NovelToon NovelToon
Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: Reenie

Theo Falcon menganggap Zarlin Rahesa tidak lebih dari seorang ibu rumah tangga yang membosankan dan parasit. Demi ambisi dan pesona Bianca Amsel, Theo memfitnah, mengabaikan, dan bahkan menceraikan Zarlin tanpa memberinya sepeser pun. Dengan sebuah koper dan hati yang hancur, Zarlin pergi. Theo mengira Zarlin akan sangat terpukul. Namun, ia sangat salah. Zarlin menghilang dan kembali sebagai sosok yang sama sekali tidak dikenali, satu-satunya pewaris sebuah konglomerat yang cemerlang.

Situasi menjadi semakin kacau ketika Tristan Avalanka, CEO paling disegani dan dihormati dari perusahaan besar itu, berdiri di garis depan untuk melindungi Zarlin. Ketika bisnis Theo runtuh dan topeng Bianca terbongkar, Theo hanya bisa berlutut di tengah hujan deras, merangkak untuk memohon maaf kepada mantan istrinya. Tetapi bagi Zarlin, pintu pengampunan telah tertutup rapat, dan penyesalan Theo... sudah terlambat.

Follow tiktok : aricia.agestis6

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reenie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Paulus Falcon

Satu minggu telah berlalu sejak ketuk palu di Pengadilan Negeri resmi memutus ikatan pernikahan mereka.

Hebatnya, berkat kelihaian Samuel Vaska dalam menutup akses media dan membungkam mulut semua pihak, perceraian antara Zarlin Rahesa dan Theo Falcon tersimpan rapat tanpa ketahuan oleh siapa pun.

Di mata dunia luar termasuk rekan bisnis dan keluarga besar mereka, Zarlin masihlah menantu sederhana di keluarga Falcon. Namun di balik dinding rahasia itu, penyesalan perlahan tapi pasti mulai bergerak menghancurkan pihak yang bersalah.

Di rumah besar keluarga Falcon, Pak Paulus Falcon, ayah Theo sedang duduk di ruang kerjanya sambil memeriksa laporan keuangan tahunan Falcon Corp.

Dahinya berkerut seketika, wajah seniornya tampak penuh keheranan dan rasa tidak puas.

"Aneh... kenapa grafik keuntungan perusahaan Theo mendadak turun drastis dalam beberapa ini?" gumam Pak Paulus sendirian.

Selama tiga tahun terakhir, sejak Theo menikah dengan Zarlin, bisnis anaknya itu selalu stabil dan mendatangkan untung (karena hoki tersembunyi Zarlin).

Pak Paulus selama ini tenang-tenang saja karena mengira Theo hebat dalam memimpin. Namun kini, laporan di tangannya menunjukkan Falcon Corp sedang di ambang kehancuran.

"Apa yang sebenarnya anak itu lakukan di kantor? Jangan sampai dia mengacaukan kerja sama rahasia ku dengan Rahesa Group," bisik Pak Paulus dengan perasaan tidak enak yang mulai mengusik dadanya.

"Permisi Pak Paulus, ini laporan keuangan terbaru dari Falcon Crop." ujar bendahara

"Bagaimana? Apakah ada kemajuan?" tanya Paulus

"Maaf pak, akhir-akhir ini perusahaan Falcon terlihat tidak baik-baik saja. Saya hanya mengambil data keuangan terbaru, pak."

Paulus mengambil kertas itu dan membacanya, grafik keuangannya menurun drastis

"Aneh sekali, tidak masuk akal." batin Paulus.

...****************...

Sementara itu, di kantor megah Avalanka Group, Tristan sedang memeriksa berkas kerja sama terbarunya dengan Aricia International.

Tatapan matanya serius, memikirkan draf proyek pelabuhan yang sedang berjalan.

Pintu diketuk, dan asisten pribadinya masuk memberikan laporan rutin.

"Tuan Tristan, semua draf dari pihak Nona Zarlin Rahesa sudah beres. Tapi hari ini Nona Zarlin kembali tidak masuk kantor karena ada urusan keluarga."

Tristan mengangguk paham, lalu menyesap kopinya tenang.

"Ya, kemarin orang tua Zarlin memang sudah memberi izin kalau dia ada urusan penting ke rumah suaminya, Theo Falcon."

"Ada lagi yang perlu saya kerjakan, tuan?"

Tristan menoleh, seketika Ia merasa kesepian. Beberapa hari ini Zarlin sering tidak masuk. Bahkan sudah hampir dua bulan, Zarlin selalu izin dengan alasan pulang ke rumah Theo.

Padahal Tristan tahu kalau rumah tangga Zarlin tidak sedang baik-baik saja. Jadi untuk apa Zarlin kembali pulang?

"Zarlin... dimana kau sebenarnya?" batin Theo

Asisten pribadinya merasa aneh dengan tindakan Theo yang belakangan ini agak sering melamun.

"Maaf tuan, apakah masih ada yang mau saja kerjakan?"

"Oh, tidak ada. Kamu bisa kembali ke ruang kerjamu. Terima kasih, ya." ujar Tristan yang sadar dari lamunannya.

"Baik tuan, saya permisi."

Di dalam hatinya, Tristan sama sekali tidak tahu kalau urusan itu adalah sidang ketuk palu perceraian.

Tristan murni menghormati Zarlin sebagai rekan bisnis yang cerdas dan visioner, tanpa tahu bahwa wanita yang dikaguminya itu kini sudah resmi menjadi janda merdeka.

...****************...

Di rumah tempat Theo dulu tinggal bersama Zarlin, suasana terasa sangat sepi, dingin, dan tidak terurus. Bik Sumi, yang baru jadi ART sekitar 3 bulan sedang menyapu ruang tamu dengan wajah lesu dan sedih.

