Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tiga puluh Dua
Siska langsung masuk ke ruang kerja. Ia masih terbayang saat Daniel memeluk erat tubuh Yasmin.
"Apa bu Yasmin wanita yang fotonya selalu dipandangi pak Daniel dan menjadi tambatan hatinya"
"Tante Siska..." ujar Rachel mengagetkan Siska.
"Aduh Rachel, buat kaget tante aja"
"Apa meetingnya udah selesai"
"Udah sayang..."
"Kenapa tante cantik tidak menemui Rachel"
"Tante cantik siapa"
"Tante Siska pasti nggak kenal...aku ke tempat daddy aja" ucap Rachel dan berlari keluar dari ruangan.
"Rachel, tunggu. Nanti daddy marah jika kamu menemuinya"
Siska berjalan mengikuti Rachel yang makin kencang larinya menuju ruang meeting.
Akhtar yang telah selesai , akan pamit meninggalkan ruang rapat. Daniel mendekati tempat Yasmin duduk.
"Yasmin, boleh aku minta nomor ponselmu"
"Hhhmmmm...boleh kak" ucap Yasmin gugup sambil menyerahkan ponselnya.
Akhtar yang berdiri tepat di samping Daniel tanpa sengaja melihat wallpaper ponselnya yang menampilkan foto Yasmin.
"Tidak salah lagi, pasti pak Daniel ini mantan kekasih Yasmin. Tapi bukankah pak Daniel telah menikah, kenapa ia masih menyimpan foto Yasmin diponselnya"
Daniel mengetik nomornya di ponsel Yasmin dan menekan tombol hijau.
"Kamu simpan ya nomorku...." ucap Daniel menyerahkan ponselnya Yasmin
"Baik kak..."
"Kita langsung ke Bandung atau kita menginap dulu. Kamu capek" ujar Akhtar dan di dengar Daniel
"Bagaimana jika pak Akhtar dan kamu menginap di apartemen aku saja"
"Nanti merepotkan pak Daniel"
"Tidak akan merepotkan, malahan saya senang jika kalian mau menginap"
"Tante cantik...."teriak Rachel mengagetkan Akhtar, Daniel dan Yasmin.
Rachel langsung memeluk kaki Yasmin yang berdiri di samping Daniel. Siska juga kaget melihat itu.
Yasmin langsung berjongkok dihadapan Rachel.
"Sayang, ada apa...."
"Kenapa tante tidak menemui Rachel"
"Baru aja tante akan menemui kamu setelah dari ruang ini"
Daniel kaget melihat Rachel yang memeluk Yasmin, iapun ikutan berjongkok di samping Yasmin.
"Sayang kamu sudah kenal tante dengan Yasmin"
"Iya daddy..."
"Kamu mau apa mencari tante Yasmin"
"Aku mau jalan sama tante cantik, dad"
"Kalau begitu kamu sekarang minta tante Yasmin buat menginap di apartemen kita"
"Kak, aku nggak bisa memutuskan. Aku harus minta izin mas Akhtar dulu. Lagi pula aku tak mungkin menginap di tempat kakak"gumam Yasmin
"Mas Akhtar..."
"Maksud aku pak Akhtar"
"Tante cantik, tante mau ya menginap di apartemen daddy"
"Tante harus minta izin dulu dengan atasan tante ya...."
Daniel berdiri dan mendekati Akhtar yang terpaku memandangi keakraban Daniel dan anaknya dengan Yasmin.
"Pak Akhtar apa bapak tidak keberatan buat menginap di apartemenku"
"Apa istri bapak nanti tidak keberatan" tanya Akhtar
"Saya tidak memiliki istri" ucap Daniel
"Kemana Arnetta, kenapa kak Daniel ngomong ia tidak memiliki istri. Apa mereka telah pisah"
"Oh...maaf"
"Tante cantik, mau ya menginap" ucap Rachel mulai merengek
"Terserah kamu aja, Yas" ucap Akhtar menjawab.
"Baiklah, tante dan pak Akhtar nanti akan mampir. Tapi buat menginap tante mungkin tak bisa. Tante menginap di hotel saja"
"Aku boleh ikut tante menginap di hotel"
"Hhhmmm, menginap dengan tante dihotel"ucap Yasmin.
"Siska, apa setelah ini masih ada jadwal aku"
"Nggak ada pak, hanya ada beberapa berkas yang perlu tanda tangan bapak"
"Apa itu harus di tanda tangani sekarang"
"Nggak harus pak, besok juga bisa"
"Kalau begitu saya pamit dulu. Saya akan makan siang bersama Pak Akhtar dan Yasmin. Setelah itu saya langsung kembali ke apartemen. Jika ternyata ada berkas yang harus saya tanda tangani segera kamu bisa hubungi saya"
"Baik pak...."
"Rachel sepertinya sangat menyukai bu Yasmin. Apakah memang bu Yasmin wanita yang dicintai pak Daniel"
"Mari pak Akhtar , Yasmin...kita makan siang dulu sebelum mampir ke apartemen saya"
"Tante jadi ke apartemen Rachel"
"Iya sayang...."
"Horee....aku senang banget. Aku sayang tante"
Ucapan Rachel membuat Daniel tersenyum. sementara itu Siska masih berdiri memandangi kepergian mereka.
