NovelToon NovelToon
Cinta Pangeran Tampan

Cinta Pangeran Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:8.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Angelina

"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.

"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.


"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.


"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.


"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus

"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.


"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.

"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.




Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.

Selamat Membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bingung Dengan Perasaan

"Bella..bellaa.. Wake up" ucap Christin membangunkan Bella. Namun Bella tak berkutik sedikit pun. Christin jadi khawatir, kemarin saat pulang dari kantor ia menerima pesan dari Dodi bahwa Bella sedang sakit.

Sesampainya di apartemen, Christin langsung mengecek suhu tubuh Bella. Bella demam, Christin langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Bella. Setelah kepergian dokter, Bella masih belum sadar. Christin memutuskan membiarkan Bella beristirahat.

"Bell.. Bella" ucap Christin mengoyang-goyang bahu Bella.

"Hmmm" gumam Bella

" Lo kenapa bel ? Kenapa tiba-tiba begini ?" Tanya Christin khawatir.

Bella pun duduk diatas ranjang itu dan menguap beberapa kali sambil memegangi kepalanya.

"Cuma nggak enak badan aja" ucap Bella serak.

"Yaudah, Lo sarapan dulu terus minum obat" ucap Christin.

Bella mengangguk dan mengikuti Christin ke meja makan.

"Lo pasti kecapean bel. Mending Lo cari pekerjaan yang lain, ini terlalu berat buat Lo" ucap Christin memasukkan nasi kedalam mulutnya.

"Enggak kok tin, gue cuma belum terbiasa aja. Lagian kemarin isi gedung itu banyak banget. Gue pusing liatnya" ucap Bella melebarkan senyumnya.

Maaf tin, gue terpaksa bohongin Lo. Batin Bella mengingat ucapan Brayen padanya.

"Tapi kalo terus-terusan gini bisa-bisa tubuh Lo lemah Bella" ucap Christin melebarkan matanya.

"Haha, Sumpah Christin sayang tubuh gue cuman lelah doang. Ntar tidur seharian juga udah fit lagi" ucap Bella terkekeh. Christin hanya diam menatap Bella.

"Lo nggak usah khawatir. gue baik-baik aja. gue pasti bisa" ucap Bella memuji dirinya.

"Huh. Buktinya ini Lo jatuh sakit kan" Christin masih mengomel.

"Haha. Lo sama aja kaya mama gue, Kaya nggak pernah sakit aja. gue juga manusia Christin ya wajar lah kalo capek" ucap Bella menenangkan sahabatnya.

"Hmm, Yaudah. Awas kalo Lo sakit lagi" imbuh Christin lagi.

"Oiya, Lo tau nggak ? kemarin Bos galak itu nawarin gue apartemen tin." ucap Bella meneguk jus mangga.

"Terus" Christin cuek

"Ya gue terima dong. kapan lagi coba dapat apartemen dari bos galak itu. pengen banget gue abisin itu duit, biar sombong nya nurun dikit" Bella mendengus kesal. Christin tertawa mendengar cemoohan sahabatnya itu.

"Haha... Ya ampun Bella. bisa-bisanya Lo ngelawak lagi sakit gini" ucap Christin terkekeh.

"Yaudah sana kerja. Lo nggak bakalan pergi-pergi kalo ngedengerin lawakan gue" ucap bella

"Haha.. siap bos. jangan lupa minum obat Lo, istirahat yang bener" ucap Christin bangkit dari duduknya.

"Iya-iya ibuku sayang" Bella.

Lo emang orang yang paling ngerti gue tin, peduli kehidupan gue. gue janji bakalan jadi sahabat yang baik buat Lo. gue pasti balas kebaikan Lo suatu hari nanti. batin Bella memandangi sahabatnya pergi.

lalu ia segera minum obat yang diletakkan Christin di atas meja makan, kemudian ia pergi kekamar membersihkan diri. Saat mengeringkan rambut, ponsel Bella tiba-tiba Berbunyi, ia pun langsung Mengambil ponsel yang ada didalam tasnya saat pergi ke acara penyambutan adik bungsu Tuannya.

"Hallo Tuan" Ucap bella

"Bagaimana keadaanmu ? Maaf kemarin aku keterlaluan padamu" ucap Brayen menyesal

"Oh, tidak apa tuan. saya tidak terlalu memikirkannya" ucap Bella.

"Yasudah, istirahatlah.Nanti siang aku akan menjemputmu"

"memangnya kena..." Bella menghentikan ucapannya.

Tut..Tut..

"Huh, dia selalu saja begini" dengus Bella kesal. lalu ia pun Beristirahat .

"Bagaimana Rio ?" tanya Brayen datar.

"Semuanya sudah beres tuan" jawab Rio tenang.

"Baiklah. Nanti Kita Pergi menjemput Gadis Bodoh itu" ucap Brayen tajam.

Rio menelan ludah mendengar ucapan Brayen.

"Baik tuan. kalau begitu saya permisi dulu" ucap Rio sopan.

Brayen Memejamkan matanya saat bersandar di kursi kerjanya.

Mengapa aku tak bisa mengontrol diri saat berhadapan dengan gadis itu. Aku tak tau perasaan apa yang menggerogoti jiwaku. Setiap berkata kasar kepadanya aku tak pernah merasa bersalah sama sekali, tapi... Mengapa aku seakan takut kehilangan dirinya. Batin Brayen

Ia membuka matanya dan mengambil laptop. Brayen kembali bergulat dengan pekerjaannya.

tiba-tiba telepon di ruangannya berbunyi. ia langsung menekan tombol hijau dan mendengarkan Rina, Asisten pengganti Bella untuk beberapa hari

"Tuan Brayen, Ada seorang Wanita ingin bertemu dengan anda" ucap Rina memberitahu.

