mana dia Mom?"

Tanya Rose.

"Siapa?"

Mami balik tanya.

"Leo, laki-laki yang menolong Rose dan Luna."

Mami mendengus lagi.

"Mana Mami tahu, dia bilang ada di Rumah Sakit, begitu sampai di sini dia tidak ada, dihubungi tidak bisa."

Kata Mami dongkol.

"Jadi Mami tidak bertemu dengannya? Sungguh?"

Mami menatap Rose dengan kesal.

"Apa Mami seperti sedang bercanda, yang benar saja, dalam situasi seperti ini Mami bahkan ingin mencekik manusia."

Mami emosi.

Bagaimana tidak? Dia harusnya malam ini terbang ke Singapura bersama teman-teman sosialitanya.

Ia bahkan sudah janjian dengan teman kencannya yang kini telah menunggunya lebih dulu di salah satu resort mewah di Singapura.

Andai suaminya bisa ia hubungi agar bisa mengurus masalah penyerangan rumah peristirahatan Rose, pasti Mami juga sudah tetap bisa berangkat.

Tapi, suaminya sama sekali tak bisa ia hubungi, pengawal yang tersisa di rumah juga bungkam dan tak berani mengatakan apapun.

Yah tentu saja, pasti karena kematian Karlita, ia pasti mencoba menenangkan diri di suatu tempat, dan itu menambah dada Mami rasanya terbakar.

Sejak dulu selalu begitu, hanya Karlita saja di otak dan hati suaminya, ini sangat membuat frustasi.

"Sudah kau diamlah, Mami akan di sini sampai besok pagi."

Kata Mami akhirnya.

Rose terdiam.

Apa sebetulnya yang terjadi? Kenapa Leo tiba-tiba pergi tanpa menemui Mami dan setidaknya menunggu Rose siuman agar ia bisa mengucapkan terimakasih.

Dan Malaikat Hitam, siapa sebetulnya mereka? Apa hubungan mereka dengan Daddy? Kini beribu tanya muncul dalam benak Rose, termasuk juga tanya tentang sosok Leo yang begitu menarik perhatiannya.

**---------**

Viera mengendap-endap keluar dari kamar, ia tiba-tiba merasa lapar dan baru ingat belum makan.

Ah semoga tak perlu bertemu Tuan Leo. Batin Viera. Ia masih malu soal di telfon tadi. Pertanyaan kapan Tuan akan pulang, itu sangat menjatuhkan harga dirinya.

Viera akan menuju ruang makan di dapur, saat tiba-tiba sebuah tangan menyentuh bahunya dan membuat Viera rasanya jantungnya nyaris lepas.

"Vier."

Mendengar suara kakaknya yang memanggil membuat Viera langsung lega dan berbalik.

"Yah..."

Viera terdiam.

Karena di belakangnya kini tampak Roy, dan juga muncul Leo di belakang Roy.

Leo menyunggingkan senyuman manis pada Viera yang langsung gugup setengah mati menatap kakaknya.

"Ap... Apa Kak?"

Tanya Viera gugup pada Roy.

"Kau kenapa? Sakit?"

Roy mengulurkan tangannya ke dahi Viera, namun segera dihalau Viera dengan lembut.

"Aku akan pergi sebentar."

Kata Roy.

"Ke mana Kak? Viera ikut."

Kata Viera.

"Bang Jack, aku harus menemuinya sendiri, kau tinggal saja di rumah bersama Tuan Leo, itu lebih aman."

Ujar Roy.

Jiah, aman kata Kakak, tapi jelas tidak buatku. Bagaimana bisa aku merasa aman setelah kebodohan tadi? Ah sial! Viera rasanya ingin bisa menghilang.

"Tapi Kak."

Viera berusaha menahan lengan Roy.

"Tenanglah Vier, aku akan baik-baik saja, kali ini aku bersama anak buah Doni, aku hanya beli senjata saja."

Kata Roy lagi.

"Yah pergilah, biar adikmu aku yang jaga."

Leo menepuk bahu Roy.

"Kak."

Viera tampak sangat gugup sekarang, tapi Roy malah balas menepuk bahu Leo.

"Aku percayakan adikku padamu Le, aku pergi."

Haish... Viera menatap nanar kepergian Kakaknya.

Kak, setidaknya tunggu sampai aku makan. Aku lapar. Batin Viera.

Leo menatap Viera yang tampak memandangi Roy yang kini telah pergi dan tak terlihat lagi.

"Aku sudah pulang."

