Halsey Diana, itu namaku sebenarnya aku cukup dini untuk menikah karena aku baru saja beranjak usia 17 tahun dan aku juga masih duduk dibangku SMA kelas 3 semester akhir. Bukan, bukan aku bukan hamil duluan seperti kebanyakan dari pernikahan dini.
Aku menikah dengan seorang pria 15 tahun lebih tua dariku, aku ingatkan kembali aku menikah bukan karena hamil atau jadi simpanan om-om namun ini karena perjodohan orang tuaku.
Tapi, mampuhkan aku bertahan didalam pernikahan dengan pria 32 tahun itu. Aku atau dia yang akan gagal mempertahankan pernikahan ini atau pernikahan ini akan berhasil sampai aku menua dengannya.
Ayo lanjutkan membaca ceritaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon safira a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30 (Last Epilog)
Irwan James POV
Saya harus menceritakannya dari mana ? Apa dari hari dimana saya bertemu dengannya ? Tidak itu biasa saja.
Mungkin ini hari dimana kali pertamanya saya hidup dengan seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA, dia gadis yang saya nikahi sebagai pengantin pengganti saya dan anak yang di serahkan orang taunya di gantikan dengan suntikan dana pada perusahan mereka.
Saya cukup merasa aneh mereka lebih memilih hal itu tapi saya bersyukur juga. Saya pikir hidup dengan anak SMA akan membuat saya kewalahan seperti yang di ketahui jika anak zaman sekarang itu sangat manja dan merepotkan nyatanya saya salah menilai ternyata tidak dia gadis baik dan mandiri.
Awalnya saya hanya ingin membuat dia nyaman hidup dengan saya tapi waktu berjalan begitu saja, bukan dia yang hidup dengan nyaman tapi saya yang nyaman hidup dengannya. Awalnya saya berpikir melupakan orang di masalalu saya akan sulit karena saya pernah berpisah dengannya dan itu sulit nyatanya dia gadis yang bernama Halsey Diana mampu menghancurkan es dihati saya.
Mungkin ini yang membuat kalian bingung dan gregetan, dimana pertengkaran saya dan halsey. Saya terlalu bimbang dan tidak bisa memilih di saat itu saya memikirkan bagaimana reaksi Halsey ketika mengetahui saya memiliki akan yah itu Refly Anka James, saya pikir dia akan membenci saya dan meninggalkan saya. Bodohnya saya mensetujui keluarga saya untuk tidak pernah memperkenalkan mereka berdua.
Tetapi tetap saja, itu masih membuat rumah tangga saya dan dia ada petengkaran, saya terlalu banyak menyembunyikan hal-hal yang seharusnya dia ketahui. Tapi percayalah bukan maksud saya untuk menyembunyikannya hanya saja saya takut dia akan meninggalkan saya.
Kembali lagi itu tetap terjadi saat saya berbicara atau tidak itu benar-benar terjadi, saya hancur saat ini saya merasakan kehilangan. Harusnya saat dia sedang di acara sekolah saya tidak seharusnya bertemu dengan ibu dari anka tak seharusnya saya dan dia membicarakan yang sudah menjadi masa lalu, tak seharusnya juga saya menyembunyikan bahkan saya telah menikah dan tak seharusnya saya membawa dia kerumah saat halsey tak ada dirumah.
Hari itu saat halsey pulang dari acara sekolahnya, saya terkena musibah saya di beri obat pelumpuh dengan dosis yang ringan. Saya tidak bisa mengejar halsey untuk menjelaskannya karena seluruh badan sel-sel saya mati rasa. Dan disitu salah paham itu semakin menjadk-jadi.
Saya terkejut bahkan sangat saat gadis itu memilih untuk pergi, saya ketar ketir dengan hal itu, saya pikir dia akan pulang pada orang tuanya nyatanya tidak. Dia pergi kerumah sahabatnya dan kebetulan Viktoria teman saya juga berada di arpatemen yang sama dan dia yang merupakan tetangga teman halsey memberikan saya kabar membantu saya untuk menjaganya saya cukup bersyukur dengan itu.
Ada hal yang membuat saya merasa tidak pantas untuk berdiri samping halsey saat itu, dia kan anak yang baik dan mandiri. Hari itu saya juga mengetahui fakta jika halsey pernah berhubungan dengan abay yang merupakan anak yang sama baik,sopan, ramah dan masih muda sayang sekali hubungan mereka harus kandas karena saya. Saya khawatir dan saya merasa saya tidak memiliki celah untuk halsey.
