setelah kembali dengan wajah baru, nama Jeha kini berubah menjadi Jehana, dia ingin membalaskan dendamnya kepada keluarg Luic, apakah itu akan berhasil?...
Seperti apa kehidupan pernikahan yang akan di jalani Alvira setelah menikah dengan Leon, peria dingin yang yang tak segam memukul siapa pun yang mengusikya.
Apakah Cinta Alvira dan Leon akan bersatu?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana jumpa Pers
Selesai membersikan diri, Vira bersiap untuk segera pergi ke kantor agencinya,Vira selalu mengenakan pakaian yang membuatnya yaman, seperti hari ini Vira mengenakan baju warna hitam di padukan dengan celana jeans,dan tak lupa tas selempang yang selalu di bawahnya karna di dalam nya berisi banyak keperluanya, seperti dompet, tissu dan tak lupa juga Hpnya.
"Waktunya berangkat."
Sambil melangkah keluar dari pintu Apartmensnya.
Perlahan Vira mulai masuk ke dalam lif dan memencat angka 1 yaitu lantai bawah.
Setelah sampai di parkiran Vira bertemu dengan Rara.
"Vira," Sapa Rara.
"Hai, baru pulang."
menyahuti sapaan, sambil melihat ke arah Rara.
"Iya,oya kamu mau kemana? sepagi ini." tanya Rara.
"Mau ke kantor agenciku, tadi Asistenku menelpon katanya aku di suruh datang sepagi ini."
Sambil tersenyum mengatakan.
"Oky, aku masuk dulu, ngantuk soalnya," Ucap Rara dengan sedikit mengantuk.
Vira mengerti kalau Rara baru saja pulang dari dines malamnya, terlihat jelas di bundaran mata Rara begitu sangat gelap.
"Oky, aku juga udah telat, berangkat dulu ya."
Sambil masuk ke dalan mobilnya.
"Daaaaaa." Rara melambaikan tangannya sambil tersenyum lalu berucap.
"Sampai ketemu nanti."
Vira melajukan mobilnya membelah pusat kota Singapura,hingga akhirnya sampai di depan kantor Agencinya,Vira mulai memarkir mobilnya di parkiran khusus.
Vira,keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju tangga untuk masuk ke dalam lobi kantor,tapi dengan cepat Berta menyambar tangan Vira lalu membawanya turung dan bersembunyi di balik bunga besar yang berada di depan kantor Agencinya.
"Aoaoaoao'sakit," Ringgis Vira.
"Pelangin suara Ente,mau di gebukin oleh para pers dan wartamwan, semalam mereka semua ada di sini,oleh karna itu eke menghubungimu pagi -pagi." Berta menjelaskan.
"Habisnya kamu main tarik saja lihat, ini sangat sakit coba lihat merah kan."
memperlihatkan tanganya yang merah.
"Maafin Eke ya, Vira bukan maksud aku kasar gini sama kamu, tapi keadaannya yang begitu sangat gengting dan sekarat " Berta menjelaskan.
Vira agak bingun mendengar ucapan Berta yang kata sekarat.
"Siapa,yang sekarat?," Vira bertanya.
"Ente yang sekarat, gara -gara gosip Ente tidur bareng dengan ke kasih Ente di Apartmens, beberapa pihak Agensi kita menarik kontrak kerja samanya pada kite" Berta masih menjelaskan.
Vira tersenyum mendengar ucapan Berta.
"Biarkan saja,mereka akan menyesal karna telah membatalkan kontraknya dengan kita," Ucap Vira santai.
Mendengar jawaban Vira, berta bingun sendiri dengan ucapan Vira barusan.
"Maksud Ente apa?" Berta bertanya.
" Sudahlah,siapkan ruangan untuk jumpa Pers hari ini juga, dan atur semuanya, aku akan mengkomfirmasi semua gosip yang tidak enak itu."
Vira tersenyum sambil berjalan masuk ke dalam ruangan kantor yang di penuhi oleh para pers dan juga para wartawan.
Berta hanya bingun melihat tingkah Vira yang santai, seolah tidak terjadi sesuatu pada karirnya.
Seperti yang di katakan Vira,Berta mengatur sebuah ruangan khusus yang biasa di pakai jumpa Pers yang ada di kantornya,dan jumpa pers itu akan di lakukan setelah jam makan siang.
Vira mulai masuk ke dalam lobi yang ada di kantornya, dan perlahan para pers dan wartawan berlari menghadang jalan Vira, begitu banyak Reporter mengambil gambar dan bertanya langsunh pada Vira, dan Vira hanya bisa membalas ucapan mereka dengan senyuman hangat.
aku gk setuju kalau Leon meninggal 😭