Kata Leo tiba-tiba, mengagetkan Viera dan rasanya ia ingin lari saja.

"Ah yah Tuan, ngg... Saya mau tidur, selamat malam."

Viera membungkuk lalu berbalik untuk segera akan pergi masuk ke kamarnya lagi, saat tiba-tiba perutnya bersuara karena keroncongan.

Leo mengulum senyum demi mendengarnya.

"Kau belum makan? Jangan tidur dalam perut kosong, ayo makan, aku juga belum makan."

Kata Leo tiba-tiba menarik lengan Viera dan pergi menuju ruang makan.

"Kau masak apa tadi?"

Tanya Leo sambil melihat menu makanan yang tersaji di meja.

"Tadi hanya masak seadanya bahan saja, karena buru-buru Kak Roy ingin makan."

Kata Viera.

Leo mengangguk.

"Kita cari makan di luar saja. Ganti bajumu, pakai jaket."

Kata Leo.

"Tapi."

"Cepatlah."

Leo mendorong tubuh Viera menuju kamar.

"Aku beri waktu lima menit, jika lebih aku masuk kamar."

Kata Leo seenaknya.

Haish, mengerikan. Batin Viera.

Ia langsung masuk ke dalam kamar dan segera mengganti celana dan kaosnya, menyambar jaket lalu memakai kaos kaki.

Udara di puncak sangat dingin saat malam hari, entah apa yang sedang dipikirkan Tuannya mengajak keluar hanya untuk makan.

Viera keluar dari kamar, Leo berdiri bersandar di dinding dekat pintu dengan dua tangan terlipat di dada.

Ia melirik Viera yang kini berdiri di dekatnya.

"Sudah?"

Tanya Leo.

Viera mengangguk.

"Aku sudah kirim pesan pada Kevin agar menutup cafe nya dan segera pulang, karena Roy mungkin akan pulang menjelang subuh."

"Kenapa kalian beli senjata?"

Tanya Viera menatap Leo.

Leo hanya menghela nafas.

"Kamu tak usah tahu, pikirkan saja kita mau makan apa. Sate? Nasi goreng? Mie tek-tek? Ah aku rindu semua makanan itu, makan di pinggir jalan di warung tenda."

Kata Leo sambil meraih tangan Viera lalu menggandengnya keluar rumah.

Viera diam saja, bingung antara harus melepaskan tangannya dari tangan Leo atau membiarkan saja menikmati desiran indah di hatinya.

Tapi...

Viera sejenak berhenti, membuat Leo terkejut.

"Ada apa?"

Tanya Leo.

Viera menatap Leo. Apa yang harus aku perbuat? Batin Viera.

Tuan Leo, laki-laki itu begitu tampan, dan hatiku begitu cepat tercuri olehnya. Tapi dia teman Kak Roy, dia juga majikanku dan dia pun telah memiliki kekasih bernama Aleena.

Viera akhirnya melepaskan tangannya dari tangan Leo.

"Ngg aku bisa jalan sendiri Tuan."

Kata Viera akhirnya dengan gugup, lalu berjalan mendahului Leo agar bisa menghindari tatapan mata Leo yang selalu mampu membuat hati Viera bergetar.

**----------**

1
Dhod Hendry
krya yg bagus.. m
prasty sakura
Bagus cerinya suka suka
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
phAntom
preeet
amilia indriyanti
di negara api 🔥 masih adakah hukum,...
apalagi untuk kaum papa
amilia indriyanti
mosok.....
phAntom
jangan bilang Riki in mainan istri pertama ayah Leo,, trus dia d suruh nyari karlita serta anakx oleh si istri pertama ini..
amilia indriyanti
pelakor jaluk enak rak Ono ceritane
Eka Kurnia Sari
luar biasa kereen bgt ceritanya
gempi
v
Tri Wulandari
Luar biasa
szwarc
bolee
szwarc
sepertinya menarik...
Veri Andrian
Luar biasa
Inonk_ordinary
orang² yg aneh
dewi_nie
Luar biasa
Usmi Usmi
Leo ini emosi aja terus lebih cerdas Sindi dan analisa nya bagus
Usmi Usmi
kenapa si lea cuma emosi aja Thor tidak membangun kekuatan sdh tau musuh sangat kuat mask nunggu mati semua orng di samping nya hadeh
Usmi Usmi
tidak bisa tinggal diam harus buat markas juga jangan cuma emosi d pelihara si Leo
Usmi Usmi
blm bisa di katakan kuat kl masih cengeng dan kalah taktik sama musuhnya
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!