NovelToon NovelToon
REINKARNASI KEDUNIA SIHIR DAN PEDANG

REINKARNASI KEDUNIA SIHIR DAN PEDANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Reinkarnasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: NOTHING TO LOSE

Berkisah tentang seorang pria berumur 23 tahun bernama Reynald, yang biasa saja kehidupannya namun di suatu hari di siang bolong ketika ia ingin pergi keuniversitas untuk belajar, ia melihat seorang wanita yang sedang melamun di jalan, lalu tiba-tiba saja ada sebuah mobil truk yang ingin menabraknya, Reynald yang tak memikirkan apapun lagi secara spontan ia berlari dan mendorong wanita tersebut, di akhir hayatnya ia bisa melihat wanita tersebut selamat, Reynald sedikit bangga dengan itu, lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap dalam hatinya ia berkata "Apa ini akhir dari kehidupan seorang perjaka?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NOTHING TO LOSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 Orang Aneh

Sudut pandang Reynald

"Wow ternyata kau memiliki jenis sihir yang unik yaitu teleportasi." Ucapnya yang masih duduk dengan santai.

"Sepertinya aku tertarik denganmu siapa namamu? Ouh yah perkenalkan aku adalah Damra."

"Aku Reynald salam kenal." Jawabku dengan senyuman mengejek. Sebenarnya aku bingung dia mau bertarung atau mau kenalan.

"Sebelum bertarung aku ingin bertanya apa menggunakan sihir teleportasi harus menggunakan banyak mana?"

"Iya tentu saja memangnya kenapa? Bukannya kau harusnya sudah mengetahuinya?"

"Tidak tidak aku sama sekali tidak mengetahuinnya itu semua karena aku tidak memiliki jenis sihir teleportasi seperti itu." Ucapnya dengan santai sambil duduk.

Untuk beberapa alasan dia terlihat seperti seorang pemalas.

"Aku mengaku kalah aku tidak ingin bertarung denganmu." Ucapnya sambil mengeluarkan sebotol minuman dan meminumnya.

Hah? Apa? Tunggu apa dia ini gila?

"Kenapa?" Tanyaku dengan polosnya karna keheranan.

"Ya itu semua sudah jelas bukan jika aku melawanmu kemungkinan aku akan mati atau babak belur ya jadi dari pada buang tenaga lebih baik aku mengaku kalah saja."

"Kau ini memang terlihat seperti bocah pada seumurannya tapi kekuatanmu bukanlah bocah aku ini memiliki feeling yang kuat lohh."

"Begini saja deh biar kau mengampuniku aku akan memberitahu siapa yang menyuruhku untuk membunuh keluarga Alphonso bagaimana?"

Mendengar itu jelas saja membuatku terkejut, aku kebingungan jika aku iyakan aku takut dia berbohong tapi muka dia terlihat seperti serius arrggggg....Apa aku harus melawannya?

"Kau jangan bingung seperti itu tenang saja aku tidak akan berbohong padamu, aku serius aku tidak ingin bertarung denganmu karna aku yakin itu akan menjadi sangat merepotkan, di tambah lagi kemungkinan tempat ini akan hancur."

"Memangnya kau punya uang untuk mengganti rugi?"

Apa yang di katakan dia benar juga EH TAPI SIALL DIA MEREMEHKAN KEKAYAANKU INI TIDAK BISA DI BIARKAN.

"Kau pikir aku ini orang tidak punya uang apa?"

"Eh memangnya kau banyak uang?"

"Ya tentu saja!!."

"Hah(Menghela nafas lelah...Jangan berbohong di lihat dari pakaianmu saja kau terlihat seperti tidak punya uang."

Aku pun mengingat bahwa aku memakai baju tidur aku tadi karna terburu-buru jadi lupa untuk menggantinya

"HEY! Jangan menilai orang dari luarnya!."

"Baiklah baiklah aku percaya tadi aku hanya bercanda saja ternyata kau ini orang yang emosian yah, ouh yah katakan saja pada Alphonso semua ini ulah Gilbert, baiklah kalau begitu Reynald sampai jumpa senang berkenalan denganmu."

Ucapnya yang kemudian ia bangun dan pergi begitu saja dengan santainya sambil meminum-minumannya yang ia bawa.