"Siapa ?" tanya Brayen mengerutkan keningnya.

"Namanya Nona Alice dari perusahaan XX". ucap Rina . Brayen berpikir sejenak.

"Suruh Masuk" ucap Brayen kemudian.

"Baik tuan" ucap Rina memutuskan sambungannya.

"Nona Alice silahkan masuk" ucap Rina.

"ya, terimakaaih" jawab Alice berjalan ke ruangan Brayen. Alice Masuk Keruangan Brayen Dengan gaya nya yang Elegan.

"Halo Brayen, Long time no see" Sapa Alice Menutup pintu.

"Alice ?" Brayen Menatap tajam.

"Ya, Kau terkejut melihatku ?" ucap Alice berjalan ke kursi. Brayen masih diam menatap Alice.

"Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau baru sadar aku begitu mempesona?" ucap Alice duduk Bersebrangan dengan Brayen.

"Ada apa kau datang kesini ?" tanya Brayen datar

"Hummm.. Kau masih saja seperti dulu" ucap Alice menyilang kan tangannya di depan dadanya.

"Aku sibuk Alice, aku tak punya banyak waktu berbicara denganmu" ucap Brayen cuek.

"Baiklah, aku juga tak mau berlama-lama disini Tuan Brayen" ucap Alice penuh penekanan.

"Sebulan Lagi Aku akan menikah. Jadi, Aku Turut mengundangmu diacara pernikahanku nanti. Aku harap kau datang sebagai balas Budi kau sudah menolak ku berulang kali" ucap Alice Menatap tajam.

"Ya, lalu" balas Brayen masih cuek.

"Aku tak tahu yang ada di pikiran mu Brayen. yang jelas aku sudah memutuskan untuk menyerah saja daripada menunggu Cintamu" ucap Alice

"Ya Bagus lah. Aku akan memberi Hadiah yang Kau mau, kau tinggal menyampaikan pada asisten ku diluar" jawab Brayen acuh.

Alice Bosan melihat tingkah Brayen yang seolah-olah tidak menganggapnya ada.

"Aku tak perlu hadiah dari mu Brayen. Aku hanya ingin kau Datang diacara pernikahanku nanti" Alice.

"Aku tidak Berjanji. Kalau aku punya waktu luang aku akan datang" Brayen

"Tak bisakah kau menghargai ku Brayen ? Aku tahu Kau orang yang sangat Sukses. Tapi asal kau tahu, Kau tak akan pernah mendapat cinta sejatimu kalau Kau masih mengutamakan gengsi dalam hidupmu. Kau Menyia-nyiakan cinta tulus orang padamu." Alice geram

"Apa, Hah, Aku tak pernah mengharapkan cinta tulus mu dan mereka yang mengincarku. Apa itu salah ?" tanya Brayen datar.

"Terserahmu Saja, Aku sudah memperingatkan mu. aku tak mau membuat masalah di kantormu. Aku pergi dulu, Terimakasih" ucap Alice menahan Isak keluar dari ruangan Brayen.

Brayen menghembuskan nafas nya kasar.

" Benar-benar memuakkan" dengus Brayen kesal. Ia kembali mengambil laptopnya dan berkutik dengan pekerjaan yang menggunung itu. ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya hari ini agar dapat menemui Bella .

***Hallo Readers, Maaf ya Update nya telat. Angel lagi sibuk banget sama tugas yang sudah menumpuk (Huhu) . Tapi aku masih berusaha untuk nulis, kadang aku jadi linglung sendiri karena kebanyakan tugas (Duh, malah Curhat).

Jangan lupa Dukung aku terus yah. Karena dukungan kalian adalah semangat ku (Uwwuuu).

Jangan Lupa Cek Karya Terbaruku Disebelah. (Hehe) dan sertakan like dan komentar nya juga, beri Tip kalau kamu Ikhlas (Banyak banget mau nya) Satu lagi nih, Follow juga Akun Ku yah. Haha, Terimakasih Semua..

Selamat menjalani Ibadah puasa bagi Saudara/i yang menjalankan.

Stay safe and Stay in home. Love you All*"

1
Rika Yunus
seru
Elisabeth Gening
Kevin cemburu buta ya
Elisabeth Gening
ceritanya bagus ya, saya suka membaca
Elisabeth Gening
salut pada vino yg mengangkat Rivael jadi keluarga nya
key
Ceritanya bagus banget. alurnya tidak bertele-tele tapi mudah dicerna.
Nenk Manieez
kasian kevin thor
Nenk Manieez
kevin payah,gk gercep
Nenk Manieez
mengandung bawang
Nenk Manieez
aq rasa papa angkat rafael yg udh ngerelain kakinya bwt rafael
Nenk Manieez
dodi nikah sama siapa thor???
Nenk Manieez
suka visual vino,cool abiiis
Nenk Manieez
ada apa ni kok si vino peduli amat y?
Nenk Manieez
malang sekali nasibmu rafael
Nenk Manieez
ternyata rafael semenyedihkn itu thor😭😭
Ros Konggoasa
aseee lanjut
Lisabrginting
yg 1blm kelar,ini juga mutar2 cerita kevin. aduh..maaf ya thor.cerita nya emang keren.tp berbelit2,kelamaan. pusing.🙏🙏
Susetiyanti RoroSuli
bagud
Syifaa Prasetya
ko gantengan vino dr pd brayen
Syifaa Prasetya
belum ketahuan arahnya kemana
Susetiyanti RoroSuli
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!