Hidup adalah perjuangan, begitupun dengan cinta. Khanaya
Jika Cinta kita berakhir, maka berjuanglah untuk memulai semuanya dari awal lagi. Adrian
Sepasang kekasih yang menjalani hubungan mereka dengan suka cita. Namun semuanya harus terhalang oleh masa lalu si pria yang membuat Dia harus meninggalkan kekasihnya.
Namun, siapa sangka kesalah fahaman semakin terjadi saat si pria berada jauh dari pemilik hatinya. Kesalah fahaman ini membuat cinta mereka berakhir. Sampai suatu saat mereka di pertemukan kembali dan memulai semuanya dari awal lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
"Kau tidurlah di kamar anak bungsu Ayah. Biarkan Mera tidur di kamar Andin, kakaknya" kata Deni yang di jawab anggukan oleh Yoga
Dan disinilah Yoga sekarang, di kamar gadis kecil berusia 13 tahun yang baru saja masuk SMP. Yoga melihat foto yang terpajang di meja belajar juga ada juga yang terpajang di dinding.
Tiga kakak beradik yang terlihat begitu bahagia. Si bungsu yang sangat manis itu tersenyum dengan ceria.
"Cantik" gumam Yoga saat melihat foto Amera
Yoga meggelengkan kepalanya "Apaan si Ga, Dia itu bocil yang masih SMP. Gila aja kalo sampe Lo suka sama Dia. Seplay boy play boy nya Gue, ya gak sama bocil juga kali"
Yoga Julian pria berusia 21 tahun yang sedang kuliah semester 3. Pria blasteran dengan perawakan tinggi menambah ketampanananya.
Seorang Yoga terkenal dengan sifat play boy nya yang suka gonta ganti pasangan. Bahkan dari setiap wanita yang di kencaninya tidak ada setatus jelas seperti pacar. Mereka hanya sebagai teman wanita Yoga.
Entah siapa yang akan mendapat predikat sebagai pacar pertama untuk seorang Yoga.
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
"Sayang ayo bangun" bisik Adrian sambil mengecup pipi istrinya yang masih terlelap
Terdengar gumaman gumaman kecil "Yank"
Adrian tersenyum dan mengelus rambut Khanaya "Mau aku bantuin ke kamar mandi"
Naya mengangguk "Heem. Badanku sakit semua"
Cup
Adrian mencium kening istrinya dengan gemas "Kasihan banget si istri aku kecapean ya, gara gara semalam"
Naya cemberut, Adrian hanya tersenyum lalu menggendong tubuh polos istrinya. Adrian mencoba menahan nafsunya saat melihat tubuh polos istrinya yang terlihat seksi dengan perutnya yang membuncit.
Kalau saja tidak kasihan melihat Naya yang kelelahan. Mungkin saat ini Adrian akan kembali menerkam sang istri.
Seleasai mandi, Naya memakan sarapan yang di bawakan oleh suaminya ke dalam kamar.
"Maaf ya, harusnya aku yang nyiapin sarapan buat kamu. Ini malah kebalik" kata Naya
Adrian mengelus lembut perut istrinya "Gak papa Sayang, aku tau kok kalau kamu pasti kelelahan akibat aktifitas kita semalam"
"Ish, gak usah di bahas juga kali Yank. Malu ihh" Khanaya memukul paha suaminya
Adrian tergelak melihat wajah merona sang istri. Terlihat begitu menggemaskan di matanya.
Adrian memeluk istrinya yang duduk membelakangi nya di pinggir tempat tidur. Mengelus perut buncit istrinya.
"Kita besok pulang ke Ibu kota ya, aku masih harus kuliah" kata Adrian
Naya mengangguk "Iya, aku ikut kamu aja"
"Nanti kalo kamu udah lahiran dan udah bener bener pulih. Aku juga mau kamu lanjutin kuliah" kata Adrian
Mungkinkah aku masih bisa kuliah nanti. Bisa melihat anak kita saja sudah sangat beruntung untuku.
"Yank" Adrian heran kenapa istrinya malah diam dan tidak menjawab perkataan nya.
"Eh.. Iya"
"Kenapa si?" tanya Adrian membalikan tubuh istrinya agar menghadapan nya
Naya menggeleng "Gak kok, gak kenapa napa Yank"
Kenapa hatiku berkata kalau ada di sembunyikan oleh Nayaku.
"Beneran gak papa?" tanya Adrian memastikan
Naya mengangguk "Iya Adrianku Sayang. Aku gak papa, lagian aku kenapa coba?"
Cup
Adrian mencium kening istrinya "Ya udah kalau gak papa. Tapi, kalau ada apa apa itu bilang sama aku. Jangan di pendam sendiri. Oke"
"Siap Bos" kata Naya sambil mengacungkan jempolnya
Adrian tergelak sambil mengacak ngacak rambut Khanaya dengan gemas.
