Follow ig:@nafsie
Tomy dan jeny adalah sepasang sahabat dari kecil. Meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh namun itu tidak menjadi penghalang kelekatan hubungan persahabatan mereka.
Tomy selalu baik dan bertanggung jawab menjaga dan melindungi jeny. Hal itu yang membuat jeny nyaman dan tidak bisa tanpa tomy.
Suatu ketika tiba tiba orang tua mereka mendadak menjodohkan mereka. Baik jeny maupun tomy mereka sama sama tidak bisa menolak. Itu karena kepatuhan mereka pada orang tua nya masing masing juga karna keadaan papah tomy (Pak cakra).
Merekapun akhir nya menikah.
Namun belum genap seminggu pernikahan mereka tiba tiba tomy memutuskan pergi ke belanda untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.
5 Tahun jeny melalui hari harinya tanpa tomy di sisinya. Tanpa komunikasi juga kejelasan tentang hubungan mereka hingga akhir nya jeny mendatangi mertuanya dan mengatakan ingin bercerai.
Saat itu tomy muncul dan menolak dengan tegas perceraian yang di inginkan jeny.
“Dengar baik baik jeny. Mulai saat ini aku akan selalu ada di samping kamu. Tidak ada seorangpun yang bisa memutus pernikahan kita, Kecuali aku.” Tegas nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
“Aku nggak mau.”
Tomy menelan ludah nya. Pria tampan itu membalas tatapan benci jeny padanya. Tomy tidak pernah bermaksud untuk menyakiti gadis itu. Tapi tomy tidak punya cara lain. Kata cerai yang keluar dari bibir jeny pagi tadi membuat nya harus benar benar mengikat gadis itu untuk selalu ada di sisinya.
“Jeny, Ayo kita masuk..” Suara tomy melembut kali ini.
Jeny menggelengkan kepalanya kuat. Keyakinan nya untuk berpisah dari pria itu semakin kuat. Selain berubah tomy juga sudah menjadi sosok pemaksa yang sangat egois yang tentu saja sangat tidak di sukainya.
“Ini rumah kita sekarang. Sebagai kado pernikahan kita.” Kata tomy lagi.
Jeny memundurkan langkah nya menjauh dari tomy. Tomy masih menganggap pernikahan dan hubungan tidak jelas mereka begitu penting. Dan tomy bersikap seolah mereka adalah pasangan yang saling mencintai.
“Tomy, aku mohon tolong buka pintu gerbang nya. Aku mau pulang. Dan aku nggak mau disini sama kamu.” Tangis jeny.
Dada tomy terasa sesak mendengar nya. Keduanya matanya memanas. Jeny mengatakan nya dengan tatapan terluka.
“Maaf.. Tapi aku nggak bisa.” Lirih tomy menelan ludah nya.
Tomy berlalu setelah itu. Pria itu meninggalkan jeny yang masih menangis di depan gerbang. Bukan tidak perduli. Tomy hanya tidak mau membuat gadis itu semakin tidak nyaman berada di dekat nya.
Tomy berhenti ketika sampai tepat di depan pintu utama rumah mewah yang baru saja akan di tempatinya. Tomy ingin sekali berlari dan memeluk tubuh mungil jeny. Tapi tomy tau jeny pasti akan menolak untuk dia peluk bahkan mungkin jeny akan semakin membencinya.
“Pak.”
Tomy menoleh dan mendapati asisten rumah tangga nya berdiri tidak jauh darinya. Tomy menatap sesaat wanita paruh baya berbadan kurus tersebut kemudian menghela nafas.
“Tolong bibi bujuk istri saya untuk masuk.” Kata tomy kemudian berlalu masuk.
Wanita paruh baya berbadan kurus yang di panggil bibi oleh tomy itu menganggukan kepala nya. Kedua kakinya melangkah pelan keluar dari kediaman mewah itu menghampiri jeny yang masih saja menangis di depan gerbang.
“Permisi bu..”
Jeny mengusap air matanya kemudian menoleh. Jeny menatap bingung pada wanita paruh baya yang tidak di kenal nya. Namun dari penampilan nya jeny bisa menebak bahwa wanita paruh baya itu adalah asisten rumah tangga di rumah mewah itu.
“Ibu bisa panggil saya bibi. Dan saya juga sudah membereskan barang barang ibu. Silahkan masuk bu..” Senyum bibi sopan.
“Apa?”
Jeny terkejut mendengar apa yang di katakan wanita itu. Bagaimana mungkin barang barang nya sudah di bereskan oleh nya.
Deringan ponsel di tas nya membuat jeny buru buru membuka tas slempang nya. Gadis cantik itu langsung mengangkat telpon yang ternyata dari mamah nya.
“Halo mah.”