Tapi nyatanya abay datang hanya untuk menjelaskan hal yang tak bisa aku jelaskan, bisa di katakan hubungan saya dengan halsey ada campur tangan dari abay.
Hari itu saya pikir halsey akan meminta cerai dengan saya tapi reaksi dari gadis itu membuat saya percaya diri dan merasakan cintanya dia memberi saya satu kesempatan yang tak akan saya sia-siakan.
****
"Mas ih bantuin aku dong, anka minta dibantuin ngerjaiin tugasnya sedangkan Olivia menangis terus" saat saya masuk kedalam ruang tengah sudah disambut dengan hal seperti ini, padahal saya baru saja pulang dari kantor. Tetapi, saya tidak merasa keberatan dengan ini malah saya merasa bangga dan tersanjung saat halsey meminta bantuanku karena itu tandanya dia mempercayaiku untuk diandalkan. Saya mengangguk dan duduk di sebelah anka yah dia sudah masuk kelas 4 SD saya dan halsey juga dikaruniai anak perempuan namanya Olivia Dianata James.
Olivia baru berusia 1 tahun dia sedang rewel-rewelnya. Setelah mengurusi anak-anak saya baru membersihkan diri dan makan malam bersama halsey karena anak-anak sudah tidur.
"Capek nggak ?" Tanya saya saat sudah masuk kedalam kamar, saya biasanya emang saya tanya agar dia bisa bercerita pada saya keluh kesahnya. "Capek sih mas, soalnya olivia lagi masa-masa rewel sama penasaran. Belum lagi harus kesekolah anka mengurusi oliviade yang dia ikutin. Tapi gak papah aku seneng banget mereka pada pinter-pinter kok" saya mendekat dan duduk dibelakang dia.
"Terus gimana sama pekerjaan rumahnya kewalahan nggak ? Perlu saya pekerjakan ART ?" Saya menaruh tangan saya di bahunya dan memijitnya. Saya tau bagaimana susahnya membereskan rumah belum lagi ada anak-anak dia juga harus masak juga pasti capek sekali.
"Nggak perlu mas, aku seneng kok bisa ngurus kalian" saya benar-benar tersanjung dengan niatnya dia baik sekali. Saya memeluk tubuh kecil itu mencium pucuk kepalanya sangat lama. Ini sebagai tanda terima kasih saya padanya yang sudah berkerja keras untuk terus mengurusi keluarga kecil ini.
"Terima kasih yah" saya membisikan kalimat itu, halsey hanya mengangguk "mas sendiri gimana capek nggak ?" Saya membawa dia untuk bersandar didada ku "saya juga capek sih, cuman kalau saya capek bisa berhenti untuk istirahat dulu tidak seperti kamu yang mengurusi anak-anak karena tidak bisa berhenti untuk istirahat dengan sesuka hati" yah begitu kan pada dasarnya.
Setiap pekerjaan nggak bisa dianggap remeh, nggak ada pekerjaan yang enak dan tidak capek semuanya memiliki porsi masing-masing ketimbang dari itu seorang istri jauh lebih lelah dan capek karena mengurus anak dan rumah bukan hanya fisik tapi juga mental ada saatnya mereka merasa lelah dengan apa yang mereka lakukan.
"Mas makasih yah udah jadi suami sama ayah yang baik buat anak-anak aku" dia natap saya dan tersenyum dengan manis dan saya pun sama membalasnya. "Seharusnya saya yang mengucapkan itu karena saya beruntung bisa miliki istri seperti kamu, terima kasih karena sudah menjadi ibu yang baik dan cerdas untuk anak saya" dan setelahnya kami berpelukan sampai tertidur.
__________________________________________
[Kamis, 06 Januari 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Wtpd : Safira Auliya Hamidah
Instagram : Safira19989
Author : Hallo semuanya, terima kasih sebelumnya sudah baca cerita ini dari awal sampai akhir, ini epilog yang saya maksud. Saya nulis epilog ini dadakan banget bahkan sampe nulis pesan ini saya nangis banget karena apresiasi kalian sama cerita ini. Dan yah saya mau meminta maaf jika penyelesaian konflik kurang bangus atau tak sesuai ekspetasi kalian saya belum berpengalaman tentang rumah tangga karena saya hanya anak SMA yang mencoba meraih mimpinya dan yah kenapa saya memberi penyelesaiannya seperti itu ? karena tidak setiap rumah tangga akan berakhir dengan perceraian percayalah jika masih bisa dibicarakan baik-baik kenapa harus membuat luka ?. Sekian dari saya sekali lagi saya ucapkan banyak Terima Kasih 🥰