"Ish. Jangan di acak acak juga Yank. Nyebelin ihh"
"Haha. Iya maaf Nayaku"
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
Seperti rencana sebelumnya, hari ini Adrian dan Naya sudah sampai di rumah keluarga Julian. Nyonya Alice dan Arnold sudah lebih dulu pulang ke Ibu kota kemarin sore.
"Ini rumah kamu Rian?" tanya Naya menatap tidak percaya pada bangunan di depan nya
Adrian mengangguk saja, lalu menggandeng tangan Naya untuk berjalan ke arah tangga menuju pintu utama.
"Kamu gak salah rumah'kan? Ini mewah banget tau gak? Udah kaya istana aja" cerocos Naya
Adrian tersenyum mendengar ucapan Naya "Enggak Nayaku, aku juga pas pertama kali kesini sama kaya kamu. Gak percaya kalo aku ternyata anaknya orang yang sangat kaya"
Naya menoleh ke arah suaminya "Jadi, ini beneran rumah Daddy kamu"
Adrian mengangguk "Udah ayo masuk!!"
Adrian membuka pintu dan berjalan masuk dengan tangan menggandeng tangan Khanaya. Di ruang tamu keluarganya telah berkumpul untuk menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang di rumah baru kamu Nay" Nyonya Alice langsung memeluk cucu menantunya itu.
Naya membalas pelukan Nyonya Alice dan mengusap punggung wanita tua itu "Terimakasih Gran Ma"
"Duduklah, kita makan siang bersama" kata Tante Febri
Naya baru bisa merasakan suasana hangat keluarga ini. Ternyata tidak seperti yang ada di bayangan nya. Kalau orang kaya akan sombong, tidak mau menerima kehadiran Naya yang hanya anak yatim piatu.
Ternyata tidak untuk keluarga Julian. Semuanya welcome padanya. Jika saja Nyonya Alice masih Alice yang dulu. Mungkin Naya akan bernasib sama dengan Maria. Namun, sekarang Nyonya Alice sudah benar benar berubah.
Terimakasih Tuhan karna telah memberi kebahagiaan ini. Semoga nanti mereka bisa merawat anaku dengan baik dan menyayanginya seperti mereka menyayangi ku.
Naya mengelus perutnya.
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
"Baik baik ya di rumah, jangan kecapean. Kamu diem aja gak usah ngerjain apapun. Aku mau ke kampus dulu" kata Adrian
Naya mengangguk "Iya, lagian aku juga mau ngerjain apa coba? Semuanya udah di kerjain sama pelayan"
Adrian mengangguk lalu mencium kening Khanaya beralih pada perut buncitnya.
"Jangan nakal ya anak Papa" Adrian berbicara sambil mengelus perut istrinya
"Aku pergi dulu, bye"
"Hati hati di jalan"
Naya kembali masuk ke dalan rumahnya setelah mobil sang suami keluar dari gerbang rumah. Naya menghampiri Alice yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.
"Nay, sini duduk" Nyonya Alice menepuk sofa kosong di sampingnya
Naya mengangguk lalu duduk di samping Alice dengan sedikit kesusahan karna perut buncitnya.
"Mau ikut Grand Ma gak?" tanya Alice
"Ikut kemana Grand Ma?" tanya Naya
"Ke tempat arisan temen temen Grand Ma. Biar sekalian Grand Ma kenalin kamu ke temen temen Grand Ma nanti" jelas Nyonya Alice
"Boleh juga, lagian Nay bosan di rumah cuma diem aja" kata Naya
"Oke, kamu izin dulu sama suami kamu sana. Nanti Dia marah sama Grand Ma kalo kamu gak bilang dulu"
Naya mengangguk "Nay ke kamar dulu ya, mau izin sama Adrian. Jam berapa berangkatnya?"
"Nanti pas jam makan siang, sekalian kita makan di luar" kata Alice
Naya mengangguk lalu pergi ke kamarnya untuk menghubungi Adrian.
"Iya, bolehkan aku ikut?"
"Iya Sayang, tapi hati hati ya. Jangan kecapean, pulang nya juga jangan malem"
Naya mengangguk "Iya nanti aku bilang sama Grand Ma untuk tidak pulang malam. Terimakasih Sayang. Aku mencintamu"
"Aku juga mencintamu Nayaku"
Setelah mendapat izin dari sang suami. Naya pun pergi bersama Alice dengan catatan tidak boleh sampai pulang malam hari. Dan Nyonya Alice cukup mengerti.
Bersambung
ku tunggu karya slanjutnya kak😉
thank kaka akhirnya happy ending ,