“Nak kamu dimana? Kenapa belum juga pulang?” Tanya mamah jeny dengan nada khawatir nya.
Jeny terdiam sesaat. Mungkin mamah nya juga belum tau perihal tentang kepulangan tomy.
“Tadi kata mbak ada asisten tomy. Dan dia membawa semua barang barang kamu. Tomy juga tadi siang kesini dan menjelaskan semuanya pada papah.”
Dada jeny langsung kembang kempis mendengar nya. Emosinya kembali naik. Sekarang jeny tau apa yang di maksud oleh wanita kurus di depan nya.
Jeny memutuskan sambungan telpon nya. Tanpa berkata apa apa pada asisten rumah tangga tersebut jeny langsung melangkah lebar menuju rumah mewah yang di katakan tomy sebagai kado pernikahan.
“Bu..”
“Dimana tomy?” Sela jeny bertanya dengan kedua tangan nya yang mengepal erat.
Asisten rumah tangga itu tergagap melihat jeny yang tampak begitu sangat emosi.
“Aku disini.”
Suara tomy membuat jeny langsung menolehkan kepalanya. Sedangkan bibi langsung berlalu memilih menyingkir karna tidak mau di anggap lancang terus berada di antara kedua majikan nya.
Tomy berdiri dari duduk nya di sofa panjang. Dengan santai pria tampan itu memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana hitam yang di kenakan nya. Jas hitam yang di kenakan nya tadi sudah menyampir di sandaran sofa menyisakan kemeja abu abunya yang tampak begitu pas di tubuh kekar nya.
Rahang jeny mengeras. Kepalan tangan nya semakin erat. Tomy begitu santai dan sama sekali tidak merasa bersalah dengan apa yang sudah di lakukan nya.
“Aku senang akhirnya kamu mau masuk ke rumah kita. Kamar kita ada di lantai atas yah.” Kata tomy tersenyum manis.
Jeny tersenyum sinis membalas nya. Air mata kembali menetes dari kedua mata indah nya. Dengan pelan jeny mendekat pada tomy.
PLAKK
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan tomy. Dan itu berhasil membuat tomy terkejut. Baru kali ini jeny mendaratkan sebuah tamparan keras di pipi nya.
“Itu untuk kelancangan kamu yang seenak nya mengambil barang barang di kamar aku.” Kata jeny kembali menangis.
Tomy diam. Pria tampan itu menelan ludah nya. Tamparan jeny membuat nya sadar akan apa yang sudah di lakukan nya. Tapi tomy tidak punya cara lain. Hanya cara itu yang bisa membuat jeny selalu ada di samping nya.
“Kamu tau tomy, aku benci sama kamu. Aku benci banget sama kamu.” Lanjut jeny kemudian.
Tomy memejamkan kedua matanya kemudian mengangguk. Tomy bisa memaklumi jika jeny membencinya.
“5 Tahun tom. 5 Tahun kamu nggak ada kabar, nggak ada kepastian. Kamu seperti hilang di telan bumi. Tapi sekarang tiba tiba kamu kembali dan berbuat semau kamu. Kamu pikir kamu siapa?”
Tomy tetap diam dan mendengar apa yang di luapkan oleh jeny. 5 Tahun memang bukan waktu yang sebentar untuk penantian nya.
“Apa kamu nggak pernah sedikitpun memikirkan perasan aku tom? Aku tau kamu nggak mencintai aku. Tapi tolong jangan egois seperti ini. Tolong lepasin aku.”
Tomy menatap jeny yang menangis di depan nya. Rasa ingin memeluk dan menenangkan gadis itu mati matian di tahan nya. Tomy memiliki alasan atas semua yang di lakukan nya.
“Tolong lepasin aku..” Lirih jeny dengan air mata yang terus saja menetes membasahi kedua pipinya.
Tomy menghela nafas.
Menjelaskan semua nya juga tidak mungkin bisa di terima oleh jeny dalam keadaan seperti ini.
“Maaf, sampai kapan pun juga aku nggak akan pernah bisa lepasin kamu.” Kata tomy kemudian berlalu meninggalkan jeny sendiri di ruang tamu.
Jeny terduduk lemas di atas sofa. Kedua bahunya terguncang hebat. Isakan nya keluar dari bibir nya dan terdengar sangat memilukan. Jeny tidak habis pikir dengan apa yang di pikirkan oleh suaminya.
Jeny tidak tau apa yang sebenar nya di inginkan oleh tomy.
jika ada bibit pelakor pasti kata2 kasar mereka keluar, pelakor murahan, laknat, menjijikan, mudah mudahan dibinasakan
tapi beda
jika ada pebinor, mereka hanya diam kayak tidak ada apa2
reader2.......