NovelToon NovelToon
Si Brondong Manis

Si Brondong Manis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Berondong
Popularitas:86.7k
Nilai: 5
Nama Author: YuBee

Si Brondong manis merupakan sequel atau lanjutan dari novel Cinta Itu Budeg.
Bercerita tentang anak muda yang terobsesi mengejar cinta seorang wanita yang usianya terpaut jauh darinya.
Bagaimana kisahnya? Yuk simak disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manusia Tak Bisa Memilih Takdir

Ketika menjelang masuk ruang operasi, A Galang dan Teh Luna datang untuk menjenguk Ibu Aurum di rumah sakit. Dan melihat kami sedang saling menggenggam serta berurai air mata, tentu saja kedua kakakku itu kebingungan.

" Bu, ada apa ini? Ada apa dek?" tanya teh Luna terlihat khawatir.

" Teh Luna.." sahut Mbak Hanum dengan air mata yang masih membasahi kedua pipinya.

" Ada apa ini, Num?" sekarang Mbak Hanum yang ditanyai oleh teh Luna.

" Teh..A Galang..ayo ikut adek sebentar." aku langsung berinisiatif untuk menjelaskan semuanya kepada kedua kakakku di luar ruangan.

Setelah sampai di luar, kusandarkan punggungku pada dinding, aku benar-benar butuh sesuatu untuk menopang tubuh. Sejujurnya lututku terasa lemas. Kebingungan harus bagaimana menghadapi situasi sepelik ini.

" Ada apa ini teh dek? ayo atuh jelasin sama teteh? kenapa kalian pada menangis semua gitu? Ada kabar buruk dari dokter tentang operasi Bu Aurum?" tanya teh Luna lagi. Wajahnya jelas menyiratkan kecemasan.

" Nggak teh, bukan itu. Ini tentang.." ucapku ragu-ragu.

" Tentang apa atuh cepetan! Kamu ah, bikin teteh gregetan aja!" teh Luna jadi makin penasaran dan menggoyang-goyangkan lenganku.

" Sabar atuh teh ih, adek juga bingung mau jelasinnya dari mana dulu."

" Ya langsung we ke intinya..meuni bingung gitu juga." sewot teh Luna, aku jadi kesal mendengarnya heboh begitu.

" Bu Aurum minta adek untuk nikahin Mbak Hanum secepatnya." ucapku dengan cepat.

" Hah?!!" mulut Teh Luna sampai ternganga lebar saking kagetnya.

" Serius kamu teh dek? terus kamu jawab apa?" tanya A Galang sama terkejutnya.

" Ade jawab mau nikahin Mbak Hanum. Dan Mbak Hanum juga bersedia. Habis gimana lagi. Bu Aurum terus aja bilang bahwa mungkin beliau gak punya waktu lagi, akan merasa tenang kalau Mbak Hanum ada yang menjaga. Beliau ingin Mbak Hanum memiliki imam dalam hidupnya, dan Bu Aurum juga takut kalau-kalau Daniel keluar nanti, dia akan mencari Mbak Hanum untuk membalas dendam karena udah jeblosin dia ke penjara." jelasku panjang lebar.

Teh Luna sampai menghela nafas panjang. Mungkin sama kebingungannya denganku.

" Gimana atuh..kan ayah sama bunda kuat banget pendiriannya. Mereka gak mau kasih restu buat kamu." ucap teh Luna sambil memandangku dengan serius.

" Gak tau adek juga teh. Tapi kalau boleh jujur, adek memang ingin sekali menikahi Mbak Hanum. Adek cinta dan sayang banget sama Mbak Hanum. Adek harus gimana atuh?" jelasku sambil memijat kening yang kini terasa berdenyut menyakitkan. Keadaan berubah hening.

" Apa salah adek mencintai wanita yang lebih tua dari adek? apa salah wanita seperti Mbak Hanum yang udah menerima begitu banyak siksaan untuk kemudian dicintai setulus hati oleh adek? Memang sebegitu gak layaknya ya Mbak Hanum untuk disayangi? sampai sekerdil itu pikiran ayah dan bunda terhadap Mbak Hanum. Apa salahnya Mbak Hanum sih?? Kenapa dunia memandang dia serendah dan sehina itu? memangnya keinginan dia untuk mendapatkan semua hal yang menyakitkan tersebut? Pasti dia juga gak akan sudi kok! Gak akan ada yang mau! Siapapun!! Tanpa terkecuali..! Tak ada seorang manusia pun yang bisa memilih takdirnya kan teh? Termasuk Mbak Hanum." jelasku berapi-api, bahkan tanganku sampai gemetar ketika menyampaikan itu semua.

" Adek menyayangi Mbak Hanum dengan tulus. Bukan hanya karena kasihan. Tapi memang keluar sendirinya dari dalam hati. Adek gak punya alasan apapun untuk mencintainya, semuanya datang begitu aja tanpa adek rekayasa. Dari dulu semenjak adek masih kecil." lanjutku lagi.

A Galang menepuk pundakku dan memberi penguatan.

" Hanum layak kamu cintai, dia gadis yang baik. Dan kalaupun kamu ingin menikahinya, gak ada yang salah, dek. Hanya saja waktunya yang belum tepat. Mungkin kita harus memberikan pengertian pelan-pelan pada ayah dan bunda agar mereka mengerti hingga pada akhirnya mau menerima keberadaan Hanum di tengah-tengah keluarga kita. A Galang paham kamu merasa kecewa dengan pendapat Ayah sama Bunda, tapi kamu juga harus sadar..mereka melakukan itu karena menyayangi kamu. Takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan di kemudian hari." jelas A Galang dengan tenang.

" Aku bukannya gak mengerti soal itu A, tapi manusia itu sejatinya gak bisa menjamin apapun. Jodoh, mati, bahagia, celaka. Itu hak prerogatif Allah. Gak perlu takut dengan hal yang belum tentu terjadi." jelasku lagi. A Galang mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. Sedangkan Teh Luna hanya bisa duduk sambil menunduk di sampingku.

" Bu Aurum memintaku dan Mbak Hanum untuk menikah secepatnya. Dia ingin aku segera menjadi suami Mbak Hanum." jelasku lagi.

" Terus kamu sendiri gimana? Mau menikahi Hanum secepatnya?" tanya Teh Luna kemudian sambil mendongak dan melihat ke arahku.

" Mau..!" jawabku cepat dan yakin.

" Semakin cepat semakin baik. Aku yakin kok rezeki itu Allah yang atur. Jika Mbak Hanum gak keberatan, aku akan segera menikahinya di depan Ibu Aurum." lanjutku lagi.

" Baiknya kita tunggu sampai operasi Bu Aurum selesai. Setelah itu kita bahas semuanya kalau kamu memang udah seyakin itu. Kita bicarakan lagi tentang teknisnya, termasuk dengan ayah dan bunda. Nanti Aa dan teh Luna akan bantu menjelaskan. Mereka juga berhak tahu, dek. Karena pernikahan itu bukan hal yang bisa dibuat main-main. Pertanggung jawabannya dunia dan akhirat." jelas A Galang sambil kembali menepuk pundakku.

" Iya A..makasih." jawabku pendek. Merasa sedikit lega karena ternyata A Galang dan Teh Luna berada di pihakku.

***

Tepat setelah selesai shalat maghrib, aku, Mbak Hanum, A Galang dan Teh Luna mengantarkan Ibu Aurum sampai ke pintu ruang operasi. Menurut dokter, operasi ini bisa memakan waktu sampai enam jam lamanya. Enam jam yang pastinya akan sangat menguras energi dan perasaan.

Setelah melepas genggaman tangan Ibu Aurum, Mbak Hanum terduduk lesu di kursi tunggu. Dia menundukkan kepalanya dalam, terlihat sangat cemas.

Dengan perlahan aku mendudukkan diriku di kursi tepat di sampingnya kemudian menggenggam tangan Mbak Hanum yang terkepal kuat.

" Semua akan baik-baik aja, Mbak. Jangan khawatir." ucapku seraya mengeratkan genggaman seperti memberikan penguatan.

Untuk beberapa waktu kedepan kami hanya terdiam dengan jemari tangan saling bertaut kuat bahkan sampai berkeringat.

Teh Luna dan A Galang juga ikut menunggu di rumah sakit bersama kami. Mereka ingin memastikan bahwa operasi berjalan lancar dan tidak ada sesuatu yang gawat menimpa Bu Aurum. Tapi sekitar pukul delapan malam, Teh Luna dan A Galang pamit shalat isya sebentar. Rencananya kami akan bergiliran melaksanakan shalat, takut-takut dokter keluar untuk memberikan kabar terkait operasinya.

" Teduh.." panggil Mbak Hanum pelan ketika A Galang dan Teh Luna sudah pergi meninggalkan kami berdua di ruang tunggu operasi.

" Iya Mbak?" aku menolehkan kepalaku dengan cepat.

" Makasih ya udah mau temenin Mbak terus." ucapnya sambil balik memandangku. Aku hanya balas tersenyum sambil menganggukan kepalaku.

" Hemm..soal omongan Ibu tadi, kalau sekiranya kamu keberatan, gak usah diambil hati ya." ucapan Mbak Hanum terdengar hati-hati.

" Aku serius Mbak, aku akan selalu jaga Mbak." potongku langsung. Mbak Hanum memandangku lekat.

" Tapi orang tua kamu.." ucapan Mbak Hanum terkesan menggantung. Aku tahu pembicaraannya akan mengarah kemana, jadi dengan cepat kujawab perkataan Mbak Hanum tersebut.

" Jangan pikirin itu dulu deh, sekarang lebih baik kita fokuskan pikiran untuk kesembuhan Ibu. Baru setelah itu kita bahas semuanya. Toh A Galang dan Teh Luna juga udah tahu, dan mereka berdua setuju." jelasku lagi.

" Aku takut kamu kecewa, Teduh." ucap Mbak Hanum seraya mengunci netranya padaku.

" Setiap manusia gak ada yang sempurna, Mbak. Aku juga banyak kurangnya. Justru karena kita sama-sama memiliki kekurangan, pada akhirnya kita bisa saling melengkapi." kuberanikan untuk membelai pipi Mbak Hanum dengan lembut. Mbak Hanum jadi berkaca-kaca karena usapanku di wajahnya.

" Tapi soal menikahiku, apa kamu benar-benar serius? Kalau hanya karena terbebani dengan ucapan Ibu tadi, lebih baik jangan dilakukan, Teduh. Aku mohon jangan dipaksakan." ucapnya lagi.

" Aku udah janji sama Ibu nya Mbak Hanum untuk menikahi Mbak secepatnya. Tapi aku juga menunggu kesiapan hati Mbak untuk hal seserius itu. Jadi semuanya aku serahkan lagi sama Mbak. Aku siap kapanpun Mbak merasa siap." jelasku dengan penuh kehati-hatian.

" Makasih Teduh..kalau saja ada kata-kata yang maknanya lebih tinggi dari kata terimakasih. Aku ingin ucapkan kata itu untuk kamu saat ini. Karena kamu, sekarang aku merasa mampu untuk menghadapi apapun. Kamu berarti, Teduh. Amat sangat."

Setelah mengatakan kata-kata yang begitu menyentuh palung-palung hatiku, Mbak Hanum memberanikan diri menyandarkan kepalanya di bahuku. Hatiku seketika berdesir, bahagia bercampur haru. Ada rasa nyaman yang menelusup hingga mendenyutkan sulur-sulur hati. Ya..aku memang mencintainya. Aku makin menyadari itu. Rasa ini bukanlah sekedar empati apalagi obsesi. Aku menyayangi dan mencintainya begitu tulus dari hati sanubari.

1
Ertalina Sitorus
Semoga masa masa beratnya bs dilewati dgn ikhlas dan semangat ya ka.. Tuhan tdk pernah memberi uijian diluar kemampuan kita😊 tetap setia menanti karya2 kerenmu kakak💪💪👍👍👍
Bima Sendi
lanjut ga nih thor?
Muhammad Ilham
bukanya first kiss teduh sama Tania ya🤔
hehe😅
widya widya
semoga semua lekas kembali normal ya thor.
semangat dan sehat selalu untukmu
terhibur banget banget membaca karya2 author
semoga diberikan selalu rejeki yang tak berkesudahan , kebahagiaan dan kenikmatan selalu dr Yang Maha Besar
widya widya
tengah malam mewek bacanya
widya widya
semoga hanum diberikan kebahagian
widya widya
pengen gw pepes rasanya si daniel
Dy
assalamu'alaikum...

kangen iihh....😭😭😭

sehat sll ya Thor....
di tunggu update_tan nya....

buat semua²nya jg shat² ya....🤲🏻

smga kita sLLu dlm lingungan-NYA
Mkhoriyaa
kak kapan novel ini dilanjut nulisnya kak?
jusalma
assalamualaikum ka..
gmna kabar nya?
semoga sehat2 terus ya ka.
ka kapan mulai nulis lagi?
kangen bgt cerita ini lanjut,
semoga bisa secepat nya up lagi ya ka😇🤗
Yulnita
thooor... apa kabar muuuu... 😍

semoga sehat selalu dan semoga bahagia ..😍😍😍

thor aku rindu karya mu... 😍😍😍😘😘😘

YuBee: baik kak..
Alhamdulillah sehat.
semoga kakak juga sehat selalu ya 😊
total 1 replies
Dark Yuli
kok gak up
Win Prasetya
tetap semangat thor.. sabat n tawakal adalah kuncinya.. karyamu akan tetap saya tunggu...
ariyatti
Thor tetap semangat semoga selalu sehat...
yang sabar dan selalu kuat,aku tetap menunggu karyamu ...
jusalma
tetap semangat ya thor aq akan selalu menunggu karya2 mu thor
Rany isbandi
badai pasti berlalu jangan lupa selalu berdoa dan jangan larut dalam kesedihan mendalam karna itu sakit 😭
aku doain athor cepet pulih bangkit dari keterpurukan,tetep tabah dan sabar,semangat 💪 lagi
aku bakal tetep nungguin sampe kamu mau😄
semangat💪💪
Yulnita
aku akan sll menunggu karya mu thooor... semangat... 😘😘😘💪💪💪
Kristia Ningsih
perasaan kudanil ke Hanum itu bukan lgi cinta,tapi obsesi. klau emang cinta gk bakalan tega nyakitin Hanum.. lagipula org seperti kudanil ini mungkin punya penyakit mental yg jg harus d obati dan jg harus d beri pelaran bukan di bela..

di lingkungan aku jg ada kejadian seperti kudanil dan Hanum,,bedanya si perempuan ini memilih bertahan meski udah jd samsak hidup.
Yulnita
sabar yaa uncle ted dan mba hanum... semoga mba hanum mendapatkan ke adilan yg se adil2 nya... 😘😘😘
Anti Deta
kasihan Hanum kasih hukuman berat kudanil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!