Kematian kakaknya membuat Ayu memiliki hubungan percintaan dengan Angga, polisi tampan yang bertugas mengungkap kasus kematian tersebut, Herman sahabat sekaligus teman kuliah yang telah lama mencintai Ayu ternyata adalah anak dari suami almarhum kakak, apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Ayu dan Herman, mungkinkah hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik setelah mereka tahu latar belakang masing masing, bisakah Angga mengungkap pembunuh kakak Ayu yang sesungguhnya ikuti kisah Ayu, Herman dan Angga dalam kisah mawar kali ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Robbiyana Widiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lampu hijau calon mertua
Angga menjalankan kembali mobilnya yang sempat berhenti di pinggir jalan, namun kini tangan kiri Angga di pakai untuk menggenggam tangan Ayu, hanya sesekali di lepas untuk memindahkan posisi kopling. Ayu lebih sering menunduk untuk menyembunyikan rona wajahnya karena Angga tak henti hentinya menggodanya, kadang mengecup jemarinya, kadang mengelus kepalanya. tiap kali Angga melakukan hal hal kecil Itu, tiap kali pula hati Ayu berdesir, ada rasa senang juga malu yang hadir bersamaan.
" Mas..kita mau kemana?"
" Ke rumahmu saja ya, sekalian aku mau pinjam diary Anya, siapa tahu ada petunjuk disana."
Ayu hanya mengangguk. Ayu tidak mengerti kenapa tiba tiba menerima begitu saja pinangan dari Angga, dia hanya berharap tidak salah dalam mengambil keputusan ini. Ayu tidak tahu ini anugerah apa musibah, mendapatkan calon suami polisi muda dan ganteng tanpa mengetahui sifat dan latar belakangnya. Yang Ayu tahu Angga cukup menyakinkan Ayu soal pandangannya terhadap pernikahan. Dan memang Ayu juga tidak terlalu suka menjalin hubungan pacaran kelamaan.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai mereka sampai pada sebuah rumah mungil nan asri dimana Ayu tinggal dan di besarkan.Ayu turun dari mobil dan segera memasuki rumahnya diikuti dengan Angga di belakangnya. Setelah membuka pintu rumahnya yang terkunci Ayu mempersilahkan Angga masuk dan duduk di sofa ruang tamu yang tertata dengan apik, tak banyak barang di rumah Ayu, namun tersusun begitu pas dan apik memberi kesan nyaman dan rapi pada ruangan Itu, hiasan dindingpun hanya terdiri dari beberapa foto keluarga dan lukisan abstrak. Ayu yang sejak masuk ke dalam rumah langsung menuju dapur untuk membuatkan minuman Angga, belum nampak menemani Angga, hingga Angga berinisiatif untuk masuk menuju dapur. Ayu tampak sedang mengaduk teh di cangkir. Begitu membalikkan badan hendak ke ruang tamu dia terkejut melihat Angga sudah berdiri di belakangnya dengan jarak tidak begitu jauh.
" Mas Angga kenapa senang ngagetin aja, ngapain di sini? Ayo di ruang tamu saja. ini tehnya sudah jadi." kata Ayu sambil membawa nampan dengan 2 cangkir teh dan camilan.
" Mas penasaran aja kamu ngapain, lama banget nggak keluar keluar."
" Masa cuma di tinggal bikin teh aja lama mas? ini juga di usahain cepet cepet lo."
mereka jalan beriringan menuju ruang tamu dan duduk di sana.
" Mas, aku ambil diary kak Anya dulu ya." kata Ayu sejenak setelah mereka duduk berdua.
" Ntar dulu lah...sini duduk dulu." kata Angga sambil menepuk kursi disebelahnya meminta Ayu duduk di dekatnya.
" Kenapa mas? "
" Katanya pingin kenal keluarganya mas, sini mas mau telp mama."
Ayu menurut, dia duduk di samping Angga dan memperhatikan Angga yang sedang mencari kontak mamanya di hp miliknya. Tak lama kemudian terdengar nada sambung di seberang karena memang Angga memakai panggilan video, maka tampaklah wajah cantik dari seberang sana ketika telp telah tersambung.
" Assalamualaikum..tumben jam segini kamu telp mama, ada apa nih ?" tanya suara wanita di seberang sana.
" Waalaikumsalam mom...Angga mau ngenalin sesorang sama mama."
" Siapa nak?"
" Namanya Ayu mom...nih orangnya." Ayu mendekat ke arah angga agar wajahnya bisa melihat kamera di hp Angga.
" Assalamualaikum bu.. " Sapa ayu
" Waalaikum salam.., subhanallah...cantik sekali, sama seperti namanya. Ayu juga orangnya " Puji mama Angga seketika
" Terima kasih ibu, ibu juga cantik kok." jawab ayu sambil tersenyum
" Mom... Angga sudah lamar Ayu, bisakah mama bantu Angga menyiapkan pernikahan secepatnya?"
" Alhamdulillah... nglamar Anak gadis orang kok nggak ajak-ajak orang tua sih nak..kamu ini gimana?"
" Maaf mom..ini mendadak, lagi pula Ayu hidup sebatang kara kok mom, orang tuanya sudah meninggal lama, kerabatnya cuma kakaknya, tapi 2 bulan lalu kakaknya meninggal."
"Oo...begitu, kasihan kamu Yu, mama ikut bela sungkawa ya , tapi nggak papalah sebentar làgi Syu nanti punya mas Angga, papa dan mama di sini ya. Kapan kamu mau pernikahannya di laksanakan?"
" Secepatnya ya mom..bagaimana kalau bulan depan."
" Eh... ya nggak bisa buru buru begitu nak, mama butuh waktu untuk menyiapkannya, paling nggak 3 bulan lah, pelaksanaannya di Bandung apa di Jakarta?"
" Terserah mama saja."
" Ayu bagaimana? maunya dimana? " tanya mama Angga
" dimana saja ibu, Ayu ngikut aja, di Semarang ayu juga gak masalah." jawab Ayu lembut
" loh..kok di Semarang? memangnya Ayu tinggal di Semarang?"
" Iya bu, Ayu di Semarang tinggalnya."
" loh...kamu sekarang lagi di Semarang ya nak?"
" Iya mom, Angga lagi cuti, ini jalan jalan ke Semarang. Sekalian nostalgia waktu pendidikan dulu."
" Ooohhh...modus nih kamu nak, sengaja ya ngajuin cuti buat pacaran.?"
" Mama kaya nggak pernah muda aja." jawab Angga
" Justru karena mama pernah muda Angga, eh..tapi hati hati ya, jaga diri lo..Itu Anak orang sebelum halal jangan diapa apain."
" Siiiip mom, salam buat papa ya mom."
" Iya, nanti mama sampaikan, salam buat Ayu ya. Assalamualaikum.
" Waalaikum salam" tutup Angga mengakhiri panggilannya.
Ayu memandang Angga yang sedang mengakhiri telpnya sambil tersenyum lembut. Dapat dia simpulkn bahwa hubungan Angga dan orangtuanya sangatlah akrab, dan ibunya tidak mempermasalahkan hubungan Angga dengan Ayu.
konflik antara Anya - Wira - William yg asli dan bener tuh gimana. Trs Wira bilang "Anya itu perempuan ular" , itu jg ga dijelasin lebih detail ularnya dimana.
trs Wira bilang "kalau ttd berkas, jgn pas terburu-buru. Jgn mudah percaya sama siapapun meski asisten pribadimu sendiri" itu jg ga dijelasin gimananya :(
Trs Wira kok tiba2 meninggal tuh gimana
huhh masih ganjel bgtt :(