"Rachel yang baru bertemu kamu aja langsung menyukai dan lengket dengan bu Yasmin. Apa anak dan bapaknya telah begitu terpesona dengan Yasmin. Apa kelebihan wanita itu dengan mudahnya memenangkan hati Rachel yang baru sekali bertemu dengannya"
Daniel membawa Yasmin dan Akhtar makan siang di restoran favorit yang biasanya dulu sering mereka kunjungi.
Daniel langsung memilihkan menu kegemaran Yasmin. Ikan gurami saos padang. Cumi goreng tepung. Dan tumis kangkung terasi.
Selama makan Rachel tak berhenti bermanjaan dengan Yasmin. Bahkan ia makan dengan disuapin Yasmin.
Daniel menceritakan jika ibunya Rachel telah tiada.
Setelah makan Akhtar dan Yasmin mampir ke apartemen Daniel.
Rachel langsung membawa Yasmin ke dalam kamarnya dan mengajak bermain.
Akhtar dan Daniel sedang berada di ruang kerjanya Daniel.
Mereka berbincang dari mulai bisnis dan masalah pribadi. Daniel mulai bertanya tentang perkenalan Yasmin dengan Akhtar. Daniel meminta Akhtar buat menyebut nama saja.
"Aku mengenal Yasmin sudah lebih dari tiga tahun. Saat itu ia bekerja paruh waktu di butik mamaku"
"Jadi selama ini Yasmin berada di Bandung"
"Kamu sudah lama juga kenal dengan Yasmin, Niel"
"Ya, kami satu sekolahan dulu di kota Pekanbaru. Yasmin adik kelasku. Setelah tamat sekolah menengah , aku kuliah di Jakarta mengikuti orang tuaku yang terlebih dahulu pindah ke kota ini"
"Sekarang baru bertemu lagi " tanya Akhtar mulai menyelidiki. Ia pura pura tak tahu jika ada hubungan antara Daniel dan Yasmin.
"Bukan, setelah lulus sekolah menengah Yasmin menyusulku buat kuliah di Jakarta"
"Kalian punya hubungan, kenapa Yasmin sampai menyusulmu"
"Ya, hubungan yang sangat indah dan istimewa yang sampai saat ini masih selalu aku kenang"
"Apa kamu mantan kekasih Yasmin yang menyebabkan ia pindah kuliah ke Bandung"
"Kamu tahu mengenai alasan Yasmin pindah kuliah"
"Aku mendengar dari mamaku jika Yasmin memutuskan pindah kuliah ke Bandung karena ia baru putus hubungan dengan pacarnya"
"Aku sudah mencarinya dari pertama ia pindah dari Jakarta. Aku tak tau jika ia ada di Bandung" gumam Daniel
"Maaf jika pertanyaanku lebih ke pribadi...Apa kamu sampai saat ini masih mencintai Yasmin"
"Ya, aku masih mencintainya. Rasa cintaku pada Yasmin tak pernah pudar walau kami sudah lebih dari tiga tahun berpisah. Bahkan cintaku makin hari makin bertambah. Aku tak pernah bisa melupakannya"
"Kamu berpisah dengan istrimu karena kamu masih mencintai Yasmin dan tak bisa melupakannya. Kenapa kamu mau menikah jika hatimu masih buat Yasmin"
"Aku terpaksa menikah karena perjodohan..."
"Jika kamu memang mencintai Yasmin kenapa kamu menyerah dan menerima perjodohan dari orang tuamu"
"Yasmin yang meminta aku menerima perjodohan itu. Ia yang menyerah dengan cinta kami. Dan bukannya aku tak berusaha buat dapat bersatu tapi perbedaan keyakinan kami yang membuat Yasmin menyerah pada keadaan. Padahal saat itu aku ikhlas mengikuti keyakinan Yasmin , tapi ia tak mau aku ikut keyakinannya dan meninggalkan keluargaku. Ia tak mau aku menjadi terpisah dengan keluargaku. Tapi saat ini, aku akan berusaha kembali mendapatkannya. Aku tak akan pernah menyerah walau Yasmin memintaku buat mundur. Dan aku pisah dengan istriku saat pernikahanku masih dua bulan. Ada hal pribada yang membuat kami harus berpisah bukan hanya karena aku masih mencintai Yasmin...."
"Hhhmmmm...."
"Maaf Akhtar, apa aku boleh menanyakan satu hal"
"Tentu saja boleh..."
"Jawab aku jujur, apa kamu menyukai Yasmin"
"Apa perlu aku jawab"
"Walau aku tahu jawabanmu, tapi aku ingin dengar dari mulutmu sendiri...."
"Jujur aku memang menyukai dan mencintai Yasmin sejak pertama aku bertemu. Tapi aku tahu ada namamu dihatinya. Karena sampai detik ini , Yasmin tak pernah membuka pintu hatinya buat pria manapun masuk"
Daniel tersenyum mendengar ucapan Akhtar.
"Yasmin, aku akan kembali merebut hatimu. Aku akan kembali membuatmu mencintaiku seperti dulu lagi. Aku tak akan pernah lagi melepaskanmu ...."
***************
Terima kasih
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