21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#32
Pak Erik memusingkan wajahnya ke arah lain, Membuat Sinara merasa sedikit takut. Pasalnya wajah Pak Erik kini terlihat merah padam. Ia memberanikan diri, meraih pipi Pak Erik lembut, untuk menarik kearahnya, tapi tidak di hiraukan pemiliknya.
"Sayang, , kan aku hanya naya,!" Melihat Pak Erik tidak juga menoleh, membuat wajah Sinara tertunduk murung dan sedikit takut.
"Tapi aku sudah pernah jelaskan ke kamu Sinara, dari awal, aku tidak lagi ingin mendengar kata-kata itu keluar di tengah-tengah kita. Apa kamu lupa,,!??"
Sinara hanya mengeleng lemah, membuat mata Pak Erik melirik sekilas kearahnya.
"Tapi aku hanya tidak enak berada di dalam rumah yang sama dengan is-, , , "
"Cukupp Sinara, aku tidak mau dengar kata-kata itu lagi," Pak Erik sedikit meninggikan suaranya. Membuat Sinara terperangah, tidak habis pikir, tadi baik-baik saja. Tapi setelah ia mengucapkan kata istrinya.
Kini Pak Erik mengendapkan Sinara ke sopa dengan kencang.
Ahh, , jahat banget sih dia, kenapa dia sebegitu nggak sukanya, akukan hanya bertanya, aku merasa tidak enak di sini jika ada istrinya. Aku juga pengen tau seperti apa kehidupan mereka sebelumnya dan kenapa, kenapa dengan dia. Apa dia lupa aku ini hanya simpanannya saja. Aku juga berhak tau, aku juga sakit ketika mengucapkan kata itu.
Pokoknya aku harus bertanya dan mau di bawa ke mana hubungan ini, aku tidak sudi menjadi yang kedua, walau aku tau istrinya masih sakit. Tapi lebih baik mereka berceraikan dari pada menikah tapi begini keadaanya, biarlah aku sedikit egois.
Kini Sinara mengejar Pak Erik yang sudah berdiri di balkon kamarnya yang menghadap ke luar, Kini Sinara dengan beraninya memeluk Pak Erik dari belakang.
"Sayang aku tau kamu marah, aku tau kamu sakit hati, tapi percayalah aku hanya menanyainya sebagai perempuan yang ada di hati kamu saat ini, kamu pikir aku tidak cemburu mendengar kata istri untuk perempuan lain di sisi kamu..?? aku juga sakit hati, aku di sini yang paling sakit, Tapi itulah kenyataan nya, aku yang sudah masuk kedalamnya aku juga harus berani mengambil resiko, apakah kamu tidak sadar, "
Pak Erik memusingkan ke arah Sinara, mendengar ucapan Sinara dengan sabar, walau dari awal ia ingin menghentikan nya, tapi apa yang Sinara katakan memang benar.
"Jika semua orang tau aku adalah pelakor, apa kata mereka, apa kamu tidak kasihan dengan aku,. Tapi menyangkut semua itu, balik lagi apakah harus begini hubungan kita seterusnya,,!? Perlu kamu ketahui Aku tidak mau menjadi yang kedua. "
Pak Erik memeluk Sinara, jarinya mengelus-elus kepala Sinara, mencium pucuk kepalanya dengan sayang. Kini dahi Pak Erik menyatu dengan dahi milik Sinara.
"Aku tau apa yang kamu pikirkan saat ini, tapi percayalah aku hanya mencintai kamu seorang, sampai kapan pun. Aku butuh waktu untuk menyelesaikannya. Jadi aku mohon sama kamu, untuk bersabar menunggu "
Sinara mengangguk mengerti.
"Tapi kamu janji bakalan cerita tentang bagai mana kamu dan dia menikah,"
"Ya aku janji,," Kini mereka berpelukan.
"Aaaa,,lepasin gakk, kamu mau bawa aku kemana,??" Pak Erik lagi dan lagi mengendong Sinara ala perinses, Kini Sinara sudah di hempaskannya ke tempat tidurnya.
"Aku-" Pak Erik sengaja menggantungkan kalimatnya. Kini Pak Erik mengedipkan sebelah matanya, membuat bulu kuduk Sinara mengembang. Bukan karna nafsu, tapi lebih ke ngeri.
"Ka, kamu mau apa??"
Sinara memundur ke belakang. Karna Pak Erik mulai merangkak menuju ke arahnya, dengan eksperesi horor. Karna ia sengaja menakut-nakuti Sinara.
"Aaa,, lepasin ha ha haha,.Udah ha ha hahaha, lepasin gelii," Pak Erik mengelitik Sinara dengan eksaititnya.
Permainan mereka terhenti, kini hanya tinggal kesunyian. pak Erik menatap Sinara lekat yang berada di bawahnya, dengan tangan yang masih menyangga di kiri kanan Sinara.
Sinara memejamkan matanya, melihat Pak Erik mendekatkan wajahnya.
"Eemmmh, ," Ciuman panas mereka masih berlanjut, kini sudah beriringan dengan remasan-remasan maut tangan Pak Erik dengan lihainya sudah di dada Sinara.
"Aahhh," Mata Sinara terbuka, "Sayang
jangan sekarang ya,!?" Melihat Pak Erik sudah memasukkan saja jari-jari liarnya ke dalam baju Sinara.
"Nggak sayang,,tapi aku hanya pengen n***k, boleh ya,ya, yaaa, !?" Wajah Pak Erik di bikin seimut mungkin, untuk merayu Sinara. Membuatnya sedikit terpengaruh, kini kepala Sinara sudah mengangguk saja, tidak tega.
Pak Erik ingin membuka baju Sinara, tapi di tahan empunya.
"Kenapa sayang, kan udah di ijinin,"
Huhh, kenapa juga aku mengangguk.
"Iiaa, tapi jangan semua bukanya, aku, ,aku malu." Wajah Sinara memerah.
"Ia, ia, sayang, emuachh," Pak Erik merasa gemas dengan tingkah Sinara.
Like😘😘