Seorang wanita Muslim bernama Hannah tak sengaja bertemu dengan idol korea bernama Wobin di bandara, pertemuan itu langsung mencuri hati Wobin, ia terpikat oleh Hannah dan tergerak untuk membantunya keluar dari masalahnya. Wobin, yang ingin menghormati keyakinan Hannah sebagai seorang Muslim, berusaha untuk melindungi dan menjaganya, akankah usaha Wobin untuk melindung Hannah dan membantunya menyelesaikan masalah, mampu meluluhkan hati Hannah?
Informasi Buku:
Setiap halaman berisi 500 kata
Terdiri dari 120 halaman, terbagi dalam 2 bagian cerita
Waktu baca per halaman 3 menit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Page Number 31 - Menjenguk Wobin
"Ini tuan teh manisnya" ucap susi sambil menyuguhkan teh manis ke suho
"Kamu mau aku diabetes" ujar suho
"Susu tuan?" tanya susi
"Kamu suka teh manis?" tanya suho
"Suka" jawabku
Suho akhirnya langsung meminum tehnya meskipun nampak ragu
"Kenapa manis sekali?" tanya suho
"Cuma dua sendok gula tuan" jawab suho
"Buatkan lagi, satu sendok teh manis dan jangan terlalu dingin" perintah suho ke susi
"Siap tuan ganteng" jawab suho
Aku hanya tersenyum melihat tingkah susi mungkin susi suka juga dengan suho atau mood nya sedang bagus
"Aku lapar sus kamu masak apa?" tanya suho sambil melihat susi membuat teh
"Sayur jamur dan juga kentang tuan kayak dibuat perkedel gitu" sahut susi sambil mengaduk teh
"Buat kimchi?" tanya suho lagi
"Pasti tuan, kimchi wajib ada" jawab susi
Karna dapurnya dekat dengan ruangan keluarga aku bisa melihat suho dan susi sedang membicarakan masakan
"Susi" panggil ibunya wobin yang baru keluar dari kamar
Susi lalu menjawabnya menggunanan bahasa korea sepertinya ibunya wobin ingin di masakkan sesuatu
"Ini makan dulu" ucap suho sambil memberikan ayam dan perkedel dari susi
"Aku masih kenyang" ucapku
Akhirnya suho makan makanan yang mau dia berikan padaku sepertinya suho tipe orang yang mudah lapar
"Kenapa kamu mengajaknya kesini?" tanya ibunya wobin sambil memegang smoothies dari susi
"Hannah bekerja dengan suho imo" jawab suho
"Ingat kau hanya pembantunya jangan merasa tinggi hati" ucap ibunya wobin sambil masuk ke kamarnya
Aku memang harus sadar diri dengan cara membatasi diriku agar tidak terlalu dekat dengan suho apalagi taylor sampai menganggapku berpacaran dengan suho
Suho hanya menatapku mungkin suho merasa tidak enak karna ucapan bibinya barusan
"Ayo makan" ucap ibunya wobin dan taylor ke suho sambil duduk di kursi makan, susi menyiapkan semua masakannya di meja makan
Suho mulai duduk bersama bibinya, aku tidak tau kenapa suho hanya diam saja aku rasa suho hanya bingung harus seperti apa denganku ketika bersama bibinya
Setelah beberapa saat wobin dan taylor keluar dari kamar yang dimasuki ibunya tadi wobin hanya melirikku sedangkan taylor seperti tidak melihatku sama sekali aku rasa taylor masih membenciku
Tidak lama suho menyuruh susi entah suho menyuruh apa
"Mba" ucap susi yang mulai duduk dibawah ku
"Iya" ucapku
"Pacaran ya sama tuan suho" bisik susi
"Engga" jawabku
"Tapi mba kemana mana sama tuan suho kan?" tanya susi
"Iya, aku kan pembantunya" ucapku, mungkin suho menyuruh susi mengajakku bicara
"Asisten kalik mba" cetus susi
"Iya sama bantu bantu di shinwa perusahaan musiknya" ucapku
"Emm, makan dulu mba sama saya yuk di dapur" ajak susi
"Jujur aku uda makan sus di kantin masih kenyang bgt" bisikku ke susi
"Sama tuan suho?" tanya susi lagi
"Iya" jawabku
"Mba klo sama saya jujur aja, klo bilang gak pacaran mustahil makan berdua nanti saya rebut loh" ucap susi sambil tersenyum
"Kayaknya yang pantes jadi pacarnya kamu sus" godaku ke susi
"Saya uda pacaran sama tuan wobin mba" celetuk susi, padahal wobin di dekat kita tapi susi berbicara seperti tidak ada orangnya
"Jadi kamu yang di sebut pacarnya?" tanyaku
"Iya" ucap susi sambil senyum senyum aku yakin susi halu dan juga berharap sekali menjadi pacarnya wobin
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan