Keinginan Sora Rassam untuk liburan terwujud setelah dia bekerja keras, dia mendapatkan cuti selama seminggu.
Dia memilih liburan di negara M yang terkenal romantis dan mewah.
Tapi kejadian demi kejadin yang tak terduga di alaminya, dia melakukan pre wedding dan menikah dengan seorang pria tampan dan kaya keturunan bangsawan,Aaron Markle.
Aaron Markle seorang pria dingin dan licik,yang terlihat hangat hanya saat berhadapan dengan neneknya.
Setelah sora pulang dari liburannya dia menyadari bahwa dia sedang hamil.
Sora sebenarnya adalah satu satunya Nona besar keturunan keluarga Rassam,keluarga terkaya di negara A.
Bagaimana kelanjutan kisah Sora dan Aaron yang melakukan pernikahan tanpa terencana. Penasaran kan di baca yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessiel Karen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Hukuman
Setelah selesai makan siang mereka kembali lagi ke hotel,hari ini hanya ada satu pertemuan dengan tuan han,maka dari itu tidak ada lagi pekerjaan yang harus di lakukan.
Sora kembali ke kamarnya untuk beristirahat,dia meminum obatnya lalu tidur siang.
Tidak begitu hal nya dengan Aaron walau tidak berada di kantor dia tetap sibuk memantau perusahaan, menatap di depan laptop nya dengan serius.
Di ruang tamu yang berada di depan kamar tidur,Aaron masih tetap mengerjakan beberapa dokumen yang harus dia baca dan ditanda tangani.
Sudah terlalu lama Aaron berkutat dalam pekerjaannya dari siang sampai sore,membuat seluruh tubuhnya menjadi kaku kemudian Aaron merenggangkan tubuhnya dan melihat jam di pergelangan tangannya.
"Sudah sore."
"Kenapa Sora belum keluar,apa jangan jangan dia pingsan di dalam."
Aaron bergegas menuju kamar sora,merasa khawatir jika terjadi apa apa pada Sora.
Tanpa permisi Aaron masuk ke dalam kamar,Aaron melihatnya tertidur tanpa memakai kaca mata dan juga masih memakai atasan kemeja dan bawahan rok.
Aaron tersenyum memandang sora,tanpa sadar tangannya menyentuh pipi sora dengan lembut, dan mencium keningnya perlahan.
Sora bergerak merubah posisi tidurnya,Aaron pun menarik tubuhnya perlahan.
Melihat Sora yang terlelap Aaron keluar dan kembali lagi duduk di depan laptop nya.
Baru kali ini dia merasakan perasaan yang hangat,membuat ingin selalu melindungi wanita itu.
Di kamar Sora...
Sora membuka perlahan matanya, meraba raba meja lampu untuk mencari ponselnya.
"Ya Tuhan sudah jam segini."
"Krucuk krucuk."
Suara perut Sora berbunyi nyaring.
"Aku lapar...."
Sora bergegas turun dari tempat tidur menuju kamar mandi,setelah selesai mandi dia memakai kaos dan metutupinya dengan jaket jumper, dan memakai celana jeans panjang.
Sora keluar dari kamarnya, mengendap endap untuk menghindari pertemuan dengan Aaron.
Di depan kamar sudah ada beberapa makanan di atas meja, dan Aaron meninggalkan catatan untuk Sora.
"Makanlah kau pasti sudah lapar dan jangan kemana mana!"
Sora yang sedari tadi merasakan kelaparan,tanpa sungkan langsung duduk dan memakan semua makanan yang di meja.
"Sayang ternyata ayahmu pengertian juga,tapi untuk keinginan yang satunya mama tidak mau menuruti, mama ingin keluar jalan jalan." Ucap Sora sambil mengelus elus perutnya dan tertawa.
Sora masuk lagi ke kamarnya dan mengambil tas ransel berukuran sedang.
Melewati kaca dia terhenti, menatap dirinya sendiri.
"Ah lepas aja deh kacamatanya,kan gak ada Aaron."
"Kalo ada dia kan tinggal di pake lagi." Batin Sora.
Sora keluar hotel dan berjalan menikmati suasana kota portland.
Setelah Aaron menyelesaikan urusannya dia kembali lagi ke kamar.
Melihat makanan di meja makan sudah habis tanpa tersisa Aaron tersenyum.
Aaron duduk dan menyuruh fredy untuk memanggil Sora di kamar.
Setelah beberapa kali di ketok tapi tidak ada jawaban.
"Tuan muda sepertinya nona Sora tidak ada di kamarnya."
Aaron berdiri lalu menuju kamar Sora,di dalam kamar Aaron menyusuri pandangannya di setiap sudut untuk mencari Sora,masuk ke kamar mandi tapi tak menemukannya juga.
"Wanita ini kenapa tidak menurutiku."
Aaron memukul pintu kamar Sora melampiaskan kemarahannya.
Aaron menelepon sora namum tidak di angkat oleh Sora, sudah beberapa kali Aaron menelepon tapi tidak di angkat juga.
"Si***n,Cari dia sampai ketemu!" Perintah Aaron.
"Baik tuan muda."
Di luar sana Sora merasakan kebebasan sekali lagi, dia berjalan di pinggiran kaki lima penjual makanan.
Sudah setengah jam lebih dia berjalan. Selama itu dia hanya membeli minuman.
Dan kelaparan lagi yang dirasakan sora.
Sora menghentikan langkahnya.
"Ah aku lapar."
"Tadi kan aku sudah makan banyak sekali."
"Sayang kau lapar lagi ya, kita cari makan yuk." Ucap Sora sambil memegang perutnya.
Sora melangkah kembali mencari makanan yang ingin di makannya.
Hanya beberapa langkah sora menginjakkan kakinya,dia di kejutkan oleh fredy dan beberapa pria di belakangnya.
"Pak Fredy kenapa anda ada di sini?"
Sora tersadar bahwa dia tidak memakai kacamata,dia meraba raba setiap kantong jaketnya dan mencari di dalam tas namun tak menemukannya.
"Bagaimana ini kacamataku di mana?"
Batin Sora.
"Nona rara tuan muda mencari anda kemana mana,tuan muda juga sudah menelepon anda namun anda tidak mengangkatnya."
"Lalu kenapa, apa aku harus laporan dulu jika harus pergi."
"Benar nona, anda masih dalam tanggung jawab perusahaan dan dalam pengawasan tuan Aaron."
"Apa apaan ini, aku keberatan."
Setelah berkata Sora melangkah pergi,namun fredy dan beberapa pengawal yang bersamanya menghalangi sora.
"Situasi ini kok sama seperti saat kakek menemukan aku ya."
"Aah aku gak mau..."
"Nona sebaiknya anda kembali lagi ke hotel bersama kami, tuan Aaron sudah menunggu anda."
"Percuma jika anda melawan."
Akhirnya Sora hanya pasrah, mengikuti perkataan fredy.
Sesampai di mobil fredy membukakan pintu mempersilahkan sora untuk masuk.
Sora terperanjat ternyata di dalam mobil ada Aaron.
"Pak Aaron anda mengagetkanku."
Aaron mendekati dan menatap sora.
"Tanpa kacamata kau terlihat cantik." Ucap Aaron sambil membelai rambut Sora yang di kepang.
"Ya Tuhan aku lupa,dari tadi aku tidak menemukan kacamataku,apa hilang saat di jalan tadi ya, aduh aku harus gimana nih."batin Sora
Tangan Aaron mulai menyentuh pipi Sora,
mengusap bibirnya yang mungil lalu mencium Sora.
Sora yang kaget merasa seperti ada air seember yang mengguyurnya, pikirannya menjadi kosong.
Saat tersadar Sora berusaha menarik kepalanya tapi kedua tangan Aaron sudah mengunci kepala dan tubuhnya.
Akhirnya Aaron melepaskan ciumannya setelah di gigit oleh Sora,mulut Aaron berdarah.
Sora menggeser tubuhnya menjauhi Aaron.
"Ihik ihik benar kan, si mesum ini udah mulai kayak gitu lagi." Tangis Sora dalam hatinya.
"Nona rara jika kau pergi tanpa meminta ijin lagi akan ku hukum lebih dari ini. Ucap Aaron
"Tapi pak ini kan bukan jam kerja."
"Bukankah sudah di katakankan kau masih menjadi tanggung jawab perusahaan selama perjalanan bisnis ini."
Sora hanya menghela nafasnya dengan perkataan Aaron barusan.
Sesampai di kamar hotel sora menutup pintunya dengan keras, meluapkan kemarahannya,setelah itu berlanjut melepas jaketnya dan melemparnya di atas tempat tidur.
Melihat Sora sudah di kamar Aaron masuk ke kamarnya,membersihkan dirinya sesudah itu memakai sweater dan celana panjang.
Di dalam kamar Sora..
"Krucuk krucuk. "
"Ihik ihik, aku lapar... tadi kan aku belum sempat makan, malah sudah di giring pulang sama fredy." Guman Sora.
"Kalau gitu pesen di hotel aja deh."
Belum sempat memencet nomer telpon ada suara ketukan pintu.
Sora meletakkan kembali gagang telpon, dan membukakan pintu.
"Pak Aaron?"
"Ada perlu apa pak?
Awalnya Aaron yang ingin mengajak sora keluar makan malam menjadi diam menatap Sora dengan wajah dingin,matanya terfokus pada sebuah cincin yang di jadikan liontin kalung oleh Sora.
Sora tersadar dengan pandangan Aaron, buru buru dia menggenggam kalungnya untuk menyembunyikan ke dalam bajunya,lalu menutup pintunya, tapi kecepatannya masih kalah oleh Aaron,Aaron sudah menghalangi dengan tangannya yang menggenggam pintu.
Sora yang tak kuat menahan dorongan Aaron dari luar,akhirnya melepaskan tangannya dari pintu.
Karna ketakutan Sora mundur ke belakang dan tertahan oleh tempat tidur.
"Maaf pak Aaron apa saya melakukan kesalahan?"
Aaron hanya diam tanpa berkata kata dan melangkah mendekati Sora.
"Tuhan tolong aku..." Batin Sora
Baru kali ini Sora merasakan ketakutan terhadap seseorang selain dengan kakeknya.
kapan lg ya ketemu up nya?
ksh 1 vote ya sambil nungguin karyamu up lg.