NANDHA FEBRYAN adalah gadis belia 18 tahun yang memiliki sifat tomboy, pintar, ceria,baik hati. Menjadi anak pengusaha yang selalu di manjakan oleh Ayah dan Bunda nya tidak membuat dirinya menjadi lupa diri dan hidup berfoya-foya, dia biasa hidup mandiri ,tak jarang pula dia bekerja sebagai pelayan di kafe milik nya sendiri.
Kemudian bertemu dengan KEVIN BARRACK, seorang CEO yang arogan, kejam, dingin terhadap siapa saja yang ingin mendekatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
semakin dekat
seminggu setelah pulang dari yayasan, kevin dan nandha semakin dekat, dengan kevin yang memberikan sedikit perhatian kepada nandha. sesekali dia sering mengirim chat kepada nandha.
sudah makan?
lagi ngapain?
apakah kamu sibuk?
ingat istirahat!
selamat malam!
mimpi indah.
itu selalu tak luput dia kirim hampir setiap hari...
dan nandha selalu membalas nya!
siang itu di perusahaan sudah waktunya jam istirahat makan siang, kevin mengambil ponsel nya!
di chat nya nandha untuk meminta bantuan!.
" selamat siang, apa kau sibuk siang ini? " kevin
beberapa menit dia menunggu , akhir nya di balas oleh nandha
" siang juga kak,, gak kok kak, udah selesai nyanyi juga, emang ada apa?" nandha
" hemmm... bolehkan aku meminta sesuatu!" kevin
" apa itu? " nandha
" bisakah kau antarkan makan siang keruangan ku? dan buatkan aku kopi buatan mu! aku merindukan nya!😅" kevin
" ah, baik lah..! aku akan segera kesana! bersama evan, kopinya akan ku buat dikantor kakak saja,!" nandha
" baik lah trima kasih ☺️ , kamu hati- hati dijalan!"
" oke"
beberapa menit kemudian , nandha dan evan sudah sampai di kantor kevin dengan tas bekal! semua karyawan menatap heran kepada nandha karna nandha menggandeng anak dari CEO, tapi nandha tak menghiraukan mereka, dia berjalan lurus ke meja resepsionis.
" maaf mba apakah tuan kevin ada ?" nandha
" apa nona sudah buat janji? "
" ya, katakan saja evan datang menemuinya!"
" baik , tunggu sebentar ya nona" pinta nya
beberapa saat kemudian muncul Joe dibalik lift khusus CEO ,
" nona, mari ikut saya!" ucap joe.
" ah baiklah kak!" berjalan mengikuti joe dari belakang, dan masuk ke lift.
Ting..
" mari nona" ajak joe
" kak, sudah brapa kali kau memanggil ku nona hari ini? " protes nandha
" ah.. ia, saya lupa baiklah kamu masuk lah nand, tuan muda sudah menunggu mu!"
" ah ia, trimakasih kak! ini bekal makan siang mu! apa kau mau kopi? aku akan membuatkan kopi untuk kak kevin!" menyerahkan bekal makan siang untuk joe.
" trima kasih ya, kalo kamu tidak keberatan?"
" baiklah sebentar lagi ku antar keruangan mu! aku masuk dulu, nanti sang singa mengamuk! hahahha ... " tertawa dan masuk ke ruangan kevin.
" papa...." berlari memeluk kevin
" hey son.. kenapa kau tertwa nan? " tanya nya heran, karna melihat nandha tertawa dengan lepas.
" kata tante ada cinga yang ngamuk pa...!" seketika raut wajah nandha menjadi tegang.
" tidak ada, aku hanya berbicara pada kak joe! ayo kita makan!" ajak nya dan duduk di sofa.
mereka pun makan bertiga, dengan diselingi canda tawa...
setelah makan , nanha membereskan sisa makanan yang di meja, dan membawa nya ke pantry .
di pantry nandha membuatkan 2 kopi dan 1 coklat panas untuk evan.
setelah itu dia pun masuk ke ruangan kevin.
" kok kopinya 2? " tanya kevin
" ah, itu untuk kak joe, kakak panggil dia,"
ndengan malas kevin menekan telpon yang langsung tersambung ke ruangan joe.
"kamu keruangan saya sekarang!"
beberapa saat kemudian muncul joe di balik pintu.
" ada apa tuan?"
" itu!" tunjuk nya pada secangkir kopi" nandha bilang buat kamu!" memandang joe dengan wajah tak suka nya.
GLEKK...
joe menelan saliva nya dengan susah,
"trimakasi nan, saya permisi dulu"
" hemm" bukan nandha yang menjawab namun kevin, sedangkan nandha hanya menampilkan senyum manisnya.
kevin pun melanjutkan aktivitas nya kembali, sedangkan evan dan nandha bermain di sofa, namun 1 jam kemudian, ruangan itu hening tak dengar lagi suara ocehan evan dan nandha, mereka tertidur pulas dengan evan yang tertidur kepala di paha nandha, dan nandha tidur duduk bersandarkan sofa.
kevin menatap nya dengan senyum lalu berjalan mendekat, mengusap pipi halus nandha.
" apa aku sudah menyayangi nya? apakah kau mau menikah dengan ku?"
thanks readers 🙏