Sejak Zarlin pergi, rumah itu kehilangan seluruh kehangatannya. Tidak ada lagi tawa Zarlin dan aroma masakan enak yang sengaja Zarlin buat dari subuh demi memanjakan lidah Theo.

Bik Sumi menghela napas panjang, menatap foto pernikahan Theo dan Zarlin yang kini sudah berdebu.

 "Kenapa istrinya Tuan Theo tidak pernah kelihatan, ya? Firasatku perempuan itu bukan Nona Zarlin." batin Bik Sumi.

Kontras dengan ketenangan di tempat lain, di rumah Theo, situasi justru menegang. Ratna, ibunya Theo, sedang duduk di sofa sambil mengomel dengan suara melengking yang bikin sakit telinga.

Di sampingnya, Bianca cemberut sambil sibuk memoles kuku palsunya.

"Theo! Bagaimana bisa perusahaanmu sekacau ini, hah?!" omel Ratna begitu melihat Theo masuk rumah dengan wajah murung dan dasi yang sudah longgar.

Bahkan perceraian ini pun tetap Theo rahasiakan pada ibu dan ayahnya.

 "Uang bulanan Ibu sore ini belum kamu transfer! Ibu mau arisan besok, mau taruh di mana muka Ibu kalau sampai tidak megang uang?!"

Theo menjambak rambutnya sendiri, duduk di kursi dengan frustrasi yang sudah di ubun-ubun.

"Ibu bisa diam gak sih?! Aku lagi pusing! Investor Singapura kabur, kontrak dipotong, dan sekarang Ibu cuma mikirin uang arisan?!"

Bianca ikut memanasi dengan wajah cemburu dan nada manja yang menyebalkan,

 "Benar tuh, Tante. Gara-gara mantan istri Theo yang tidak tahu diri itu menyewa pengacara mahal kemarin di sidang, pikiran Theo jadi terpecah! Ini semua salah Zarlin yang mempersulit kita!" Bianca keceplosan.

"Apa kau katakan Bianca? Mantan istri? Persidangan?" tanya Ratna heran.

"Ya, aku cerai dengan Zarlin ibu." ujar Theo akhirnya dengan jujur.

Ratna tidak menunjukkan rasa sedih, justru dia memasang senyum sinisnya.

"Bagus, pilihan yang tepat. Biar perempuan itu merasakan susahnya hidup diluar." ujar Ratna yang membuat Bianca semakin senang.

"Tapi jangan bilang dengan ayah." ujar Theo

"Iya, ibu mengerti. Ayahmu tidak akan paham tentang rumah tanggamu." balas Ratna sambil mengelus punggung Theo.

Ratna sengaja melakukan hal baik supaya Theo memberikannya uang arisan.

Mendengar nama Zarlin disebut, dada Theo berdenyut menyakitkan. Kata-kata dingin Zarlin di koridor pengadilan kemarin tentang "bisa membeli perusahaan Theo dalam sekejap" terus terngiang-ngiang bagai kutukan.

Statusnya kini resmi menjadi duda, perusahaannya sekarat, ibunya menuntut uang, dan Bianca terus mengeluh. Theo mulai tersadar, dunianya perlahan-lahan runtuh setelah dia membuang Zarlin dari hidupnya.

1
Mommy tulipp
Wajar Paulus, anak sprti itu memang harus dikasih paham👍
Mommy tulipp
Paulus menganggap dia orang tua yg gagal💔
Mommy tulipp
Jangan Pak Bram, kau memang setulus itu kpd sahabatmu, tapi melakukan kekerasan tdk membuat masalah selesai. Tahan emosi Pak Bram, ini semua gara2 Theo. Kok ada lah manusia sprti ini, tdk habis pikir Ya Allah
Mommy tulipp
Sadar Theo, kamu termakan cinta bodoh
🔵 MULIANA💦
memangnya kamu yang bodoh, gak teliti dalam semua hal 🫣
🔵 MULIANA💦
sekarang baru takut /Proud/
Tulisan__mawar
Mau pergilah, ngapain diam aja. heleh kekayaan istrimu lebih dari kamu, dia bukan wanita sambarangan yang bisa kamu sakiti terus menerus. idih, najis banget. katanya kaya, sewa art aja susah maunya zarlin. dia istrimu theo falcon bukan babu ibu dan sekertaris mu, gitu dong. kasih sianida aja di makanan mereka bertiga😤😫☺️
Aquarius97 🕊️
please yah, sabar dikittt lagi 😤
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
jadi malu kan kalian berdua sekarang
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
namanya nasib nggak ada yang tau
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
makanya jadi orang jangan rendahin orang lain
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
roda pasti berputar, itu kata orang tua dulu
Kak Umi
Karena ceritanya menarik, maka berlanjutlsh🙏🙏
Kak Umi
😍😍😍😍😍😍😍😍
Kak Umi
Lanjut lanjutkan 🙏🙏🙏
Kak Umi
Hay, aku datang turut meramaikan, datang juga turut meramaikan novel aku🙏🙏
Cimol krispy
bener banget tuh, Zarlin butuh menyembuhkan mentalnya dulu yang sudah dihancurkan habis2an oleh Theo
-Thiea-
kata-kata mu menohok hati neng zarlin.😁
-Thiea-
istirahat dulu atuh neng. yang lain bisa diawasi sama Tristan dan cristiana . bapakmu juga bisa membantu.
-Thiea-
duduk apanya neng. udah mau pingsan gitu. kamu harus sehat untuk hadepin mantan suami gila mu zarlin. ayok, turutin Tristan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!