Namanya Gajendra Galang Galaxy, umur dua puluh lima tahun, seorang anak yatim piatu Asalnya dari Bali, tapi dari kecil dia sudah berada di Jakarta bersama pamannya seorang Owner dari Lembaga King Cobra yang bergerak dibidang jasa.
Galang tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dengan badan tinggi tegap. Dalam kehidupannya keberuntungan seolah selalu menemaninya. Dulu sewaktu orang tua dan adiknya dibantai oleh pembunub bsyaran dia malah selamat. Setelah dia yatim piatu dia diajak oleh pamannya seorang Owner Lembaga King Cobra.
Kehidupannya bergulir mulus sampai dia menjadi Agent Intelijent King Cobra. Disini mulai ada pergolakan perasaan yang menindih hidupnya setiap saat. Dendam dan cinta seolah mengoyak sanubarinya....
Bagaimanakah kisah Galang Agent Rahasia King Cobra selanjutnya??....
Ikuti terus petualangannya yang kadang membuat kita gemesss....
Happy Reading, I Love You!!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.32
KOPI SIANIDA
Number Six terdiam merasa tindakannya
sangat agresif terhadap Galang. Menyesal,
itu kata-kata yang terucap dari bibirnya. Tapi dia juga tersinggung ketika Galang berkata bahwa dirinya wanita murahan. Setelah menenangkan diri Sexy keluar ruangan. Rasanya malas keluar, tapi dia harus menghormati Boss nya.
Sexy melihat kedua Bossnya dan Galang lagi duduk di ruang meeting room. Sexy datang dan mendekatinya.
"Maafkan, aku tadi kehilangan kendali. Tidak seharusnya aku mengangkat senjata." kata Sexy menunduk. Galang tetap cembrut, kemarahannya sulit disembunyikan.
"Number Six, kamu sudah senior, pakai rasio kalau bertindak. Sebaiknya kamu rehat beberapa sahat, setelah itu kita bicara lagi." kata Mr. Richad memandang Sexy yang masih kelihatan sedih.
"Baik, Mr. Richad, maafkan aku." sahut Sexy mau berbalik ke kamarnya.
"Jangan kamu cepat balik ke kamar, selesaikan dulu masalah Askhara." kata Galang.
"Masalah apa, kalau aku menyuruh Askhara tidur di kamar itu karena dia kurang sehat dan kita butuh informasi, dia juga sekarang sebagai saksi kunci meninggalnya Bapak Adam." sahut Sexy.
"Aku dengan Bapak Rizaldi akan ke luar,
selesaikan masalah kalian dulu, setelah itu
baru kerja lagi." kata Mr. Richad mengajak
Bapak Rizaldi keluar.
"Aku juga ikut keluar." ucap Sexy ketus.
Cepat sekali tangan Galang menarik Sexy
dan tubuh Sexy sudah berada di pelukannya. Sexy berontak, karena masih kesal dikatakan wanita murahan, tangan kekar Galang erat mengunci pelukannya.
"Aku wanita murahan kenapa didekati, aku masih benci padamu dan akan selalu benci. mulai sekarang kita sebatas teman, aku kakak seniormu dan kamu adik yunior." kata Sexy menepis pelukan Galang.
"Owh, aku mengerti, semenjak Askhara disini kau membuat batasan. Aku tidak apa-apa kalau itu maumu." sahut Galang tersendat dan melepaskan pelukannya.
Dengan wajah masam Galang keluar tanpa memperhatikan Sexy lagi. Selama disini dia berusaha mengalah melihat kedekatan Sexy dengan Erik dan Askhara, sampai dimana hubungan mereka. Sebenarnya dia juga belum tahu sebrengsek apa prilaku Sexy. Galang hanya menerka.
Sampai diluar Galang langsung pergi ketempat file dan merebahkan tubuhnya
disofa. Rasa lapar yang tadi datang seketika hilang. Sebenarnya dia ingin mandi dan tidur di kasur dengan nyaman, tapi karena ada Askhara dia jadi badmood.
Sexy menghapus air matanya, hatinya luka dihina oleh Galang. Baginya Galang manusia yang asal bicara tidak bisa menilai orang. Jangan menilai orang dari casingnya, lihat dalamnya. bathin Sexy lalu keluar menuju kamarnya.
Di kamar tidak ada Askhara, Sexy pergi ke
Staf ada Diah, Irene dan teman-temannya.
"Diah, kamu lihat pemuda yang ada di kamarku?" tanya Sexy ragu-ragu karena
wajah Diah seperti menyembunyikan sesuatu.
"Tidak ada Boss, tadi cuma Boss besar yang kesini tanya-tanya, setelah itu mereka berdua keluar. Mungkin Boss lagi menyelidiki sesuatu, karena mereka bertanya sangat mendetail, terutama masalah keberadaan Erik dan Galang.
"Trimakasih Diah" sahut Sexy. Bapak Rizaldi dan Mr. Richad pasti mempunyai kecurigaan dengan dirinya. Tentu mereka akan berkeliling bertanya. pikirnya.
Sexy akhirnya pergi ke ruang tamu ternyata Bapak Rizaldi dan Mr. Richad berada disana. Ada Askhara juga. Sexy masuk ikut duduk di sebelah Askhara.
"Permisi Boss, aku melarang mengintimidasi dia, karena dia masih dalam pemulihan dan ada dibawah pengawasan Psycholog." ucap Sexy dengan cepat.