Aku tak mengerti sama sekali dengan jalan pikirannya, sebenarnya aku bisa saja langsung menyerang dia tapi ntah kenapa perasaanku berkata untuk tidak menyerang dia.

Jadi ya aku biarkan dia pergi begitu saja, tapi ngomong-ngomong bagaimana dengan teman-teman dia yang bertarung.

"Tenang saja kau boleh membunuh mereka semua, lagi pula aku tidak memiliki teman sama sekali aku adalah pembunuh solo, aku hanya kebetulan saja memiliki misi yang sama dengan mereka." Ucap Damra yang seperti bisa membaca pikiranku.

Sungguh orang yang aneh

Aku pun melihat sekitaran lebih tepatnya aku melihat Alex yang sedang bertarung kemudian 4 pasukan bayangan milik Alphonso.

Mereka semua terlihat mendominasi pertarungan sepertinya aku tidak jadi olahraga Haah (Menghela nafas lemas).

Tunggu aku merasakan ada orang di atas sana, Cih rupanya dia bersembunyi disana.

Kau pikir aku tidak mengetahuinya apa? dasar dua kucing oren.

Aku pun berteleportasi ketempat dua orang yang sedang menyembunyikan keberadaannya itu.

"Halo paman kalian berdua sedang apa?" Ucapku sambil memegang kedua pundak mereka dari belakang.

Mereka pun terkejut dan langsung melompat kedepan sambil memasang kuda-kuda bertahan dan menyerang.

Mereka berdua memakai baju biasa berwarna hitam dan memakai topeng juga, topengnya seperti topeng hewan rubah berwarna hitam.

Aku akui style mereka lumayan bagus, mereka juga lumayan hebat dan kuat.

"Siapa kau?" Tanyanya dengan tegas.

"Aku adalah musuhmu bukankah itu sudah jelas kalian berdua ini bodoh atau bagaimana pake tanya segala, cepatlah serang aku, aku tidak memiliki waktu lagi, kalian tau aku ini orang yang sangat sibuk."

"Sombong sekali kau bocahh!!." Mereka berdua pun melancarkan serangan menggunakan tangan kosong.

Pergerakan mereka sangat cepat bagi orang lain bagiku ya biasa aja.

Tangan kanan dan kiriku menahan pukulan mereka berdua, aku kini menggenggam kepalan tangan mereka.

Aku tersenyum pada mereka "Kenapa? Terkejut?"

"Cih!!!!!." Mereka berdua yang langsung menendangku, namun aku menghindarinya, aku berteleportasi kebelakang mereka.

Mereka bingung karna tiba-tiba aku menghilang dari hadapan mereka, "Aku di belakang kalian." Ucapku sambil menepuk punggung mereka.

Mereka pun sekali lagi terkejut dengan hal itu mereka kembali melompat kedepan.

"Kau! Siapa kau? Kenapa kami sama sekali tidak bisa mengetahui keberadaanmu apakah kau assasin profesional yang menyemar jadi bocah."

"Menurut kalian? Lagi pula jika kujawab itu akan jadi percuma saja karna ajal kalian sudah dekat hehehe." Ucapku.

"Dasar bocah sombong kau bisa sihir teleportasi dan bisa menghilangkan keberadaanmu bukan berarti kami tidak bisa mengalahkanmu!!! Bersiaplah akan ku beri kau pelajaran!!."

"Ga di sekolah ga di luar sekolah kenapa belajar mulu aku bosen paman Hoaammm(Menguap) Majulah cepat atau mau aku saja yang maju?"

Aku pun langsung menggunakan sihir teleportasi tepat kedepan mereka, kemudian aku menggunakan sihir api yang sangat panas ketanganku.

Tanganku tiba-tiba saja di penuhi dengan api berwarna hitam yang sangat panas, yang dapat membuat sekitaran hangus seketika.

"LAMA." Ucapku yang kemudian aku mencengkram kedua kepala mereka menggunakan kedua tanganku.

Mereka berdua pun langsung hangus dengan sekejap tak tersisa yang tersisa hanyalah abu Jenazah mereka yang berwarna hitam karna hangus.

Aku pun menepuk kedua tanganku akhirnya beres juga, untung saja tanganku tidak lecet.

Semuanya aman sekarang saatnya kembali.

"Yo halo Reynald kita bertemu kembali." Suara dari belakangku.

Karna terkejut aku pun langsung menengok kebelakang, aku disini sama sekali tak menyadari hawa keberadaanya.

"Damra?."

"Hhahaha ternyata kau masih mengingatku."

Ya iyalah baru saja kita kenalan tadi masa aku sudah lupa kau pikir aku adalah orang pikun apa.

"Ya tentu saja, ngomong-ngomong kenapa kau bisa kemari." Aku yang lansung saja memasang wajah serius.

"Tenanglah, tenang aku disini tidak ingin bertarung kan sudah kubilang jika aku bertarung denganmu aku akan kalah."

"Lalu kenapa kau ada disini."

"Aku hanya ingin melihatmu bertarung saja dan ingin memberi penawaran kepada Alphonso."

"Hah? Maksudnya?"

"Kau berikanlah kertas ini pada Alphonso."

Dia pun memberikan kertas itu padaku dan aku menerimanya sambil kebingungan aku sama sekali tak mengerti dengan orang ini.

"Baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi Reynald hahahaha." Ucapnya yang pergi dengan santainya sambil minum.

Dasar orang aneh, oh yah aku lupa aku harus cepat-cepat kembali.

Aku pun berteleport ke tempat Alex, sepertinya tugas Alex dan 4 pasukan bayangan milik Alphonso sudah selesai.

"Reynald kau dari mana saja?"

"Ah biasa, itu kak aku mengurus dua kucing oren tadi."

"Kucing oren?"

"Nanti saja aku jelaskan sekarang waktunya untuk kembali aku takut Isabel, Gisel, dan Giselen mengkhawatirkan kita."

"Ah iya kau benar juga."

"Paman-paman sekalian tolong yah bersihkan mayat yang ada disini dengan cepat soalnya sepertinya sebentar lagi kereta paman Alphonso akan melewati tempat ini."

"Baiklah tuan Reynald."

"Baiklah kalau begitu kami pergi duluan terima kasih semuanya." Ucap Alex.

Aku pun langsung berteleport kedalam Kereta Alphonso, untung saja dalam kereta ini sangat besar jadi ketika kami berteleport kami tidak menimpa siapapun.

 

 

 

 

1
uwa_botak
Luar biasa
uwa_botak
abangnya damri nihh... /Facepalm/
Kopi Anget
lanjut tor biar op
Yoona
hallo semuanya, maaf author mengganggu. izin author promosi novel ku "Hanya Penonton " di tunggu kehadiran nya ❤❤

buat author semangat nulisnya
Yoona
hallo semuanya, maaf author mengganggu. izin author promosi novel ku "Hanya Penonton " di tunggu kehadiran nya ❤❤

buat author semangat nulis nya
Dapz
kekanak-kanakan nying😹
Hening Aryanti
Dia mengendus ngendus dia? Kata sepertinya diilangin deh, kebanyakan soalnya
Hening Aryanti
Mending ini antara narasi sama monolog dibedain deh, walaupun ini dalam sudut pandang MC, tapi pembaca bisa aja kebingungan, apalagi tanda bacanya sejauh ini masih kurang pas gitu
I Dw Ny Manasamadhi
aku,,menceritakan kisah sendiri maksudnya Autornya udah mati
Ridho Raziq Alvian
/Sleep/
Ridho Raziq Alvian
apa ini
Harzam zam
Luar biasa
swek lord
Naga jelek
Razali Azli
aku aku aku? langsung tak enak baca. jika guna ganti nama dari guna kata aku lebih meresap cerita.
SakaMada
sebagai jiwa yang umurnya 23 tahun yang di pindahkan di dunia lain, berkenalan dengan naga yang umurnya panjang, dimana dia masih belum mengerti apa apa tentang dunia itu, dimana hanya yang kuat bisa bertahan. Kenapa dia tidak memiliki pikiran untuk selalu menjaga sikap dan curiga kenapa langsung percaya dengan orang lain kenapa langsung membuka semua hal hal yang iya miliki? Apalagi dia umurnya 23 tahun masa belum mengerti apa apa? Apalagi sikap nya kaya bocah tolol yang pemalu dan naif?
Rizky Fadillah
huhh mc buat har3m jdi gk seru maaf thor gk jdi baca
Nurman Fatoni
anying merendah utk ditabok 😂
Ashveil
Luar biasa
Abbie Jard
kebanyakan kata ouh
Adrian Ritchief
ruuaaarrr biasaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!