"Tidak ada pertanyaan apa-apa aku bertanya tentang pacarnya." sahut Bapak Rizaldi tersenyum. Askhara ikut tersenyum.
"Jangan khawatir aku sehat, semua akan di ceritakan demi penyelidikan. Aku juga ingin Mama dan adikku bisa keluar dari kemelut ini," kata Askhara membuat Sexy lega.
"Semoga kamu cepat sembuh dan bisa
menceritakan sedetail mungkin." sahut Sexy berharap banyak.
Sudah menjadi kebiasaan kalau Boss besar datang mereka menjamunya dengan makanan kesukaan mereka. Hari inipun begitu, dua orang pemuda turun dari mobil
Box dan membawa beberapa kotak makanan. Sexy memuji Stafnya yang cepat tanggap untuk memesan makanan.
"Trimakasih Mas, tolong catat nomor
rekeningnya, nanti uangnya saya transfer lewat Mobile Banking," kata Sexy.
"Silahkan Boss, ini sudah siang menjelang sore lho." kata Sexy sambil menata kotak-kotak makanan itu.
"Ini Nona nomor rekeningnya." kata salah satu dari pemuda itu. Sexy mengambilnya dan memasukkan ke kantong celananya.
"Galang kemana, apa kalian kembali berantem?" tanya Bapak Rizaldi menatap Sexy.
"Biasa gitu Boss, dia pecemburu. Dia belum memahami aku." sahut Sexy sambil
membagikan minuman yang sudah di cup.
Jaman serba canggih, semua praktis.
"Koq kopi?, kirain teh." kata Mr. Richad
membuka cup.
"Biasanya teh, salah pesanan. Mungkin Staf baru yang memesan, ini juga beda logo Restaurantnya," sahut Sexy.
"Aku kopi Boss, kebetulan belum ngopi dari pagi. Ini ada teh." sahut Askhara menukar
kopi dengan tehnya.
"Silahkan makan, aku mau transfer uang dulu." kata Sexy mengambil kertas di kantong celananya yang tadi diberikan oleh pemuda itu.
"Stop!!, ini aneh..ini bukan nomor rekening, ini sandi." seru Sexy berdiri. Tapi terlambat, Askhara sudah minum kopi dan mulutnya sudah keluar busa.
"Stupid!!, cepat ambil mobil ambulans kita ke Rumah Sakit." teriak Mr. Richad langsung mengangkat Askhara. Kepanikan terjadi. Sexy berlari ke garasi mengambil mobil Ambulans.
Galang yang mendengar suara teriakan
langsung bangun dan mencuci mukanya di
wastafel. Dia berlari mencari suara ribut,
sampai di ruang tamu dia kaget melihat
Askhara dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Aku yang menyetir." kata Galang menarik
Sexy keluar dari mobil.
"Aku ikut." sahut Sexy duduk disebelah Galang Askara dimasukan ke Ambulans dan Bapak Rizaldi serta Mr. Richad memilih tidak ikut karena akan memeriksa makanan itu. Ada dua orang staf lapangan yang ikut untuk menemani ke Rumah Sakit.
Galang menaruh Strobo di atas mobil dan suara sirine mobil Ambulans membuat
jantung ikut berdebar. Galang terus memacu mobil Ambulans itu kencang. Sampai di Rumah Sakit Bhayangkara, Galang langsung menuju lobby UGD. dua orang Suster sudah menunggu dengan Stretcher.
Setelah tubuh Askhara diturunkan oleh mereka, Galang keluar mencari tempat parkir Agak sulit mencari tempat parkir karena banyaknya kendaraan.
Galang berjalan menuju UGD, belum sampai disana Sexy sudah berlari dan memeluknya. Tangis Sexy pecah, mau tidak mau Galang memeluk Sexy.
"Katakan bagaimana keadaan Askhara?" tanya Galang merasa tidak enak hati.
"Dia sudah meninggal." sahut Sexy terisak.
Galang sudah tahu tidak mungkin Askhara bisa di selamatkan.
"Kita akan menitipkan dulu di kamar mayat, karena dia masih mempunyai keluarga, nanti kita memberitahu Lovina supaya dia memberitahu keluarganya." kata Galang menghapus air mata Sexy.
"Yank, aku merasa curiga dengan Staf mu yang memakai baju hitam, tadi lewat kaca sepion aku melihat dia mengambil photo Askhara lewat ponsel. Aku juga melihat dia menelpon seseorang. coba kamu lihat dia sibuk menelpon." ucap Galang membuat Sexy menoleh.
"Itu Staf baru, namanya Dirgayusa, orangnya baik dan pendiam." sahut Sexy kemudian mereka berjalan berendeng untuk menemui Dirgayusa.
Sampai di lobby UGD Dirga sudah tidak ada. Sexy celingukan. Mereka saling pandang dan berlari ketempat parkir. Sebuah sepeda motor baru saja keluar dari parkir.
Galang dan Sexy mengejar dengan sepeda motor yang dirampas dari parkiran. Merasa ada yang mengejar, motor di depannya mencari jalan lintas yang berbelok-belok.
Motor di depan itu terpaksa berhenti karena masuk Gang buntu. Galang dan Sexy turun serta mendekati mereka. Tapi sebuah pukulan diayunkan oleh Dirga dan temannya. Sexy menangkis cepat, badannya kemudian melejit ke atas, kemudian kakinya menendang Dirga.
****
.
SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA
GOOD JOB👍👍👍